
Hah... Apa... Lo udah gila apa... Lo pikir gue cewek apa an om? " ucap sakinah melotot
" Terserah dirimu.. Itu semua ada pada mu. Pikirkan lah adik adik mu. Dan setelah kamu menjadi suggar baby aku Kamu bisa menyekolahkan adik adikmu dan tidak kekurangan uang sama sekali bagimana? " Ucap vian tersenyum licik....
"Bangkotan tua ini benar. Aku bisa menyekolahkan hasan dan Mutia agar mereka tidak bodoh seperti ku tapi kalau menjadi suggar baby bukanya aku akan melakukan itu. Tapi itu kan dosa. Aha gue tau biar gak dosa gue minta aja dinikahi siri. Itu kan gak dosa? " Ucap sakinah dalam hati.
"Gue setuju om... Tapi ada syaratnya? " Ucap sakinah enteng membuat vian tersenyum pujaan hati nya masuk kedalam perangkap nya.
"1... Lo harus janji bakalan yekolahin adik adik gue minimal sampai tamat SMP deh biar gak bodoh kayak gue. Dan yang ke 2.beneran gue gak bakalan kekurangan uang dan yang terakhir nikahi gue om siri juga gak papa. Biar kita gak Melakukan dosa. Walau pun kalau nanti lo sudah gak butuh gue lagi kan setatus gue jelas ya itu janda? " Ucap sakinah. Vian tersenyum penuh arti.
"Oke... Saya sanggup menyanggupi semua syarat kamu? " Ucap vian tersenyum licik.
"Oke.. Kapan kita mulai pindah om dan kapan kita menikah? " Ucap sakinah antusias membuat vian tersenyum.
"Sekarang saja. Ayo ****** adik adik mu," Ucap vian dan sakinah mengangguk bahagia. Gak papa deh jadi suggar beby. Yang penting kehidupan adik adiknya tajamin. Apa lagi sah sah aja lah. Kan bakaln nikah siri dulu.
Selagi sakinah memasukan semua baju nya dan baju baju milik hasan dan mutia kedalam kantong kresek merah. Vian menghubungi asisten pribadi nya untuk menyiapkan satu apartemen mewah untuk dirinya kalau bisa yang dekat kantor. Dan sang asisten menyanggupi nya. Tak lama sakinah kelaur dari rumah kardus bersma kedua adiknya. Hati vian bagai diiris pisau tajam. Melihat tempat baju sakinah dan adik adik nya dari kantong kresek. Sakinah dan kedua adik nya terus tersenyum dan mendekat kerah vian , vian membalas senyum mereka dengan senyuman tulus dan sangat teduh. Saat sakinah dan vian serta adik adik mereka berjalan. Sakinah di panggil oleh seseorang dari belakang dia dalah nenek atun.
"Kamu mau meninggalkan tempat ini.? " Tanya nenek atun sedih.
"Iya aku akan ikut calon suami ku nek. Nenek tenang saja. Nanti jika calon suami ku sudah bosan dan membuang aku dan adik adik aku akan kembali kesini kok? " Ucap sakinah tersenyum kecut. Ya yang dia tau menjadi suggar beby itu harus siap segala nya siap jika suggar deddy minta anu anu juga harus siap jika suggar deddy sudah bosan siap siap dibuang dan ditendang. Itu lah yang sakinah tahu
"Tidak akan pernah sakinah? " Ucap vian dalam hati. Ya vian sudah jatuh hati pada pandang an pertama. Dia terpaksa melakukan ini semua agar sakinah mau ikut dengan nya. Pasti kalau pakai embel-embel cinta sakinah tidak akan pernah percaya.
"Kamu ini ngomong apa. Mana ada suami seperti itu jika bosan dibuang. Hati hati ya kinah jaga diri baik baik. Nenek akan selalu mendoakan kamu dimana pun kamu berada.? " Ucap nenek atun dengan tulus nenek atun memeluk sakinah. Sakinah membalas peluk an itu dengan menangis terisak. Setelah itu nenek atun Melihat kearah vian dia tau bahwa vian ini laki laki baik. Nenek mendekati vian dan berucap dengan pelan.
"Tuan aku tau kamu orang baik, jaga sakinah dan kedua adiknya. Aku percaya padamu? " Ucap nek atun. Dan vian hanya mengangguk dan tersenyum. Semua orang melepaskan kepergian sakinah. Walau pun sakinah seperti preman dan terkesan nakal dia adalah gadis paling perduli dengan warga kolong jembatan itu suka berbagi. Dia bekerja mencopet memalak. Jika uang nya terlihat banyak dia akan berbagi kepada semua orang. Sakinah baik bukan.
Kini sakinah dan kedua adiknya sudah berada didalam mobil vian. Kinah menatap luar jendela, dia melamun sejenak. Apa keputusan yang dia ambil ini sudah benar. Kenapa dia jadi gamang seperti ini. Tapi sekali lagi kinah memikirkan masa depan kedua adik nya agar lebih baik. Tapi bagaimana dengan dirinya. Menjadi simpan om om yang usianya terpaut 18.apa lagi dia baru mengenal orang yang menurut nya orang asing. Apa dia sudah mempunyai istri apa belom. Kalau sudah punya istri dia akan menjadi istri kedua walau pun istri simpan. Dan jika dunia ini tau dia akan di cap sebagai pelakor oh. Tidak sakinah tidak mau. Lebih baik sakinah menjadi pengamen dan kekurangan uang dari pada banyak uang di cap pelakor. Sakinah terus melamun sampai suara vian menyadarkannya.
