Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 18


__ADS_3

Disisi lain vian saat ini sudah berada diruang an nya dan didepan nya ada dua orang yang berlutut sambil bergetar didepan nya.


"Siapa nama kalian...? " Ucap vian dengan datar.


"Sa... Saya rudi pak...? " Ucap rudi terbatas bata


"Sa..saya hendi pak? " Ucap laki-laki bernama hendi itu juga gemeteran.


"Sudah berapa lama kalian bekerja disini. Berani sekali kalian korupsi diperusahaan saya sudah bosan hidup kalian hah? " Bentak vian sedang kan bayu hanya diam disamping vian.


"Maafkan kami pak.. Kami terpaksa kami butuh uang untuk biaya hidup keluarga kami? " Ucap hendi memberanikan menjawab.


"Kami hanya karyawan biasa gaji kami tidak cukup. Apa lagi anak saya masuk rumah sakit dan harus operasi? " Ucap rudi sambil menahan tangis.


"Kalian kan bisa pinjam uang kantor ini. Dan biasa dikembalikan dengan dicicil atau potong gaji? " Ucap vian dengan dingin nya.


"Kami sudah berusaha meminjam tapi menejer keuangan tidak pernah memberi kan kami pinjaman? " Ucap hendi berbohong.


"Bayu panggil kan menjer keuangan sekarang juga? " Ucap vian


"Baik bos " Ucap bayu dan keluar dari ruangan bosnya membuat kedua orang yang berlutut itu menjadi ketakutan. Membuat vian tersenyum devil.


Tak lama kemudian bayu datang bersama menejer keuangan.


"Permisi tuan besar. Saya arman menejer keuangan ada yang bisa saya bantu? " Ucap arman.


"Berapa kerugian yang kita peroleh karena kelakuan kedua orang ini? " Tanya vian dengan dingin.


"Hampir 1 miliyar tuan besar.? " Ucap arman mantap.


"Dan kenapa kamu tidak memberikan dia pinjaman saat mereka akan meminjam uang kepada mu? " Ucap vian lagi.


"Maaf tuan besar... Bukannya saya tidak mau memberikan pinjaman tapi mereka berdua sudah meminjam uang kantor terlalu banyak. Dan jumlah perorang adalah 75 juta. Setiap gajian dan akan saya potong mereka marah marah dan memukuli saya ini bekas pukulan mereka masih tersisa. Dan mereka jarang masuk kantor. Karena suka pulang malam dari tempat judi. Mereka berdua menelantarkan keluarganya dan selalu menghabiskan uang untuk bermain wanita dan berjudi. Jadi saat mereka mengajukan pinjaman saya tolak. Jadinya malah korupsi sebesar ini" Ucap arman panjang lebar.


Dorr.... Dorr.....


Kedua orang itu mati seketika karena vian menembak pas dikenang keduanya.


"Mau main main sama saya. Mana bisa. Jika berani sama saya siap siap masuk keneraka lebih cepat ,Bawa jasad mereka berdua dari sini. " Ucap vian dengan tersenyum devil.


"Baik tuan? " Ucap arman dan bayu dan menyeret mayat dari hendi dan rudi.


"Huft... Masalah nya sudah selesai tinggal membuat keuangan ini membaik lagi.? " Ucap vian duduk sikursi kebesaran nya sambil mengerjakan beberapa berkas.


Sore harinya. Jam sudah menujukan jam 18: 30 vian akan siap siap akan pulang ke apartemen. Dia memakai jasnya kembali dan keluar dari ruangan nya. Setelah itu dia menaik'i lift untuk menuju lantai bawa. Sampai di lobby ternyata disana sudah ada bayu yang berdiri disamping mobil. Saat vian mendekat bayu dengan sigap membuka kan pintu mobil setelah dirasa bosnya masuk dia juga masuk dan menjalan kan mobil nya.

__ADS_1


"Bos mau makan dimana bos? " Tanya bayu


"Pesan kan saja bay.. Aku ingin makan di apartemen saja. Aku malas mau kemana mana? " Ucap vian dengan lesu. Benar saja badan nya sakit semua dia sangat malas mau kemana mana.


"Siap bos..? " Ucap bayu.


Beberapa saat kmudian mereka sudah sampai di apartemen. Mereka berdua segera turun dan masuk dan berjalan menuju lift. Dan ketika lift akan tertutup seorang perempuan memakai baju dokter ikut masuk juga, Jadi di dalam lift itu ada vian, bayu dan dokter itu yang tak lain adalah bibik Mia. Dan ternyata lantai tujuan mereka sama. Ya itu lantai 10.ketika suasana jadi hening tiba-tiba ponsel dari bibik Mia berdering tanda ada video call masuk. Dan Mia langsung mengangkat telfon nya.


📲"(haloo sayang? " Ucap Mia dan didalam vidio itu hanya hidung kenzi yang terlihat dan ada suara sedikit bertengkar karena merebutkan ponselnya.


((Aku kakaknya jadi harus aku yang bicara dengan bibik))


((Enak saja. Karena kamu kakaknya kamu harus ngalah kenzo))


"Kakak aku bilang panggil kakak ya kakak gimana sih))


((Kenzo... Kenzo... Kenzo...))


((Mami...)) teriak kenzo membuat Mia terkekeh.


📲 jadi nelfon bibik cuma biar denger kalian bertengkar.)) ucap Mia. Dan terlihat jelas lah wajah kedua bocil bagai pinang dibelah dua itu. Dan hanya tai lalat yang membedakan mereka berdua.


📲.. Maaf bibik Kenzo nih nakal sekali.?


