
Disaat semua orang sibuk mencariku aku malah asik bermain bersama keponakan ku dirumah kak Aisyah
"Tante tumben main ke rumah ica siang-siang? Tante bolos sekolah ya? "Ucap keponakan ku Anisa
"Enak aja ngatain tante bolos." ucap ku membela diri
"Terus apa dong? " tanyanya
"Emang tente gak boleh datang kesini gitu, ya udah siniin mainan yang tante bawa. Tentu pulang aja. " ucapku pura-pura ngambek
"Masa gitu aja tante ngambek sih." ucapnya meledek ku
"Loh, loh kok sepertinya ada yang cemberut? " tanya kak Aisyah yang tiba-tiba datang
"Tante mi, masa gara-gara ica bilangin bolos tente langsung mau pulang. " aduhnya kepada ibunya
"Kamu bolos dek? " tanya kak Aisyah
"Gak kok kak, tadi zizah pulang cepat karna guru lagi rapat karna bosan dirumah jadi kesini deh. " ucap ku
"Ohh gitu. Ica gak boleh berburuk sangka sama tante ya! " ucap kak Aisyah kepada anaknya
"Iyah umi. " ucap nya
"Minta maaf sama tante! " seru kak Aisyah
"Maafin ica ya tante! Tante jangan pulang ya! Temani ica main ya! " ucapnya
"Tente gak mau main sama ica. Ica udah buat tante sedih." ucapku
"Ica minta maaf tante. Ica janji gak akan ulangi lagi." ucapnya
"Kalian ini ada-ada saja." ucap kak Aisyah geleng-geleng kepala
"Umi mau keluar bentar ya! Zah titip Ica bentar ya! " lanjut kak Aisyah
"Sip kak! " ucapku
__ADS_1
"Sip umi! " ucapnya
"Assalamualaikum." ucap kak Aisyah melangkah keluar rumah
"Wa'alaikumsalam." ucap kami berbarengan
Saat kak Aisyah telah pergi aku pun menemani keponakanku bermain, dia sangat senang karna aku mau menemaninya bermain walaupun hanya bermain boneka
"Tente! " panggil nya
"Hmm."
"Tante Ica minjam HP dong! " ucap nya
"Untuk apa? " tanya ku
"Mau liat aja. " ucapnya
"HP kamu mana? Masa anaknya pak dokter gak di kasi HP sih." ucapku
"Gitu aja sedih, tente gak bawa hp, tadi tante cas soalnya. " ucapku
"Yah gak jadi deh main hp. " ucap nya
"Ica nginap aja di rumah nenek nanti tante pinjamin HP. " ucapku
"Tapi tante yang minta izin sama umi dan abi Ica ya! " pintanya
"Loh kok tante sih? " tanyaku
"Kan tante yang minta." jawabnya
"Ya udah nanti tante minta izin ke umi nya Ica. " ucap ku
"Makasi tente." ucapnya memelukku
"Sama-sama." ucap ku
__ADS_1
"Tante! " panggil nya
"Hmm"
"Ica akan punya adik loh! " ucap nya
"Masa? " tanya ku
"Iyah Ica gak bohong, kata umi Ica akan jadi kak. " ucap nya
"Berarti keponakan tante nambah dong. Senangnya! " ucapku memeluk keponakan ku
Di rumah abi dahlan
"Gimana bi? Zizah ketemu? " tanya umi. Abi hanya diam. Umi kembali bertanya tetapi bukan kepada abi melainkan kepada kak fatih
"Kak! Mana adikmu? " tanya umi lagi
"Kami sudah mencarinya di seluruh penjuru pondok, namun adek tidak ada mi, kak juga sudah menelpon kedua sahabat ade tapi mereka juga gak tau. " ucap kak fatih
"Bi! Cari anak kita bi! " ucap umi kepada abi yang sedang berdiri di hadapannya
"Umi tenang ya! Kita pasti cari adek kok. " ucap kak fatih
"Ini semua salah umi, umi tidak memberinya izin untuk ikut sama kak jadi dia marah dan pergi." ucap umi dengan terus menangis
"Jangan menyalahkan diri umi, mungkin adek keluar sebentar dan lupa bawa hp, kalau ade pergi pasti akan bawa baju, tapi kan ade gak bawa apa apa. " ucap kak fatih
"Telpon Aisyah nak, suru datang ke rumah. Tapi jangan dulu beri tau kalau zizah lagi pergi." ucap abi
"Iyah bi. " ucap kak fatih
"Umi duduk dulu ya! Jangan nangis terus, adek gak kemana-mana kok percaya sama fatih. " ucap kak fatih mendudukkan umi di sofa ruang keluarga
"Bi! Anak kita. " ucap umi memeluk abi yang duduk di sampingnya
"Adek pasti pulang mi, jangan nangis terus! Mata umi sudah merah dan bengkak." ucap abi berusaha menenangkan umi
__ADS_1