Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 30


__ADS_3

Sore harinya acara pemakaman baru saja selesai. Semua orang yang ikut mengantarkan kedua jenazah Mutia dan hasan. Sudah bubar untuk pulang kerumah masing masing karena sudah makin sore dan mendung dilangit mulai tebal. Di pemakaman hanya tinggal keluarga sanjaya dan kelauarga Dirgantara. Semua orang terdiam dan tidak ada yang bicara sama sekali. Rania duduk ngeprot di tengah tengah dua tanah gundukan itu. Tangan kiri dan kanan memegang maisan milik Mutia dan hasan.


"Kenapa secepat ini kalian berdua meninggalkan kakak. Bahkan kalian belom melihat dua keponakan kalian. Apa ini hukuman untuk kakak karena kakak tidak ada disaat kalian butuh kakak. Maafkan kakak. Kakak mersa bersalah. Maafkan kakak sayang.? " Ucap Ranai meneteskan air matanya.


"Sayang ayo pulang, sebentar lagi hujan? " Ucap vian memeluk sang istri yang masih terisak.


"Tidak om, jangan tinggalkan Mutia dan hasan sendirian. Kasihan mereka pasti kedinginan dan gelap. Apa om lupa Mutia takut gelap om. Beri dia cahaya om aku akan menemani mereka disini? " Ucap Rania terisak. Mama diana ikut menangis dipelukan suami nya begitu juga mama Mikha.


"Cukup nia.. Cukup.. Kamu jangan kelewatan seperti ini. Jika kamu seperti ini mereka berdua akan tambah tersiksa. Mereka hanya butuh doa dari kita. Doakan mereka? " Ucap vian dengan suara agak meninggi membuat Rania tambah menangis keras. Dan melepaskan pelukan dari suaminya. Rania mundur perlahan. vian merasa bersalah karena sudah membentak sang istri, Reno mendekat dan membantu sang adik untuk berdiri.


"Kamu boleh bersedih, kamu boleh kehilangan kami semua merasa kan apa yang kamu rasakan jangan seolah olah kamu sendiri yang merasakan. Lihatlah mama diana lihatlah mama Mikha. Walau pun belom mengenal Mutia dan hasan mereka juga cukup kehilangan. Jagan pernah menyalahkan dirimu sendiri. Semua ini takdir percayalah. Tuhan melakukan ini semua karena ini adalah yang terbaik untuk mereka. Lihatlah meraka tersenyum diatas sana. dia hanya butuh doamu. Dan simpan nama mereka rapat rapat dihati mu. Percayalah sama kakak semua ini pasti ada hikmahnya. Buang rasa sedih dan rasa bersalah mu." Ucap Reno memeluk adiknya. Rania hanya menangis dipelukan kakaknya.


"Kamu boleh bersedih kamu boleh kehilangan. Kamu boleh tidak peduli pada semua orang tapi satu yang kaakak minta. Kamu punya kenzi dan kenzo darah daging mu. Fikirkan mereka nia. Dia butuh dirimu. Apa kamu tidak tau mereka sangat sedih saat kamu pingsan tidak sadar sadar. Kamu sehari an menangis tanpa memperdulikan mereka. Mereka sedih dan sakit karena kamu acuhkan nia. Kenzo dan kenzi butuh kamu maminya.. Mampu Rania? " Ucap Reno lagi.


Deg....


"Kenzo.... Kenzi... " Lirih Rania


"Ya.. Apa kamu tidak sadar sudah mengacuhkan mereka...? " Ucap Reno lagi.


jeder...


jeder...... suaraa petir dari langit membuat semua orang terkejut.


"Ayo pulang mama papa.. Om.. Kak ayo pulang... Kenzo dan kenzi belom makan.? " Ucap Rania berjalan lebih dulu meninggalkan keluarganya. Vian dan Reno saling merangkul dan tersenyum berjalan menyusul Rania diikuti mama papa dirgantara dan mama papa sanjaya. Semua sudah masuk ke kamu mobil. Mama Mikha memeluk Rania dikursi belakang. Papa dan vian duduk di depan. Sedangkan papa dan mama sanjaya ada dimobil satunya yang disupiri oleh Reno ((lho kok kebalik)) mobil di jalan kan dan menuju kekediaman sanjaya.


Beberapa saat kemudian mereka semua sudah sampai didepan rumah mereka segera masuk kedalam. Dan Rania sudah disambut oleh kedua anaknya.


"Mami....? " Teriak sikembar memeluk maminya. Rania langsung berjongkok dan memeluk kedua anaknya.


"Mami Jagan sedih lagi.? "


"Kenzo gak mau melihat mami sedih? "

__ADS_1


"Hati kenzi sakit melihat mami nangis.? "


"Kenzo dan kenzi akan selalu ada untuk mami mami Jagan sedih dan nangis lagi ya.?


" Cup.... Cup.... Cup.... Cup.... "


"Maafkan mami ya sayang. Mami terlalu kehilangan. Maafkan mami sudah mengabaikan kalian. Kalian sudah makan belom, sudah mandi belom sayang? " Ucap Rania menciumi kedua anaknya.


"Kami sudah makan.. Dan sudah mandi mami? "ucap sikembar kompak.


"Ya sudah ayo kekamar. Mami dan papi mau mandi dulu., kalian mau ikut papi mami atu main sama mbak? " Tanya vian ikut mendekat.


