
Beberapa saat kemudian mobil Reno sudah sampai dirumah sakit. Papa lebih turun dan berteriak memanggil petugas rumah sakit. Beberapa suster datang dan membawa brangkar. Rania dibawa keluar mobil dan ditaruh Dibrangkar, dan dibawa berlari untuk menuju UGD.
setelah dibawa masuk kedalam semua keluarga menunggu diluar. Tak lama seorang dokter perempuan yang selama ini menangani rania. Terlihat berlari dengan sangat panik. Dia langsung menerobos masuk kedalam UGD. Setelah memeriksa keadaan rania dokter itu terkejut.
"Siapkan ruang operasi sekarang. Cepat pasien sangat lemah? " Teriak dokter jihan
"Baik dokter.? " Ucap beberapa suster berlari keluar dan yang lain mendorong brangkar rania. Dan dibawa kelorong tempat operasi. 4 dokter mengikuti dari belakang sambil berlari. Dan yang terakhir adalah dokter jihan. Vian yang menang mengenali dokter jihan jihan adalah kakak dari Tio langsung menghentikan nya.
"Dokter jihan berhenti, apa yang trjadi dengan istri ku kenapa jadi seperti ini bukannya dia baik baik saja
"maafkan kami sudah merahasiakan semua ini. ini permintaan dari pasien sediri, kami sudah bilang dengan istri mu tuan Vian untuk tidak meneruskan kehamilan nya. Dia tetap memaksa. Karena dirimu dan seluruh keluarga mu menginginkan bayi itu. Dia tidak perduli dengan nyawanya. Rahim nya bermasalah vian.disebelah rahim nya ada rumor jahat. Jika kehamilan nya diteruskan hanya bertahan sampai 7 bulan Saja itu pun sudah sangat beresiko. seperti saat ini.Tapi alangkah baiknya nya jika diangkat saja. Tapi istri mu keras Kepala lihat sekarang dia pendarahan hebat. Dan ketubannua sudah pecah. Kita harus segera mengoperasi nya. Jika tidak sangat berbahaya bagi ibu dan bayi nya? " Ucap dokter jihan langsung berlari mengejar dokter lain nya.
Jederrrrr.........
Bagai disambar petir semua keluarga kaget dan shok. Jadi selama ini rania menahan sakit sendirian. Tidak pernah memberi tau siapa pun karena tidak ingin kehilangan bayinya. Reno menangis terisak mendengar tuturan dokter. Mama Mikha sudah pingsan dipelukan papa salim. Beberapa saat kemudian mereka sudah menunggu proses operasi yang dilakukan oleh rania. Mereka hanya dibatasi oleh dinding kaca. Mereka semua berdiri didepan melihat operasi berlangsung hanya ditutup tirai bagian rania yang diobok obok. Vian terus meneteskan airmatanya.
"Kenapa kamu menyimpan hal sebesar ini sendirian. Kenapa nia. Aku ini suami mu berbagi lah rasa sakit dengan ku sayang. Kalau aku tau kamu selalu kesakitan seperti itu aku tidak akan pernah menyuruhmu mempertahankan dia nia.? " Ucap vian menangis. Beberapa saat kemudian. Seorang bayi kecil sekecil botol minuman diangkat tapi tidak menangis sama sekali. Mama Mikha menangis terisak melihat cucu nya yang mungil itu. Bayi kecil itu ditepuk tepuk di jungkirbalikkan, hingga beberapa menit bisa menangis kencang membuat semua orang bernafas lega. Bayi kecil itu dimasukkan kedalam inkubator karena belom waktunya lahir. Bayi didorong keluar oleh dokter jihan. Dan membuka pintu nya
"Selamat bayi rania berjenis perempuan. Dia lahir dengan sehat dan keadaan nya alhamdulillah baik baik saja. Dan kami akan segera membwa dia keruangan bayi kusus. Dia harus tetap didalam inkubator Selama 1 minggu sampai bernar benar pulih. dan tidak ada yang boleh menyentuh nya sama sekali" Ucap dokter jihan
"Lalu bagaimana keadaan Rania? " Ucap vian tanpa memperdulikan bayinya yang dia harapkan hanya nia saja. Belum sempat menjawab suster berlari dari dalam.
__ADS_1
"Dokter.. Pasien melemah. Detak jantung nya menurun" Ucap suster. Dokter jihan segera membawa bayi nya masuk lagi. Dan segera menangani rania. Beberapa kali rania dibanggakan oleh alat pengejut jantung(pacemaker),,,Vian, mama Mikha dan papa serta Reno dan dira hanya terus menangis dan berdoa.
"Kamu kuat anak mama kamu kuat sayang? " Ucap mama Mikha menagis. Dira melihat nanar kearah rania. Hatinya ikut sedih. Seandainya dia tidak datang hari ini mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.
Beberapa saat jantung nia sudah normal kembali tapi nia saat ini sedang kritis dan harus dibawa keruang ICU.
