
Keesokan harinya selesai shalat subuh aku bersiap-siap untuk ke sekolah. Setelah siap akupun turun kebawah untuk sarapan pagi bersama keluargaku
"Selamat pagi!"ucapku riang
"Pagi juga."ucap kak Fatih
"Adek mau ke sekolah? Emangnya abi beri izin?"tanya kak Fatih
"Ya iyalah, Zizah mau sekolah sudah rapi juga. Masalah abi, Zizah yakin abi akan izinkan."ucapku
"Bi! Emang abi izinkan adek sekolah?"tanya kak fatih kepada abi
"Iyh abi izinkan."ucap abi
"Tukan abi izinkan, Zizah juga bilang apa tadi, abi pasti izinkan."ucapku girang
"Abi izinkan ade sekolah tapi di pondok pesantren ustadz Arif."ucap abi santai
"Apa....? Bagaimana mungkin seperti itu bi, Zizah tidak mau."ucapku dengan nada kesal
"Kenapa tidak mungkin? Semua bisa mungkin kalau abi sudah berkehendak."ucap kak fatih menyeringai
"Sudah! Stop perdebatan ini! Bisa tidak sih kita makan tampa diawali berdebatan."ucap umi melerai
"Tidak bisa."ucap Aku, kak fatih dan abi serentak
"Ya Allah bisa-bisa tekanan darah ku naik kalau seperti ini."ucap umi
__ADS_1
"Abi serius dengan perkataan abi tadi?"tanyaku memastikan
"Abi hanya bercanda sayang, abi tetap izinkan kamu sekolah di sana dengan satu syarat jangan pernah buat kesalaham, kalau abi dapat kabar atau mengetahui anak abi berbuat ulah maka abi tidak akan mengubah keputusan abi untuk memindahkan kamu ke pondok pesantren ustadz Arif. Zizah mengertikan perkataan abi?"ucap abi dengan tegasnya
"Iyh abi, Zizah janji akan berbuat baik dan jika Zizah ketahuan berbuat ulang maka Zizah siap dipindahkan."ucapku
"Abi pegang kata-kata itu nak."ucap abi mengusap kepalaku berhubung aku duduk di kursi yang berdampingan
"Sekarang saatnya makan, sudahi perbincangan kalian! kita tidak akan kenyang dengan terus berbicara, dan lagi pula nanti adek terlambat ke sekolahmya."ucap umi menuangkan nasi di piring abi, piringku dan piring kak fatih
"Iyh umi ku sayang."ucap kak fatih lebih dulu
"Dia istri abi. berhenti bersikap manis seperti itu! Dan ambil makanan mu sendiri! Kamu sudah besar."ucap abi
"Abi masih saja posesif sama umi, ingat ya bi, umi bukan cuma milik abi, tapi umi milik kita semua. Iyh kan kak?"ucapku
"Tap...."ucap abi terpotong
"Bi! Sudahlah sama anak juga selalu seperti itu. Ayo habiskan makanan nya!"ucap umi
"Iyh umi."ucapku dan kak Fatih
"Awas ya kalian, uang jajan kalian abi potong."ucap abi menantap aku dan kak fatih bergantian
"Mi! Liat abi! Abi ingin memotong uang jajan kami."ucapku
"Jika abi memotong uang jajan mereka, abi tidur diruang keluarga terus."ucap umi mengancam
__ADS_1
"Yes, umi memang yang terbaik."ucapku, kak fatih hanya tersenyum dengan ulahku dan jangan tanyakan ekspresi wajah abi sangat lucu karna menahan amarah
"Kalian menang, karna umi selalu membela kalian. Apalah daya abi ini selalu dinomor duakan."ucap abi
"Yang sabar ya bi, kami anak umi, dan sepertinya umi lebih sayang kami."ucapku sambil tersenyum
Setelah itu kami pun mulai makan dan mengakhiri pembicaraan kami. Tidak ada suara kecuali suara piring dan sendok yang saling bersahutan
Setelah sarapan akupun berpamitan kepada umi dan abi
"Zizah udah selesai, Zizah berangkat dulu."ucapku
"Iyah nak hati-hati ya!"ucap abi
"Iyh abi, zizah sayang abi."ucapku seraya mencim pipi abi dan juga menyalami tangannya
"Abi juga menyayangimu."ucap abi
"Umi zizah berangkat."ucapku seraya mencim pipi umi dan menyalami tangannya
"Iyh nak, hati-hati."ucap umi
"iyh umi, kak zizah berangkat, daaaah! Assalamualaikum kesayangan zizah."ucapku berlalu
"Waalaikumsalam."
Aku pun berangkat kesekolah dengan diantar pak Budi.
__ADS_1