Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 26


__ADS_3

26


Keesokan harinya. Semua keluarga sudah ada dibandara untuk mengantar kepergian vian, Rania dan sikembar ke JT.


Mama sungguh berat ditinggal kan oleh kedua cucunya.


"Omma jangan sedihh dong. Kan kenzi dan kak kenzo cuma sebentar, 1 bulan omma. Setelah itu Kita kesini lagi, iya kan mi, pi? " Ucap kenzi


"Iya sayang? " Ucap mami dan papi.


"Papa mama, kak Reno dan kak Mia. Kami berangkat dulu ya..? " Ucap Rania.


"Sayang hati hati disana.. Cepat kembali ya, mama bakalan kangen banget sama kalian? " Ucap mama memeluk Rania sambil terisak.


"Mama tenang saja.. Aku akan menjaga mereka untuk mama? " Ucap vian tersenyum. Ya vian sangat bahagia melihat papa mama sangat menyayangi sakinah atau Rania. Vian bersyukur karena Rania dipertemukan oleh orang orang baik seperti mereka.


"Sayang.. Bahwa kedua adik mu itu ya kalau bisa. Papa pengen ketemu sama mereka? " Ucap papa salim


"Baik Pa.? " Ucap Rania tersenyum memeluk papanya.


"Jagan lupa kembali kesini harus bawa kabar baik oke? " Ucap Reno memeluk adiknya dan mencium kening nya.


"Kakak mau kabar baik apa? " Ucap vian tersenyum lucu.


"Cih... Kakak.. Padahal umurmu lebih tua dari aku bung? " Ucap Reno memukul lengan vian dengan pelan. Membuat semua orang tersenyum.


"Kabar baik semoga lekas ada adiknya sikembar? " Ucap Reno tersenyum


"Amin...? " Ucap semua orang ,,Mia hanya tersenyum kecut. Lagi lagi suaminya menyindir dirinya lagi.


"Amin.. Dan Semoga kita barengan ya kak Mia. Biar anak kita seperantaran" Ucap Rania memeluk Mia. Mia hanya mengangguk dan tersenyum kecut.


Setelah berpamitan Rania dan vian serta sikembar dan juga bayu masuk dalam pesawat terbang milik vian pribadi. Setelah siap pilot menjalankan pesawat nya. Dialam pesawat sikembar tidak bisa diam ada aja tingkahnya seperti sekarang. Duduk didepan bayu dan bertanya tentang keluarga bayu. Membuat bayu frustasi tapi tidak dengan vian. Baru kali ini ada manusia yang berani bertanya macam macam tentang keluarga bayu.


"Om bayu om bayu..?? " Panggil kenzi


"Iya tuan muda? " Ucap bayu masih memandang ponsel nya dan tidak melihat kearah si kembar yang selalu usil dengan diri nya.


"Om.. Aku yang mengajak dirimu berbicara bukan ponsel jelek mu itu? " Ucap kenzi ketus.

__ADS_1


"Sabar bayu sabar? " Ucap bayu dalam hati. Sedangkan Rania dan vian hanya tersenyum kecil sambil Rania bersender didada bidang milik vian.


"Maaf tuan muda ada apa? * ucap bayu meletakkan ponsel nya disaku kemejanya.


" Huft... Dasar... Kaku sekali kau saat bicara. Jagan panggil aku tuan muda. Mentang mentang aku masih muda. Nanti kalau aku sudah tua kau akan memanggil ku tuan tua" Ucap kenzi ketus. Rania senyum senyum sediri.


"Sabar adik ku sayang. Kalau kita sudah tua. Otomatis om bayu sudah menjadi tengkorak didalam tanah. Karena dia sudah mati? " Ucap kenzo. Membuat vian tergelak. Vian tertawa terbahak bahak.


*astaga... Gak anak gak bapak sama saja tukang membuly * ucap bayu dalam hati.


"Oh iya ya... Om bayu kan sudah tua.." Ucap kenzi tanpa merasa bersalah.


"Masih tua bapak lo bocil? " Teriak bayu dalam hati.


*om bayu umur berapa? " Tanya kenzi


"Saya 38 tuan muda? " Ucap bayu


"Sudah nikah apa masih perjaka kayak kami. Eh gak ding udah tua mana ada masih perjaka. Duda mungkin,? * ucap kenzi


" Kenzi pertanyaan macam apa itu.. Gak boleh bicara seperti itu? " Tegur Rania


"Tidak apa apa nyonya.. Maklum anak anak banyak keinginan tahunya? " Ucap bayu sopan.


"100 buat om bayu *" Ucap sikembar kompak.