((Kakak aku bilang kakak ya kakak dengar gak sih))


" Harus tetap kakak karena q lahir lebih dulu))


((Kalian ini kalau mau bertengkar Jagan nelfon bibik. Kasihan bibik pasti capek. Kenapa selalu kalian ganggu)) ucap suara perempuan yang sangat merdu.


Deg.. Deg... Deg..


((Suara itu..)) " Ucap vian dalam hati. Vian melirik ponsel perempuan yang ada didepan nya itu. Tapi tidak ada gambar apa apa. Hanya gambar mulut yang di dekat kan dengan layar ponsel.


📲"((haloo bibik bibik masih disitu kan. Bibik masih mendengar kenzi. Bibik belom tidur kan? "))


📲 ((belom sayang bibik masih didalam lift ini. Ada apa menelfon bibik nak))


📲(( bibik nanti aku akan main Keapartemen bibik bersama paman. Dan aku akan menginap disitu))


(( iya bibik. Aku juga sekalian bawa seragam besok berangkat sekolah diantar sama bibik dan paman))


📲(( wah benar kah bibik sangat senang. Memang paman ada di situ.))


📲((iya habis makan malam dia akan pulang dan kami akan ikut))

__ADS_1


📲((baik lah bibik tunggu. Dimana mami kalian bibik mau bicara.))


📲((kenapa kak))


📲((kenapa yang terlibat malah bokong anak mu nia))


📲 hahahah tidak apa apa...q lagi maskeran nanti kamu takut lagi))


📲(( dasar...tidak apa lagi...))


📲((oke oke... Ada apa...)) ucap Rania memperlihatkan wajahnya yang penuh masker hitam itu.


📲((apa benar anak anak mu mau menginap di apartemen ku?))


📲((iya tidak apa apa kan.itung itung buat pancing an biar kaka cepat punya anak,udah dulu ya suami kakak udah mau pulang, q mau menyiapkan barang barang sikembar yang mau dibawa nanti,))


📲 ((oke oke..kakak juga sudah sampai didepan kamar udah dulu ya bay))


Mia mematikan telfon nya karena lift sudah terbuka Mia berjalan dan masuk ke dalam apartemen nya dan ternyata tempat tinggal nya bersebelahan dengan vian dan bayu. Dan tanpa disadari Mia kedua laki-laki yang ada dibelakang nya tadi menyimak setiap pembicaraan mereka. Vian merasa familiar dengan suara perempuan tadi. Dan bayu sedikit terkekeh mendengar perdebatan kedua anak kecil tadi. Vian sempat melihat wajah perempuan itu tapi tidak jelas karena sedang memakai masker.


" Suara itu seperti suara sakinah, tapi perempuan itu memanggilnya Rania. Apa hanya suara nya saja yang sama dan orangnya berbeda.? " Ucap vian dalam hati. Sampai didalam kamar vian segera membuka seluruh bajunya dan masuk ke dlm kamar mandi untuk berendam. Karena Bandan nya sangat capek dan lelah.


Dua jam kemudian vian baru keluar dari kamar mandi lekas berpakaian dan keluar dari kamar menuju meja makan yang sudah ada bayu yang sedang menunggu nya sambil main ponsel.


"Apa sudah dari tadi makanan nya datangnya? " Ucap vian duduk didepan bayu


"Baru saja bos..? " Ucap bayu menaruh ponsel nya dan mereka makan malam bersama sama. Tapi saat lagi enak enak nya menikmati makan malam tiba tiba ada yang mengetik pintu seperti orang tidak sabran. Ketika bayu akan berdiri vian mencegah.


"lanjutkan makan mu biar aku yang membuka? " Ucap vian


"baik bos? " Ucap bayu.


Vian berjalan menuju pintu dan membukanya nya. Dia kaget karena melihat bocil yang wajahnya sama.


Deg...... ((Kenapa wajah nya sangat mirip dengan ku waktu kecil, apa kebetulan saja)) ucap vian dalam hati


"Siapa kalian...? " Ucap vian dengan dingin.


"Seharusnya yang nanya aku paman. Kamu ini siapa kenapa ada di apartemen bibik ku. Apa kamu selingkuh an bibik ku)) ucap bocil itu yang tak lain adalah kenzo


" Wahh... Kaka kenapa wajah paman ini mirip sekali dengan wajah mu. Apa dia adalah papi kita" ucap kenzi. Tapi sebelum kenzo menjawab. Reno sudah keluar dari lift.


"Kenapa kalian masih ada disini" tanya Reno


" Paman.. Kami tidak mau masuk karena ada paman ini. Pasti bibik di apa apa in sama paman ini"ucap kenzi sekejap lupa dengan pertanyaan tadi.

__ADS_1


"Hus dasar bocah nakal. Ngawur kamu. Apartemen paman ada di sebelah nya no 4 itu. Ini no 3? " Ucap Reno


"Maafkan kedua keponakan saya tuan permisi? " Ucap Reno menarik tangan kedua keponakan nya. Dari Belakang vian masih melihat kedua anak itu saling menyalah kan membuat vian terkekeh. Ada ada saja pikirnya. Pakek salah kamar segala.setelah kedua bocil dan pamanya masuk kedalam kamar sebelah kamar milik vian. Vian masuk kedalam lagi dan Melanjutkan makannya. Dan ternyata bayu sudah tidak ada mungkin dia sudah masuk kedalam kamar. Vian tidak jadi melanjutkannya makannya dia memutuskan masuk kedalam kamar. Dia kepikiran ucapan bocil tadi. Yang bilang wajahnya mirip dan apa dia papi kita. Sampai malam vian tidak bisa tidur karena selalu kepikiran oleh wajah kedua bocil tadi.


__ADS_2