
Setelah selesai mandi vian segera memakai boxser dan bertelanjang dada. Dia keluar kamar dan melihat sang istri kecilnya duduk disofa dengan gaya mengoda nya. Bayangkan saja sakinah memakai rok mini sepaha dan memakai baju lengan pendek ketat dan memperlihatkan buah semangka kembarnya. Dengan gaya rebahan yang membuat seorang vian menelan salivanya dengan kasar. Vian langsung mendekat dan menindih istri kecilnya. Membuat sakinah tersenyum dan mengalungkan tangan nya dileher vian. Tidak menunggu lama mereka langsung saja berciuman saling bertukar saliva. Saling men*edot dan mengh*sap serta menj*lat. Dirasa sang istri kehabisan nafas. Vian melepaskan ciuman nnya. Dan meremas dada sakinah membuat sakinah men*esah.
"Makan dulu sayang... Ah.. Nanti lanjut lagi. Biar kan aku yang memuaskan kamu? " Ucap sakinah men*edot bibir bawah vian. Membuat vian tersenyum dan berdiri dari atas tubuh istri nya dan menuju meja makan berdua. sambil bergandengan tangan.
Sakinah melayani sang suami dengan tulus. Mulai mengambil kan nasi dan lauk pauk dan menuangkan air putih. Setelah itu dia kedapur membuatkan kopi untuk sang suami. Dan setelah itu dia juga ikut makan. Dan mereka makan berdua dimeja makan itu. Setelah selesai makan malam. Sakinah mencuci piring bekas makan mereka sedang kan vian meminum kopi yang sudah disiapkan oleh sakinah. Setelah selesai mencuci piring sakinah menghampiri vian dan duduk dipangkuan vian.
"Apa om capek? " Tanya sakinah memijat pundak vian.
"Tadinya capek melihat kamu saja. Capek aaku sudah hilang sayang.. Cup..? " Vian mencium bi*ir sakinah. Sakinah bergantian mencium bi*ir tebal milik vian masih ada sisa rasa kopinya. Membuat sakinah semakin berna*su. Vian mengangkat tubuh sakinah dan mengendong berjalan menuju kamar mereka. Tanpa melepaskan ciuman mereka. Setelah sampai didalam kamar vian merebahkan tumbuh sang istri dan vian menindih nya lagi. Dan setelah puas berciuman vian melepaskan baju milik sakinah. Setelah itu sakinah membalikkan tubuhnya. Dan sakinah sudah duduk diatas tubuh vian. Sakinah mencium bi*ir vian sedang kan vian meremas bokong milik sakinah membuat sakinah mendesah. Tidak menunggu lama lama. Setelah nya vian langsung menikmati buah semangka kembar itu, dan sakinah memasukkan pedang pusaka vian kedalam gua maharani itu. Sakinah mulai naik turun. Sakinah memulai goyang ngebor, goyang dombret, goyang gergaji, goyang patah patah sampai goyang senggol. Membuat vian merem melek karena sangat menikmati permainan istri kecil nya. Sakinah benar benar bisa membuat vian puas. Hingga membuat vian ketagihan dan lagi dan mau lagi. Seakan vian tidak puas bercinta dengan sakinah. Karena pedang pusaka nya hanya mau berdiri jika disamping sakinah saja. Aneh bukan. Kayaknya sakinah punya ilmu daya tarik deh.
Setelah selesai bercinta beberapa ronde mereka berdua tidur terlelap karena jam sudah menunjukkan jam 3 pagi. (Eh buset.. Tu pinggang dari karet apa?)
Tidur sambil berpelukan. Karena sama sama lelah.
Keesokan hari nya jam sudah menujukan jam 8 pagi. Vian mengeliat kan tubuhnya dan membuka mata ternyata sang istri kecil sudah tidak ada. Vian segera menuju kamar mandi dan mencuci muka. Setelah itu vian kelaur menuju dapur. Dan bernar saja di meja makan sudah ada kopi yang mengepul. Dan vian melihat sang istri sedang sibuk dengan sepatula serta wajan. Vian mendekat dan memeluk sakinah dari belakang. Vian menciumi leher kinah dan sedikit menj**at. Membuat kinah melenguh.
"Uh... Om.. Jagan kayak gini. Tadi malam udah 5 ronde masih kurang apa. Nanti gosong lho ini nasi goreng nya? " Ucap sakinah protes.
"Kan aku sudah bilang aku tidak akan puas bercinta dengan mu syang? * ucap vian masih men*ilati leher jenjang milik sakinah.
