
Setelah membaca surat itu perasaan Reno menjadi semrawut. Marah, kesal, lucu dan kaasihan menjadi satu...
" Aku akan tetap mencari mu siapa pun dirimu itu. Keujung dunia pun akan tetap aku cari. Aku akan tetap bertanggungjawab. Aku harap kamu benar benar hamil anak ku? " Ucap Reno tersenyum dan langsng keluar dari kontrak an itu dan masuk kedalam mobil menuju apartement nya.
Disisi lain.
"Kak mia... Kak Reno kok gak bareng kesini nya? " Ucap Rania
"aku tadi malam tidur dirumah sakit dek. Karena aku habis menjalankan operasi dan selesai nya malam sekali. Mungkin mas Reno masih dikantor? " Ucap Mia.
"Dari kemaren pulang sama kamu dia gak kesini lagi lho samapi sekarang nak? " Ucap mama Mikha
"Apa iya. Habis bertengkar tadi malam dia gak jadi keluar" Ucap Mia dalam hati.
"Sudah mungkin Reno sibuk. Dia aku suruh menyelesaikan kerja nya. Karena 5 bulan lagi dia akan papa suruh ke Surabaya? " Ucap papa salim yang bermain dengan kedua cucunya begitu juga dengan vian.
"Kalau Mia dua bulan lagi akan pindah tugas ke Surabaya pa? " Ucap Mia duduk disamping mama mertua nya.
"Bagus kalian bisa tinggal bersama nanti. Hanya berjauhan tiga bulan saja? " Ucap papa salim dan diangguki oleh semuanya.
Tidak lama kemudian orang yang dibicarakan baru datang.
"Wah ngumpul nih.. Bagaimana keadaan keponakan paman yang tampan Ini? " Ucap Reno mencium kedua pipi gembul milik kenzi dan kenzi membalas kecupan itu.
"1 minggu lagi sudah boleh pulang kak. Sibuk banget ya sampai baru datang sikembar nanyain terus tau gak? " Ucap Rania mendekat dan memberikan minuman air putih untuk sang kaka.
"Terima kasih sayang. Maaf iya tadi malam mendadak sibuk aku " Ucap Reno setelah menghabiskan minumnya.
"Mas Reno maafkan aku ya tadi malam aku gak pulang. Habis menjalankan operasi aku ketiduran dirumah sakit karena kecapekan. Lupa ngabari? " Ucap Mia pelan dia merasa bersalah sudah bertengkar bersama suaminya tadi malam.
"Tidak apa apa Mia.. Aku habis makan tadi malam langsung mengerjakan pekerjaan dan langsung tidur? " Ucap Reno tersenyum
"untung gak ketahuan" ucap Reno dalam hati.
Deg..
"Dia memanggilku Mia. Bahkan sejak pacaran baru kali ini dia memanggil ku dengan nama ku saja. Apa dia masih marah? " Ucap Mia dalam hati.
__ADS_1
"Tuan vian... Apa anda akan membawa adik saya pulang ke JT? " Ucap Reno pelan. Jujur dia sangat takut akan kehilangan adik dan keponakan tersayang nya.
"Tidak tuan Reno, saya akan menetap disini. Perusahaan Pusat akan saya pindah kesini. Saya tidak mau melihat istri dan anak anak saya jauh dari keluarga tersayang nya. Tapi izinkan saya untuk mengajak istri dan kedua anak saya sambang ke JT. Kedua orang tua saya ingin sekali bertemu mereka. Dan sakinah eh maksud saya Rania juga mempunyai dua adik angkat yang ada diasrama. Sekarang sudah duduk dibangku SMP kelas 1 SMP.? " Ucap vian tersenyum menatap istri nya lekat membuat Rania malu malu.
"Adik angkat? " Tanya mama Mikha berbinar. Apa anak anak mereka akan bertambah pikir mama Mikha.
