Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 33


__ADS_3

"Sudah selesai kan telfon nan nya. Sekarang waktu nya makan siang.? " Ucap mami rania


"Papi kenapa habis dari rumah sakit lagsung pergi mami? " Ucap kenzo


"Kan tadi om Tio sudah menjemput katanya ada pekerjaan penting. Gak papa ya makan sama mami saja. Nanti sore kalau papi sudah pulang kita main kerumah omma Mikha? " Ucap mami rania


"Oke mami...? " Ucap si kembar kompak.


Rania dan kedua anaknya makan siang bersama sama. Setelah itu rania mengajak anak anak nya untuk tidur siang. Ya rania dan anak anaknya serta suami tercinta sudah kembali ke Jakarta. 1 bulan yang lalu. Dan kini perusahaan pusat milik sang suami sudah pindah ke Jakarta. Rania sendiri juga sudah tinggal sediri bersama suaminya dan anak anak nya. Beserta asisten Tio juga ikut tinggal dirumah vian. Karena rania tidak mengizinkan Tio untuk ngontrak atau kos atau beli apartement. Karena Tio baru berusia 28 tahun. Rania takut Tio akan terkena pergaulan bebas. Dan suka membawa perempuan tidak benar pulang nantinya. Jadi rania memutuskan Tio tinggal bersama keluarga nya. Awalnya tio menolak tapi setelah vian yang berbicara Tio menurut dan patuh.


Sore harinya vian baru pulang bekerja bersama Tio. Setelah turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Tio segera masuk kedalam kamarnya dilantai satu. Sedangkan vian naik keatas menuju kamarnya tapi setelah masuk kamar kamar terlihat sepi. Dia melepaskan sepatu dan tas kerja nya ditaruh dimeja. Vian melepas jas nya. Setelah itu dia berjalan kelaur menuju kamar anak nya. Yang ada disebelah kamar nya dia masuk kedalam dan melihat pemandangan yang menyejukkan hati. Ya rania tidur bersama kedua anak kembar nya. Kenzo sebelah kiri kenzi sebelah kanan. Vian yang tidak mau menganggu istri dan kedua anaknya segera keluar lagi menuju kamarnya. Dia masuk kedalam kamar mandi. Setelah beberapa saat ada didalam kamar mandi. Dan keluar ternyata sangat istri sudah bangun dan menunggu nya dipinggir ranjang dan juga menyiapkan baju ganti untuk dirinya.


Vian mendekat dan tersenyum. Lalu mencium kening sang istri.


"Kenapa sudah Bangun sayang apa aku menganggu mu? " Ucap vian mengambil celana dan memakainya.


"Tidak sayang memang sudah waktunya bangun. Anak anak juga lagi mandi ditemani mbak mbak nya? " Ucap rania tersenyum.


"Apakah dedek nakal didalam sini? "Ucap vian mengelus perut rata sang istri.


" Tidak papi.. Aku anak baik? " Ucap Rania menirukan suara anak kecil mebuat vian terkekeh dan memeluk sang istri dengan sayang.


"Aku mencintaimu... Sampai kapan pun? " Ucap vian mencium kening sang istri dengan sayang.


"Q juga sangat mencintaimu papi. Anak-anak juga menyayangi mu.?jaga anak anak ya papi. jika aku lelah " Ucap rania membalas pelukan sangat suami. Rania sangat nyaman berada dipeluk an sang suami. Saat lagi asik berpelukan si kembar masuk kedalam kamar orang tuanya dengan keadaan sudah ganteng dan wangi.


"Mami papi...? " Teriak si kembar masuk kedalam. Vian dan rania melepaskan pelukan mereka dan setelah itu menoleh kearah kedua anaknya dan tersenyum.

__ADS_1


"Ada apa sayang heem..? " Ucap vian menghampiri kedua anaknya.


"Katanya mau ke rumah omma, mau ngasih kejutan kalau kita mau punya dedek? " Ucap kenzi yang diangguki oleh kenzo.


"Sebentar lagi sayang. Kita tunggu diluar yuk. Mami biar mandi dan siap siap dulu, oke boy...? " Ucap vian menggendong kedua anaknya


"Oke papi? " Ucap si kembar kompak.


