Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 56


__ADS_3

Keesokan harinya, tepat jam 10 pagi salwa bersama ustadz Arif dan umi sifa berangkat menuju kediaman kiai Dahlan.


"Sudah siap nak? " tanya umi sifa


"Sudah kok mi. Kita tinggal berangkat. " ucap salwa


"Ya sudah kita sempetin abi dibawah! " ajak umi sifa


"Iyah umi. " ucap salwa


Di ruang keluarga


"Kalian sudah siap? " tanya ustadz Arif


"Iyah bi. " jawab umi sifa dan salwa bersamaan


"Kalau begitu kita berangkat sekarang. Barang barang adek sudah abi masukkan kedalam mobil, apa masih ada yang mau dibawa? " ucap ustadz Arif


"Udah gak ada kok bi. " ucap salwa


"Yasudah kita berangkat saja sekarang takutnya macet. " ucap umi sifa


"Yang dikatakan umi benar. Ayo! " ajak ustadz Arif. Kami pun bergegas berangkat menuju kediaman kiai Dahlan. Setelah sampai kami pun disambut hangat oleh mereka


"Assalamu'alaikum! " ucap ustadz Arif saat sudah berada didepan pintu rumah kiai Dahlan


"Waalaikumsalam! " jawab kiai Dahlan yang kebetulan sedang berada diruang tamu


"Ente sudah datang Rif? Silahkan masuk! " ucap abi


"Terimakasih." ucap kami


"Silahkan duduk! Dan tunggu Sebentar ya! Saya panggil istri saya dulu. " ucap abi


Tidak lama setelah itu kiai Dahlan dan istrinya tiba di ruang tamu


"Maaf ya! Nunggunya lama. " ucap abi

__ADS_1


"Tidak masalah, kaya sama siapa saja. " ucap ustadz Arif


"Permisi! Silahkan diminum dan dimakan hidangannya! " ucap mbok iyem yang datang membawa nampan berisi minuman dan makanan


"Terimakasih, jadi merepotkan. " ucap umi sifa


"Tidak masalah, sudah menjadi kewajiban tuan rumah untuk menjamu tamunya. " ucap umi


"Jadi kedatangan kami kesini ingin menitipkan anak kami di pesantren ini. Sesuai dengan yang kita bicarakan sebelumnya. " ucap ustadz Arif


"MasyaAllah, jadi benaran nak salwa mau tinggal di tempat kami? " tanya umi


"InsyaAllah ustadzah. " jawab salwa


"Jangan panggil ustadzah, cukup panggil umi saja seperti yang lain. " ucap umi


"Iyah ust, eh maksudnya umi. " ucap salwa


"Tidak apa-apa lama-lama juga biasa kok. " ucap abi


"Tapi saya minta dia tinggal di rumah ini bersama kalian, dan saya berharap dia dapat membawa pengaruh yang baik untuk calon menantuku. " ucap ustadz Arif


"Dengan senang hati, kami juga berharap demikian. " ucap abi


"Alhamdulillah kalau seperti itu, kami juga tenang untuk meninggalkan anak kami. " ucap ustadz Arif


"Ente jangan khawatir Rif, kami akan memperlakukan putri kalian dengan baik dirumah ini, sebagaimana anak kandung kami sendiri. " ucap abi


"Kalau masalah itu ana percaya sama ente. Jadi ana titip anak ana." ucap ustadz Arif


"Silahkan diminum jangan hanya dilihat saja! " ucap umi


"Ehh Iyah. " ucap umi sifa


"Mohon maaf ini, ana tidak bisa lama-lama, soalnya ana dan istri ana ada kegiatan diluar. " ucap ustadz Arif berpamitan


"Kenapa buru-buru? " tanya umi

__ADS_1


"Kami sudah ada janji dengan orang di tempat lain. " ucap umi sifa


"Nak, jaga diri disini yah! Kalau ada apa-apa telpon abi atau bisa beritahu kiai Dahlan dan istrinya, selama adek disini beliau adalah orang tua adek. " ucap ustadz Arif memberi nasehat


"Iyah bi. InsyaAllah." jawab salwa


"Bukannya anak laki-laki kalian juga akan mengajar di pondok kami juga, kenapa dia tidak ikut? " tanya umi


"Azzam sedang ke Mesir karna harus mengurus sesuatu di sana. " ucap umi sifa


"Kalau begitu kami pamit dulu. Rif sekali lagi ana titip salwa ya. " ucap ustadz Arif


"InsyaAllah ente tak perlu khawatir. " ucap abi


"Ya sudah. Nak, abi sama umi pulang dulu ya, kalau ada kesempatan abi dan umi akan mengunjungi mu. " ucap umi sifa


"Iyah umi. " jawab salwa memeluk sang ibu seolah tak ingin berpisah


"Jangan sedih dong sayang. Kan disini kamu belajar. " ucap umi masih memeluk salwa


"Iyah umi. " jawab salwa


"Ayo mi! Nanti kita terlambat. " ajak ustadz Arif


"Lan, kami pulang ya. Assalamu'alaikum! " ucap ustadz Arif seraya memeluk sang sahabat kecilnya


"Iyah hati-hati ya, bilang sama calon mantuku kami menunggunya untuk datang dirumah kami. " ucap abi


"InsyaAllah." ucap ustadz Arif. Mereka pun meninggalkan kediaman kiai Dahlan



Jangan lupa tetap dukung cerita ini dengan memberi


Like, Vote dan Komentar agar cerita ini tetap berlanjut


__ADS_1


kalau ada waktu mampir juga ya ke cerita author yang satunya dengan judul


"PENANTIAN CINTA SEORANG ISTRI. "


__ADS_2