
Salwa memang memiliki penyakit leokimia yang dia sembunyikan dari keluarganya, dia menyimpan deritanya sendiri tampan ingin membaginya dengan siapapun.
"Aduh kok kepalaku pusing ya." keluh salwa dalam hatinya
"Adek kenapa? " tanya Azzam
"Ade tidak apa-apa kok kak. " jawab salwa
"Tapi sepertinya muka ade pucat? "
"Tidak kok kak! " ucap salwa bohong
"Ade istirahat saja ya! Kan nanti ade mau keluar. " ucap Azzam
"Iyah kak, kalau begitu salwa ke kamar ya! " ucap salwa
"Iyah dek! Atau mau kak antar? " ucap Azzam menawari
"Tidak usah kak, salwa bisa sendiri kok. " ucap salwa menolak
"Ya sudah istirahatlah! Kak juga mau kekamar istirahat sebelum berangkat. " ucap Azzam meninggalkan salwa
"Maafkan sifa kak! Salwa telah berbohong. "Gumam salwa dan melangkah kedalam kamarnya. Setelah dikamar kepalanya semakin berat, namun dia berusaha menahannya
"Ya Allah kepala salwa semakin sakit, salwa harus kuat demi abi dan umi," ucap salwa melangkah ke arah nakas yang ada disamping tempat tidurnya dan mengambil obat yang ada disana dan meminumnya.
Kediaman kiai Dahlan
"Tok... Tok... Tok.... "Bunyi pintu kamar ku diketuk dari luara
"Nak! Ini umi! " ucap umi, namun tidak ada jawaban
__ADS_1
"Nak umi masuk ya! " ucap umi lagi namun masih tidak ada jawaban. Karna itu umi langsung membuka pintu dan masuk kedalam kamar ku.
"Nak! Kamu dimana? " teriak umi karna tidak menemukan ku, dicarinya digala penjuru kamar namun umi belum menemukanku.
"Ya Allah zah, kamu dimana nak? Jangan buat umi khawatir! " batin umi merasa khawatir
"Abi!!! " teriak umi memanggil abi.
"Astagfirullah umi! Ada apa? Kenapa umi menangis? " tanya abi yang baru sampai ke kamarku
"Zizah bi, zizah gak ada." ucap umi khawatir
"Tidak ada bagaimna? " tanya abi
"Zizah tidak ada dikamarnya bi, Jangan-jangan zizah pergi karna kita tidak mengizinkannya ikut bersama fatih bi. " ucap umi masih menangis
"Umi jangan berburuk sangka dulu! Bisa saja kan dia lagi di luar. " ucap abi menenangkan
"Umi coba telepon dulu! " suru abi. Umi pun segera mengambil Hpnya dan menghubungi nomorku. Namun hp ku berdering diatas nakas.
"Zizah tidak membawa hpnya bi. " ucap umi
"Umi tenangkan diri umi. Kita cari zizah oke, kita cari disekitaran Pondok! " pinta abi
"Bagaimana umi bisa tenang, anak umi pergi tanpa sepengetahuan umi." ucap umi masih dengan menangis
"Umi tenang dulu, jangan berburuk sangka, bisa saja kan dia lagi jalan disekitaran sini." ucap abi
"Abi akan mencari zizah dan menyuruh para santri mencarinya." ucap abi beranjak keluar dari kamar ku
"Umi ikut bi. " ucap umi
__ADS_1
"Umi disini saja, dan telpon fatih agar segera pulang! Abi berangkat dulu
Assalamualaikum. " ucap abi melangkah pergi
Setelah kepergian abi umi pun tampak menghubungi kak fatih
📱"Halo, Assalamualaikum! "Ucap umi saat telpon terhubung
📱"Waalaikumsalam umi. Umi kenapa seperti orang menangis? "Tanya kak fatih
📱"Kamu dimana nak? Cepat pulang ya! " ucap umi
📱"Umi kenapa? "Tanya kak fatih khawatir
📱"Adik kamu pergi tanpa izin sama abi dan umi. Abi sedang mencarinya, dan abi minta umi nyuruh kak pulang. " ucap umi dengan isak tangisnya
📱"Baik umi kak pulang! Umi jangan nangis! InsyaAllah adek akan baik-baik kok. "Ucap kak fatih
📱" Yasudah umi tutup telponnya ya! Hati-hati dijalan kalau oulangy! "Ucap umi mengakhiri sambungan telepon nya
Saat sambungan telpon terputus umi pun melangkah keluar kamarku dengan terus menangis, mbok iyem yang melihatnya jadi bingung
"Ibu kenapa? " tanya mbok iyem
"Zizah mbok." ucap umi memeluk mbok iyem
"Neng zizah kenapa bu? " tanya mbok iyem lagi
"Zizah pergi dari rumah tanpa memberi tahu siapapun dan tidak membawa HP. " ucap umi
"Innalillahi! Kok bisa bu? " ucap mbok iyem
__ADS_1
"Mungkin zizah marah karna tidak diberi izin ikut fatih ke Mesir mbok. " ucap umi
"Ibu jangan menangis semua akan baik-baik saja kok! Berdoa sama Allah, Allah pasti kasi petunjuk. Ibu sendiri yang sering berkata begitu sama iyem kalau ada masalah menimpa iyem. " ucap mbok iyem