
Beberapa saat kemudian semua orang audah berada di ruang rawat inap VIP. Kenzi masih belom sadar karena masih dalam pengaruh obat tidur. Kepala diperban, kaki sebelah kiri diperban, dan tangan sebelah kiri juga diperban. Mbak mbak asuh sikembar disuRuh pulang untuk istirahat. Dan nanti sore datang lagi membawa baju ganti untuk kenzo dan Rania. Sedangkan bayu juga sudah kembali kekantor untuk mengurus pekerjaan vian yang tertunda. Didalam ruangan kenzi. Hanya ada Rania, vian, kenzo yang tertidur lelap dipangkuan sang omma. Serta papa mama. Dan kak Reno serta kak Mia.
"Mama, papa, kak Reno dan kak Mia. Ini om vian suami dari Rania walau pun suami siri? " Ucap Rania memperkenalkan vian. Vian hanya tersenyum saja saat Rania bilang walau hanya suami siri. Belom tau saja dari awal nikah mereka sudah sah agama dan negara.
"Tuan, tuan dan nyonya nyonya Terima kasih sudah mau merawat dan menjaga kedua anak saya dan istri saya yang sudah 5 tahun lebih menghilang ini. Saya tau ini semua karena kesalahan dan keteledoran saya menjaga istri saya? " Ucap vian memegang tangan Rania penuh kasih sayang.
"Tuan tidak perlu minta maaf dan berterima ksih. Rania anak kami. Sudah sepantasnya kami merawat dan menjaga mereka? " Ucap papa salim.
"Dan untuk kedua penjahat itu apa kau sudah memberikan mereka hukuman. Jagan karena salah satu dari mereka adalah mama mu kamu tidak memenjarakan dia apa kau ingin tau hasil visum saat pertama kali menemukan Rania. Apa lagi Rania saat itu hilang ingatan dan koma . Karena benturan keras saat dilempar dari jembatan menuju sungai itu" Ucap Reno
"Reno jaga sopan santun mu? " Ucap mama Mikha
"Tapi ma.. aku sakit hati. Aku tau kita tidak ada ikatan darah dengan Rania. aku tidak teriama saja Rania diperlukan tidak manusiawi seperti itu. Mama tau selama Rania hidup dengan kita selama 5 tahun ini dia tidak pernah sekali pun membuat kita mersa kesal atu apa. Rania perempuan yang baik dan menurut kan? " Ucap Reno lagi.
"Reno sudah...? " Tegur sang papa.
"Maafkan aku tuan maafkan aku. Aku akui aku memang salah. Kau tenang saja aku sudah memenjarakan perempuan itu dan untuk mama ku hanya dipenjara beberapa bulan saja. Karena mama terbukti tidak bersalah. Dia hanya ikut ikutan karena dihasut oleh Perempuan itu. Perempuan itu sudah dipenjara seumur hidup. Dan dia dinyatakan gila? " Ucap vian lagi membuat semua orang terkejut.
"Sayang maafkan aku, aku tidak akan mengulangi masalah yang lalu. Apa kau tau aku dari awal melihat mu sudah sangat mencintai mu. aku sengaja membohongi mu dengan cara menjadikan kamu suggar baby q agar kamu minta nikah. Dan berhasil kamu meminta nikah kepada kan walau pun siri. Sebenarnya q menikahi secara resmi sayang tidak siri. Sebenarnya kita sudah sah agama dan negara. Aku hanya butuh waktu yang tepat untuk memberi tahu kamu. Tapi malah ada kejadian naas seperti itu? " Ucap vian menatap dalam mata Rania.
Rania berkaca kaca dan air mata keluar dengan perlahan..
"Ja.... Jadi cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan." Ucap Rania menangis. Dan vian mengangguk. Rania langsung menghambur di dalam pelukan vian. Dan menangis teriak. Membuat semua orang terharu dan ikut menangis.
"Terima kasih.. Terima kasih.. Aku sangat mencintai mu om.. Aku sangat mencintai mu? " Ucap Rania menagis
"Sakinah..? " Panggil vian.
"Jagan panggil nama itu om.. Nama ku Rania. Aku sudah membuang nama itu. Jagan pernah panggil namaku dengan sebutan Sakinah? " Ucap Rania pelan
__ADS_1
"Baiklah Rania ku sayang" Ucap vian tersenyum. Papa mama dan kak Reno ikut menangis. Sedangkan kak Mia dari tadi hanya diam saja. Dia bahagia Rania bisa bersatu dengan suaminya lagi. Apa lagi punya dua anak dan diri nya sudah 5 tahun menikah hidupnya hampa tanpa kehadiran seorang anak.
Sore harinya papa mama sudah pulang dan akan kesini besok pagi lagi. Dan kak Reno dan kak Mia juga sudah pulang. Kini Raina hanya berdua dengan vian sedang kan kenzo ikut terlelap disamping kenzi.