Dokter jihan keluar dengan wajah yang sangat tidak semangat.
"Bagaimana keadaan istriku." Ucap vian menagis
"Dia kritis. Dan akan dipindahkan keruang ICU? " Ucap dokter jihan. Vian terduduk dilantai sambil menjambak rambutnya.
"Tidak.... Nia jagal tinggalkan aku" Ucap vian menagis lalu pingsan, sedangkan mama Mikha lagi lagi juga pingsan dipelukan papa salim.
"Aaahhhh.. " Pekik vian
Reno yang sedang duduk disofa segera menghampiri vian yang sudah sadar dari pingsan nya.
"Akhirnya kamu bangun juga. Udah 5 jam kamu pingsan vian,? " Ucap Reno tersenyum dan dira hanya diam saja.
"Bagaimana keadaan istriku, apakah dia sudah sadar? " Tanya vian kepada kakak iparnya. dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kamu yang tenang vian. Dan berdoa saja semoga nia lekas sadar dan bisa pulih dari kritis nya? " Ucap Reno.
"Dimana papa dan mama reno? " Ucap vian
" Dia melihat anak mu yang ada diruang bayi vian? " Ucap Reno lagi.
"Kapan rania bangun" Ucap vian meneteskan air matanya.
"Kamu yang sabar,, istri mu koma... Dia ada diruang ICU. Karena dia belom melewati masa kritisnya vian? " Ucap Reno yang tidak tega melihat Adiknya yang berada diruang ICU dengan berbagai macam alat kesehatan yang dipasang kan pada tubuh rania.
Tak lama kemudian vian Reno ddan dira menyusul mama dan papa yang berdiri dari luar kaca ruangan bayi itu. Kini vian melihat bayi mungil sebesar botol kecap itu. Iya membelai kaca itu seakan Iya membelai bayi nya dia merasa bahagia karena anak nya lahir dengan sempurna hanya saja terlahir prematur. Setelah selesai melihat keadaan bayinya. Vian pergi ke ruang ICU dimana rania berada diikuti semua keluarganya.
Kini vian masuk ke kamu dengan makai baju steril yang menempel pada tubuhnya. Dia memegang tangan sang istri dan tak terasa air matanya netes keluar. Sedangkan keluarga hanya melihat dari luar yang dibatasi oleh dinding kaca itu.
"Sayang bangun lah.... Kapan kamu bangun...? " Ucap vian lirih dengan tubuh yang bergetar dan menangis. Air mata nya jatuh dan membasahi pipi serta tangan rania yang ada di pipi nya. Vian tidak tega melihat istri nya yang terkulai tidak berdaya hati vian sangat sakit. Bibir dan pipi nya yang bisa nya dia cium kini terlihat pucat dan kering. Andai saja dia bisa mengantikan posisi istri nya dia akan sangat bersedia.
Tak terasa sudah 1 minggu rania koma. Dan papa bambang dan mama Diana juga sudah kejakarta malam hari saat setelah rania melahirkan. Mama dan papa membantu merawat sikembar dirumah. Sedangkan vian tidak meninggalkan rania sama sekali bahkan sedetik pun.
"Sayang maafkan aku... Tidak mengetahui semua ini. Sayang maafkan aku gara-gara memiliki suami bodoh kamu merasa kesakitan sendirian? " Ucap vian menangis.
"Apa ini arti mimpi itu sayang. Kamu meninggalkan aku dan anak anak kita nia. Bangun sayang. Aku merindukan mu. Apa kamu tidak ingin melihat azkia sayang. Dia sangat cantik dia membutuhkan kamu sayang dia merasa tidak adil kamu merawat kedua kakanya dengan sepenuh hati. Kenapa dia tidak kamu rawat sendiri nia, aku mohon bangun lah? " Ucap vian menagis. Dan tidak diketahui vian, rania ikut meneteskan airmata nya.
__ADS_1
((Aku mendengar mu om vian sayang, aku ingin memelukmu dan azkia tapi aku tidak bisa, seluruh tubuhku terasa sangat sakit. Maafkan aku aku tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik, kalau nanti aku pergi dan tidak lagi disisimu, aku akan selalu menunggumu dikeabadian, aku akan selalu menunggu dan merindukan mu, Sebutlah namaku selalu dihati mu, dan doa mu mas, jangan pernah lupakan aku, aku sangat mencintai mu, aku tidak akan pergi jauh aku akan selalu ada dihatimu, kamu juga akan selalu ada dihati ku, aku akan berterima kasih kepada tuhan. Karena telah mempertemukan kita dan menyatukan kita. Meskipun aku tidak bisa merawat anak anak kita bersama. Aku sudah bisa merasakan bahagia karena telah mengandung dan melahirkan mereka bertiga untuk mu. Jagalah mereka dengan baik untuk ku om vian sayang. Aku akan mengawasi kalian dari surga.? " Ucap rania panjang lebar dari dalam hati dan terus meneteskan air mata tanpa sepengetahuan vian.