Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 35


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Kenzo dan kenzi sudah rapi dengan seragam sekolah nya. Sikembar akan menghampiri kamar kedua orang tuanya. Tapi saat akan mengetuk pintu pintu terbuka lebih dulu dari dalam.


"Papi.... Kaget aku...? " Ucap Kenzo memegang dadanya membuat vian terkekeh.


"Ada apa hem...? " Tanya vian kepada kedua anak nya.


"Mami dimana.... Dan kenapa papi gak kekantor kenapa papi masih memakai baju santai? " Tanya kenzi.


"Mami masih tidur sayang. Mami lagi gak enak badan adik sedikit rewel. Dan papi gak kerja mau nemenin mami. Dedek mau manja manjaan sama papi sayang? " Ucap vian mengelus kepala kedua anak nya.


"Boleh kah kami menemui mami. Kami akan berangkat kesekolah? " Ucap kenzo


"Boleh sayang.. Jaga mami dulu sebenar ya.. Papi mau ngasih tau om Tio kalau papi gak masuk kerja hari ini" Ucap vian tersenyum


"Baik papi? " Ucap si kembar kompak dan berlari masuk kedalam. Vian hanya tersenyum.


"Kalian berdua siapkan saja bekal untuk sikembar dan buatkan mereka sarapan. Biarkan mereka bersama maminya sebentar? " Ucap vian berjalan meninggal kan kedua pengasuh anaknya.


" Baik tuan besar? " Ucap mbak Nur dan mbak sari.


Setelah sampai didalam kamar. Sikembar melihat mami nya yang berseder dikepala ranjang.


Sikembar mendekat dan matanya berkaca kaca.


"Mamii...? " Ucap sikembar kompak dan mendekat.


"Sini sayang anak mami... Sini peluk mami nak...? " Ucap Rania, sikembar memeluk maminya. Dan sikembar menagis didalam peluk an mami Rania.


"Lho kenapa anak mami menangis sayang? " Ucap Rania mengelus kepala kedua anak nya.


"Mami apa adik nakal.. Apa adik membuat mami sakit? "


"Maafkan adik ya mami Jagan dimarahin adik ya. "


"MungkIn adik iri karena mami selalu memanjakan kami. Jadi adik juga mau dimanja oleh mami juga? "


"Adik jangan nakal ya.. Kakak akan menyayangi kamu? "


"Jagan buat mami susah dan sakit. Kasihan mami Sayang.? "


"I love you "

__ADS_1


Cup.... Cup.... Cup.....


Sikembar berbicara bergantian dan yang terakhir mencium adiknya tanpa henti yang masih ada didalam perut maminya. Rania hanya tersenyum betapa antusias nya kedua anaknya. Ketika akan mempunyai adik.


"Kalian mau berangkat ke sekolah ya hari ini" Tanya Rania


"Iya mami. Biar kenzi dan kenzo jadi anak pintar? " Ucap kenzi


"Kakak kenzi kakak. Kenapa sih udah mau punya adek juga. Panggil aku kakak. Nanti adik juga manggil aku kakak. Dan nanti adik baru memanggil kamu kakak.? " Ucap kenzo membuat Rania tersenyum. Vian yang baru masuk juga ikut tersenyum.


"Baik lah kakak kenzo dan kakak kenzi waktu nya sarapan dan berangkat ke sekolah. Mbak mbak sudah menunggu dibawah? * ucap vian mendekat


" Baik papi... Mami kita berangkat ke sekolah dulu ya.. " Ucap sikembar


"Cium mami dulu sayang? " Ucap Ranai


Cup.... Cup.... Cup.... Cup.... Cup.... Sikembar mencium Ranai dan vian berganti an setelah itu mereka keluar dari kamar kedua orang tuanya dan turun kebawa. Dibawa dia sudah disambut oleh kedua mbaknya. Mereka segera sarapan dan berangkat ke sekolah untuk memulai belajar.


Setelah kepergian sang anak. Vian dan Rania akan bersiap siap dan akan berkencan berdua. Vian sudah berjanji akan menuruti semua keinginan istri tercinta nya ini. Rania memakai dress berwarna hitam selutut dan tanpa lengan hanya tertutup switer jaring jaring. Berwarna putih. Rambut diikat kuda. Dan tak lupa make up tipisnya. Kini Ranai sudah siap dan terlihat sangat cantik. Tidak lupa dengan vian walau diumur yang sudah tidak lagi muda dan bisa disebut matang. Dia memakai celana seper4. Kaos oblong berwarna putih dan tidak lupa hoddy berwarna hitam. Dia ingin berpenampilan seperti anak muda. Agar bisa menandingi istrinya. Benar saja vian menajdi lebih muda 20 tahun.


"Papi nya anak anak ganteng banget sih. Makin cinta deh" Ucap Rania tersenyum menawan.


"Maminya anak anak juga cantik banget, q juga makin cinta banget sama maminya anak anak.? " Ucap vian hingga membuat mereka berdua tertawa bersama sama.


"Sayang cari sarapan dulu ya... Kamu belom makan lho? " Ucap vian


"Iya sayang aku mau sarapan bubur ayam dirumah makan pak cik itu ya.. Yang biasanya dibeli sama Tio? " Ucap Rania


"Siap ratu hatiku? " Ucap vian membuat Rania malu malu. Dan vian tersenyum melihat istri nya itu malu malu.


Akhirnya vian membawa istri nya untuk menuju rumah makan pak cik. Setelah 15 menit sampai mereka segera turun dan masuk kedalam. Karena masih jam 9 pagi jadi tempat nya sedikit ramai. Jadi vian membawa sang istri ke meja pojok. Setelah itu mereka memesan dua bubur ayam faoforit. Dan tidak menunggu lama pesanan mereka sudah datang. Mereka segera melahap sarapannya. Karena bubur ayam nya sangat enak jadi vian dan Rania sampai nambah 3 kali. Tidak deng vian hanya dua kali. Rania tu 3 kali hhhhhhahahah.