"Sayang q sudah hampir gila mencari mu kesungai. Hampir tiap hari q kesana tapi tak kunjung menemukan mu.ternyata kamu diselamatkan oleh orang-orang baik dan langsung diangkat menjadi anak nya? " Ucap vian sambil memeluk Raina.
"Aku juga gak menyangka om. aku kira setelah mama mu dan perempuan itu memukuli aku setelah ini aku akan mati. Tapi Tuhan masih sayang padaku hinga mempertemukan aku dengan orang baik? " Ucap Rania
"Sayang setelah kamu sadar dan sembuh dari hilang ingatan kenapa kamu tidak datang dan mencari ku? " Ucap vian sendu
"Maafkan aku, Aku takut untuk kembali. aku berusaha melupakan masa lalu om. Aku pikir kita hanya menikah siri dan kamu sudah membuang ku? " Ucap Rania sendu.
"Tapi kenapa harus ganti nama juga sayang aku jadi Susah mencari mu? " Ucap vian.
"Maafkan aku om. aku sudah nyaman dengan nama itu. Papa dan mama memeberikanku nama itu saat aku hilang ingatan tapi saat aku sudah sadar aku tidak mau memakai nama ku yang dulu. aku sudah nyaman dengan nama ku sekarang?? " Ucap Rania.
"Aku sangat merindu kan mu sayang sangat Merindukan mu." Ucap vian
"Mami..? " Panggil kenzi
"Oh... Sayang.. Anak mami sudah bangun ada yang sakit nak? " Ucap Rania berdiri dan menghampiri sang anak. Karena dia sangat malu karena gagal berciuman.
"Istri kecil ku malu malu kucing ternyata, lucu sekali? " Ucap vian dalam hati sambil terkekeh pelan dan menyusul sangat istri menghampiri sang anak.
"Kepala kenzi sakit mami, kaki dan tangan juga sakit hiks hiks? " Ucap kenzi menangis.
"Cup cup sayang biar mami panggilkan dokter ya nak? " Ucap Rania berkaca kaca dia tidak tega melihat anak nya kesakitan.
"Mami disini saja biar papi yang memanggil dokter? " Ucap vian tersenyum
__ADS_1
"Baik om? " Ucap Rania tersenyum
"Papi.....? " Ucap kenzi
"Iya sayang itu papi vian, papinya kenzi dan kak kenzo? " Ucap Rania mengelus kepala anaknya dengan sayang.
"Papi sudah kembali, jadi kenzi sudah punya papi mami? " Ucap kenzi berbinar seakan lupa dengan rasa sakit nya.
"Iya sayang dan kita akan selalu bersama sama dengan papi.? " Ucap Rania tersenyum bahagia.
"Mami..? " Panggil kenzo
"Eh kenzo juga sudah bangun sayang? " Ucap Rania mengelus kening sang putra.
"Mami apa kenzi sudah bangun? " Ucap kenzo menatap kearah kenzi seakan tak percaya. Dan Rania mengangguk. Kenzo mendekati kenzi dan memeluk sodara kembar nya pelan.
"Hiks.. Kenzi jangan seperti ini lagi. Aku takut kehilangan kamu aku menyayangimu adik ku sayang. Kau tau kenzi aku melihat kau ditabrak mobil itu. Brakkkk suara nya dan kamu terlempar jauh. Untung ada papi yang langsung membawa kamu ke rumah sakit, iya kan mami? " Ucap kenzo bercerita dengan antusias hingga gaya dan mimik wajah sangat lucu. Membuat kenzi tertawa dan melupakan rasa sakti nya tadi. Rania tersenyum mengelus kepala kedua anaknya. Kenzo ikut tertawa dan mereka berdua berpelukan Rania menjadi sangat terharu. Ternyata dari tadi vian dan dokter melihat interaksi kedua anak kembar itu. Dan tidak dirasa vian meneteskan air matanya.
"Ehem...? " Dehem sang dokter. Membuat kenzi dan kenzo menoleh. Kenzi berbisik kepada kenzo.
Dokter segera memeriksa keadaan kenzi. Dan lumrah merasakan sakit karena obat penghilang nyeri sudah habis. Tapi di beri salep nanti luka nya cepat kering.
"Apa dia benar papi kita kak? " Tanya kenzi berbisik
"Benar.apa kau tau aku sudah digendong dan dipangku rasanya sangat nyaman? " Ucap kenzo berbisik
"Aku juga mau kak? " Ucap kenzi
"Makanya cepat sembuh? " Ucap kenzo tersenyum memperlihatkan giginya yang sedikit gigis.
__ADS_1
Membuat vian dan Rania saling pandang ada apa dengan ke-dua anaknya ini. Berbisik bisik berdua dan kenzi cemberut dan kenzo tersenyum.