Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 7


__ADS_3

Keesokan harinya aku bangun terlambat dikarenakan aku baru bisa tidur pada jam 04:00 subuh aku hanya menangis dalam karna memikirkan keputusan abi ku. Aku bangun karna mendengar suara pintu diketuk dari luar dan aku dengan malas bangun untuk membuka pintu


"Siapa sih? Ganggu saja. Akukan masih mengantuk."ucapku sambil membuka pintu. Saat pintu sudah kubuka terlihatlah wajah umi yang sudah memakai mukena untuk shalat


"Umi mau shalat?"tanyaku


"Ade tanya umi mau shalat? Umi sudah shalat, dan umi ke sini untuk membangunkanmu shalat, karena umi tidak melihat ade di mushollah, jadi umi berpikir ade belum bangun."ucap umi menatapku


"Mata adek kenapa sembab dan bawah mata ade hitam? Ade bergadang lagi?" tanya umi


"Tidak umi, ade mau shalat dulu, dan apakah umi tidak pergi pengajian?"tanyaku


"Tidak nak, pengajiannya ditunda, nanti selesai shalat asar baru mulai. Yasudah kamu shalat lah nanti keburu waktu subuh habis."ucap umi


"Iyh umi."ucapku kembali kedalam kamar.


Setelah selesai shalat aku kembali berbaring di tempat tidurku dan aku merasa dadaku sakit dan sedikit sesak, sepertinya asma aku kambuh


"Kenapa dada aku sakit ya? Apa karena semalaman aku menangis ya? Dan menyebabkan asma aku kambuh, mana obat aku habis lagi. tapi aku harus lawan aku tidak ingin buat abi dan umi khawatir."gumamku menahan sakit.


Tak lama setelah itu pintu pun terbuka dan kulihat kak Fatih masuk kedakam kamar ku


"Dek! Dipanggil abi untuk sarapan dibawah."ucap kak Fatih namun aku hanya diam dibalik selimut melawan sesak nafas yang semakan terasa sakit


"Dek!"ucap kak Fatih semakin mendekat "Ade Kenapa?" tanya kak Fatih Khawatir

__ADS_1


"Dada zizah sakit kak."ucapku lirih


"Astagfirullah dek! Kenapa bisa? Dan sejak kapan? Kenapa tidak memanggil kak?"ucap kak Fatih semakin Khawtir


"Maafkan zizah kak, zizah sayang sama kak."ucapku lirih dan tak sadarkan diri


"Astagfirullah dek, bangun! Jangan buat kak khawatir dek."ucap kak Fatih mengguncang tubuhku berusaha untuk membangungkanku. Namun tak ada respon dariku


Kak Fatih pun menggendongku ke bawah sambil berteriak memanggil nama pak Budi


"Pak Budi... pak Budi.... Siapkan mobil segera!"ucap kak fatih


"Kak ada apa ini, adik mu kenapa?"tanya umi khawatir


"Ade sesak nafas bi dan langsung pinsang."ucap kak Fatih menjelaskan


"Nak Fatih mobilnya sudah siap."ucap pak Budi


"Iyh pak, ayo!" ucap kak fatih melangka keluar rumah


"Umi ikut nak! Umi ingin menemani anak Umi.!"ucap umi sambil menangis


"Umi di rumah saja ya! Cucu umi akan datang nanti, kalau umi tidak di rumah siapa yang akan menemaninya?"ucap abi


"Tapi bi, zizah butuh umi bi,"ucap umi

__ADS_1


"Doakan saja dari rumah ya, semoga anak kita baik baik saja! Abi pergi dulu ya, yakinlah semua akan baik baik saja. Assalamualaikum."ucap abi berlalu pergi


Tiba di rumah sakit aku langsung ditangani oleh dokter yang biasa menanganiku


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"tanya abi


""Kita bicarakan di ruangan saya saja ustadz."jawab dokter. Abi,


kak fatih dan dokter Raihan pun menuju ruangan dokter Raihan


Setiba di ruang dokter Raihan


"Jadi bagaimana kondosi anak saya dok?"tanya abi


"Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa, jangan membuat Azizah tertekan, saya melihat matanya sembab dan tekanan darahnya rendah, mungkin semalaman dia tidak tidur atau begadang. Tapi Alhamdulillah karna cepat ditangani. Sehingga dia baik baik saja. Dan saya minta ini tidak terjadi lagi." ucap dokter Raihan


l


"Kami mungkin lalai menjaganya dok, tapi kedepannya kami akan berhati hati dalam menjaganya."ucap Abi


"Iyh ustadz, buat dia selalu senang dan jangan membuatnya stres. Ini saya sudah resepkan obat silahkan ditebus!"ucap dokter Raihan


"Iyh dokter, terimakasi banyak atas bantuannya. Apakah kami sudah bisa mengunjunginya?"tanya abi


"Ini sudah tugas saya ustadz, dan ustadz sudah bisa mengunjunginya."ucap dokter Raihan

__ADS_1


"Kalau begitu kami permisi dulu dokter, Assalamualaikum!" ucap abi dan kak fatih


"Iyh waalaikumsalam."ucap dokter Raihan


__ADS_2