
Siang harinya jam istirahat si kembar. Mereka duduk di taman sambil disuapi oleh mbak nya masing masing. Dan saat sudah selesai makan. Si kembar bermain bersama teman teman nya sambil diawasi oke mbak nya. Ketika main bola, bola yang dilempar oleh teman nya keluar dari lingkungan sekolah kenzi berlari keluar dari lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan mbaknya. Kenzo sudah melarang tapi kenzi tidak perduli. Hingga sudah sampai ditengah jalan raya. Tiba tiba dari arah belakang kenzi ada mobil yang melaju dengan kencang. Kenzo berlari kearah mbaknya.
"Mbak kenzi lari ke sana? " Ucap Kenzo
"Apa? " Kaget mbak sari dan mbak Nur. Mereka berdua segera berlari dan menyul tapi telat.
"Tuan kenzi awas" Teriak mbak Nur tapi Kenzi tidak dengar tiba tiba. Kenzi menoleh dan...
"Akhhhhhhhhhhh....? "
Brakkkkkkkkkkkkkkk......
Kenzi tertabrak mobil dan terpental beberapa meter.
"Tidak.... Tuan kenziiii? " Teriak mbak Nur dan mbak sari
"Kenzi..." Teriak kenzo menangis histeris. Diseberang jalan seorang laki laki yang baru saja selesai miting kaget melihat anak kecil ditabrak mobil. Dia segera berlari dan mendekati bocah kecil yang bersimpah darah.
"Astaga ini kan bocil kemarin " Ucap seorang itu.
"Bayu siapkan mobil? " Teriak orang itu yang tak lain adalah vian. Ya vian lah yang menolong kenzi.
"Dan kalian amankan penabrak itu jangan sampai kabur? " Ucap vian kepada kedua anak buahnya
"Baik bos? " Ucap kedua anak buah itu. Tak lama mbak sari dan mbak Nur serta kenzo mendekati vian yang mengendong kenzi.
"Mau dibawa kemana adik ku paman" Ucap kenzo berteriak sambil menangis.
"Nak ayo segera dibawa ke rumah sakit. Kamu ikut mobil paman ya. Dan salah satu dari kalian juga ikut. Dan yang lain hubungi orang tua anak ini. Apa kalian mengerti? " Ucap vian
"Baik tuan..." Ucap mbak Nur dan mbak sari.
Akhirnya vian membawa kenzi masuk kedalam mobil baju vian sudah penuh dengan Darah kenzi. Vian tidak perduli itu. Yang penting keselamatan anak kecil ini. Sedangkan kenzo masih menangis dipangkuan mbak sari.
"Kenzi hua... Bangun... Demi mami.. Katanya kita akan mencari papi bersama sama. Dan kita akan menyatukan papi dan mami... Bangun kenzi... Bangun...? " Ucap kenzo sambil menangis.
Deg.....
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Vian turun masih mengandong kenzi. Berlari masuk kedalam rumah sakit. Sedangkan kenzo yang tidak bisa berlari cepat karena tubuh nya agak gendut tanpa babibu langsung diangkat dan digendong oleh bayu. Hingga mereka semua berlari. Kenzi sudah dibawa keruangan UGD. Dak vian, bayu, mbak sari dan kenzo menunggu di luar kenzo masih menangis dipangkuan bayu.
Disisi lain..
Prankkkkkk...
__ADS_1
"Astaga...... Ada apa ini. Kenapa jantung ku berdetak sangat kencang" Ucap Rania memegang dadanya.
"Kamu kenapa nak.. Kenapa gelasnya sampai pecah seperti itu? " Ucap mama Mikha keluar dari ruangan nya ketika mendengar gelas pecah. Ya rania tadi akan minum tapi tiba tiba gelas itu merosot dan terlepas dari tangan nya.
"Gak tau ma tiba tiba perasaan ku gak enak gini. Ada apa ya ma? " Ucap Rania meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa sih sayang semua pasti baik baik saja? " Ucap mama Mikha memeluk Rania. Saat mereka berpelukan tiba tiba ponsel Rania yang ada dimeja berbunyi.
Dretttt...... Dreeeettttt....
📞((hallo nyonya Rania))?ucap mbak Nur terdengar panik dan gemeter
📞((hallo mbak..ada apa,kenapa kamu terlihat sangat panik?"
📞((maaf nyonya...sekarang tuan muda kenzi sedang ada dirumah sakit,dia ketabrak mobil saat mengambil bola ditengah jalan))
Duarrrrrrr.......
📞..((tidak tidak mungkin..kenziii Kenzi...))
((Apa yang terjadi sayang Rania...apa yang terjadi))
((Mama kenzi mama Kenzi...))Rania sudah menangis terisak hingga tersedu sedu.
📞((nyonya... Nyonya besar tuan muda mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berasa dirumah sakit xxx....? "))
📞" Astagfirullah..... Baiklah kami akan segera kesana")) ucap mama Mikha langsung mematikan ponselnya.
Tidak menunggu lama mama dan Rania segera berangkat ke rumah sakit. Mama juga tidak lupa mengabari papa salim dan Reno serta Mia. Sedangkan Rania hanya bisa menangis dan menangis. Dia memikirkan nasip anaknya dia tidak mau kehilangan anaknya separuh jiwanya.
