Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 22


__ADS_3

Kini kenzi sedang disuapi makan oleh Rania. Dan kenzo main ponsel di ranjang samping kenzi. Kenzo tidak mau berpisah dengan kenzi sama sekali. Kenzi sekali kali melirik vian yang duduk dikursi samping kenzo. Dan pas vian juga melihat kearah kenzi sambil tersenyum. Membuat kenzi malu malu hingga pipi gembul nya memerah. Vian hanya terkekeh saja melihat kelakuan anaknya Ini.


"Papi...? " Panggil lirih kenzi. Hingga membuat semua orang menatap kenzi.


"Kenapa kamu manggil papi" Ucap kenzo menaruh ponselnya dia memandang adik nya dengan tatapan menyelidik


"Tidak apa apa.. Aku hanya ingin bertanya saja...." Ucap kenzi menatap kenzo dengan sinis juga. Vian akhirnya mendekat di kala merasa anak anak nya akan bertengkar.


"Ada apa sayang... Apa kenzi mau sesuatu? " Tanya vian mendekat.


"Kenzo juga mau sesuatu papi? " Ucap kenzo


"Kenzo mau apa nak? " Ucap vian tersenyum


" Kenzo mau mobil yang bisa dinaiki oleh kenzo dan kenzi. Yang ada remotnya itu. Aku selalu minta sama mami tapi tidak pernah dibeliin. Mami bilang nunggu papi pulang dulu, papi kan sudah pulang,? " Ucap kenzo tersenyum membuat Rania terkekeh dan melirik vian.


"Pasti nanti papi belikan apa pun keinginan anak papi ini pasti papi belikan. Tapi nunggu adik sembuh dulu ya sayang? " Ucap vian halus


" Siap papi..? " Ucap kenzo gembira. Dan kenzi cemberut bimoli(bibir monyong lima centi)


"Anak papi kenapa cemberut. Katanya mau tanya apa tadi? " Ucap vian yang sudah duduk disamping kenzi karena Rania sudah pindah tempat karena makannan kenzi sudah habis. Tinggal menyuapi kenzo.


Kenzi tersenyum dan melihat kearah papinya dengan penuh binaran bahagia.


" Apa kamu benar an papi ku? " Ucap kenzi, sebelum vian menjawab kenzo lah yang menjawab.


"Ya jelas dia papi kita tidak lihat apa dia mirip dengan kita? " Ucap kenzo cuek sambil terus makan disuapi oleh Rania.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu menyela perkataan ku kenzo tadi aku memanggil papi lebih dulu dan kau menyela. Sekarang aku bertanya kepada papi kenapa kamu menyela juga. Aku bertanya kepada papi bukan kepada mu? " Teriak kenzi marah hinga hidung nya Kembas kempis


"Hehehe maaf adik ku sayang monggo dilanjutkan? " Ucap kenzo terkekeh. Rania dan vian hanya geleng-geleng kepala saja.


"sudah kenzo lanjut makan nya, jangan ganggu adik mu nak? " Ucap Rania


"Baik mami, maafkan kenzo? " Ucap kenzo dan makan lagi.


"Iya sayang... Ini papi vian papinya kenzo dan kenzi? " Ucap vian mengangkat dan memangku kenzi, membuat kenzi berbinar dan kenzo ikut bahagia melihat sang adik tersenyum bahagia.


"Bolehkah aku minta sesuatu sama papi? " Ucap kenzi.


"Mau minta apa lagi kan tadi aku sudah minta ke papi mobil impian ki..... Ta? " Ucap kenzo setelah mendengar suara maminya karena kenzi sudah berkaca kaca.


"Kenzo.....? " Panggil mami.


"Dapat perkataan seperti itu dari mana? " Bisik mami


"Mbak Nur " Bisik kenzo.


"Kenzi mau minta apa nak., selagi papi bisa papi akan menuruti semua keinginan kenzi.? " Ucap vian mengecup pucuk kepala kenzi.


"Kenzi gak mau apa apa. Kenzi gak butuh apa apa.. Kenzi gak mau mainan kenzi gak mau baju baru. Kenzi cuma mau papi selalu ada untuk kenzi dan selamanya bersama mami dan kenzo serta kenzi. Kenzi sayang papi. Papi Jagan pernah ninggalin kenzi lagi.? " Ucap kenzi menagis dipeluk an papinya. Rania dan kenzo ikut mendekat. Kenzo menyesal dari tadi selalu menganggu adik nya ternyata adiknya hanya minta hal sederhana dari papi nya kenzo menangis memeluk kenzi dari belakang. Vian menangis dan merengkuh kedua anak nya. Menciumi tanpa henti. Rania menangis terisak sambil memeluk suaminya. Satu keluarga itu saling menangis dan memeluk.


