Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 5


__ADS_3

...


Disisi lain.


Sakinah sudah berada didalam kamar. Dia shok karena kamar nya lebih besar dan lebih mewah dari kamar Mutia dan hasan. Tiba tiba vian memeluk nya dari belakang membuat sakinah kaget dan menendang perut vian.


bugh..


aduh....Kenapa kau tega sekali kinah? " Ucap vian meringis kesakitan sambil memegang perut nya.


"Astaga... Maaf om... Q reflek.. Habis om peluk peluk dari belakang, maaf ya? ' ucap sakinah membantu membangunkan vian


" Huft... Iya Iya.... Suka tidak kamar nya.. Ini kamar kamu. Setelah kita menikah ini akan menjadi kamar kita? " Ucap vian mendekat lagi. Reflek sakinah mundur.


"A... Apa yang mau om lakuin sama gue? " Ucap sakinah terbata


"Bukan nya kamu sudah siap menjadi suggar beby ku,?Kenapa takut seperti itu. Kami tau kan tugas suggar beby itu? " Ucap vian masih mendekat. Hingga reflek sakinah mundur dan jatuh terlentang dikasur. Membuat vian tersenyum dan menindih tubuh ramping sakinah.


"aku faham q harus melayani semua kemauan mu,. Tapi........nikahi aku dulu. aku tidak mau menambah dosa? " Ucap sakinah memalingkan wajahnya saat vian akan mencium nya. Vian tersenyum dan berdiri.


"Oke besok kita akan menikah.. Istirahat lah... aku akan kembali nanti malam... Cup...? " Ucap vian berjalan kelaur kamar. Dia akan pulang terlebih dulu dan menyiapkan pernikahan nya besok. Sakinah meminta menikah siri karena fikir sakinah setelah vian bosan akan di buang tapi tidak dengan vian. Dia akan menjadi kan sakinah teman hidupnya selamanya. Dia akan mengesahkan pernikahan sah negara dan agama. Tanpa sepengetahuan semua orang.


Sakinah melepas baju dan celana hanya memakai cel*na da*am dan b*a ukuran besar. Dia duduk di ranjang sambil menyalakan rokok. Tiba tiba vian masuk tanpa permisi membuat sakinah gelagapan. Dan menutup tubuh nya dengan selimut.


"Gue tau ini rumah lo om. Tapi ya jaga sopan santunnya dong. Kaget kan gue? " Ucap sakinah sebal. Vian masih diam dia tadi melihat pemandangan indah.


"Om.." Teriak sakinah sambil menyesap rokok nya.

__ADS_1


" Hah... Kamu merokok kinah? " Tanya vian tidak percaya.


"Iya.. Kenapa....? " Ucap sakinah cuek


"Kalau sudah menikah dengan ku. Berhentilah merokok ((karena aku akan membuat mu hamil anak ku sayang)) "lanjut dalam hati.


" Iya." Ucap sakinah cuek.


"Ada apa lagi sih. Katanya mau pulang? " Ucap sakinah berdiri. Dia sudah tidak malu lagi memaki b*a dan ce*ana da*am. Membuat vian melotot.


"Ah.. Anu... Apa itu.. Anu... Em...? " Ucap vian Gugup dia lupa mau ngomong apa.


"Om.... " Panggil sakinah


"Eh... Anu kalau mau masak dikulkas sudah ada bahan bahan masakan. Itu aja. aku pergi dulu? " Ucap vian langsung ngacir keluar karena adiknya sudah on. Sakinah didalam kamar menjadi terbahak berhasil mengerjai vian.


"Sialan bisa bisa nya kamu bangun. Malu malu in aja... Tapi lihat saja sakinah setelah ini kamu akan aku makan habis hahahahha? " Ucap vian dan langsung menjalankan mobilnya.


Malam harinya. Sakinah hanya memakai celana pendek sepaha dan tengtop setengah hanya menutup buah dadanya. Dan memperlihatkan perut putih mulusnya yang ada tatonya. Sedang memasak didapur untuk kedua adiknya. Sakinah sangat hobi memasak. Sebelum diusir dari panti dia selalu ikut membantu ibu panti memasak, Melihat bahan dapur lengkap sakinah sangat senang. Dia memasak sambil bernyanyi. Dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang melihat dia dari belakang. Orang itu menelan saliva nya dengan kasar. Dia benar benar tidak tahan.


"Ehemm... " Dehem vian ya orang itu adalah vian. Ya dia baru pulang dari luar dan sengaja mampir ke apartemen tapi dia malah melihat pemandangan yang mengoda iman.


"Eh om... Baru pulang... Udah makan blom. Nih aku dah masak banyak semoga suka ya? " Ucap sakinah. Tapi vian diam mematung dan menatap sakinah tanpa berkedip. Sakinah heran kenapa om om mesum diam saja. sakinah menoleh dan ternyata. Si om memandang diri nya. Sakinah melihat kearah pandang mata vian. Dan sakinah langsung saja melotot.


"Astaga... Mesum banget sih om. Dasar? " Ucap sakinah cuek. Vian mendekat dan menarik tangan sakinah Dan dibawa ke kamar.


"Om.. Lepas.. Mau apa sih? " Ucap sakinah memberontak tapi kalah tenaga dengan vian.

__ADS_1


Mereka berdua sudah sampai didalam kamar. Vian mendorong pelan tubuh kecil sakinah dan langsung mendidih. Sambil terus menatap wajah ayu sakinah.


