Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 4


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan pak Reza, aku berjalan menuju kelas untuk mengambil barang barang ku, saat tiba di kelas aku merapikan barang-barangku dan bergegas pulang. Saat berada di parkiran aku kaget yang menjemputku bukan supir melainkan kak Fatih, akupun menghampirinya.


Aku membuka pintu mobil dan duduk di belakang tampa mengucap sepatah kata pun karna aku masih jengkel sama kak Fatih masalah tadi pagi


"Dek, duduk di depan, kak bukan supir!"ucap kak Fatih


Namun aku tetap diam tak menghiraukannya aku malah sibuk dengan henpone ku, kak Fatih menjadi jengkel karenaku, karena jengkel kak Fatih merebut Henpone dari tangan ku


"Apaan sih kak, kembalikan Henpone zizah!"ucapku kesal


"pindah kedepan dulu, baru kak balikin."ucap kak Fatih


"Ogah, ambil aja tu henpone."ucapku membuang muka


"Ya sudah kalau begitu, itu keputusanmu ya."ucap kak Fatih namun aku tak menanggapimya biarkan saja henpone itu di ambil lagian di rumah juga suka diambil sama Abi.


Mobil pun melaju menuju area pondok pesantren saat di perjalanan hanya ada kesunyian tak ada yang membuka suara, tak ada canda tawa seperti biasanya saat kak Fatih memjemputku, sampai akhirnya kami pun sampai di halaman rumah, saat mobilberhenti aku pun bergegas keluar dari mobil dengan membanting pintu mobil sekeras kerasnya yang menyebabkan kak Fatih kaget

__ADS_1


Aku masuk kedalam rumah tampa mengucap salam dan tampa menghiraukan abi dan umi yang sedang duduk di ruang keluarga, aku langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamar dengan keras


"Mi, anak kita kenpa ya? Sepertinya lagi marah?"ucap abi kepada umi


"Iyh bi, sepertinya begitu, buktinya dia banting pintu sekeras itu."ucap umi. Disaat mereka berbincang kak Fatih datang


"Assalamualaikum bi, mi."ucap kak Fatih


"Waalaikumsalam nak."ucap umi dan abi


"Ade mana mi?"tanya kak Fatih


"Sepertinya dia marah. Kenapa adikmu kak?"tanya Abi


"Sepertinya ade masih marah masalah tadi pagi deh bi, soalnya waktu kak jemput ade tidak mau bicara sama kak dan dia malah duduk di belakang. Saat kak suru pindah duduk dia gak mau bicara, kak jengkel lah karna itu kak ambil henpone nya dan dia makin marah."jelas kak Fatih


"Ohh begitu, ya sudah di biarkan saja dulu, nanti juga akan meredah sendiri emosinya."ucap abi

__ADS_1


"Betul kata abimu kak, biarkan adikmu tenang dulu setelah itu kamu bujuk dia."ucap umi menimpali


"iyh bi, mi, kalau begitu kak ke kamar dulu ya, mau mandi, dan ini henpone adek."ucap Kak Fatih seraya menyerahkan henponeku ke Abi


"Bi, ada-ada saja ya mereka berdua, selalu bertengkar tapi setelah itu berbaikan lagi, keakraban mereka berdua berbeda dengan saudaranya yang lain."ucap Umi kepada Abi


"Iyh mi, mungkin karna dari kecil mereka sudah sering bersama."ucap Abi


"Iyh bi, semoga mereka selalu rukun ya bi, sampai suatu saat nanti kita tidak ada lagi."ucap umi


"Iyh mi, aamiin, kita doakan saja anak-anak kita agar kelak mereka bisa selalu rukun meskipun kedua orang tuanya tidak ada."ucap abi


"Iyh bi, umi akan selalu mendoakan mereka bi."ucap umi


"Ya sudah kalau begitu abi mau ke Masjid dulu ya, abi mau isi pengajian, nanti pulangnya setelah shalat isyah."ucap abi berpamitan


"Iyh bi, hati-hati ya."ucap umi

__ADS_1


"Iyh mi, Assalamualaikum"ucap abi berlalu pergi


"Waalaikumsalam"jawab umi


__ADS_2