"Papi janji sekuat tenaga papi, papi akan selalu ada untuk kalian. Papi akan melindungi kalian. Selalu ada untuk kalian kita tidak akan terpisah sampai kapan pun. Hanya maut yang bisa memisahkan kita, mami ,kenzo dan kenzi tersayang? " Ucap vian menangis terisak. Didalam ruangan itu hanya terdengar suara tangisan yang teramat pilu. Dan tidak disadari oleh semuanya. Mama Mikha dan papa salim ikut menangis dipintu. Setelah mendengar kan semua kata perkataan dari ayah dan anak itu. Papa salim tidak menyangka dibalik wajah kenzi yang ceria dan tidak pernah menanyakan seorang ayah. Ternyata didalam hatinya yang paling dalam dia sangat menginginkan sosok ayah disamping nya dan semua itu susah terwujud. Papa salim selalu berdoa semoga anak dan menantunya selalu bahagia sampai maut yang memisahkan.


Disisi lain...

__ADS_1


" Pa kamu sudah bicara sama bayu. Kapan mereka semua kembali kesini. Mama mau minta maaf sama menantu kita pa. Mama juga ingin bertemu dengan kedua cucu ku? " Ucap mama Diana


"Papa belom tau. Bayu tidak bilang kapan vian akan membawa anak anaknya dan istri nya kembali kesini. Bayu cuma memberitahu bahwa vian sudah menemukan istri dan kedua anaknya. Dan salah satu dari anaknya masuk kerumah sakit karena ditabrak mobil? " Ucap papa yang meminum kopi nya.


"Apa lebih baik kita kejakarta saja pa? " Ucap mama


"Mana bisa... Vian bisa marah nanti sama papa. Karena meninggalkan perusahaan, tenang saja lah mah. Papa yakin suatu saat pasti vian membawa istri dan anak anaknya bertemu kita? " Ucap papa berusaha menenangkan istri nya.


"Huft.... Baik lah pa? " Ucap mama Diana pasrah. Dia benar benar sudah menyesal dan jera. Dia mau minta maaf dengan sakinah. Kalau perlu dia akan bersujud didepan nya. Mama Diana akan menerima sakinah dan kedua anaknya. Cucu cucunya.


((Semoga kamu mau memaafkan kesalahan ku yang fatal ini sakinah. Mama sungguh menyesal? ")) ucap mama Diana dalam hati.


Disisi lain.


" Kamu mau ikut kerumah sakit gak? " Tanya Reno


"Gak mas.. Aku capek... Nanti jam 7 malam aku mau kerumah sakit. Akan ada operasi Cesar? " Ucap Mia sambil memakan makanan nya.


"Sayang coba deh turuti kata Rania kamu cuti dulu kerja. Fokus sama program bayi kita. Aku sangat menginginkan anak Mia,? " Ucap Reno mencoba membujuk istri nya.


"Aku tidak bisa mas.. aku baru 10 tahun menjadi dokter. Aku ingin menjadi profesor kalau perlu. Ini cita-cita aku dari kecil. Dan ini keinginan almarhum kedua orang tua ku? " Ucap Mia keras kepala.


"Cuti Mia cuti bukan berhenti. Setelah punya anak kamu bisa kerja lagi kan? " Ucap Reno sedikit berteriak.


"Gak aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini cuti atau apa pun itu? " Ucap Mia cuek


"Kau tau Mia.. Umur ku sudah banyak. aku sudah 35 tahun dan kamu sediri sudah 36 tahun Mia. Apa kamu tau. Aku sangat menginginkan anak? " Ucap rano marah

__ADS_1


"Kenapa kamu malah membentak ku mas. Kita bisa kan adopsi saja tidak usah dari rahim aku juga. Capek bicara sama kamu. Aku berangkat ke rumah sakit sekarang? " Ucap Mia meniggalkan suaminya tanpa rasa bersalah pun. Reno marah dan membanting gelas dan piring didepan nya. Sungguh sial mempunyai istri seperti itu. Selalu mementingkan pekerjaan. Kalau sudah tua yang akan merawat dia pekerjaan nya apa. Pikir Reno. Membuat Reno semakin pusing. Reno memutuskan keluar dari apartement dia akan menuju klub malam. Dia akan minum minum disana. Fikiran nya terlalu setres.


__ADS_2