"Sayang makan nya pelan pelan. Lihat belepotan gini.? " Ucap vian mengelap bibir sang istri dengan pelan. Rania hanya tersenyum saja.


Disaat Rania sedang Lahab lahab nya makan tiba tiba ada seekor uler keket yang datang dengan gaya mengoda tanpa disuruh langsung duduk dikursi depan Rania.


"Hay.. Kamu vian ya.. Masih ingat sama aku gak? " Ucap uler keket itu sok kenal dan sok akrab.


"Maaf saya tidak kenal? " Ucap vian cuek dan tanpa melihat uler keket itu. Dia masih tetap melihat istri nya makan.


"Sombong sekali sih kamu vian.. Aku Lastri waktu SMA aku selalu ngejar kamu masih ingat gak? " Ucap wanita itu lagi tanpa menyerah.

__ADS_1


"Maaf saya lupa.. Karena dari dulu banyak sekali yang ngejar ngejar saya bukan hanya dirimu? " Ucap vian dengan datar. Perkataan vian membuat Ranai terbatuk batuk karena tersedak.


"Sayang... Makannya hati hati dong kan jadi nya kayak gini. Ini minum dulu? " Ucap vian dengan halus dan penuh kasih sayang mengelus punggung Rania dan memberikan minuman untuk vian.


"Uhuk.. Uhuk... Kamu pede banget sih om astaga... Anak ku sampai terpingkal pingkal melihat Kenarsais an papinya? " Ucap Rania sewot.


Perempuan itu menatap Rania tanpa berkedip. Dia heran vian sangat perhatian sekali dengan bocah kecil ini


((Bocah yang anaknya mau 3 markonah))


"Vian dia siapa adik kamu atau anak kamu? " Ucap wanita bernama lastri membuat vian dongkol dan Rania melototkan matanya.


"Bisa tidak kamu pergi dari sini. Lihat gara gara kamu. Istri ku jadi terganggu makannya. Apa kamu tidak lihat istri ku masih sangat lapar. Apa kamu mau membuat anak ku yang ada didalam perut istri ku kelaparan hah? " Ucap vian membentak. Membuat Lastri kicep dan Ranai lagi lagi melongo atas ucapan suaminya yang super duper polos ini.


"Vian aku masih gak percaya kalau dia ini istri kamu. Pasti kamu pura pura ya. Dan kamu sebenarnya juga ingat kan sama aku. Cuma didepan bocah ini kamu pura pura lupa. Kita satu angkatan lho masak lupa.? " Ucap Lastri lagi tapi ketika vian mau menjawab tangan nya digenggam oleh Rania.


"Satu angkatan ya tante..? " Tanya Rania dengan wajah polos nya dan Lastri mengangguk.


*jadi... Kalau satu angkatan umurnya sama dong ya sama om vian.? " Ucap Rania dan lagi lagi Lastri mengangguk.


"Om vian umurnya berapa? "


"Sayang..."


"Jawab om"


"40 tahun....? " Jawab vian dengan masam.


"Kalau tante berapa? " Tanya Rania dan terus sambil mengunyah bubur nya.


"Sama 40 tahun serasi kan bahkan umur kita sama? " Ucap Lastri dengan PD nya. Membuat Rania tertawa terbahak bahak. Hingga pengunjung yang dari tadi melihat drama ini ikut tersenyum.


"Gini ya tante.... Siapa namanya? " Ucap Rania pura pura lupa.


"Lastri... Lastri purnama ingat itu? " Ucap Lastri dengan bangganya. Membuat Rania mesem mesem. Lucu pikirnya.


"Ehem.... Tante Lastri purnama hehehe nama yang indah. Gina ya tante 1 saya ini Rania Dirgantara berusia 22 tahun.. Tau kan keluarga Dirgantara pasti tau lah ya... Dan saya ini istri dari vian Renaldi sanjaya. Saya tegaskan sekali lagi. Istri Vian Renaldi sanjaya. Dan apa tadi anda bilang serasi anda sama om vian. Hahahah mimpi apa dimana mana laki laki itu maunya yang lebih muda seperti saya. Dan satu lagi jelas suami saya tidak ingat dan tidak tau siapa anda karena suami saya sudah tua daya ingat nya menurun.? " Ucap Rania santai dan vian hanya melotot kan matanya dikatai tua oleh istri nya.


"Dan satu lagi tante bahkan saya sudah punya anak dua dan mau tiga ini. Lihat perut saya sudah buncit. Apa anda mau jadi pelakor dirumah tangga saya. Jangan mimpi karena burung perkutut milik suami saya hanya bisa bangun jika ada saya. Mau lihat perempuan lain telanjang saja. Burung perkutut nya gak respon. Apa lagi yang sudah peot kayak anda. Udah nenek nenek juga.. " " Ucap Rania berdiri.


"Ingat itu baik baik,, dan om bayar sana aku tunggu dimobil. Mau muntah q lihat wajah nya tante Lastri purnama? " Ucap Rania berjalan ke luar rumah makan itu. Membuat Lastri dan vian melongo. Dan semua orang ada yang bangga dengan Rania dan ada pula yang mencemooh Lastri.

__ADS_1


"Ini semua gara gara kamu perempuan peot? " Ucap vian dengan dan segera menuju kekasir. Lastri masih diam saja karena dikatai peot. padahl sekali perawatan puluhan juta. kok dibilang peot.


__ADS_2