Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 29


__ADS_3

2 minggu kemudian


Tak terasa vian dan Rania serta sikembar sudah 2 minggu dikota JT. Rania dan sikembar sangat bahagia karna selama 1 minggu jalan jalan terus tiada henti. Nenek dan kakek serta vian benar benar memanjakan Rania dan sikembar. Bahkan vian juga sudah mengajak Rania untuk melihat rumah susun yang dibangun untuk tetangga tetangga Rania dikolong jembatan dulu. Rania sangat bahagia bahkan Rania juga bertemu dengan nenek atun yang sudah Sepuh dan tidak bisa bekerja. Dan sekarang dia dirawat oleh anaknya yang juga tinggal di rumah susun itu Rania sangat sangat berterima kasih kepada suaminya itu karena memberikan kehidupan yang layak untuk teman teman nya yang tinggal di kolong jembatan dulu.


Hari ini Semua orang sedang bersantai ditaman belakang. Papa mama mengajak kedua cucu nya bermain bola. Sedang kan Rania membuat kue di dapur bersama asisten rumah tangga sedang kan vian duduk dikursi taman itu. Ranai sudah mencuci bekas tempat kue nya tadi. Rencana nya nanti sore Rania dan vian akan keasrama milik Mutia dan hasan rania sangat merindukan kedua adik kesayangan nya itu.dirawat sendirrian oleh Rania dari kecil.membuat Rania sangat menyayangi mereka.apalagi Rania melihat tumbuh kembang mereka berdua hingga mereka berdua berusia 10 tahun.ketika Ranai ingin meningalkan dapur Tiba tiba ponsel milik vian yang ada di atas meja makan berbunyi. Rania menoleh kesana kemari tapi tidak ada sang auami. Akhirnya Rania lah yang mengangkat.


📞((hallo))


📞((hallo dengan wali dari Mutia dan hasan))


📞((benar saya kakaknya, ada apa ya pak))


📞((maaf Bu saya hanya ingin memberitahu kan bahwa Mutia dan hasan sudah meninggal dunia akibat kena reruntuhan gedung asrama bu diakibatkan gempa tadi malam))


Duaaaarrrrr.......


Ponsel terjatuh.....Bagai disambar petir dan dihantam batuk besar Rania berteriak dengan kencangNya membuat vian. Dan kedua orang tuanya kaget. Dan berlari kearah dapur. Diikuti sikembar dan embak embaknya.


"Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk" Teriak Ranai terduduk dilantai.


"Sayang hay kenapa.. Sayang kau kenapa? " Ucap vian yang sudah mendekat dan memeluk istrinya panik. Tiba-tiba Ranai pingsan.


"Rania....." Teriak vian, mama dan papa.

__ADS_1


Vian segera mengambil ponsel nya yang terjatuh dan melihat layar yang sudah retak.


📞((hallo hallo siapa ini. Ada apa.. Apa yang terjadi kenapa istri ku pingsan katakan? ")) bentak vian Panik..mama menagis memeluk papanya. Sedangkan sikembar sudah histeris. Dan vian menyuruh mbak membawa sikembar. Menuju kamar mereka.


📞((hallo tuan... Kami dari pengurus asrama... Kami menghubungi wali dari mutia dan hasan. Kami memberitahu kan bahwa hasan dan Mutia sudah meninggal dunia karena terkena reruntuhan bangunan asrama yang sudah tua. Karena tadi malam telah terjadi gempa tuan?))


📞: ((baiklah Terima kasih kami akan segera mengambil jasad mereka berdua)) ucap vian dengan datar. Dia memeluk istrinya sambil menangis. Vian tidak kuasa melihat keterpurukan sang istri.


"Vian ada apa nak apa yang terjadi,jasad apa yang akan kamu ambil dan kenapa Rania pingsan" Tanya papa Panik


"Kedua adik angkat Rania yang pernah aku cerita kan pada papa dan mama. Meninggal dunia terkena reruntuhan gedung asrama. Karena gempa tadi malam pa. Aku pikir gempa biasa tapi sampai bisa merobohkan asrama itu? " Ucap vian bersedih. Membuat papa dan mama kaget.


Vian membawa Rania kedalam kamar dan menidurkan dia diranjang. Dengan ditemani sikembar yang terus menangis mami Rania belom bangun juga vian dan papa menuju keluar kota untuk mengambil jasad kedua adiknya.. Mama memeluk kedua cucunya sambil menangis. Dan karena kelelahan kenzo dan kenzi tidur disamping mamanya. Nur dan sari terus menggosok tangan majikan cantik nya dan baik hati itu dengan minyak kayu putih. Lama sekali Rania pingsan seperti tidak mau bangun. Mama masih duduk disamping nya sambil mencoba membangun kan menantu nnya itu.


5 jam kemudian.. Rania baru bangun dari pingsan nya. Samar samar dia mendengar suara beberapa orang sedang mengaji,Dia menoleh kesana kemari dan hanya ada mama diana dan mama Mikha. ya mama Mikha datang bersama papa dan kak Reno. Setelah mendapat kan kabar dari vian. Mereka segera berangkat.


Seketika Rania mengingat kejadian ditelfon tadi. Rania langsung bangun dan berteriak. Membuat mama diana dan mama Mikha kaget dan tersentak karena dia tadi sedang menutup mata. Dan betapa terkejutnya mereka melihat Rania yang sedang berlari. Dan mama diana dan mama Mikha segera mengejar nya.


"Mutia... Hasan... Jagan tinggalkan kakak? " Ucap Rania berteriak membuat semua orang menatap keatas tangga Rania berjalan sedikit berlari turun kebawa menuju dua anak manusia yang tertutup kain itu. Rania jatuh bangun hingga lutut nya bebrapa kali mencium lantai hingga berdarah. Vian meringis melihat luka di lutut sang istri. Melihat dengan sendirinya betapa terpuruk nya sang istri. Rania sudah mendekat dan memeluk kedua adiknya yang sudah tidak bernyawa itu. Rania menangis terisak melihat wajah pucat kedua adiknya.


