
36
Rania dan vian sudah berada didalam mobil. Vian menjalankan mobilnya menuju mall terbesar di DKI jakarta itu. Rania ingin sekali nonton. Dan sedari keluar dari rumah makan pak cik,Rania hanya diam saja membuat vian bingung.
"Sayang kenapa kamu dari tadi diam terus, apa kamu marah sama aku. Sumpah q tidak kenal sama dia. Kamu tau sendiri kan jaman aku SMA aku tidak terlalu dekat dengan siapa siapa.. Wajar saja dia kenal aku karena aku ini memang idola semua perempuan,? " Ucap vian dengan narsis nya.
"Kecuali aku ya om, hih...? " Ucap Rania dengan sinis
"Iya iya sayang selain kamu. Jagan marah dong kata nya mau quality time berdua kok ngambek gini sih sayang? " Ucap vian
"Aku itu gak marah sama kamu om ku sayang.. Aku tu kesel sama Lastri rembulan. Amit amit jabang bayik.? " Ucap Rania mengelus perut nya membuat vian tersenyum.
"Gak ingat umur udah tua mau jadi pelakor. Emang itu masih enak diajak goyang apa awas aja kamu macam macam dibelakang aku. Ingat udah punya anak istri dan anak mu juga mau tiga" Ucap Rania dengan kesal.
"Apa aku ini gila apa tidak waras sih sayang. Aku kan sudah berumur punya istri masih muda dan legit. Manis manis sedap. Mana bisa aku mencari perempuan lain. Kamu tadi kan bilang sendiri burung putut aku gak bisa bangun kalau gak sama kamu. Apalagi aku sudah tua? " Ucap vian cemberut membuat Rania terkekeh.
"Makanya kalau sudah tua jangan macam macam dibelakang aku apa mengerti? " Ucap Rania menatap vian dengan tatapan tajam.
"Me... Mengerti sayang? " Ucap vian menelan salivanya dengan susah payah.
Baru saja marah marah tiba tiba sudah manja lagi dasar bumil mood nya berubah ubah.
"Sayang... Aku mau nonton film romantis yang ada ciumannya nanti kita praktek'in langsung mau kan? " Ucap Rania memeluk vian dengan manja. Vian bagai dapat durian runtuh siapa sih yang gak mau diajak ciuman.
"Mau banget dong sayang. Apa pun keinginan mu akan aku lakukan my love.. Cup? " Ucap vian mencium bibir Rania sekilas membuat Rania tersenyum senang.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai diparkiran depan mall itu. Karena masih siang mall belom benar benar ramai. Lebih ramai kalau malam hari. Rania segera turun setelah vian membukakan pintu mobil untuk dirinya.
"Terima kasih sayang? " Ucap Rania tersenyum
"Sama sama sayang.. Cup? " Ucap vian mencium tangan Rania yang dia pegang. Mereka masuk kedalam mall sambil berpegangan tangan. Dan tiba tiba dari belakang ada seseorang yang memanggil vian. Membuat mood Rania rusak lagi. Dia menatap perempuan itu dengan sinis ya lagi lagi dia salah Lastri rembulan. Apa dia dari tadi mengikuti dirinya dan vian fikir Rania.
"Hay.... Vian kita ketemu lagi... Apa mungkin kita jodoh ya? " Ucap Lastri tidak tau malu.
__ADS_1
"Jodoh kok sama suami orang, ngimpi tante? " Ucap Rania sewot.
"Siapa tau aja kamu besok diceraikan sama vian karena kamu masih kecil. Mending sama aku janda matang yang pintar goyang? " Ucap Lastri dengan sombong nya.
"Jaga ucapan mu? " Ucap vian dengan datar.
"Heheheh bercanda vian? " Ucap Lastri.
"Mama sudah ayo pergi.. Gak enak dilihat in banyak orang? " Ucap anak dari Lastri. Yang ternyata ada dibelakang Lastri.
"Huh gak malu apa... Udah punya anak prawan bisa bisa sebentar lagi menikah dan punya anak juga. Bentar lagi tante punya cucu lho.. Kok gak malu sih nganggu suami orang? " Ucap Rania
"Jaga ucapan mu ya? " Ucap Lastri tidak Terima.
"Udah ah q malas. Mood q sudah rusak gara gara nenek nenek peot ini? " Ucap Rania meninggalkan Lastri yang melotot.
"Woy... Sialan lho anak kecil. Gak bisa lihat apa gue montok kayak gini? " Teriak Lastri
"Montok sih... Tapi sayang janda... Apa lagi suka sama laki orang.. Pengumuman pengumuman.... Hati-hati sama perempuan nenek nenek ini. Dia mau jadi pelakor dirumah tangga saya? " Teriak Rania dan keluar dari mall. Membuat semua orang menatap Lastri dengan sinis dan mencemooh Lastri.
"Jelas kalah lah... Gak lihat apa istri sahnya saja masih kinyis kinyis, dan dia udah kendor sana sini.? "
"Pantas jadi janda, kelakuan nya aja tidak benar? "
Lastri dan sang anak benar benar malu. Sang anak yang sebal dengan kelakuan mamanya menyeret mamanya keluar dari mall itu.
