
Keesokan hari nya. Jam sudah menujukan jam 8 pagi. Papi vian dan mami rania sudah siap untuk berangkat ke JT, tapi azkia belum juga turun. Padahal habis sarapan tadi dia bilang mau mengambil koper dan tas kecilnya. Mami Rania yang tidak sabaran langsung saja menyusul ke lantai atas. Dan menuju kamar anak bungsu nya itu.
Ceklek..
"Kia kenapa lama sekali sih" Ucap mami Rania setelah masuk kedalam kamar Putri nya.
"Mi... Azkia berat meninggalkan kamar kesayangan kia, belum lagi kalau nanti kak kenzo dan kak kenzi pulang dari luar negri kalau mereka kangen sama aku gimana? " Ucap azkia sedih.
"Kalau kangen ya tinggal nyusul ke JT. Udah jangan banyak alesan kamu azkia, cepat turun nanti keburu siang. Kita naik mobil, bukan naik pesawat, mungkin sampai sana sore nanti? " Ucap mami Rania keluar dari kamar sambil membawa koper sang anak.
"Jahat banget sih.. Udah kedua anak laki-laki nya dibuang keluar negri eh.. Malah anak gadis satu satu nya mau di bawa ke JT.berasa seperti anak tiri tau gak" Ucap azkia ngedumel dibelakang mami Rania. Dan mami Rania hanya cuek saja mendengar keluh kesah sang anak.
Sampai dilantai bawah Ranai menghampiri suaminya dan memberikan koper sang anak. Rania dan vian segera keluar dari rumah. Vian memasukkan koper milik sang anak kedalam bagasi mobil. Rania sudah duduk anteng didalam mobil. Azkia menyusul dengan sangat lesu. Dia memajukan bibirnya. Dia benar-benar berat pergi dari jakarta. Apa lagi mengingat nenek diana. Sangat cerewet. Ini gak boleh itu gak boleh.
"Huft......? " Azkia menarik nafas dengan berat.
"Pakai sabuk pengaman mu azkia? " Ucap papi vian
"Iya iya" Ucap azkia.
"Kenapa cemberut begitu. Ya sudah gak usah jadi ke JT tapi. Kamu harus homescolling dirumah. Gak boleh keluar rumah sama sekali pilih mana kamu" Ucap mami Rania galak.
"Hah.... Ihh mami.. Ngasih pilihan berat semua. Mending ke JT lah...? " Ucap azkia sebal.
"Ayo berangkat papi? " Ucap mami Rania tersenyum kearah papi dan papi hanya tersenyum. dan mengangguk.
Mobil berjalan meninggalkan rumah besar milik papi vian. Menuju kota JT tempat tinggal kakek bambang dan nenek diana. Sepanjang jalan azkia hanya diam saja. Sambil melihat keluar jendela mobil. Sedangkan mami Rania mengobrol bersama papi vian.
Beberapa jam kemudian. Pas jam 3 sore. Mobil yang ditumpangi, papi vian, mami Rania dan azkia sudah masuk kedalam halaman rumah nenek diana. Di luar pintu sudah ada laki-laki paruh baya dan perempuan paruh baya. Ya itu nenek diana dan kakek bambang. Dan mereka bertiga segera turun dari mobil.
"Asalamualaikum... Ma... Pa? " Ucap mami Rania mencium kedua tangan mertua nya diikuti oleh vian dan azkia.
"Walaikumsalam.... Apa kabar sayang. Mama kangen sekali dengan kalian? " Ucap nenek diana memeluk menantu kesyangan nya.
"Nenek apa kau tidak merindukan ku juga. Apa nenek hanya merindukan mami saja? " Ucap azkia
"Aduh... Cucu cantik nenek.. Kata siapa nenek tidak rindu.. Nenek rindu sekali. Apa lagi cucu nenek akan tinggal disini. Nenek bahgia sekali? " Ucap nenek diana memeluk cucunya. Dan mencium kening cucu nya dengan sayang. Setelah melepaskan pelukan neneknya. Zakia bergantian memeluk kakeknya.
"Kakek azkia rindu sekali dengan kakek? " Ucap azkia didalam pelukan sang kakek.
"Kakek juga rindu dengan azkia. Ayo masuk semuanya kita ngobrol didalam? " Ucap kakek bambang. Dan semua orang masuk kedalam rumah.
****skip... ***
__ADS_1
"Bagaimana kabar kenzo dan kenzi, sudah bertahun-tahun tidak pulang? " Ucap nenek diana.
"Sebelum S2 mereka tidak akan pulang. Makanya aku membawa azkia kesini agar papa dan mama menjaganya, soalnya aku dan Rania akan menyusul mereka " Ucap vian.
"Apa azkia mau tinggal disini.? " Tanya kakek bambang
"Mau... Kok pa.. Tadi Rania sudah membujuk nya apa lagi kemaren dia habis kecelakaan. Mau tidak mau dia tetap aku bawa ke sini. Aku tidak tega meninggalkan dia dirumah papa salim, papa salim sangat memanjakan azkia. Bisa bisa keras kepalanya tambah parah kalau dia dimanja seperti itu" Ucap Rania. Sedangkan azkia hanya cemberut saja.
"Kalian berdua menginap dulu kan? " Tanya papa bambang.
"Iya pa.. Besok baru balik ke Jakarta, soalnya dua hari lagi berangkat menyusul sikembar? " Ucap papi vian.