"Mutia... Hasan jagal tinggal kan kakak. Kakak rindu padamu. Bangun dek. Bangun... Ayo kita ngamen lagi sama sama bangun kakak kangen. Hiks bangun ayo kita nyari uang lagi bangun dek hasan, Mutia ayo Bangun kakak bilang bangun....? " Teriak Rania menguncang tubuh kedua adiknya. Papa salim mendekat dan memeluk anaknya. Tapi Rania berontak.


"Jagan Jagan pisahkan aku dengan adik ku. Aku mohon papa Rania mohon.... Mutia bangun kamu sekarang sudah besar dan semakin cantik. Bangun sayang bangun. Kakak mau ngajak pindah kalian kejakarta bangun Mutia bangun. Hasan dek bangun kamu adik kakak yang paling nurut kan kamu selalu mendengar kan semua ucapan kakak. Bangun dek bangun. Ayo kita ngamen lagi. Ayo kita tidur dirumah kardus lagi. Kalian bosan kan tidur dikasur empuk terus. Ayo bangun? " Ucap Rania menagis histeris. Membuat semua orang disana ikut menagis. Apa lagi vian dia sudah tidak kuasa melihat sang istri seperti itu.

__ADS_1


"Sayang sudah tenang nak. Ikhlaskan mereka, Agar tenang disana nak? " Ucap papa salim memeluk Rania.


"Kenapa papa.. Kenapa mereka tidak mau bangun. Kenapa papa.. Apa mereka marah dengan ku karena selama 5 tahun aku tidak mengunjungi mereka. Suruh mereka bangun. Aku ingin mereka menghukumku pa bangun kan mereka papa Rania mohon bangun kan mereka papa Rania Mohonnnn? " Ucap Rania menagis histeris.


"Mutia hasan kakak bilang bangun ya bangun kenapa malah tidur aja.. Bangun.. Mutia hasan bangun ayo bangun kalian dengar tidak hah bangun Mutia Bangun? " Ucap Rania berteriak seperti orang kesetanan.


Plak....


Mau tidak mau Reno menampar pipi sang adik. Membuat semua orang melotot. Vian tidak Terima dia akan bangun tapi dicegah oleh sang papa. Sang papa hanya menggeleng kan kepalanya. Vian masih mengenggam erat tangan nya. Reno memegang kedua bahu adik nya itu. Dan berbicara pelan.


"Dek.. Tatap kaka...? " Panggil Reno tapi Rania masih tidak perduli dia masih melihat kearah kedua adiknya dengan air mata terus berlinang. Tapi sudah tidak histeris seperti tadi. Ya dia sudah sadar dan diam karena ditampar oleh sang kakak. Tapi dia masih menagis dan melihat kerah kedua adik nya yang terbujur kaku itu.


"Rania dirgantara tatap kaka. Ini perintah? " Ucap Reno dengan suara meninggi membuat Rania mendongak dan menatap dalam mata Reno. Hancur satu kata yang terucap didalam hati Reno, ya hancur karena melihat adik nya terpuruk seperti ini. Dari matanya bisa dilihat bahwa Rania benar benar kehilangan. Rania terluka sangat dalam karena ditinggal oleh kedua adik angkat nya.


"Rania sayang dengar kan kakak baik baik. Mutia dan hasan sudah meninggal dan tidak akan bangun lagi. Sayang mereka sudah tenang disana disamping Allah SWT. Mereka sudah bahagia disana. Jika kamu terus seperti ini mereka bisa sedih dek. Kakak mohon ikhlaskan mereka do'akan mereka agar diterima disisinya. Apa kamu mengerti. Jagan seperti ini.? " Ucap Reno. Dan Rania langsung menangis terisak di dalam pelukan kakaknya.


"Mereka jahat hiks hiks... Mereka meninggal kan aku sendiri an. Apa dia marah dengan ku karena sudah 5 tahun tidak mengunjungi mereka. Apa mereka menghukum ku dengan cara seperti ini. Agar tau rasanya kehilangan. Ya sekarang aku tahu rasanya kehilangan itu tidak enak. Aku sendiri aku sendiri an hiks hiks? " Ucap Rania menagis terisak.


"Kata siapa kamu sendiri. Anak anak mu itu apa. Ada suami mu. Papa mama. Dan papa mama mertua mu. Kakak dan kakak ipar Mia. Kurang apa lagi hah. Apa kamu tidak menganggap kami semua apa yang kamu anggap hanya Mutia dan hasan? " Ucap Reno dan Rania menggeleng.


"Sabar dan ikhlas Rania Do'akan mereka Jagan tanggisi mereka. Apa kamu mengerti dek.? " Ucap Reno lagi dan Rania mengangguk setelah itu vian mendekat dan memegang bahu Rania. Rania berbalik dan memeluk sang suami dan kembali menangis. Vian tiada henti menciumi sang istri. Semua orang kembali membaca ayat suci Al-Quran. Dan mama diana dan mama Mikha duduk disamping suami masing masing. Rania masih menangis didalam pelukan suaminya. Reno juga ikut membaca ayat suci Al-Quran juga. Tiba tiba sekilas dia mengingat wajah cantik si gadis pecah perawan itu.


"Disaat seperti ini kenapa kamu selalu jalan jalan didalam otak ku. Gadis pecah perawan. Huft.. Kamu dimana sekarang, jika dihitung dari kapan aku menyentuh mu,pasti kamu sekarang sudah hamil kan "Ucap Reno dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2