"Iya mama adik angkatku. Pas dulu tinggal di kolong jembatan. Dia tinggal diasrama. Namanya Mutia dan hasan.? " Ucap Rania tersenyum
"Ajak kesini. Nia biarkan tinggal sama mama dan papa... Mereka juga anak anak papa kan Karena adik angkat kamu. Biar papa yang membiayai sekolah nya sampai sarjana? " Ucap papa salim tersenyum
"Iya nanti Rania akan usahakan ya? " Ucap Rania tersenyum
" Kapan rencananya kembali ke JT dek'? Tanya Reno
"Satu minggu lagi kak. Tunggu kenzi benar benar pulih dulu,? " Ucap Rania tersenyum
"Baiklah... Aku senang jika kalian tidak akan meninggalkan kota ini. Biar kakak gak kesepian" Ucap Reno.
Deg....
"Mas reno nyindir aku,,, dasar laki laki kurang ajar" Ucap Mia dalam hati.
"Dek.mbak juga mau pulang ya.. Mbak capek mau mandi dan istirahat. Insya Allah kalau gak sibuk nanti malam kakak kesini lagi? " Ucap Mia
"Iya kal hati hati ya? " Ucap Rania memeluk kak Mia.
"Mas mau pulang sekarang apa nanti" Tanya Mia tersenyum
"Nanti saja. Aku masih ingin ngobrol sama vian..? " Ucap Reno tersenyum
"Baiklah mas aku pulang duluan ya? " Ucap Mia
"Iya hati hati dijalan Mia " Ucap Reno. Dan akhirnya Mia pamit pulang.
Didalam mobil Mia menagis terisak. Baru dipanggil namanya saja Mia sudah sakit hati nya. Dia menangis sambil menjalankan mobil nya.
"Apa aku salah, aku hanya ingin membahagiakan kedua orang tua ku yang sudah tiada. Mereka ingin aku meraih cita-cita ku setinggi mungkin. Menjadi dokter kandung an adalah cita-cita ku dari kecil. Aku tidak mau berhenti begitu saja tanya karena mas Reno mau aku hamil. Mas Reno egois mementingkan keinginan nya sendiri. Tidak memikirkan perasaanku, anak anak terus yang dibahas. Mana ada seorang perempuan yang mau berhenti bekerja hanya karena sang suami ingin sang istri hamil. Kamu egois mas. Egois...? " Ucap Mia sambil menangis terisak. Dan kini dia sudah sampai depan apartement nya dia segera masuk dan naik ke lantai 10 melalui lift
__ADS_1
Dirumah sakit. Kini sikembar sudah tidur kembali setelah makan dan minum obat. Ya kenzo Bandan nya ikut hangat jadi dia juga harus diinfus. Kalau yang satu sakit yang lain ikut sakit. Namanya juga anak kembar. Reno sudah pamit 1 jam yang lalu. Dia katanya ingin pulang tapi entah pulang atau kemana dia Rania tidak tahu. Kini dirumah sakit itu tinggal vian dan Rania mereka saling berpelukan. Dan berciuman. Mumpung sepi.
"Sayang aku sangat merindukan mu? " Ucap vian dengan suara beratnya sekali kali mengecupi leher Rania.
"Om.. Jangan disini nanti anak anak bangun. Kalau ada suster atau dokter masuk bagaimana ih.. Lepas geli tau? " Ucap Rania
"Sayang apa kamu tidak kasihan aku sudah menunggu selama 5 tahun sayang. Pedang pusaka ku hipernasi selama 5 tahun. Lihat sekarang dia sudah bangun dikala melihat gua nya sudah ada di dekat nya. Aku kangen aku pengen sayang.? " Ucap vian meremas kedua bukit kembar itu.
"ahhhhhhh....aku takut kalau ada orang om? " Ucap Rania sedikit men*esah. sebenarnya dia juga ingin tapi takut anak anak nya bangun.
"aku akan mengunci pintu nya sebentar setelah itu kita ke kamar mandi ya? " Ucap vian men*ilat telinga Rania membuat dia sedikit men*esah.
