
Vian masuk kedalam rumah dan ternyata disambut oleh mama dan Siska serta papa.
"Sayang kamu pulang nak? " Ucap mama Diana memeluk vian. Vian hanya diam dan tidak membalas pelukan mama nya. Mama Diana tersenyum kecut dan melepaskan pelukan nya. Siska mencoba mendekat sekedar basa basi tapi vian mengacuhkan nya.
"Apa hari hari mama baik. Apa mama sangat bahagia? " Ucap vian tersenyum aneh dan matanya menatap tajam. Sungguh menakutkan.
"Ya sayang.. Hari hari mama sangat bahagia. Apa lagi kamu mau pulang seminggu tidak ketemu mama sangat merindukan kamu. Dan beberapa bulan ini kamu jarang pulang seperti biasa nya kamu selalu sibuk dengan urusan kantor nak" Ucap mama((apa lagi kamu lebih mementingkan j@l@ng kecil itu, tapi mama dan Siska sudah melenyapkan dia)) lanjut dalam hati. Papa dari tadi diam saja. Dia melihat sesuatu yang aneh dari diri anak nya ini. Seperti menyimpan luka yang dalam dan menahan amarah yang besar. Dan berusaha menekan nya.
"Sebenarnya ada apa ini" Ucap papa dalam hati.
"Bayu ambilkan berkas q dikamar dilemari no 2.ditas warna biru? " Ucap vian dengan tenang dia duduk disofa tunggal dan masih dengan tatapan tajamnya. Siska hanya diam saja. Padahal didalam hatinya mengumpat karena vian masih mengabaikan nya padahal dia sudah melenyapkan nyawa j@l@ng kecil itu.
"Sayang apa kamu sudah makan.? " Tanya mama Diana. Dia juga sedikit merasa aneh kenapa dengan anaknya ini. Tapi mama mencoba cuek saja.
"Oh iya Siska,?mama dan papa. Ayo kita pindah ke ruang keluarga aku ingin menoton filem yang sangat bagus. Aku ingin menonton bersama kalian. Aku rindu kebersamaan kita." Ucap vian tersenyum aneh tanpa membalas pertanyaan mama nya.
"Wah filem apa vian? " Ucap siska antusias
"Rahasia..? " Ucap vian tersenyum devil dan berdiri berjalan menuju ruang keluarga. Diikuti mama dan papa serta Siska yang terus tersenyum. Siska berfikir vian mulai menerima dirinya.
Vian sudah duduk anteng disofa tunggal. Dan juga mama papa dan Siska duduk disofa panjang tak lama bayu datang membawa tas berwarna biru itu.
"Ini tas nya tuan? " Ucap bayu
"Terima kasih. Dan toling putarkan filem yang baru aku downlod tadi. Dan putar ditv ya. Aku ingin menonton bersama mama papa dan calon istri ku ini? " Ucap vian tersenyum devil dam Siska kegirangan karena vian menyebutkan calon istri. Tapi tidak dengan papa dia tetap menatap anak nya ini. Papa yakin ada sesuatu yang besar. Karena vian tidak seperti biasa nya. Selalu tersenyum tapi senyum nya senyum yang sangat menakutkan. Mama Diana mulai tidak tenang entah perasaan apa ini.
"Baik tuan? " Ucap bayu lalu menuju TV. Dan menyambung kan ponsel ke TV itu.
__ADS_1
Difilm yang diputar itu. Terlihat Siska menampar sakinah beberapa kali. terdengar jeritan minta tolong dan minta ampun yang sangat pilu,sekakan Siska tuli tetap menghajar sakinah tanpa ampun Hingga sakinah terjatuh. Sakinah mencoba berdiri dan akan meninggalkan mereka. Tapi Siska berhasil meraih tangan sakinah, Siska memukul berkali kali hinga sakinah mengeluarkan darah dari mulut dan hidung tanpa henti. Setelah itu Siska mendendang dan memukuli tubuh sakinah dengan tongkat bisbol. Hingga sakinah lemah tak berdaya. Dan sebelum hilang kesadaran nya sakinah sempat bergumam. ((Om vian aku mencintaimu)) setelah itu sakinah tidak sadar kan diri dengan tidak berdaya. Tidak hanya itu saja. Siska dengan tega nya menyeret tubuh sakinah dan dibawa keluar dari dalam apartement dan masuk kedalam lift. Hingga mereka tidak terlihat karena sudah masuk kedalam lift.
Mama, papa dan Siska diam mematung melihat vidio itu. Mama sudah gemeteran ketakutan. Apa lagi vian memandang mereka dengan tatapan tajam dan seperti tidak biasa. Sungguh menakutkan. Sedangkan Siska sudah berkeringat dingin. Matanya membulat. Dia tidak menduga bahwa ada seseorang yang merekam kejadian itu.
"Vian apa maksudnya vidio ini. Siapa yang DIHABISI oleh mama dan perempuan setan ini? " Ucap papa shok. Istri nya tega menghilang kan nyawa seseorang. Tanpa menjawab vian mengambil tas biru itu. Membuka dan mengeluarkan isinya. Vian melempar kan semua isinya kemeja didepan mama papa dan Siska. Mulai dari dua buku nikah, surat surat keterangan dari KUA bahwa dia sudah sah menikah secara agama dan negara. Dan foto foto bukti pernikahan vian dan sakinah. Dengan mata memerah vian berteriak didepan mama papa dan Siska.
"Kalian sudah membunuh istri ku. Mama tega membunuh menantu mama. Dimana hati nurani kalian hah. Bang*at semuanya? " Ucap vian berteriak dengan mata memerah.
