Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
BONUS (2)


__ADS_3

keesokan hari nya. Azkia bangun bangun pagi sekali. setelah turun dari ranjang tidak lupa menata tempat tidurnya serapi mungkin,setelah itu dia langsung menuju kamar mandi.


((mau tau gak kenapa tiba tiba jadi rajin banget? ya iya lah karena diizinkan mengemudi mobil sediri langsung rajin gitu)).


beberapa menit kemudian Azkia sudah selesai mandi. dan keluar kamar mandi sudah memakai baju seragam putih abu abunya. tak lupa memakai make up tipis dan senatural mungkin. memakai kaos kaki sampai lutut. sepatu snikers nya. menyisir rambut panjang nya dan diikat dengan rapi. setelah itu mengambil tas dan keluar dari kamar. turun kebawa menuju ruang makan.


" selamat pagi papi, mami, ku sayang, cinta ku? " Ucap azkia memeluk papi dan mami nya bergantian.


"*selamat pagi sayang...." Ucap mami rania dan Papi vian.


"rekor dunia ini. anak gadis papi bisa bangun pagi? " Ucap papi vian.


"hiss.... hiss... bangun pagi salah... bangun siang salah? " Ucap azkia duduk disamping maminya.


"ya iya lah papi kan diizinkan nyetir sendiri? " Ucap mami sebal.


"awas.. sampai terjadi sesuatu.....? " Ucap an mami rania terpotong oleh azkia.


"kia akan dikirim ke JT ikut nenek Diana dan kakek Bambang? " Ucap azkia dengan cemberut membuat mami dan papi terkekeh.


"kamu sudah berjanji lo sayang? " Ucap mami rania.


"iya iya... kia ingat mami... lagian kia akan hati hati kok? " Ucap azkia*.


setelah selesai sarapan. azkia berangkat lebih dahulu. dia menyuruh pak supir mengeluarkan mobil sport hadiah dari oppa salim.


" *mau menyetir sendiri nona? " Ucap pak supir.

__ADS_1


"iya Pak,, kan udah diizinin sama mami dan papi..., bay pak dadang...? " Ucap azkia menjalankan mobil nya dengan pelan*.


jujur ini kedua kalinya azkia menyetir mobil karena dulu pernah nyetir sendiri ketika sedang pergi bersama ilham dan bagas. tanpa sepengetahuan mami dan papi.


azkia menyalakan musik dengan kencang. dia menyetir mobil sambil bernyanyi dan berjoget. tak lama kemudian ponsel nya berbunyi tanda ada telfon masuk. ketika akan mengambil ponsel nya didalam tas dikursi sebelah. ponsel nya jatuh. azkia akan mengambil ponsel nya. otomatis dia membungkuk. tiba tiba didepannya ada seorang yang berteriak karena kaget. ada mobil milik azkia mau menabrak dirinya.


"akhhhhhhhhhhhhhh...? " teriak seorang itu.


azkia langsung bangun dan melihat kedepan dia ikut kaget. dan tanpa sengaja membanting setir kearah kiri hingga dia menabrak tiang listrik bagitu keras ya.


brak.......


depan mobil azkia hancur kening azkia berdarah. banyak asap yang keluar dari mobil depan milik azkia. azkia segera turun dan terduduk di trotoar. hingga tak lama pejalan yang hampir tadi datang sambil marah marah.


"kalau tidak bisa bawa mobil jangan bawa mobil sendiri. kalau saya ketabrak dan mati anak anak saya siapa yang memberi makan hah? "


"gak sengaja, gak sengaja.. mau menghilang kan nyawa orang kok gak sengaja? " Ucap orang itu berlalu pergi. azkia malah memegang kening nya yang berdenyut. untung jalanan agak sepi. tak lama kemudian datang dua orang polisi.


"permisi nona.... bisa tunjuk kan surat surat nya dan SIM? " Ucap polisi itu.


"ini Surat surat nya pak. kalau SIM belom punya? " Ucap azkia cuek.


"anak kecil belom cukup umur bawa mobil ugal ugalan hingga menyebabkan tabrakan. dan mobil bagian depan hancur komandan? " Ucap polisi yang satunya lagi.