Keluarga rania audah masuk kedalam mobil. Hanya vian, rania dan sikembar. Tio dan kedua pengasuh si kembar tidak ikut jadi mereka bisa bersantai sebentar. Kini mobil mereka sudah berjalan menuju kekediaman Dirgantara. Beberapa saat kemudian mobil mereka sudah masuk ke dalam pekarangan rumah oppa dan omma. Setelah berhenti sikembar keluar dan lari kedalam lebih dulu untuk mencari omma dan oppa nya.


"Oppa... Omma....? " Teriak sikembar memeluk oppa dan ommanya.


"Wah... Cucu oppa dan omma. Udah ganteng ganteng..." Ucap oppa salim.


"Iya dong.. Kenzi/kenzo" Ucap sikembar membuat oppa dan omma terkekeh. Tak lama masuklah rania dan vian.


"Mami seperti itu karena didalam perut mami ada dedek kami omma? " Ucap Kenzo


"Iya... Kenzi dan kenzo mau jadi abang" Ucap kenzi bertos ria bersama kenzo


"Benar kah sayang.. Kamu hamil. Wah mama dan papa akan nambah cucu lagii? " Ucap papa salim senang mencium pipi kenzi.


"Alhamdulillah.... Sudah berapa bulan sayang mama senang banget denger nya " Ucap mama Mikha


"Sudah 1 bulan lebih 2 minggu ma? " Ucap Rania tersenyum.


"Kenzo dan kenzi pengen punya adik cewek apa cowok sayang? " Ucap mama Mikha

__ADS_1


"Cewek dong omma? " Ucap sikembar kompak.


Tak lama kemudian Reno turun dari tangga. Ya Reno ikut tinggal bersama mama papa nya lagi selama sang istri pindah tugas ke Surabaya. Dan 3 bulan lagi dia juga akan pindah ke Surabaya.


"Ada apa ini rame banget..? " Ucap reno ikut duduk disamping vian.


"Ini kamu akan mempunyai keponakan lagi ren? " Ucap mama Mikha


"Maksudnya...? " Tanya reno yang masih belom ngeh


"Astaga..... Rania hamil Reno, dan akan punya anak lagi otomatis keponakan kamu akan bertambah? " Ucap papa salim.


"Hah.... Tokcer baget lho vian... Wah selamat ya.. Ikut senang gue. " Ucap Reno bahagia tapi tidak dengan hatinya. Hatinya menangis menjerit.


"Terima kasih... Terus kapan kabar baik ini dari lo brow. Suruh lah istri lo berhenti kerja.. Atau kalau tidak lo nikah aja lagi. Cari istri yang lebih muda. Dan mau dirumah aja. Jadi ibu rumah tangga? " Ucap vian membuat Reno berfikir keras.


"Sayang.. Apaan sih? " Ucap Rania. Jangan sampai kakaknya menikah lagi.


"((Benar juga yang di bilang vian, aku akan segera mencari keberadaan si pecah perawan itu aku akan menikahi dia, persetan dengan mia. Yang hanya memikirkan pekerjaan)) ucap Reno dalam hati.


" Hehehe maaf sayang.... Jagan dipikir gitu brow aku cuma bercanda. Masak iya lo mau menikah bener an? " Ucap vian menepuk pundak Reno.


"Hehehe.engak kok.. Oh iya. Malam ini aku gak akan ikut makan malam ya ma, pa Reno ada urusan. Dada keponakan paman yang tampan tampan? " Ucap Reno berdiri dan meninggal kan keluarga nya.


"Sayang aku gak mau ya sampai kak Reno benar benar menuruti saran kamu. Kan kasihan kak mia? " Ucap Rania mengomel.


"Kan aku hanya bercanda sayang? " Ucap vian Gelagapan bisa gawat jika istri nya ngambek.

__ADS_1


"Sudah sudah... Kakak mu sudah dewasa dia sudah tau mana keputusan yang akan diambil nanti? " Ucap papa salim dan mereka semua mengangguk. Akhirnya mereka mengobrol ngobrol sambil menunggu waktu makan malam.


__ADS_2