"Sok jawab pertanyaan adik ku kenzi om" Ucap kenzo


"Saya sudah menikah tuan muda? * ucap bayu


" Istri mu perempuan kan om.. Sudah punya anak belom. Anak om berapa? " Ucap kenzi lagi.


"Astaga ini bocah bikin frustrasi saja" Ucap bayu menangis dalam hati. Dia seperti diinterogasi saja


*istri saya perempuan tuan muda. Anak saya dua dan cewek semua" Ucap bayu menjawab dengan jelas agar kedua bocil ini tidak beratnya.


*wah bisa aku jadi kan istri nih anak om bayu. Satu buat aku satu buat kakak kenzo? " Ucap kenzi antusias


"Kenapa bawa bawa aku. Pasti anak om bayu jelek. Om bayu aja jelek kok? " Ucap kenzo membuat vian terbahak tapi mendengar ucapan anaknya dia jadi kicep. Dan gantian Ranai dan bayu yang terbahak.

__ADS_1


"Gak mesti kak... Lihat saja.. Mami cantik papi jelek... Kita juga tampan. Siapa tau aja om bayu jelek kayak papi anaknya cantik cantik kayak kita ini tampan tampan? " Ucap kenzi tersenyum membuat vian dan bayu melotot kan Matanya membuat Rania tertawa.


"Sudah ngobrol nya. Duduk yang anteng sebentar lagi kita akan sampai. Kenzo kenzi pakai sabuk pengaman nya? * ucap papi vian.


*baik papi..? * ucap si kembar


" Om.. Jika mencari kandidat calon mantu aku siap. Asal anak om cantik " Ucap kenzi berjalan menuju kursi di depan papi maminya.


"Astaga.....? " Teriak bayu dalam hati sambil memejamkan matanya. Vian masih terkekeh melihat asisten nya itu frustasi.


"Kalian memang nya mau punya istri anak om bayu" Ucap vian


"Mau lah pa...? " Ucap kenzi.


"Anak om bayu itu sudah SMP dan yang satu mau masuk SMA kenzo kenzi hahahahah" Ucap vian tertawa


*hah... Perawan tua dong* ucap lirih kenzo kenzi agar tidak didengar bayu. Lagi lagi vian tergelak.


"Hus.gak boleh bicara sperti itu kenzi kenzo. Gak baik. Nak" Ucap Rania


"Maaf mami? * ucap kenzi dan kenzo kompak.


" Dasar.... Dua bocil gak ada akhlak... Tu kenapa coba bapaknya bocil tergelak kayak gitu. Gue sumpahin nanti malam gak dapat jatah baru tau rasa? " Gumam bayu dalam hati.


"Akhirnya setelah beberapa minggu tinggal di jakarta, dan akhirnya pulang juga bisa ketemu anak istri. Huft.. Kalau perusahaan Pusat dipindahkan kejakarta. Alamat satu keluarga ku pindah kejakarta semua ini? " Ucap bayu dalam hati lagi sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


"Kamu kenapa bayu, apa kamu memikirkan tentang perusahaan pusat aku pindah kejakarta. Kamu tenang saja. Walau pun perusahaan tetap aku pindah ke Jakarta, kamu akan tetap disini untuk mengurus perusahaan cabang yang disini. Aku akan membawa tio saja yang masih muda.? " Ucap vian seakan tau isi hati asistennya yang sudah beberapa puluh tahun bersama nya.


"Baik... Baik bos? " Ucap bayu tersenyum.


"Akhirnya..." Gumam bayu dalam hati.


"Aku tau kau sudah banyak bekorban demi keluarga ku bay, saatnya kamu aku beri kebebasan. Dan tidak usah ikut aku ke mana mana lagi. Cukup bekerja duduk diam dikursi kebesaran mu, jika lelah bisa pulang dan bertemu dengan anak istri mu yang kamu cintai itu. Terima kasih bayu asisten ku dan saudara ku? " Ucap vian dengan tulus. Bayu menoleh dengan mata berkaca kaca. Lantas dia berdiri dan memeluk bosnya itu. Bayu menagis dipelukan vian. Vian mengelus punggung bayu dengan pelan. Rania ikut menangis melihat pemandangan didepan nya. Suaminya sungguh sangat baik.


"Aku sungguh sangat mencintaimu om vian ku sayang q beruntung memilikimu? " Ucap Rania dalam hati. Menangis terharu.


Setelah itu semua kembali hening karena sikembar sudah terhibur lelap. Sedangkan bayu juga sudah kembali ketempat duduknya. Rania tidur dipelukan sang suami tercinta.


Beberapa saat terdengar dari suara pilot bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat ditempat tujuan. Dibandara JT. Vian segera membangunkan sang istri dan membangun kan sikembar agar siap siap pesawat akan mendarat.

__ADS_1


__ADS_2