"Kau tau sayang. Kau adalah perempuan pertama yang bisa membangun kan pedang pusaka ku. Karena q divonis dokter bahwa pedangku tidak bisa bangun. Tapi entah kenapa melihat mu pertama kali bahkan baru saja aku melihat wajah mu dan turun ke dada besar mu ini. Pedang ku langsung bangun. Dan aku tidak bisa menunggu hari esok. Maka aku akan memintanya sekarang.? " Ucap vian dengan suara beratnya. Sakinah hanya terdiam meresapi ucapan vian.sakinah menelan ludah nya dengan kasar. dan bergumam.


"mati aku...? "


Tidak menunggu lama. Vian langsung mel*mat bi*ir sakinah , bib*rnya rasa nya sangat manis seperti coklat. Pikir vian. Vian menj*lat dan menyesap bi*ir manis itu. Lalu turun ke leh*r menyesap dan men*ilat dan meninggal kan jejak berwarna merah membuat sakinah men**sah nikmat. Setelah itu vian melepaskan tengtop sakinah hingga terlihat jelas dua bukit kembar yang sangat besar itu. Tidak menunggu lama. Vian langsung melahap bukit kembar itu bergantian, men**lat meny*sap dan meny*dot seperti bayi. Sakinah hanya bisa men*esah nikmat sakinah tidak menolak karena menurut nya sangat lah nikmat. Terlanjur basah ya mandi saja sekalian itu fikir sakinah. Dan pada intinya. Vian Memasukkan pedangnya perlahan. Setelah bebrapa menit mencoba karena selalu gagal. Hentakan beberapa kali jebol lah pertahanan sakinah yang dia jaga selama 17 tahun ini. Vian men**sah nikmat karena merasa pedang pusaka nya telah dijepit oleh kue lapis legit itu sekali kali ******* bi*ir ranum milik sakinah. Vian melakukan maju mundur cantik hingga beberapa jam kemudian mereka melepaskan penyatuan nya. Vian membuang benih nya diluar. Dia tidak ingin sakinah hamil lebih dulu dia mau memuaskan percintaan nya. Setelah slesai sakinah tertidur lelap. Vian melihat kearah Sakinah dan tersenyum bahagia.


"Kamu sudah pecah prawan dan aku sudah pecah perjaka. Ternyata rasa nya sangat nikmat, aku tidak akan pernah melepaskan kamu sayang.? Kamu sudah resmi menjadi sugar baby ku" Ucap vian mencium kening sakinah. Lalu menyelimuti tubuh bugil sakinah. Setelah itu vian masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai dia memakai baju ganti dan keluar dari kamar dan ternyata Mutia dan hasan berdiri didepan kamar sakinah. Vian tersenyum tulus kearah mereka berdua.


"Apa kalian sudah lapar? " Tanya vian dan mereka berdua mengangguk.


"Ayo kita makan bersama setelah makan kalian istirahat lagi? " Ucap vian


"Kak sakinah tidak ikut makan? " Ucap Mutia.


"Kata kak sakinah kalian disuruh makan dulu dia habis masak dan sekarang ketiduran. Om tidak berani membangunkan nya, kita makan dulu saja ya? " Ucap vian dan mereka berdua mengangguk.


Dan akhirnya mereka bertiga makan bersama tanpa sakinah. Setelah selesai makan. Mutia dan hasan kembali ke kamar lagi karena disuruh istirahat oleh vian. Vian masuk kedalam kamar. Dia melihat suggar baby nya masih terlelap. Vian melepas celana dan baju nya dan menyusul sakinah dan memeluk dari belakang, lagi - lagi pedang pusaka nya on lagi. Vian sengaja menusuk nusuk dari belakang sakinah yang merasakan sesuatu membuka matanya dan menatap kearah belakang dia melihat vian yang tersenyum kearah dia. Sakinah ikut tersenyum dan berbalik memeluk vian(sakinah bukan seperti perempuan pada umumnya yang malu malu kucing dia habis bercinta biasa saja. Dan gak cengeng lagi. Maklum dia hidup dijalannan gaes jadi gak bisa disuruh menjadi perempuan pada umumnya.)) tiba tiba sakinah mencium bi*ir milik vian. Dan vian membalas ciuman nya. Bi*ir milik vian sudah berpindah dikedua bukit kembar milik sakinah membuat sakinah lagi lagi men**sah. Vian melihat kearah sakinah.


"Kenapa berhenti, aku mau lagi...? " Ucap sakinah dengan suara penuh na*sunya.


"Apa sudah tidak sakit. Kan kamu baru pecah prawaan sayang? " Ucap vian


"Persetan dengan semua itu. Pokok aku mau lagi.. Biar aku saja yang mengbil alih permainan.? " Ucap sakinah langsung duduk diatas vian. Sakinah bukan perempuan yang polos ya gaes. Dia sudah kenal yang nama nya filem po*no. Apa lagi tetangga tengga dikolong jembatan sering kali bercinta ditempat terbuka. Sakinah sudah kenyang dengan adegan seperti itu. Apa lagi teman perempuan yang ada dikolong jembatan itu sering kali bercerita dengan sakinah tentang berapa nikmat nya bercinta.


Suara kamar sakinah hanya terdengar teriakan nikmat men**sah dan menjerit nikmat dari suara sakinah dan vian. Mereka Melakukan percintaan tanpa henti. Mereka baru pertama kali melalui percintaan itu lagi enak enaknya.. Hingga mereka menyudahi permaian saat jam 1 malam. Mereka berdua sudah tidur lelap. Karena sudah lemas. Kehabisan tenaga.

__ADS_1


__ADS_2