Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya vian sudah rapi dengan kemeja dan jas nya .walau usianya sudah matang dia masih saja terlihat sangat tampan, dia keluar dari kamarnya


Sudah ada bayu yang duduk disofa ruang keluarga. Ketika melihat bosnya keluar dari kamar dia langsung berdiri.


"Sarapan dirumah apa dikantor bos? " Tanya bayu.


"Dirumah saja... Sudah jam 7 ini? " Ucap vian berjalan keluar dari apartement diikuti oleh bayu dari belakang. Saat sudah keluar dan menutup pintu dan tak lupa menguncinya bayu menyusul bosnya. Vian berjalan sabil mengecek ponsel nya. Begitu juga bayu yang berjalan dibelakang bosnya.


Tig.... Pintu lift terbuka keluarlah wanita sangat cantik. Memakai dress 👗tanpa lengan dan dilapisi sweeter berwarna senada dengan dressnya. Wanita itu juga melihat kearah ponsel nya. Vian dan bayu masuk kedalam lift bertepatan dengan perempuan itu keluar dari dalam lift. Saat sudah didalam lift dan lift akan tertutup sekilas vian melihat punggung perempuan itu yang masuk kedalam apartement no 4, dan lift pun juga tertutup.,ya tempat bocil kembar kemaren. Apakah dia mama dari kedua bocil itu pikir vian. Bodohnya dia tidak melihat wajah nya padahal mereka bersimpang an. Dan hati vian bergetar. Seakan akan orang yang dirindukan nya berada didekatnya. Tidak mau memikirkan apa apa lagi vian fokus kepada layar ponsel nya lagi. Memandang foto seorang perempuan cantik bertindik dihidung dan lidah foto itu menjadi WALPEPPER vian sejak dulu. Ya itu sakinah saat berpose menjulur kan lidahnya.


Disisi lain.


Jam sudah menujukan jam 6: 30 menit. Seorang wanita cantik yang bergelar mami muda. Sedang memasukkan kedua bekal untuk anak anaknya. Ya dia adalah Rania Dirgantara. Tadi pagi pagi sekali kakak ipar telfon bahwa kenzo dan kenzi tidak mau bangun. Dan kenzi merengek memanggil manggil maminya. Ya wajar baru kali ini tidur tanpa ditidurkan oleh maminya, mau tidak mau Rania segera bangun dan mandi serta ganti baju setelah itu dia menyimpan sarapan untuk anak anaknya untuk dibawa sebagai bekal. Mama papa juga baru keluar dari kamar.


"Mau kemana sudah rapi gitu pagi pagi? " Tanya mama mikha


"Ini kak Mia telfon... Kenzo dan kenzi susah sekali bangun. Kan nanti bisa telat sekolah. Tadi kak Mia bilang kenzi juga merengek terus manggil manggil aku ma? " Ucap nia sambil membawakan kopi dan teh untuk papa mamanya.


"Apa papa bilang anak anak tidak akan nyaman jika tidur berjauhan dengan kamu sayang? " Ucap papa


"Habis nia kasihan sama kak Reno dia itu kan sangat menginginkan anak, q pikir dengan kehadiran si kembar bisa membuat obat buat kak Reno. Eh malah si kembar gak bisa diajak kompromi? " Ucap Rania


"Ya sudah buruan sarapan. Habis itu langsung kesana? " Ucap mama Mikha.


"Q sarapan disana aja ya ma pa. Kasihan anak anak keburu siang,, cup... Cup... Love you mama papa? " Ucap Rania keluar dari rumah.


Rania sudah diantarkan oleh supir menuju apartement kakaknya. Dia sangat gelisah karena sang anak beberapa kali mengirim voice note. Lewat whatsapp bibik Mia.


((Mami.... Kenzi mau mami....))


((Mami kenzo mau pup,,, tapi kenzo mau mami))

__ADS_1


((Mami kenzi gak mau mandi.. Air nya dingin kadang juga panas))


((Mami nanti mami antarin kenzo dalam kenzi sekolah kan))


((Mami membawakan bekal untuk kita kan))


((Mami masakan bibik gak enak))


((Mami kenapa gak datang datang sih))


((Mami kenapa lama... Mami.. Mami))


((Mami... Mami))


Itu lah isi voice note nya. Rania mendesah pelan. Ada ada saja anaknya. mereka sudah 5 tahun kenapa tidak bisa jauh dari nya mereka terlalu manja. Beberapa saat kemudian Rania sudah sampai di apartemen nia langsung turun dan masuk kedalam dan menuju lift. Memencet angka 10 dan berdiri sambil melihat ke ponsel nya. Kakak ipar nya mengirimkan gambar kedua bocil itu sedang bergulat dengan paman nya. Membuat Rania tersenyum.