Deg
Deg..
"Kamu sudah menikah nak kenapa tidak memberitahu kami? " Ucap papa bahagia dan sedih karena sang menantu habis ditangan mama mertua nya.
"Aku belom sempat memberitahu kalian. Karena istri ku saja belom tau kalau q menikahi dia secara sah agama dan negara. Yang dia tau dia hanya aku nikahi siri " Ucap vian lagi.
"Dengan tega nya kalian menghabisi nyawa istri ku. Apa salah istri ku pada kalian hah. Apa sakinah pernah melukai kalian. Kenal saja tidak. Puas kau sudah membunuh menantu mu mama" Ucap vian tersenyum devil
Deg
Deg
Deg..
"Oh... Istri kecil ku yang malam...? " Ucap vian menjambak rambutnya.
"Apa mama tau. Mama menuduhnya dia akan mengambil harta kita iya. Bahkan setiap minggu aku memberikan dia uang selama 5 bulan menjadi istri ku. Dia tidak pernah sama sekali memakai uang ku ma. Tidak pernah keluar apartemen sama sekali. Bahkan minta makan dan jajan saja dia minta padaku dan izin padaku. Mana bisa dia akan merampas harta kita. Dia ttidak pernah tertarik dengan yang namanya uang. Foya foya dan belanja. Apa mama tau aku sangat mencintai nya. Ma mencintai nya. Mama tega membunuh menantu dan calon cucu mama. Vian kecewa dengan mama.? " Ucap vian menagis.
__ADS_1
"Kalian buang kemana mayat istri ku.? " Bentak vian membuat mama yang sudah menangis terisak itu kaget. Sedangkan papa hanya diam dan menatap sang istri dengan kecewa. Walaupun sang istri tidak membantu sama sekali saat siska menganiaya sakinah tapi papa kecewa karena mama juga akan terlibat.
"Papa... Vian maafkan mama. Mama menyesal. Mama bodoh terlalu percaya dengan Siska. Mama sudah dihasut oleh Siska. Maafkan mama nak maafkan mama? " Ucap mama Diana menangis terisak dan bersujud dilantai Siska hanya diam menunduk. Habis sudah masa depan nya. Dia yakin setelah ini dia akan mendekam dipenjara.
"Sekali lagi kalain buang kemana mayat istri ku si alan? " Bentak vian melempar vas bangga hingga pecah mengenai TV hingga layar TV itu hancur. Membuat mama, papa dan Siska kaget
"Aku... Aku membuang nya kebawa jembatan perbatasan. Dan hanyut ke sungai vian.. Maafkan aku vian maafkan aku. Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu? " Ucap Siska bersujud di depan vian. Vian hanya cuek saja.
"persetan dengan cinta mu itu perempuan samlah" bentak vian menendang Sisak hinga membuat siksa tersungkur. dan memegangi dadanya yang sakit kawan titendang oleh vian.
Mama masih menangis terisak dia menyesali perbuatannya. Mama menatap sang papa. Tapi papa menggeleng tanda dia sangat kecewa kepada istri nya. Membuat tangis mama semakin pecah. Tak lama kemudian. Beberapa polisi datang dan diperintah kan oleh bayu untuk menangkap Siska dan mama. Maau tidak mau Siska dibawa polisi. Mama menangis berontak dan berteriak minta ampun kepada vian dan papa tapi mereka hanya diam seakan menulikan telinga ya. Siska berteriak teriak minta dilepas kan dan sebentar sebenar tertawa.
"Hahahah tidak apa tidak apa. Aku di penjara yang penting aku sudah berhasil melenyapkan gadis kecil j@l@ng itu. Hahahaa hahahaha.... Lihat saja nanti aku akan mendapatkan kamu vian hahaha? " Siska tertawa seperti orang gila.
"Penjara perempuan gila ini seumur hidup. Kalau perlu hukum mati dia? " Ucap vian dengan lantang.
"Baik tuan kami permisi? " Ucap pak polisi.
"*vian... Vian.. Maafkan mama nak. Ma salah mama salah. Maafkan mama mama menyesal. Mama tidak mau dipenjara. Papa papa tolong mama papa" Ucap mama Diana menangis. Tapi papa dan vian menatap datar kerah mobil polisi itu. Hingga mobil polisi itu berjalan meninggalkan kekediaman sanjaya.
"Bayu kerahkan semua anak buah mu. Untuk menemukan jasad sakinah dijembatan perbatasan,telusuri sungai nya. aku tidak perduli kalian harus menemukan sakinah sampai ketemu? " Ucap vian dengan dingin dan datar.
"Baik tuan.. Kami permisi? " Ucap bayu keluar rumah bersama kedua anak buahnya. Bayu juga akan mengerahkan beberapa polisi.
" Sakinah... Kamu diamana sayang" Ucap vian menangis. Sang papa mendekat dan mengelus bahu vian.
"Tenang nak kita hanya bisa berdoa? " Ucap papa vian. Vian menangis dan memeluk papanya. Vian sangat sangat rapuh. Melihat istri nya diperlakukan seperti itu. Apa lagi yang melakukan pembunuhan itu adalah mama nya sendiri dan perempuan yang tergila gila padanya.
__ADS_1
"Aku akan melepaskan mama. Tapi tidak sekarang aku ingin melihat mama menyesal semenyesalnya? " Ucap vian dengan datar.
"Apa pun yang kamu lakukan. Papa akan selalu mendukung. Papa juga kecewa kepada mama mu? " Ucap papa bambang dengan sendu.