"Akhhhh....? "
Vian berdiri dan mengunci pintu setelah itu dia menarik tangan sang istri untuk dibawa ke kamar mandi. Sampai didalam kamar mandi. Vian segera melepas semua baju istri nya. Istri nya tambah berisi dan montok. Apa lagi hiasan tato nya. Membuat seorang vian menjadi na*su. Tidak menunggu lama vian langsung me*umat bibir sexy milik Rania membalas ******* itu. tidak hanya itu vian men**lat dan meny*sap. Membuat yang diba wah sana kedut kedut. Vian turun keleher meny*sap dan menj*ilat. Membuat Rania mend*esah tidak karuan.
"Om.. Jagan bikin tada di leher. Akh gak mau semua orang tahu kita habis bercinta ahhh.." Ucap Rania pelan.
"Siap sayang.? " Ucap vian lagsung melahap bukit kembar itu bergantian. Meny*sap, men*ilat dan memberikan tanda tanda cinta diseluruh tubuh Rania. Mulut vian turun perlahan sampai keperut menciumi perut rata milik istri nya yang ada tatonya. setelah itu vian berjongkok didepan bukit cinta milik sang istri. Membuka paha sang istri agar lebih lebar. Setelah itu menaruh kaki sebelah milik Rania di bahunya. Setelah itu men*esap men*ilat dan mengulum bukit berwarna merah itu mebuat Rania seperti casing panas.
"oh... Sayang? " Desah Rania membuat vian semakin semangat. Setelah itu vian tidak menunggu lama langsung memasukkan pedang pusaka nya kebukit cinta milik sang istri. Maju mundur cantik dan ah ah ah ah ah ah sedap.
Membuat mereka sama sama mendesah nikmat. Setelah itu vian membolak balik kan tubuh sang istri seperti menggoreng tahu bulat. Beberapa jam mereka telah selesai bercinta. Setelah itu mandi bersama. setelah mandi bersama. Mereka ke luar dengan rambut sama sama basah. Dan saat ke luar mereka terkejut bukan main. Dua pasang mata menatap mereka dengan tatapan bingung. Membuat Rania dan vian salah tingkah. Cepat cepat Rania mendekati sosok manusia pemilik dua pasang mata itu.
"Sayang kalian sudah bangun? " Ucap Rania mendekat ke arah kedua anaknya.
"Mami dan papi kenapa teriak teriak dikamar mandi? " Ucap kenzi melihat kearah mami dan papinya. Membuat Rania dan vian bingung menjawab apa.
"Hah... Anu sayang mami mu tadi ketakutan ada kecoa jadi papi membantu mami. Karena terpeleset kami berdua jadi basah jadi mandi sekali an nak? " Ucap vian tersenyum memeluk anaknya itu.
"Aku pikir mami dan papi akan membuatkan kami adik seperti paman Reno dan bibik Mia. Saat aku bangun dari tidur lampu mati. Dan aku mendengar suara bibik dan paman sama seperti mami dan papi tadi.. Oh sayang... Ah aah ah.. Lebih cepat.. Cepat sayang oh ah ah ah ah seperti itu, dan aku bertanya kepada paman dan bibik katanya dia mau memberikan kami adik" Ucap kenzo dengan polosnya.
"Hah...." Kaget Rania dan vian.
"Kakak kurang ajar kamu berani sekali berbuat mesum disaat anak anak ku menginap di apartemen kalian sudah mengotori otak suci anak ku? " Ucap Rania menagis daalam hati.
"Reno sialan. Beraninya dia bercinta disaat ada anak anak ku. Awas kau" Ucap vian geram. Masak anak umur 5 tahun sudah diajari seperti itu.
__ADS_1
Disisi lain...
"Hachi...... Hachi.... Hacchi... Astaga siapa yang mengutuk ku ini kenapa aku bersin bersin. Apa gadis pecah prawan itu membicarakan aku atu mengibahi aku betapa perkasa nya aku saat bercinta dengan nya... Huft... Aku harus segera menemukan dia.jika dia hamil kan kasian. Tapi bagaimana caranya. Namanya saja aku tidak tau? " Ucap Reno yang sedang Dudduk didalam mobilnya.