"Kinah...? " Panggil vian tapi kinah masih melamun.
"Sakinah" Panggil vian lagi.
__ADS_1
"Eh... Iya... Apa kita sudah sampai? " Ucap sakinah gelagapan. Menoleh kesana kemari. Dia melihat gedung yang sangat tinggi. Dia sedikit mengangga.
"Iya kita sudah sampai ayo turun... Mutia dan hasan juga sudah turun itu? " Ucap vian dengan lembut dan sakinah hanya mengangguk.
Semuanya sudah turun dan vian berjalan menghampiri seseorang yang seperti nya sudah menunggu nya.
"Bayu...? " Panggil vian mendekat.
" Tuan besar? " Ucap sang asisten membungkuk dan melirik kearah sakinah dan kedua adiknya.
"Siapa mereka.. Dan kenapa tuam besar tiba-tiba meminta sebuah apartemen. Apa mereka bertiga anak angkat tuan besar? " Ucap bayu dalam hati sambil melirik sakinah. Vian yang melihat itu menjadi kesal.
"Jaga pandangan mu bayu? " Ucap vian dengan dingin.
"Ma... Maaf tuan....? " Ucap bayu gelagapan. Sedangkan sakinah dan kedua adiknya hanya diam saja. Seakan cuek. Mereka masih kagum dengan keadaan sekitar.
"No berapa apartemen nya bay? " Tanya vian
Di lantai no 11 tuan... Ini lantai paling atas dan paling mewah" Ucap bayu
"Baik tuan... Ini kuncinya, kalau begitu saya permisi? " Ucap bayu membungkuk dan melirik sakinah lagi.
Tuing...... Mata bayu melotot anak kecil sudah memiliki buah dada yang amat besar apa lagi tato nya. Membuat bayu sedikit ngiler. Sampai vian berdehem keras membuat bayu tersenyum kikuk dan langsung pergi.
"Asisten sialan? " Ucap vian dalam hati.
"Om kapan kita masuk.? " Tanya Mutia
"Mutia...? " Tegur sakinah
"Tidak apa apa kinah... Ayo masuk..." Ucap vian. Mereka semua masuk kedalam dan menuju lift. Agar lebih cepat sampai dilantai 11.setelah beberapa saat lift sudah sampai dilantai 11 mereka segera berjalan dan vian membuka pintu apartemen.
Ceklek....
__ADS_1
Sakinah dan kedua adiknya mengangga. Apa mereka mimpi apartemen ini sangat lah mewah. Pasti mereka akan betah. Vian hanya terkekeh pelan melihat wajah ke-tiga nya yang tampak lucu.
"Mutia hasan ayo om antarkan kekamar kalian..? " Ucap vian berjalan diikuti oleh Mutia dan hasan. Vian membuka salah satu pintu. Dan ada kasur besar dan selimut tebal. Lagi lagi tiga bersaudara itu mengangga melihat kamar super mewah dan luas itu.
"Ini kamar hasan dan Mutia. Kalian tidur menajdi satu ya kan kalian masih kecil. Nanti kalau sudah dewasa baru sendiri sendiri. Dan kalau kalian mau mandi ini kamar mandinya. Selamat istirahat ya.. Om mau ngantar kak sakinah kekemarnya dulu? " Ucap vian yang dia angguki oleh keduanya. Setelah itu sakinah dibawa keluar oleh vian.
Setelah kepergian vian dan sakinah. Mutia dan hasan loncat loncat dikasur dengan girang.
"Wah.... Q gak nyangk bakalan tinggal disini kak? " Ucap Mutia.
"Iya aku juga... Om vian sangat baik. Beruntung kita bisa bertemu dengan dia? " Ucap hasan loncat loncat kembali
"Andai aku sudah besar aku mau jadi istri nya" Ucap Mutia tertawa
"Mimpi... Om vian sukanya sama kak sakinah? " Ucap hasan.
"Kan kak sakinah masih kecil. Mana cocok sama om vian yang sudah tua? " Ucap Mutia berhenti dan terduduk di kasur.
"Hus kamu bicara apa nanti mereka dengar? " Ucap hasan.
"Maaf kak? " Ucap Mutia.
"Mandi gih. Setelah itu kita tidur? " Ucap hasan dan Mutia mengangguk dan turun.
Mutia masuk kedalam kamar mandi membawa baju ganti dan handuk. Sampai didalam dia bingung. Karena tidak ada air sama sekali. Hanya ada selang seperti ular kobra besar yang atas(shower). Mutia keluar lagi.
"Kak... Kak hasan...." Panggil Mutia keluar dari kamar mandi. Tapi hanya kepalanya saja.
"Ada apa dek? " Ucap hasan mendekat.
"Kamar mandinya aneh? " Ucap Mutia dengan mimik wajah yang lucu.
"Aneh gimana sih? " Ucap hasan masuk kedalam kamar mandi dan ternyata hasan juga bingung. Dan akhirnya hasan memutar mutar kran yang menyalur dari shower. Pertama yang keluar air panas membuat mereka lompat lompat kepanasan. Hasan berhasil mematikan setelah itu memutar lagi keluar seperti air es. Membuat kedua nya kedinginan setelah itu. Mereka berhasil memutar kran menjadi air sedang. Mereka berdua lalu tertawa.
__ADS_1
"Ternyata seperti itu caranya. Buruan mandi nanti gantian kakak? " Ucap hasan keluar dari kamar mandi. Dan Mutia lagsung menutup pintu dan mandi.