Tak berapa lama Rania sudah sampai didepan rumah sakit. Padahal mobil belom sepenuh nya berhenti tapi Rania nekat keluar dan meloncat hingga membuat mama kaget. Kaki Rania berdarah karena dia lupa memakai sepatu nya tadi. Dia terus berlari kelorong rumah sakit. Setelah diberi tahu oleh mbaknya kenzo tadi. Dengan keadaan menangis. Rania melihat kenzo menagis dipangkuan seorang laki-laki. Rania tidak memperdulikan itu dia segera berlari dan berteriak.
"Kenzi dimana kenzi, dimana anak ku kenzi kenzi" Ucap Rania menangis terisak seperti orang kesetanan. Membuat semua orang menoleh. Dan...
Deg
Deg
Deg
Deg
Deg...
__ADS_1
"Sayang tenang lihat kaki mu berdarah" Ucap mama memeluk Rania. Mama ikut menangis melihat anaknya kacau seperti ini.
"Mama kenzi mama hiks hiks kenzi..? " Ucap Rania menangis dipelukan mamanya.
"Mami.... " Panggil kenzo lirih dan mendekati maminya. Rania menoleh kearah sang anak. Dia langsung merengkuh tubuh kecilnya
"Sayang .... adik mu kenzi nak.. Kenzi..." Ucap mami Rania menangis memeluk kenzo tangis kenzo kembali pecah.
Vian menatap nanar dan berkaca kaca. Melihat pemandangan didepanya. Perempuan yang sudah 5 tahun lembih dicarinya tiba tiba ada didepan nya. Tuhan mempertemukan mereka dengan cara tidak biasa. Takdir macam apa ini. Vian berdiri dengan air mata yang sudah merembes keluar dia mendekati perempuan yang sedang menangis memeluk anaknya itu. Sampai di samping Rania vian menatap dalam perempuan itu.
"Sakinah... " Panggil seorang itu yang tak lain adalah vian.
Deg....
"Suara itu suara bapaknya anak anak" ucap Rania dalam hati. Rania berenti menagis dan mendongak keatas. Rania kaget bercampur bahagia. Suami tercinta nya ada didepan nya sekarang. Yang Rania lihat laki laki matang yang masih terlihat tampan. Baju acak acakan dan penuh darah. Rania menangis terisak dan menghambur kepelukan vian.
" Om vian... Huaaaa hiks hiks anak kita hiks hiks hiks hiks.. Kenzi anak kita bagaiamana keadaan nya huwaaaa hiks hiks hiks hiks? " Tangis Rania pecah didalam peluk an sang suami.
"Tenang sayang kita berdoa saja semoga kenzi baik baik saja? " Ucap vian tak henti henti nya mengecup kepala Rania dengan sayang.
"Mami..? " Panggil kenzo.
"Iya sayang... Iya ini papi kenzo dan kenzi. Nak peluk papi dan Mami sayang" Ucap Rania menangis. Hingga vian dan Rania berjongkok dan kenzo langsung memeluk kedua orang tuanya.
"Kenzi bangun. Lihatlah kita sudah menemukan papi. Kita sekarang bisa berkumpul dengan Papi? " Ucap kenzo dalam hati. Mama Mikha ikut bahagia. Rania bisa bertemu dengan suaminya lagi. Tapi dia juga sedih disaat papinya sudah kembali kenzi harus berjuang didalam sana. Tak lama kemudian papa, kak Reno dan kak Mia datang dan menghampiri mama.
"Mama... " Panggil papa... Mama langsung memeluk suaminya dia tidak kuasa melihat sang cucu terbaring dibrangkar dengan lemah.
"Rania....? " Panggil Reno Rania yang duduk disamping vian dengan keadaan dipeluk vian sedang kan kenzo sudah tidur lelap dipangkuan mbak Nur. Langsung mendongak dan menghambur dipelukan kakaknya. Membuat vian bingung dan bertanya tanya siapa mereka semua ini. Dan kenapa mereka memanggil sakinah dengan sebutan Rania.
"Kakak.. Kenzi kak. Kenzi huwaaaa? " Tanggis Rania pecah kembali.
"Tenang sayang semuanya pasti akan baik baik saja? " Ucap Reno sambil melirik kearah vian. Tapi Reno belum berani bertanya karena keadaan nya masih mencengkam. Begitu juga papa salim papa salim mengenali laki laki didepan nya ini. Dia ADALAH TEMAN BISNIS PAPA SALIM YANG BERNAMA VIAN RENALDI SANJAYA. Pengusaha sukses dibidang tambang mas dan berlian. Dan ada hubungan apa dengan putri nya. Dan setelah diamati. Wajah vian sangat mirip dengan kenzo dan kenzi. Apa jangan jangan vian ini papi dari cucunya. Belum sempat bertanya sangat dokter sudah keluar dari ruangan UGD.
"Orang tua pasien? " Ucap sang dokter membuat vian dan Ranai mendekat.
"Kami berdua orang tuanya, bagaimana keadaan anak kami? " Ucap vian dengan nada dingin nya.
"Alhamdulillah.. Anak anda sudah melewati masa kritisnya. Dan segera akan kami bawa ke ruang rawat inap. Dia hanya mengalami luka yang tidak terlalu parah. Awalnya hanya kehabisan darah dan alhamdulillah stok darah di rumah sakit ini masih melimpah? " Ucap sang dokter.
"Alhamdulillah...? " Ucap semua orang.
"Berikan putra ku kamar terbaik disini.dan luas Agar semua keluarga ku merasa nyaman? " Ucap vian dengan nada dingin dan datar.
__ADS_1
"Ba... Baik tuan? " Ucap sang dokter gugup. Membuat semua orang terharu. Belom kenal tapi sudah menganggap keluarga. Itulah fikiran semua orang.