Ting..


"Apa ini hanya perasaan ku saja, aku merasa dia ada disini? " Ucap Rania dalam hati.


" kenapa melamun ayo masuk? " Ucap Mia dan Rania mengangguk dan masuk kedalam. Langsung saja kedua anaknya berteriak memanggilnya sambil berlari.


"Mami......? " Panggil kedua nya. Membuat Rania melotot kan matanya. Bayangkan saja kedua anaknya sudah selesai mandi dan hanya memakai ****** ***** (se*vak) bergambar spiderman dan bathmen. Dan wajah dan tubuh penuh bedak.


"Astaga... Ini bedak 1 kg kalian pakai semua? " Ucap Rania geleng-geleng kepala tak habis pikir.


"Ini paman Reno yang dandan ni model baru mami.? " Ucap kenzi


"Maaf ya nia tadi yang mandiin mas Reno. Setelah sekian banyak dibujuk baru mau mandi dan pup,? " Ucap Mia kembali lagi kedapur.


"Gak papa kak " Ucap Rania tersenyum menaruh bekal sikembar dan tas kecil miliknya. Tak lama Reno keluar dari kamar dengan penampilan sama sama mengenaskan.

__ADS_1


"Astaga kakak...? " Ucap Rania lagi lagi shok dan melotot kan matanya. Reno hanya memakai boxser dan kaos oblong sedikit basah. Rambut seperti seperti jabrik wajah cemong cemong membawa kedua seragam si kembar dan menenteng dibawa keluar.


"Huft.. Kau sudah datang sayang. Nih pakaian seragam anak anakmu.? " Ucap Reno memeberikan seragamnya dan duduk disamping Rania. Rania masih melongo dengan kejadian langka ini. Astaga baru keponakan lho. Apa kabar kalau punya anak sendiri nanti. Rania tidak habis fikir.


Benar saja jika sudah bersentuhan dengan tangan maminya si kembar nurut dan diam. Membuat Mia dan Reno melonggo. Sungguh ajaib tangan Rania ini pikir mereka. Setelah rapi Rania menyuapi kedua anaknya dengan bekal dari rumah. Hingga tandas. Setelah itu memasukkan bekal yang akan dibawa ke sekolah nanti.


"Mbak sari dan mbak Nur dimana mami? " Tanya kenzi yang meminum susu yang dibuatkan oleh bibik nya.


"Dimobil sama pak maman, buruan habiskan susunya setelah itu langsung berangkat sekolah kalian sudah telat ini? " Ucap Rania tersenyum


"Siap mami? " Ucap keduanya


Setelah selesai Rania dan kedua bocil nya pamit kepada kak Reno dan kak Mia.


"Aku antar anak anak ya kak.. Maaf sudah merepotkan karena kelakuan nakal anak anak? " Ucap Rania tersenyum dan memeluk kakak dan kakak ipar nya.


"Kau tenang saja. Q malah seneng kok. Biar q juga cepat ketularan hamil? " Ucap kak Mia.


"Kakak berhenti kerja aja dulu, fokus program hamilnya, biar cepat jadi? " Ucap Rania langsung keluar dari apartement karena kedua anaknya sudah ngacir keluar duluan.


"Benar apa yang dikatakan nia sayang? " Ucap Reno


"Tapi aku belum siap.. Aku terlalu sayang dengan profesi aku mas? " Ucap Mia


"Kan hanya cuti sayang tidak berhenti" Ucap Reno lagi.


"aku belom siap mas. Ini cita cita aku dari keci, kamu tidak tau perjuangan ku,kamu kenal aku setelah aku sukses?" Jawab Mia, dan Reno hanya diam membuat Mia merasa bersalah tapi dia juga tidak mau berhenti menjadi seorang dokter. Karena ini adalah cita cita dia dari kecil. Akhirnya Reno dan Mia sama sama berangkat Kepekerjaan masing masing.


"Didalam mobil Reno masih melamun.


" Pengen anak tapi gak mau berhenti kerja." Gumam Reno tersenyum kecut.

__ADS_1


__ADS_2