Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 24


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman kia Dahlan


"Nak! Sarapan yuk! Umi sama abi serta kak fatih sudah menunggu." ucap umi di depan pintu kamarku


"Iyah mi! Tunggu sebentat! Umi duluan saja nanti zizah nyusul! " ucapku


"Iyah nak, cepat ya! " ucap umi beranjak pergi


Di meja makan


"Loh adek mana mi? " tanya kak fatih


"Katanya nanti nyusul." ucap umi


"Anak itu kebiasaan deh. Udah tau kak lapar. " keluh kak fatih


"Sabar nak! Sebentar lagi ade turun kok. " ucap abi


Tiba tiba aku muncul diruang makan


"Sepertinya ada yang sebut nama adek ni. " ucapku riang


"Pd amat, udah duduk ana udah ditungguin juga. Lapar ni perut." ucap kak fatih


"Kak! " panggil abi dengan tatapan tajam


"Stop! Jngan diteruskan. Kalian makan saja dari pada bersitegang begitu." ucap umi melerai kami serta menyendokka makanan kepiring kami. Dan kami pun makan dengan tenang.


Ditengah aktifitas makan abi memulai perbincangan


"Bagaimana sekolah adek? " tanya abi


"Lancar kok bi."ucap ku


"Ingat ya nak, jangan salah gunakan kebebasan yang abi berikan." ucap abi


"Iyah bi! Zizah akan ingat pesan abi kok." ucapku

__ADS_1


"Kalau kamu fat? " tanya abi


"Kak kenapa bi? " ucap kak fatih bukannya menjawab malah kembali bertanya


"Pekerjaan kamu bagaimana?


"Ucap abi


"Lancar kok bi, lusa kak akan berangkat ke Mesir untuk urusan pekerjaan kak." ucap kak fatih


"Berapa lama kak pergi? " tanya umi


"Mungkin satu pekan mi." ucap kak fatih


"Kok lama sih kak." ucapku


"Ya mau gimana lagi. Tapi kak usahakan menyelesaikan segera mungkin." ucap kak fatih


"Bi! " panggil ku


"Zizah boleh ikut kak? " tanyaku


"Tidak! " ucap umi menolak


"Ihh umi." ucapku cemberut


"Abi juga tidak setuju." ucap abi menimpali


"Ihh abi! Zizah boleh ikut ya, zizah ingin liat Mesir bi." ucapku


"kak bantuin bujukin abi dong." rengekku


"Apapun itu umi tidak akan memberi izin." ucap umi


"Ihhh kalian semua menyebalkan." ucapku beranjak dari tempat duduk dan mengambil tas ku dan bergegas ke sekolah


"Nak! Habiskan makananmu." ucap umi

__ADS_1


"Zizah udah gak selera makan." ucapku melangkah kelar rumah


"Mi! Bi! Izinkan saja adek ikut dengan fatih." ucap kak fatih membujuk abi


"Abi tidak ingin mengambil resiko nak, adekmu kemarin baru sembuh tidak baik untuk dia pergi ketempat yang jauh dalam waktu dekat ini. " ucap abi


"Umi juga tidak setuju." ucap umi mendukung abi


"Percayakan adek sama kak bi, adek tidak akan apa apa jika kita menjaga suasana hatinya. Kak bisa menjamin bi." ucap kak fatih masih membujuk


"Nanti abi pertimbangkan," ucap abi


"Bi! " ucap umi masih tidak setuju


"Mi! Mungkin ade butuh hiburan sehingga dia ingin ikut, dan yang dikatakan fatih benar adek bisa saja kambuh dimana pun biar dia bersama kita atau tidak. Tetapi selama suasana hati ade tetap baik insyaAllah kesehatannya akan baik." ucap abi


"Tapi bi... " ucap umi terpotong


"Umi tenang aja! Fatih akan selalu menjaga adek mi, ade akan baik baik saja selama ada kak." ucap kak fatih


"Terserah kalian lah, kalau sampai ada apa apa saja zizah jangan harap kalian dapat maaf dari umi." ucap umi beranjak pergi


"Kedua bidadari kita sama sama ngambek." ucap kak fatih tersenyum


"Sepertinya begitu. Alamat abi tidur di ruang keluarga deh." ucap abi melanjutkan makanannya


"Sabar bi!" ucap kak fatih


"Abi sudah selesai, abi ke madrasah dulu ya nak! " ucap abi


"Iyah bi, kak juga nanti mau ke madrasah soalnya ada jadwal ngajar." ucap kak fatih


"Yasudah, abi duluan ya nak! Assalamualaikum! " ucap bi melangkah keluar rumah


"Waalaikumsalam."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2