Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 23


__ADS_3

"Kamu tau nak, setiap malam abi dan umi berdoa agar Allah senantiasa memberikan kepadamu hidayah untuk patuh dan taat pada ajaran Allah, entah kapan Allah akan kabulkan. Apakah abi dan umi akan melihat anak terakhir umi bisa taat beragama ataukah tidak. " ucap umi menitihkan air mata


"Umi kok ngomong gitu. Zizah gak mau kehilangan umi dan abi." ucapku memeluk umi ku yang masih menangis


"Zizah minta maaf umi. Zizah gak akan ulangi lagi berbohong, tapi zizah masih ingin seperti sekarang ini, zizah masi mau bersenang senang uni." ucapku jujur


"Bersenang senang? Kita hidup tidak ada yang tau kan sampai kapan nak." ucap umi


"Umi bilang hidayah itu akan datang. Mungkin Allah belum memberikannya kepada zizah." ucapku


"Pesan umi, jaga kehormatanmu sebagai seorang perempuan. Harga dirimu, abi, umi bahkan harga diri keluarga ada pada genggaman mu nak, abi dan umi memberimu kebebasan berada di luar pesantren termasuk bersekolah. Jangan pernah buat kami kecewa nak." ucap umi mengelus kepalaku


"Iyah umi. Zizah akan ingat pesan umi. Umi jangan nangis ya! Zizah gak mau umi sedih." ucapku memeluk umi dan umi pun membalas pelukanku


"Ya udah kamu istirahat ya nak! Sudah malam." seru umi


"Iyah umi." ucapku


"Umi ke kamar dulu ya! Kasihan abi sendirian." ucap umi mencium kepalaku


"Assalamualaikum kesayangan umi."


"Wa'alaikumussalam umi ku sayang." jawabku


Umi pun keluar dari kamarku. Sedang aku bersiap siap untuk tidur


Di tempat lain tepatnya di pondok pesantren kiai Arif tampak keluarga mereka sedang Berbincang-bincang di ruang keluarga


"Bi!" panggil Azzam


"Iyah nak. " jawab abi


"Abi benaran mau memasukkan ade ke pondok pesantren kiai Dahlan


"Iyah nak. Apa kamu keberatan? " tanya ustadz Arif

__ADS_1


"Tidak abi, tetapi Azzam ada syarat bi." ucap Azzam


"Apa nak? " tanya ustadz Arif


"Kalau ade mondok disana Azzam juga ingin mengajar disana." ucap Azzam


"Lalu pondok kita siapa yang urus? " tanya ustadz Arif


"Banyak orang kok bi disini." ucap Azzam


"Jadi semua anak umi akan meninggalkan umi sendirian dirumah." ucap umi sifa (umi Azzam)


"Umi kok bicara seperti itu." ucap salwa


"Karna kalian ingin pergi semua, jadi umi sendiri dirumah." ucap umi


"Jadi abi tidak dianggap ada oleh umi."ucap abi


" jadi gimana dong?"ucap salwa


"Abi tetap ingin kamu kesana nak. Sahabat abi meminta ade kesana agar bisa menjadi sahabat anaknya dengan harapan anaknya bisa menjadi lebih baik dengan bersahabat dengannya." ucap abi


"MasyaAllah, pintarnya adik abang." ucap Azzam memeluk salwa


"Lebay deh kak." ucap salwa tersipu malu.


"Ya sudah adek istirahat gih, sudah larut." ucap abi


"Iyah nak, besok kan adek sekolah, jangan sampai lambat bangunnya." ucap umi


"Oke umi, abi." ucap salwa beranjak pergi


"Azzam juga mau ke kamar mi, bi." ucap Azzam


"Iyah nak." ucap umi sifa

__ADS_1


"Selamat malam mi, bi, Assalamu'alaikum!" ucap fatih melangkah pergi


"Wa'alaikumsalam!" ucap ustadz Arif dan umi sifa


Saat setelah kepergian fatih abi dan umi melanjutkan perbincangannya


"Bi! " panggil umi sifa


"Iyah mi. " ucap ustadz Arif


"Apa tanggapan kiai Dahlan akan niat abi? " tanya umi sifa


"Abi belum tau mi, beliau belum memberi kabar." ucap ustadz Arif


"Semoga mereka menerima ya bi, umi ingin hubungan kekeluargaan kita semakin dekat dengan mereka dengan menjadikan mereka besan kita bi." ucap umi sifa


"Abi juga ingin seperti itu mi, tetapi umi harus tau juga akhlak anak kiai Dahlan jauh berbeda dengan akhlak anak-anak kita mi." ucap ustadz Arif


"Umi tidak mempermasalahkan hal itu bi, umi yakin anak itu pasti akan bisa berubah." ucap umi sifa


"Tetapi bagaimana dengan anak kita mi? Apakah dia akan


menerima? " tanya ustadz Arif


"Abi belum memberitahu Azzam? " tanya umi sifa


"Belum umi, karna abi ingin mendengar jawaban dari kiai Dahlan lebih dulu." ucap ustadz Arif


"Semoga anak kita mau ya bi! Umi berharap mereka berjodoh." ucap umi sifa


"Aamiin kita berdoa saja ya mi!" seru ustadz Arif


"Iyah abi, " ucap umi sifa


"Yasudah kita istirahat ya! Sudah semakin larut, tidak baik untuk kesehatan umi jika suka tidur larut." ucap ustadz Arif

__ADS_1


"Iyah bi." ucap umi sifa


Merekapun bergegas melangkah menuju kamar mereka untuk beristirahat


__ADS_2