"Kami tunggu disini saja ya mami sambil main.? " Ucap Kenzo


"Oke...? " Ucap Rania tersenyum. Semua orang ikut tersenyum dan merasa bahagia. Si kembar adalah obat untuk Rania. Bukti nya Rania sudah bisa tersenyum lagi. Akhirnya semua keluarga masuk Kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri dari tanah kuburan tadi. Dan akan turun saat makan malam nanti.


Rania sudah ada didalam kamar bersma sang suami. Vian mandi lebih dulu dan Rania menyiapkan baju untuk suaminya. Setelah selesai dia melihat luar dari pintu balkon dia melihat langit yang gelap karena mendung. Dan juga hujan turun dengan deras. Lagi lagi Rania meneteskan air matanya.


"Kakak akan selalu mendoakan kalian, semoga kalian bahagia disana? " Ucap Rania dalam hati. Sambil meneteskan air matanya. Dia segera menghapus air matanya sebelum sang suami melihat. Tak lama kemudian vian sudah keluar dari kamar mandi. Dia menuju istrinya yang lagi mengambil baju sang istri sendiri dilemari. Vian berjalan pelan dan memeluk Rania dari belakang.


Cup....


"Minta dicium apa nih? " Ucap vian mencium sekilas bibir Rania.


" Bisa aja ambil kesempatan dalam kesempitan deh.. Udah cepet ganti baju sana. Aku mau mandi dulu. Anak anak udah nunggu dibawah nih om? " Ucap Rania mendorong suaminya pelan dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Membuat vian terkekeh. Vian segera memakai baju dan celana santai nya. Setelah itu menunggu istri nya selesai mandi sambil bermain ponsel.


20 menit kemudian Rania sudah keluar dari kamar mandi. Dia memakai daster rumahan yang sangat pas ditubuhnya. Sudah kayak emak emak aja. Emang emak kali. Anak dua pisan. Memakai handuk yang menutup rambutnya yang basah.


"Lho om masih disini aku kira sudah turun duluan? " Ucap Rania sambil duduk di meja rias. Memakai pelembab setelah itu crim malam sekinker. Memakai lipstik berwana ping. Dasarnya udah cantik pakai riasan tipis pun terlihat sangat cantik. Vian melepaskan handuk dari rambut panjang milik Rania, vian mengerikan kan rambut sangat istri memakai hedrayer


"Om... Jangan biar aku keringkan sendiri sayang? " Ucap Rania ingin mengambil hedrayer


"Tidak apa apa sayang biar aku yang mengeringkan,,, tuh selesai kan tinggal sisir. Wahhh istri kecil aku cantik banget sih..? " Ucap vian mencium pipi Rania. Membuat Rania malu malu kucing.

__ADS_1


"Kecil kecil juga udah ngasih dua jagoan buat kamu sayang" Ucap Rania berdiri dan mengalungkan tangan nya keleler sang istri.


"Istri aku yang terbaik.. Waktu nya nanti malam membuatkan adik untuk sikembar..? Ucap vian mencium kening Rania.


" Memangnya sudah siap punya anak lagi. Siap buat ngadepi aku kalau aku nyidam? " Ucap Rania dengan masih mengalungkan tangannya keleher vian.


"Siap banget. Penasaran baget ingin lihat perut rata yang indah ini melendung kayak balon? " Ucap vian tersenyum membayangkan istri nya hamil kembali.


"Uhhh.... Suami tua ku ini manis sekali. Aku semakin mencintai mu sayang? " Ucap Rania memeluk vian. Dan bersender didada bidang milik sang suami.


"Walaupun aku tua... Tapi aku masih bisa membuat mu men*esah sampai pagi sayang? " Ucap vian berbisik.


"Isssss... Mesum... Sudah ayo turun mungkin anak anak sudah menunggu kita? " Ucap Rania melepaskan pelukan nya dan mereka berdua berjalan keluar kamar dan turun kebawah.


Benar saja saat vian dan Rania sudah sampai dibawa, semua keluarga sudah berkumpul sambil ngobrol ringan. Dan sikembar sedang bermain dengan reno serta mbak mbaknya.


Rania duduk disamping mama Mikha dia memeluk mama Mikha. Vian hanya tersenyum jika bersama sang mama Rania kembali kebocoh lagi. Bocah buntut dua. Rania melihat kearah kak Reno. Dan Rania mulai bertanya kepada Reno tentang Mia.


"Kak Reno..? " Panggil Rania


"Ada apa dek? " Tanya Reno tanpa melihat Rania


"Kak Mia kemana... Kenapa gak ikut kesini? " Ucap Rania


"Dia sudah berangkat ke Surabaya 1 minggu lalu,? " Ucap Reno sendu. Ya dia sudah ditinggal oleh sang istri 1 minggu yang lalu.


"Lalu kakak kapan mengurus perusahaan papa yang ada di surabaya? " Tanya Rania lagi.


"5 bulan lagi.. Dan entah sampai kapan q disana? " Ucap Reno lesu.


"Seharusnya kamu senang bisa bersama istri mu lagi. Dan lekas berikan kami cucu? " Ucap papa salim.


"Iya pa iya...? " Ucap Reno.

__ADS_1


"Ya sudah ayo makan malam dulu. Setelah itu istirahat. Ini sudah waktunya makan malam? " Ucap mama Diana. Dan semua orang berdiri untuk makan malam kecuali sikembar karena mereka sudah makan lebih dulu.


__ADS_2