"Mama ayo pergi.. Jangan malu maluin gadis deh.. Mama tu parah tau gak. Ingat ma laki laki incaran mama sudah punya anak istri. Ingat jika aku yang ada diposisi siistri sah tadi. Apa mama gak kasihan sama aku? " Ucap sang anak marah dan langsung masuk kedalam mobil. Lastri menyusul sang anak dan meminta maaf. Dan tidak akan mengulangi lagi.
Rania yang sudah tidak mood langsung saja kelaur dan masuk kedalam mobil lagi. Vian benar benar emosi dengan perempuan yang bernama Lastri tadi. Gara gara dia istri nya ngambek lagi. Vian mencoba membujuk Rania tapi Rania malah marah marah. Dan menangis.
"Sayang katanya mau nonton... Kenapa keluar lagi" Ucap vian dengan halus.
"Aku mau pulang kerumah mama? " Ucap Rania tanpa melihat kearah vian.
__ADS_1
"Sayang katanya mau nonton. Ini masih siang. Katanya nanti juga mau kepantai buat melihat sunset? " Ucap vian lagi
"Mau pulang ya mau pulang. Kalau mu nonton mau lihat sunset sama Lastri aja sana. sama janda montok itu. Yang pinter goyang pula? " Ucap Rania marah dan berteriak membuat perut nya sakit.
"Awuuuuuuu.... Izzzzzz..." Ucap Rania meringis memegang perut nya.
"Sayang perut kamu sakit ya... Kita kerumah sakit ya sayang? " Ucap vian panik.
"Hiks... Hikss... Hiks... Hikss.... Aku mau pulang ya mau pulang dengar gak sih? " Ucap Rania menangis.
"Oke oke... Sayang kita pulang kerumah mama oke.. Tenang ya sayang? " Ucap vian kalang kabut. Dan segera menjalan kan mobilnya menuju kekediaman dirgantara. Rania hari ini benar benar kesal hitung hitung ingin kencan bisa merasakan kebahagian seperti orang berpacaran malah dirusak oleh Lastri rembulan. Rania akan mengadukan kepapa nya siapa tau papanya kenal. Apalagi melihat vian tadi hanya diam tidak mau melawan atau apa. Malah dirinya yang maju. Rania benar benar kesal. Sepanjang perjalanan Rania hanya menatap luar jendela sambil terus terisak. Membuat vian panik. Tapi vian hanya bisa pasrah setiap vian akan menyetuh Rania. Rania selalu menepis tangan vian. Vian benar benar bingung.
"Sayang kamu kenapa sih kalau aku ada salah ngomong ya jangan seperti ini? " Ucap vian
"Sayang.. Bicara dong jangan diam saja? " Ucap vian lagi tapi Rania tetap diam.
" Ya tuhan Rania jangan seperti anak kecil begini sayang. Coba katakan aku salah apa nia" Ucap vian suara nya sedikit meninggi.
"Kan baru segini aja kamu sudah membentak aku om kamu jahat tau gak..? " Ucap Rania terisak. Membuat vian semakin frustasi. Rania sediri juga bingung kenapa dia jadi cengeng gini apa lagi hanya masalah sepele dia menjadi marah begini sama vian suaminya.
"Sayang maafkan aku ya? " Ucap vian dengan sendu.
"Kamu jahat.. Bilang kalau kamu udah gak suka sama aku bilang kalau kamu mau sama janda gatal yang montok dan pinter goyang itu. Bilang.? " Ucap Rania berteriak didalam mobil.
"Sayang maksud kamu apa... Kamu lebih segala galanya dibanding dia.. Mana mungkin aku mau sama bekas seperti dia tidak lah? " Ucap vian
"Trus kenapa dia bilang macam macam seperti tadi kamu hanya diam aja hah bahkan kamu tidak menjawab atau bicara apapun hanya diam diam dan diam. Oh aku tau kamu memikirkan bagaimana rasanya jika bergoyang dengan dia kan iya kan. Jawab om.. Kamu jahat aku benci pada mu huwaaaa mama aku mau mama. Antarkan aku sama mama om aku mau mama? " Ucap Rania histeris membuat vian tambah panik. Vian menjalankan mobil nya sedikit kencang lagi lagi Rania marah marah membuat vian frustasi. Begini amat mood perempuan hamil fikir vian.
"Jagan kencang kencang om.. Kamu mau membunuh aku iya. Kalau aku mati kamu mau nikah sama janda gatel yang pintar goyang itu iya? * ucap Rania marah marah.
" Astaga gini amat ya bini gue. Bisa tukar tambah gak? " Ucap vian dalam hati. ((Huh om om jika istri mu dengar habis kamu, mau apa author aduin hah?))
"Sayang...? " Panggil vian.
__ADS_1
"Diam aku mogok bicara sama kamu om.? " Ucap Rania. Vian hanya bisa pasrah dan terus menatap jalanan. Gara gara Silastri ini fikir vian mendesah pelan. Rania sebentar sebentar melirik kearah vian. Sebenarnya dia gak mau seperti ini bersama suaminya tapi entah kenapa dia jadi seperti ini. Apa ini karena bawaan hamilnya fikir Rania. Vian sebenarnya tau sang istri berkali kali melirik dirinya.
Tapi vian pura pura tidak tau dan terkesan cuek. Karena dia masih sebal dengan sang istri yang marah marah gak jelas gara gaa Sulastri rembulan itu.