Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 51


__ADS_3

"Sok-sokan sih gak selera makan, tau-taunya lapar juga kan. " ucapku tertawa.


"Kok diledekin sih. " jawab kak Fatih


Saat sedang ketawa-ketawa tiba-tiba umi datang menghampiri kami


"Kalian sudah baikan ya? " tanya umi yang langsung duduk ditengah antara aku dan kak Fatih


"Udang dong mi. " jawabku


"Alhamdulillah, umi senang kalian baikan dan kembali saling menyayangi. " ucap umi memelukku dan kak Fatih bersamaan


"Auhh." keluhku saat tak sengaja tangan umi menyenggol pinggang ku.


"Kenapa nak? Ucap umi khawatir melirik ke arah pinggang ku. Dan tampa sengaja umi melihat perban yang membungkus lututku


"Ini kenapa nak? Kamu jatuh? Jatuh dimana? Dan kenapa bisa? " ucap umi dengan banyak pertanyaan


"Satu satu dong mi tanyanya! " pinta kak Fatih


"Iyah tau nih umi, introgasinya mengalahkan wartawan. " ucapku tertawa


"Umi bertanya serius. Lutut kamu kenapa diperban? " tanya umi


"Karna jatuh. " ucapku


"Dimana? " tanya umi


"Ruang kerja kak Fatih. "Jawabku


"Kenapa bisa? " tanya umi lagi


"Didorang kak. " ucapku


"Benar kak? kamu dorong adik kamu? " tanya umi dengan mata melotot kearah kak Fatih


"Iyah mi! Maaf! " ucap kak Fatih lirih. Mendengar jawaban kak Fatih umi menjadi geram


"Kenapa kak jadi kasar sama perempuan? Apa ini yang abi sama umi ajarkan? " ucap umi menarik telinga kak Fatih


"Aduh! Umi sakit, lepas mi! Telinga kak bisa copot. " ucap kak Fatih berusaha melepaskan tangan umi dari telinganya


"Biarkan sekalian telinga ini putus, biar kapok. " ucap umi melepas tangannya dari telinga kak Fatih


"Aduh! Sakit bangat sih. " ucap kak Fatih masih mengusap telinganya


"Heheheh, kasian deh. " ucapku tertawa

__ADS_1


"Awas ya dek, dari tadi ngeledekin kak terus. Ucap kak Fatih berusaha mengelitiku. Namun aku keburu menghindari


"Gak kena. Wek " ucapku meledek kak Fatih dengan menjulurkan lidahku ke arah nya


.


"Gak boleh gitu. " ucap umi menegurku


"Iyah maaf umi. " ucapku


"Heheh sama-sama dapat marah kan." ucap kak Fatih tersenyum


"Umi senang melihat anak-anaknya umi seperti ini. " ucap umi


"Kami akan seperti ini terus mi, sampai kapanpun. Iyah kan kak? " ucapku


"Iyah mi, apapun demi kebahagiaan adek. " ucap kak Fatih


"Iyah nak! Umi sangat menyayangi kalian." ucap umi


"Kami juga menyayangi umi. " ucapku dan kak Fatih seraya memeluk umi


"Hanya umi kalian yang kalian sayang, abi tidak? " ucap abi yang tiba-tiba datang


"Abi! " ucapku beranjak dan memeluk abi yang masih berdiri di depan pintu kamar kak Fatih yang terbuka


"Tidak apa nak, mungkin abi yang salah karna terlalu mengekang kamu. " ucap abi


"Gak bi, adek yang salah. Bukan abi. " ucapku menggeleng


"Loh kok main salah-salahan sih. " ucap umi


"Masuk sini bi, kita ngobrol-ngobrol sebentar. " ucap umi


Aku dan abi pun mengampirinya dengan tetap memeluk abi


"Abi sudah maafkan adek kan? " tanyaku ketika kami sudah duduk disofa


"Abi sudah memaafkan kok. Mana bisa abi marah lama-lama dengan putri nakal abi. " ucap abi


"Ohh Iyah kak, besok kalian jadi pergi? " tanya umi


"Gak! " jawab kak Fatih


"Loh kok gak sih kak? " tanyaku


"Ya kak gak mood aja, jadi kak suruh asisten kak untuk gantiin. "Ucap kak fafih

__ADS_1


"Gak bisa gitu dong kak." ucapku


"Gak bisa gimana? " tanya kak Fatih


"Zizah udah izin ke sekolah. Masa tau-tau batal, gak lucu bangat deh. " ucap ku


"Benar kak tidak jadi pergi? " tanya umi


"Iyah."ucap kak Fatih tersenyum


Abi yang melihat senyuman kak Fatih seolah tau kalau anak laki-laki nya sedang mengerjai adiknya


"Bi! Liat kak! " ucap ku merengek keabi


"Kok abi, yang mau percikan kak. " ucap abi


"Jangan dibatalin dong kak! Zizah ada utang loh sama kak Raihan. " ucapku


"Utang apa nak? " tanya umi


"Utang biaya rumah sakit. " jawabku


"Kamu sakit lagi nak? " kini abi yang bertanya dengan raut wajah khawatir.


"Bukan bi, tapi teman zizah yang sakit, dia sudah tidak punya keluarga. Sehingga zizah niat bantu tapi yang zizah gak cukup, pas minta nyicil kak Raihan bilang gak bisa. Jadi ngutang deh. " ucapku


"Terus apa hubungannya bayar utang dan ke Mesir?" tanya kak Fatih


"Ya karna kak Raihan minta utangnya dibayar dengan oleh-oleh dari Mesir. " ucapku


"Ada-ada saja nak Raihan itu. " ucap umi geleng-geleng kepala


"Kita jadi kan kak? " tanyaku memastikan


"Gak! " jawab kak Fatih


"Ihh gak boleh gitu dong. Bi! Liat kak! " ucapku meminta bantuan sama abi. Abi hanya mengangkat bahu sebagai isyarat tidak tau


"Iyah kita jadi, gitu aja ngambek. " ucap kak Fatih


"Terimakasi kak. " ucapku senang


"Giliran ada maunya manis, sekali gak butuh diledekin. " ucap kak Fatih


"Sudah jangan bertengkar lagi sekarang kalian Peking aja keperluan kalian selama di Mesir. Biar umi bantu adek nyiapin. " ucap umi mengajakku keluar dari kamar kak Fatih


"Terus kak gak dibantu gitu? " tanya kak Fatih

__ADS_1


"Makanya nikah biar ada yang ngurus. " ucap abi berjalan keluar dari kamar kak Fatih mengikutiku dan umi.


__ADS_2