
Beberapa saat kemudian mereka sudah didepan gang masuk kedalam kontrak an dira.
"Kenapa kita berhenti disini yud? " Tanya Reno
"Ya mau berhenti dimana lagi. Kita hanya bisa berhenti disini. Karena kita harus masuk kedalam gang kecil ini? " Ucap Yuda.
"Emang nya benar dir" Ucap Reno
"Iya...? " Ucap dira dan langsung turun dari mobil diikuti Reno dan Yuda. Mereka bertiga masuk kedalam gang. Gang yang becek banyak genangan air, kucing liar, dan plastik sampah dimana mana.
"Kamu selama ini tinggal disini dira? " Ucap Reno
"Iya mau dimana lagi kolong jembatan? " Ucap dira cuek. Mendengar kata kolong jembatan kenapa Reno menjadi ingat dengan rania. Dia juga hamil sama seperti dira tapi kandungan Rania baru 6 bulan. Dan dira kalau dihitung dari kejadian waktu itu dira mungkin sudah hamil 7 bulan.
Tak menunggu lama mereka sudah sampai didepan rumah kos milik dira. Ketika dira ingin membuka pintu si biang kerok keluar dari dalam rumah karena mendengar suara dira.
"Lho kamu sudah pulang, gak kerja apa," Ucap mbak marni.
"Engak tadi habis periksa kandungan, langsung pulang udah izin kok sama ibu minah? " Ucap dira
"Terus ini siapa... Cakep cakep.. Rentenir, hah dira apa kamu punya hutang dibank " Ucap mbak marni kaget. dan membuat Reno dan Yudi melotot kan matanya. hah rentenir, cakep cakep kayak gini dibilang rentenir.
"Apa sih mbak marni gak usah lebay. Deh. Masuk sana. Heran deh kepo banget lo prawan tua" Ucap dira sinis
"Jaga mulut lo gue jejel ama nih sendal mau tu mulut. Ditanya baik baik dia siapa? " Ucap mbak marni nyolot.
"Lho kok nyolot...? " Ucap dira sinis
"Dira... " Bentak mbak marni membuat Reno dan Yuda saling pandang dan menahan senyum.
"Amit amit jabang bayik? " Batin Reno dan Yuda.
"Iya iya.. Mereka ini adalah tuan Reno dan tuan Yudi? " Ucap dira
"Mereka siapa nya kamu? * ucap mbak marni benar benar kepo karena selama berbulan bulan dira tinggal disini baru kali ini dira didatangi dua cowok ganteng.
" Ehem... Saya calon suami dira dan ayah dari anak yang dikandung dira? " Ucap Reno dengan percaya diri.
"Hah.. Masak... Ngarang gak mikir mikir. Dira ini janda, dia hamil sama almarhum suami dira yang mati ditabrak kerata api hingga hancur. Dira sudah jadi janda saat masih menjadi pengantin baru, jangan ngarang kamu? " Ucap mbak marni nyolot.
__ADS_1
Reno dan Yuda melotot kan matanya dan dira hanya meringgis kikuk.
"Iya dia ngarang dia calon majikan aku mbak. Aku akan tinggal sama dia. Jadi aku pulang mau ngambil baju bentar ya? " Ucap dira langsung masuk kedalam rumah. Karena melihat Reno melotot kearahnya.
Setelah dira masuk kedalam rumah mbak marni menatap ke arah Reno dan Yudi.
"Tuan tuam Jagan sakiti dira ya. Dia sebatang kara keadaan hamil lagi. Walau pun saya sering bertengkar tapi saya sangat mencintai dia dan menyayangi dia sebagai anak saya sendiri. Tegur saja jika salah jangan pukul, dan lagi jagan kasih kerjaan yang berat dia kan lagi hamil? " Ucap mbak marni dan Reno hanya mengangguk. Tidak sangka dira membuat kebohongan itu agar diterima dan tidak dicemooh kasihan sekali dia. Pikir Reno
Beberapa saat kemudian dira sudah keluar rumah sambil membawa tas kecil berisi baju nya. Dira menghampiri Reno dan memberikan tasnya kepada Reno.
"Nih bawa... Bapak nya anak gue" Ucap dira pelan sambil terkekeh.
"Hah..? " Kaget Reno bengong tapi tetap menerima tas milik dira. Yudi hanya bisa terkekeh saja. Seorang Reno orang kaya no 1 se jakarta disuruh membawa tas anak kecil usia nya saja belom genap dua puluh tahu. Reno yang mendengar Yudi cekikikan menoleh dan natap tajam Yudi. Yudi langsung kicep walau sedikit sedikit masih mesam mesem.
"Sialan lho..? " Ucap Reno melempar kan tas milik Dira agar dibawa Yudi. Dan Yudi dengan sigap langsung menangkap tas itu. Dan mereka berdua melihat kearah dira yang sedang berpamitan dengan tetangga aneh nya.
"Aku pamit ya mbak marni. Jaga kesehatan maaf jika selama ini aku sering bikin mbak emosi. Mungkin ini keinginan bayi aku" Ucap dira memeluk marni
"Huh... Kalau kamu pergi siapa yang aku ajak adu mulut dira. Kenapa sih kamu harus pindah segala. Mana sama orang orang ganteng. Mau dong aku ikut dira" Ucap mbak marni senyum senyum. Dikira dira mbak marni sedih karena dia pindah ternyata gara gara kedua laki laki mantang dan hot itu. Enak aja pikir dira.
"Mau ikut emng nya mbak pikir aku mau piknik. Hello gaeesss... Gue kerja say kerja? " Ucap dira dengan gaya alay membuat Reno dan yudi terkekeh. Dan mbak marni melebih kan bibirbya.