****
Malam hari nya sudah waktunya makan malam. Papa bambang, mama diana serta papi vian dan mami Rania tidak lupa azkia sudah duduk anteng dimeja makan mereka makan malam bersama sama. Sekali kali ngobrol.
"Apa aku sudah didaftarkan disekolah an disini papi? " Tanya azkia
"Sudah.. Besok tingal masuk saja. Kamu sudah di daftarkan oleh om bayu.? " Ucap papi vian. Dan azkia hanya mengangguk saja.
"Besok, aku boleh bawa mobil sediri kan? " Ucap azkia
"Tidak...? " Ucap serempak ke empat orang tua itu.
"Azkia jangan macam macam kamu. Jagan bikin kakek dan nenek frustasi dengan kelakuan kamu itu? " Ucap mami Rania.
"Iya, aku gak akan bikin kakek dan nenek susah? " Ucap azkia sedih.
"Padahal kan cuma ingin mandiri? " Ucap azkia dengan pelan tapi masih bisa didengar semua orang.
"Buat apa mandiri kalau kamu bikin repot orang.besok papi sudah siapkan supir buat kamu, dan supir kamu juga perempuan? " Ucap papi vian.
"Dengar kan apa kata papi, jangan bikin ulah dirumah kakek nenek kia, jagan macam macam kamu? " Ucap mami Rania menatap tajam.
"Tidak mami azkia janji" ((Tidak janji mami,)) lanjut dalam hati.
Setelah selesai maakan malam selesai semua duduk diruang keluarga sambil ngobrol. Tak lama kemudian bibik datang.
"Permisi tuan, nyonya? " Ucap bibik.
"Ada apa bik? " Ucap nenek Diana.
"Diluar ada perempuan, katanya akan menjadi supir pribadi nona muda azkia? " Ucap bibik.
__ADS_1
"Suruh masuk bik" Ucap nenek Diana.
"Baik nyonya? " Ucap bibik. Meninggalkan kelurga sanjaya. Dan menuju pintu ruang utama kembali. Tak lama bibik masuk kembali sambil membawa perempuan sekitar umur 20 tahun.
"Permisi ini orangnya tuan, nyonya? " Ucap bibik.
"Baik lah nona silahkan duduk. Dan bibik buatkan dia minum? " Ucap nenek Diana
"Baik nyonya /terimakasih nyonya" Ucap bibik dan perempuan itu.
"Oh iya perkenalan dirimu? " Ucap mami Rania. Tapi perempuan itu diam saja dan menatap Rania tanpa berkedip. Sampai suara deheman papi vian menyadarkannya.
"Ehem...? " Dehem papi vian agak kencang.
"Eh... Maaf, perkenalkan nama saya ayu samanta usia saya 21 tahun. Dan saya akan bekerja menajdi bodyguard sekali gus supir pribadi nona muda azkia? " Ucap perempuan bernama ayu samanta itu.
"What... Bodyguard.. Papi mami... Kenapa harus bodyguard segala sih. Katanya hanya supir? " Ucap azkia tidak Terima.
"Dengar kan mami.. Ini semua demi kebaikan kamu. Mami tau kamu itu dari kecil karena mami yang telah melahirkan kamu. Kamu sekarang bilang janji nurut. Tapi didalam hati kamu tidak. Benar tidak? " Ucap mami Rania.
"Hehehe iya mami..? " Ucap azkia cengegesan. Azkia bediri dan memeluk papinya.
"Papi bilang sama mami... Azkia gak butuh bodyguard, azkia sudah besar. Sudah 17 tahun papi? " Ucap azkia merengek.
"Jadi perempuan cantik ini istri dari pria tua itu, astaga" Ucap ayu dalam hati
"Papi setuju dengan mami. Maafkan papi sayang. Mami benar ini semua demi kebaikan kamu. Papi dan mami akan pergi dengan waktu yang cukup lama. Kak kenzi dan kak kenzo butuh kami sayang. Sudah 3 tahun kami tidak mengunjungi mereka. Mengerti lah sayang. Agar mami tenang meninggalkan kamu? " Ucap papi vian mengelus rambut panjang milik azkia.
"Baik lah.... Aku nurut aja. Aku akan jadi anak yang baik untuk kalian((tapi aku tidak janji mami papi)) lanjut didalam hati.
" Itu baru anak mami yang cantik, ya sudah ini sudah malam. Buruan kamu tidur ya besok hari pertama kamu kesekolah? " Ucap mami Rania
"Baik mami? " Ucap azkia berdiri dan meninggalkan semua keluarganya dia naik kelantai dua menuju kamar milik nya. Bersebelahan dengan kamar kakak kembarnya.
"Oh iya dan kamu. Mulai malam ini tinggal disini kan.? " Ucap mami Rania
"Maaf nyonya muda. Saya akan pulang lebih dulu mengambil baju, dan saya juga akan izin kekakak saya lebih dulu? " Ucap ayu samanta.
"Oh baiklah kalau begitu? " Ucap mami Rania.
"Kalau begitu saya permisi nyonya tuan...? " Ucap ayu samanta berdiri dan sedikit membungkuk. Dan papi vian, papa bambang, mama Diana dan mami Rania hanya mengangguk saja.
Setelah dirasa cukup malam mereka semua kembali masuk kedalam kamar masing-masing.
__ADS_1