
"Bunda! Rumi dimana? kok zizah tidak liat dari tadi? " tanyaku
"Rumi sedang sakit nak, sudah seminggu dia sakit. " ucap bunda Husna
"Sudah dibawa kedokter bunda? " tanyaku
"Belum nak, bunda tidak memiliki biaya untuk ke rumah sakit. "Jawab bunda Husna
"Kenapa tidak menghubungi zizah? " tanyaku
"Bunda tidak enak kalau merepotkan kamu nak. " ucap bunda Husna
"Kalau bunda minta tolong InsyaAllah zizah akan bantu, kalau zizah tidak punya uangnya zizah akan galang dana untuk adik-adik zizah bunda. Jadi kesulitan apa pun yang bunda alami zizah minta beritahu zizah! " ucapku
"InsyaAllah nak " ucap bunda Husna
"Zizah boleh mengunjungi Rumi? "Tanyaku
"Boleh nak, dia ada dikamarnya. " ucap bunda
"Adik-adik! Kak kekamar Rumi dulu ya, kalian lanjut aja mainnya. Oke! " ucapku
"Oke kak! " jawab mereka semua
Rumi adalah salah satu anak yang cerdas di panti ini, usianya sekitar 10 tahun, seandainya dia sekolah sekarang pasti dia kelas 3 sekolah dasar. namun dia tidak ingin bersekolah karna tidak ingin merepotkan sang pengurus panti, dia hanya belajar dari buku buku yang kadang aku belikan dan teman-teman ku berikan untuk panti asuhan ini, Rumi jugalah yang sering mengajakku berbicara tatkala aku berkunjung
.
"Assalammualaikum! Adik cantik! " ucapku masuk kedalam kamar. Kupandangi wajahnya yang pucat dan badan sedikit kurus dan terbaring lemah diatas ranjang
"Waalaikumsalam! " ucapnya menoleh
__ADS_1
"Kak zizah! " liriknya
"Hai adik cantik, lagi sakit ya? " tanyaku
"Gak kok kak, Rumi hanya kecepean aja. " jawab nya.
Itulah kebiasaannya, selalu menyembunyikan apa yang dia rasa dari orang-orang.
"Gak boleh boong loh, nanti hidungnya panjang loh. " ucapku bercanda
"Kak bisa aja, itukan hanya cerita di film Pinokio. " jawabnya
"Tapi kak bunda Rumi sakit. " ucapku
"Aku tidak apa-apa kok kak. " jawabnya
"Kita harus kerumah sakit ya, kak tidak ingin Rumi kenapa-napa. Rumi sangat pucat. " ucapku
"Tapi bunda gak punya uang kak. Rumi tidak ingin membuat bunda repot. " jawabnya
"Rumi pernah mendengar bunda saat shalat memohon agar Rumi segera disembuhkan dan meminta maaf tidak bisa membawa Rumi kerumah sakit karena tidak ada uang. " jawabnya. Setiap orang yang mendengar perkataannya pasti merasa ibah.
"Kalau seperti itu, kita kerumah sakit sekarang! "ajakku
"Kak ada uangnya? Takut kalau biayanya besar. " jawabnya
"Rumi gak usah mikirin biaya, biar kak yang urus. Intinya Rumi bisa sehat dan kembali bantu bunda mengurusi adik-adik di panti
"Tapi kak. " ucapnya
"Rumi mau ya! Rumi tidak ingin kak sedih kan? "ucapku
__ADS_1
"Baiklah." jawabnya
Akupun membantunya untuk bersiap, setelah siap aku pun menuntunnya keluar dari kamar.
"Kamu demam juga? " ucapku saat berjalan keluar kamar
"Sudah berapa lama? " lanjutku bertanya
"Sudah satu minggu kak. " jawabku
"Kita temui bunda dulu ya! " ucapku
"Oke kak. " jawabnya
Setelah tiba diruang yang terdapat bunda sedang mengawasi anak-anak panti yang sedang bermain
"Bunda! " panggil ku
"Iyah nak. " ucapnya menolah
"Loh kalian mau kemana? " lanjutnya bertanya
"Zizah ingin bawa Rumi kerumah sakit bunda. Boleh kan? " tanyaku
"Selama tidak merepotkan nak zizah silahkan nak, tapi bunda minta maaf karna tidak bisa menemani, soalnya kasihan adik adik yang lain tidak ada yang menjaga, mbak Nada belum kembali dari kampungnya. " ucap bunda Husna
"Tidak apa-apa kok bun! Zizah bisa kok sendiri. " ucapku
"Ya sudah kalian boleh pergi. " ucap bunda Husna
"Terimakasi bunda, kami pergi dulu ya. Assalamu'alaikum! " ucapku melangkah pergi
__ADS_1
"Waalaikumsalam! " jawab bunda.
"Kamu memang anak yang baik nak, semoga Allah membalas kebaikanmu selama ini untuk panti ini, Allah membantu kami melalui perantara mu. Kalau ada yang melihatmu mungkin meraka akan menghakimimu anak seorang kiai namun tak menutup aurat, dan kadang usil, tetapi mereka tidak tau kalau kamu punya sosial yang tinggi. Merasa tidak senang melihat orang yang tertindas oleh orang lain serta merasa sedih melihat orang lain dalam kesulitan. Semoga kelak engkau mendapat pendamping yang juga sama seperti dirimu. Aamiin!" gumam bunda Husna menatap kepergianku