"Udah ah mbak. Dira pamit ya... Anak q marah marah nih lihat muka mbak terus... Bay.... " Ucap dira langsung berjalan dengan cepat dan tidak lupa menyeret tangan Yudi dan Reno.
"Kenapa cepat cepat dira? " Ucap Reno berjalan tergesa karena diseret oleh dira begitu juga dengan Yudi.
"Tunggu aja om..... satuuuuuu.....duaaaaaaa....tiiiiiii..." Ucap dira terhenti karena mendengar teriakan marni.
"Diraaaaaaaaaaa sialan lo. Kamu pikir muka gue apa an hah awas lo ketemu nanti gue bejek bejek lo. Diraaaaaa" Triak marni membuat dira tertawa terbahak. Membuat Reno menggeleng kan kepala nya. Dira sungguh nakal fikir Reno.
Setelah keluar gang mereka langsung masuk kedalam mobil dan menuju kekediaman dirgantara. Reno melihat ponsel nya yang terus berbunyi. Tapi Reno mengabaikan nya. Dan mematikan ponselnya.
"Dira selama ini kamu periksa kandungan dimana? " Tanya Reno
"Dirumah sakit cendrawasih... Kenapa.. Apa kapan kapan mau ikut periksa juga sekalian aku kenalin sama dokter kandungan aku dia baik banget. Dia juga nganggap aku sebagai adiknya. Apa lagi setiap aku periksa dikasih gratis baik kan? " Ucap dira tersenyum bahagia jika mengingat wajah Mia.
"Apa yang dimaksud dira Mia kan Mia juga dokter kandungan. Dirumah sakit cendrawasih. Jika iya kebetulan sekali, takdir macam apa ini? " Ucap Reno dalam hati.
"Apa lagi suaminya... Dia juga sangat baik baanget aku sering diajak jalan jalan bareng sama bu dokter dan suaminya. Mereka berdua sangat romantis. Aku sempat iri tau..? " Ucap dira lagi.
__ADS_1
"Suami... Jadi bukan Mia,, kan suaminya aku. Tapi apa yang dimaksud dira suaminya adalah selingkuhan nya sekali gus pacar pertama nya itu?tapi mana mungkin...." Ucap Reno dalam hati.
"Tapi ada yang aneh om...? * ucap dira menatap Reno
" Aneh apanya? " Tanya Reno penasaran
"Mereka suami istri tapi tidak tinggal satu atap aneh kan. Mereka bilang karena suatu kerjaan? ";ucap dira lagi.
" Udah ih kok jadi gibah gini.? ";ucap dira lagi. Dia mendingan memilih tidur aja karena dia sudah sangat lelah. Sedangkan Reno masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri. Sedangkan Yudi sibuk menyetir sambil membalas pesan sang istri jadi tidak terlalu fokus mendengar kan ucapan dira dan Reno.
" Dira... Besok kita akan menikah. Tapi siri dulu.. Gak papa kan? " Ucap Reno tanpa melihat kearah dira
"Dira.... Dira kok. Diem sih.....? " Ucap Reno terhenti dikala melihat dira yang sudah tidur lelap.
"Rupanya dia sedang tidur? * ucap Reno melirik keponsel jadul milik dira. Reno melotot kan matanya karena walpeppper diponsel dira adalah foto dirinya yang bertelanjang dada dan tidur lelap.
" Apa dia begitu mengingin kan aku sampai foto ku dibuat wallpaper, manis sekali kamu dira? " Ucap Reno pelan. Dan tersenyum.
Disisi lain...
"Sayang... Hari ini aku pulang cepat. Aku mau ajak kamu sama anak anak jalan jalan ke mall mau kan.? " Tanya vian
" Mau dong. Aku tunggu dirumah aja ya. Malas aku mau kemana mana" Ucap rania
"Sayang bukan nya kita USG waktu itu cuma satu, tapi kenapa ini besar banget?terus kenapa akhir akhir ini muka kamu pucat sayang. " Ucap vian.
"Biar aja om. Yang penting aku dan anak kita sehat. Aku baik baik saja kok? " Ucap rania tersenyum tapi senyum itu tidak sama seperti biasanya. Entah ada apa sebenarnya.
"Baik lah sayang q berangkat ya. Cup...? " Ucap vian mencium kening dan bibir rania dan setelah itu vian berangkat kekantor bersama Tio. Rania melihat kepergian sang suami dengan sendu.
"Maafkan aku sayang, aku harus menyembunyikan hal besar ini aku tidak mau kamu sedih, aku akan tetap mempertahankan anak ini untuk mu dan sikembar. Karena kamu dan sikembar sangat menginginkan anak ini.? " Ucap rania meneteskan airmatanya. Ya rania masih ingat 1 minggu yang lalu diam diam memeriksa kan kandungan nya. kenapa perutnya sangat besar padahal dia hanya hamil satu. Waktu hamil sikembar saja tidak seperti ini.
Flashback on.
"Nyonya lebih baik kita angkat saja janin nya. Dan agar kita juga bisa mengangkat penyakit yang ada di sebelah rahim ada. Jika anda tetap bertahan. Hanya ada 1 yang selamat.dan itu pun kita tidak bisa menunggu sampai 9 bulan , jika usia janin sudah 7 bulan kita akan segera mengeluarkannya, dan kita harus melalui operasi cesar? " Ucap sang dokter.
"Saya mohon selamat kan bayi saya suami dan kedua anak nya sangat menantikan kehadiran bayi ini. Saya tidak perduli dengan nyawa saya. Saya mohon dokter, dan satu lagi ini hanya rahasia kita. Jangan kasih tau semua orang terutama suami saya? " Ucap rania memohon sambil menangis.
"Huft... Baiklah nyonya? " Ucap sang dokter.
__ADS_1
Flashback off.