Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 41


__ADS_3

Didalam mobil Rania bukan nya marah atau menangis malah tertawa terbahak. Dia menyetel musik dengan kencang sambil mengambil tisu dan mengelap darah dipinggir bibirnya.


"Emang enak.... Rasain itu vian hahaha... Sekali kali ngerjain papi kamu nak. Hahahah, q memang sebal dengan kelakuan perempuan tadi tapi gak papa lah nama nya juga manusia,,? " Ucap rania sambil terkekeh.


Rania membesarkan volume musik nya dengan full dan tidak bisa mendengar kan apa apa. Dia melanjukan mobilnya dengan ugal ugalan. Vian yang sedari tadi mengejar mobil istri nya seorang diri memanggil manggil istri nya memencet klakson beberapa kali tapi tidak didengar sama sekali. Membuat fikiran vian tidak karu karuan.dia sangat frustasi. Padahal sang istri dengan keadaan hamil. Vian takut istri nya kenapa kenapa. Vian berfikir rania sedang marah dengan dirinya. Padahal didalam mobil rania sedang berjoget sambil bernyanyi.


Rania menjalankan mobilnya menuju sebuah restoran cepat saji. Rania benar benar lapar. Setelah beberapa saat Rania sudah sampai dan segera turun dari mobil dan masuk kedalam Lestoran itu. Rania duduk sambil menunggu pesanan yang dia pesan tadi. Tak lama vian duduk didepan nya dengan nafas ngos ngos an dan menatap rania penuh Hawatir dengan mimik wajah tidak berdaya.


"Sayang maafkan aku jangan marah. Aku sudah menghukum nya, sayang maafkan aku ya? " Ucap vian tapi Rania hanya diam saja.


"Sayang plis jangan kayak gini. aku hanya cinta sama kamu sayang sama kamu. Hanya goyang an kamu saja yang mantap. Sayang perempuan rendahan itu sudah aku kirim ke benua Afrika. Dan resepsionis sudah aku ganti dengan seorang laki laki dan mereka akan bisa menghargai tamu lagi sayang? " Ucap vian lagi. Rania benar benar diam. Dan tak melirik sama sekali kearah sang suami yang sudah berkaca kaca.


"Sayang harus dengan apa kamu mau maafin aku. Dan mau bicara sama aku? " Ucap vian sedih. Rania lama lama tidak tega melihat suaminya seperti itu. Ketika dia akan bicara makanan pesan nanya sudah datang dan dia segera memakannya. Vian yang melihat porsi makan sang istri menjadi melongo. Apa istri nya kerasukan makan nya banyak seperti itu. Fikir vian.


Vian hanya diam dan menatap sang istri sedang makan. Membuat Ranai mendongak dan menatap dirinya.


"Kenapa diam aja.. Kan belom makan siang. Makan dulu baru ngomong? " Ucap Rania cuek.


"Jadi kamu mesanin buat aku juga sayang " Ucap vian tersenyum


"Kalau bukan buat kamu buat siapa buat duda yang pintar goyang diranjang? " Ucap Rania dengan sewot.


"Sayang....? " Rengek vian karena tidak Terima dengan ucapan sang istri.


"Apa... Menang benar kan. Memang ja*ang ja*ang mu saja yang pintar goyang duda duda diluaran sana lebih pintar dan pengalaman bergoyang? " Ucap rania sambil terus melahap makanannya. Membuat vian cemberut. Dan Rania terkekeh.


"Mau makan gak.. Kalau gak mau ya sudah aku tinggal" Ucap rania cuek

__ADS_1


"Iya iya tunggu dong ini mau makan. Sayang? " Ucap vian sebal. Bisa bisanya sang istri bikin dia marah eh malah gak dibujuk atau apa. Malah mau ninggal. Memang istri egois.


Setelah selesai makan mereka berdua keluar dari restoran itu tak lupa membayar. Dan yang membayar adalah vian. Rania masuk ke dalam mobil tapi dicegah oleh vian.


"Sayang biar aku yang menyetir" Ucap vian


"Mobil kamu bagaimana? " Tanya Rania


"Nanti biar diambil sama Tio? " Ucap vian masuk kedalam mobil.


"Baiklah" Rania juga ikut masuk kedalam mobil.


Saat sudah masuk ke dalam mobil vian belom juga menjalankan mobilnya.


"Kenapa gak jalan jalan sih om? " Ucap rania


"Maaf buat apa lagian siapa yang marah sih. Kamu kan gak salah apa apa ngapain aku marah, aku hanya kesel aja sama karyawan kamu itu. Sebel banget aku tu. Makanan susah susah aku buat dibuang gitu aja. Sakit tuh disini? * ucap Rania memegang dadanya.


" Iya sayang.... Dan kamu tenang saja. Dia sudah aku buang jauh dia gak akan menyakiti istri kesayangan aku ini? * ucap vian tersenyum dan memeluk Rania.


"Sudah ayo pulang aku capek banget ini?" ucap rania dan vian hanya mengangguk.


***************


Reno kini sedang ada di kafe langganan nya. Dia bersama teman teman nya. Reno diam saja dari tadi hingga teman nya ada yang menegur Reno.


