Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 61


__ADS_3

Tak terasa waktu senja berganti malam aku duduk berdiam diri dalam kamar sambil memainkan HP dan tak lama datanglah seseorang yang tak lain adalah kak Fatih


"Dek! Kita makan malam yuk! " ajaknya


"Kak duluan aja. " jawabku tampa menoleh ke arahnya


"Adek marah karena tadi siang? "


"Gak! "Jawabku


"Masa sih? "


"Apaan sih, mending kak keluar deh, ganggu aja orang lagi main game juga. " usir ku


"Masa yang punya rumah yang diusir sih. "


"Ya udah zizah yang keluar. "Ucapku seraya berdiri


"Jangan dong! Kak minta maaf deh! " ucapnya menahanku


Aku hanya diam tampa menghiraukan ucapannya


p


"Kakak tau adek marah kan? Karena kak lebih belain Azzam dari pada adek. Makanya kakak minta maaf! "


"Udah deh kak, belain aja terus itu orang. Zizah juga heran kenapa disetip tempat ada dia. " ucapku jengkel


"Jodoh kali. " goda kak Fatih


"Amit-amit, mending juga kak nando dari pada dia. " ucapku keceplosan


"Nando? Siapa itu? " ucap kak Fatih


"Ehh, bukan siapa siapa kak. " ucapku cepat

__ADS_1


"Dek! "


"Iyah kak, ayo kita makan, kak mencariku pasti untuk diajakin makan kan? " ucapku meraih tangannya dan mengajaknya keluar kamar


"Tunggu dulu dek! Nando siapa? Adek pacaran? " tanyanya


"Bukan siapa siapa, dan zizah tidak pacaran. "


"Apa kata katamu boleh di percaya? Ingat ya dek! Kalau sampai abi tau kalau adek pacaran abi akan sangat marah dan kecewa sama adek. Adek belum pernah liat abi marah kan? Jadi kak minta jaga kepercayaan abi sama adek. " ucap kak Fatih menasihati


"Aku kan gak bohong, sekarang kan kak Fatih bukan pacarku, tapi besok beda lagi ceritanya. " batinku


"Kamu dengar kak kan dek? " tanya kak Fatih


"Iyah zizah dengar kok. Ya udah kita makan malam aja zizah udah lapar nih. " ucapku


"Jadi udah gak marah nih? "


"Masih marah sih dikit. " ucapku tersenyum


Kami pun makan dengan lahap pampa ada yang berbicara sama sekali


"Alhamdulillah! " ucap kak Fatih mengakhir makannya


"Zizah juga udah selesai. " ucapku berdiri


"Kak yang beresin ini semua ya! Zizah capek dan ingat jangan minta bantuan bi surti, bi surti capek seharian nemanin zizah sedang kak hanya keluyuran bersama teman teman kak. " ucapku melangkah ke arah bi surti


"Gak bisa gitu dong dek. " protesmya


"Ini perintah, dan zizah tidak menerima penolakan, ingat zizah belum memaafkan kak karena sudah membentak zizah, kak juga masih ada salah sama zizah."


"Salah apa lagi sih dek, perasaan kak salah mulu deh."


"Tadi malam kak janji kan mau nemanin zizah jalan jalan mencari oleh oleh untuk besok tapi siapa yang nemanin zizah? Bi surti sedang kak malah tidur dikamar. "

__ADS_1


"Jadi gimana dong? "


"Ya kak bersihin meja makan, terus kak nyuci piring deh, aku sama bi surti ingin istirahat. " ucapku


"Nak tidak apa-apa, kasian aden kalau harus beresin ini semua. " ucap bi surti


"Nah, bibi benar dek, kasian lah masa laki-laki bersihin kaya gini. " ucap kak Fatih


"Mau di kerjakan atau zizah lapor ke abi, kalau selama disini kak tidak urusin zizah kak hanya sibuk dan jalan bareng teman teman kak. Dan kak masih ingat kan pesan abi sebelum kita berangkat? Kalau kak lupa biar zizah ingatkan. " ucapku


"Abi bilang, Fatih ingat jaga adik kamu, jangan hanya sibuk urusin kerjaan." lanjutku meniru abi saat kami sedang berpamitan


"Sekarang kak mau turuti mau zizah atau yang memberikan tugas adalah abi setelah kita sampai rumah, dan ingat hukuman abi akan jauh lebih parah dari ini. "


"Iyah Iyah, kak beresin, bisanya hanya ngancam. Dasar anak abi. " ucap kak Fatih jengkel tapi tetap membersihkan meja makan


"Aden, bibi bantu ya? " ucap bi surti


"Tidak usah bi, bibi istirahat saja, lihat tuh si anak abi lagi ngawasin. " ucap kak Fatih melirik ke arahku


"Biarkan saja bi, itu hukuman untuk dia, sekarang bibi ikut zizah yah kita istirahat, zizah ingin tidur sama bibi malam ini. " ucapku


"Tapi nak! "


"Udah ayo bi, kapan lagi coba zizah tidur sama bibi, besok zizah puang ke Indonesia, terus butuh waktu lama untuk bertemu bibi lagi, jadi zizah ingin malam ini tidur sambil meluk bibi. " ucapku


Kulihatnya sedikit ragu dan melirik ke arah kak Fatih, mungkin dia takut kak Fatih akan marah.


"Kak boleh ya bibi tidur bareng aku? " tanyaku


"Terserah tuan putri saja, hamba hanya mengikut aturan ndoro putri. " ucap kak Fatih bercanda


"Tuh kan bi, kak Fatih udah beri izin, jadi bibi mau ya! " pintaku


"Baiklah." jawabnya. Kami pun melangkah meninggalkan kak Fatih yang sedang bersih bersih meja makan.

__ADS_1


__ADS_2