"bawa gadis kecil ini kekantor. dan telfon kedua orang tuanya" Ucap pak polisi


"siap komandan? " Ucap anak buah nya.

__ADS_1


beberapa saat kemudian. vian dan rania datang dan begitu panik. langsung masuk kedalam dan mencari keberadaan anaknya. ternyata anaknya berada di ruangan komandan polisi dan sedang diobati keningnya.


"anak ku.. apa kamu tidak apa apa sayang? " Ucap rania memeluk azkia.


"azkia tidak apa apa mami, hanya saja kening azkia sakit. karena terbentur setir? " Ucap azkia


"biar papi ngurus masalah ini dulu. kamu duduk disini sama mami? " Ucap vian dengan Datar yang diangguki oleh rania dan azkia. azkia terus memeluk maminya. tamat pikir azkia. dia ceroboh mengakibatkan dia kecelakaan. dan siap siap saja dia dikirim ke JT kerumah kakek neneknya.


dua jam sudah, urusan dengan kantor polisi sudah selesai. vian, rania dan azkia sudah masuk kedalam mobil. langsung saja mode cerewet sang mami langsung kambuh.


"apa mami bilang jangan nyetir dulu ya jangan nyetir dulu, kalau sudah kayak gini siapa yang repot. mami kan melarang bukannya mami gak sayang , mami melakukan ini semua karena mami gak mau kamu kenapa kenapa kia. lihat kening kamu terluka mobil kamu hancur. siapa yang rugi hah. besok mami dan papi akan mengantarkan kamu kerumah nenek , kakek.? " Ucap rania marah marah.


"tapi mi....? " Ucap azkia mengantungi


"tidak tapi tapi an, kamu sudah janji. jangan buat mami mencabut lidah kamu itu? "! Ucap mami rania menatap azkia dengan tajam. dan azkia hanya diam saja.apa lagi papi vian dia lebih diam lagi. kalau ikut bicara bisa bisa jatah malam nya dipotong. mati kan.


azkia berusaha melihat kearah papi nya dengan memelas. dia mencoba minta tolong kearah papi tapi ya itu. papi yang seakan tau keinginan anaknya langsung saja menaikan kedua bahunya. membuat azkia begitu sebal.


" selama dirumah nenek ponsel mami sita, bisa bisa nanti kamu minta tolong sama ilham kalau gak sama bagas. kamu bisa kabur sama mereka. mami gak mau tau kalau kamu malah membantah semua ucapan mami. mami akan sangat kecewa sama kamu. kia? " ucap mami rania


"apa sih susahnya nurut perkataan orang tua. kenapa susah sekali kamu diatur nya. apa apa selalu saja minta dituruti tapi apa kamu selalu mengecewakan mami.? " ucap mami rania marah marah.


"sudah sayang sudah.... kasihan anak kita... yang penting dia sementara mau kan tinggal sama nenek kakek nya? " ucap vian menenangkan sang istri.


"ini semua juga kesalahan kamu mas. bisa gak gak usah selalu membela dan memanjakan dia. jadi kayak gini kan jadinya. malam ini kamu tidur di luar? " ucap Rania marah marah. papi vian mimik wajah nya sudah berubah sangat sulit untuk di jelaskan. sangat jelek. beda dengan azkia duduk dibelakang sambil cekikikan pelan karena melihat sang papi disuruh tidur diluar.


beberapa saat kemudian. mobil yang sikedarai oleh vian sekeluarga sudah sampai didepan rumahnya. azkia segera turun diikuti oleh mami dan papi. setelah itu masuk kedalam rumah dan naik kelantai atas. kia masuk kedalam kamar. dia merebahkan dirinya dikasur.

__ADS_1


"mau tidak mau aku harus menuruti semua kemauan mami. aku akan tinggal di JT dengan kekek dan nenek. tapi ya tidak apa apa lah. lagian kan aku juga bisa menemani nenek dan kakek? " ucap azkia dengan pasrah . dan langsung saja tidur lelap untuk tidur siang.


__ADS_2