" Ren lo kenapa. Sih dari tadi diem aja? " Ucap teman Reno bernama Yudi. yang merangkap sebagai asisten nya juga.

__ADS_1


"Aku tu pusing, susah banget bujukin istri aku buat berhenti kerja. Padahal jika dia berhenti kerja dia gak bakalan kehabisan uang kan secara harta gue gak akam habis tujuh turun nan? " Ucap Reno sambil menyesap rokok nya.


"Mia lagi. Kenapa gak lo ceraikan saja sih perempuan seperti itu jelas jelas lo nikah sama dia dia udah gak prawan. Dan lagi apa lo gak takut kalau dia punya selingkuhan disurabaya? " Ucap Seno


"Bener juga tuh.. Terus gimana kabar pencarian lo tentang perempuan pecah prawan itu hahaha? " Ucap Yudi


"Huft..... Aku Bingung sen disatu sisi aku sangat mencintai dia. Dan aku juga ingin anak dari dia. Lo tau sendiri kan dari sekian banyak wanita hanya dia yang bisa membuat hati gue bergetar semenjak kepergian daniah, dan buat gadis pecah prawan itu gue juga benar benar akan tangung jawab kalau dia benar hamil kasih an dia. Dia sendiri an yatim piatu saat gue sentuh dia masih prawan juga? " Ucap Reno


"Saran gue cerai kan saja si mia itu. Dan nikahi lah gadis pecah prawan mu itu? apa kamu gak kepingin nyonya muda Rania sudah hamil calon anak ketiga bos " Ucap Yudi


"Yudi benar ren, anak gue udah dua dan Yudi mau tiga. Dan lo satu aja belom lho.. Cari istri yang benar benar mau ngurus rumah tangga dan jadi ibu rumah tangga, kok filing aku istri mu itu tidak mencintai kamu sih ren. Terkesan kayak dia itu terpaksa atu memanfaatkan dirimu, aku takut dia punya selingkuhhan disurabaya,? " Ucap Seno.


"Bener itu. Mending kamu kesana lebih cepat atau engak kamu pasang mata mata deh ren? " Ucap Yudi.


" Apa iya aku harus mencari mata mata untuk istri ku sendiri. Terkesan nya kayak aku gak percaya banget sama istri ku? " Ucap Reno pusing.


"Sudah lah terserah dirimu saja? " Ucap Seno yang diangguki oleh Seno.


Disisi lain.


Mia baru saja selesai bercinta. Dia masuk kedalam kamar mandi berniat akan mandi tapi saat baru menyalakan shower tiba tiba ada seseorang yang memeluk nya dari belakang. Dan meremas kedua benda bulat itu. Membuat Mia men*esah manja dan mengigit bibir bawahnya. Seseorang itu mengecup leher jenjang milik mia dan terus memutar mutar buah dada kembar itu. Mia membalikkan tubuhnya dan langsung melahap bibir tebal berwarna merah itu. Tidak menunggu lama merka melakukan penyatuan dibawa guyuran air shower itu. Hingga dua jam bercinta mereka baru selesai dan segera mandi bersama. Tangan hasan tidak mau diam terus menjelajahi tubuh Mia lagi ,dan lagi Mia Menjadi terbakar nafsu lagi. Hingga lagi lagi merka melakukan percintaan lagi. Ketika benar benar-benar leleh mereka segera berhenti. Dan keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri.


"Kamu lapar tidak sayang, kita cari makan diluar mau tidak? " Ucap hasan mengecup buah dada kembar yang tertutup bra itu.


"Kamu sudah dua hari mengurung ku di apartemen. Dua hari dua malam penuh kita bercinta kamu gak ada paus nya tau gak... Aku lemas.. Kamu pesan aja. Aku capek mau makan diluar sayang? " Ucap Mia


"Baiklah sayang kita pesan saja.? "Ucap hasan mengecup bibir Mia dan keluar dari dalam kamar. Setelah selesai memesan makanan hasan duduk disofa sambil tersenyum licik.

__ADS_1


" Aku akan menghancurkan pernikahan kamu perempuan ja*ang. Kamu pikir aku masih mencintai mu setelah penghianatan yang kamu lakukan. Mimpi kamu. Aku akan membuat pernikahan mu dan suami mu itu hancur.? " Ucap hasan dalam hati. Ya dia sudah mengumpulkan video bercinta an nya dengan Mia. Lewat CCTV. Ya diam diam hasan memasang CCTV dikamar dan diruang tamu tanpa sepengetahuan Mia. Selama 1 minggu bercinta dengan Mia hasan sudah menyimpan vidio itu didalam ponsel nya. Jika sudah berkumpul, dan mendapatkan waktu yang tepat.hasan akan mengirim kepada Reno suami Mia. Hasan benar benar sakit hati karena penghianatan Mia. Dia berniat membalas dendam kepada Mia dengan cara menghancurkan pernikahan Mia. Padahal hasan sediri sudah mempunyai istri dan anak berusia 3 tahun.


__ADS_2