" Andai kamu juga mecintai aku om. Tidak hanya ingin tubuh ku pasti aku sangat bahagia. Karena aku juga sangat mencintai mu om.? " Ucap sakinah dalam hati.
__ADS_1
"Kok diem sih..? " Ucap vian mencium pipi sakinah.
"Om vian ku tersayang yang paling tampan duduk disana dulu ya. Sebentar lagi makanan siap. Kamu gak ke kantor apa. Ini sudah jam 8 om" Ucap sakinah dengan nada dibuat Buat selembut mungkin padahal hatinya sangat dongkol. membuat vian terkekeh. Sedikit mel*mat bi*ir itu dan berjalan duduk dikursi meja makan menikmati kopi yang masih hangat itu.
Sakinah tidak bicara kepada vian bahwa tadi malam ada perempuan yang mencari dirinya. Sakinah fikir itu tidak penting.
Setelah beberapa saat kemudian sarapan yang dibuat oleh sakinah sudah matang. Sakinah segera menaruh di meja makan. Vian tersenyum karena dari baunya saja sudah sangat enak banget. Vian dan sakinah langsung saja memulai sarapannya. Setelah selesai sarapan sakinah mencuci piring dan membersihkan dapur dan vian kembali ke kamar untuk mandi dan akan segera kekantor. Saat vian keluar dari kamar mandi dikasur sudah ada baju yang akan dipakai oleh vian kekantor. Vian tersenyum betapa perhatian nya sakinah kepada dirinya. Dia tidak pernah berfikir sampai kesini. Ternyata sakinah sangat perhatian dan penuh kasihh sayang bertambah tambah lah cinta vian untuk sakinah.
Sakinah masuk kedalam kamar melihat vian sedang memakai dasi nya. Sakinah mendekat dan mengambil alih dan memasangkan dasi kepada vian.
Vian menarik pinggang ramping sakinah dan mengecup kening sakinah.
"Sayang... Bolehkah aku jalan jalan ke mall. aku bosan di apartemen terus selama 5 bulan tinggal disini aku bolom sama sekali ke mall? " Ucap sakinah manja dan sekali kali mencium dagu vian.
"Tidak apa apa sayang. aku juga sebentar saja. Kok nanti aku akan mengabari kamu saat aku sudah pulang? " Ucap sakinah manja
"Baiklah baiklah... Dan nanti aku akan mentransfer uang untuk kamu belanja? " Ucap vian
"Tidak perlu sayang. Rekening ku sudah penutup. Hampir tiap minggu kamu memberikan aku uang yang tidak sedikit.? " Ucap sakinah
"Tidak apa apa.. Ini sudah kewajibanku sebagai seorang suami. Itu kan nafkah buat kamu dari aku? " Ucap vian.
__ADS_1
"Andai ini rumah tangga sesungguhnya pasti aku menerima semua ini om. Tapi kamu memberikan aku uang itu karena aku melayani mu dengan puas. Itu aku anggap bayaran karena sudah memuaskan kamu? " Ucap sakinah dalam hati.
"Kok diam.. Kenapa hemm... Melamun kan apa? " Tanya vian menangkup kedua pipi sakinah.
"Ah aku tidak apa apa kok om... aku baik baik saja... Buruan berangkat udah siang baanget ini? " Ucap sakinah berjalan kelaur kamar bersama vian.
"Aku berangkat oke. Kamu tenang saja. Nanti malam aku pulang kesini kok? " Ucap vian mencium kening sakinah. Dan sakinah hanya mengangguk saja. Setelah vian keluar dan masuk ke dalam lift. Sakinah segera menutup pintu dan masuk kedalam kamar. Sakinah segera berganti pakaian sakinah memakai celana jin's serta hoddy berwarna hitam. Dan tidak lupa memakai topi. Setelah siap. Dia mengambil tas dan segera keluar dari apartemen.
Disisi lain.
" Siska tumben pagi pagi sudah ada disini, vian sedang di luar kota. Mungkin 1 mingguan? " Ucap mama Diana
"Fiks.... Jadi orang tua bodoh ini gak tau anaknya punya apartemen dan menyembunyikan perempuan di apartemen itu? " Ucap Siska dalam hati. Ya yang tadi malam berkunjung ke apartemen sakinah adalah Siska. Dia mengetahui bahwa vian punya apartemen dia dikasih tau oleh salah satu temannya, ya sepupu dari teman nya itu tinggal satu apartemen dengan vian tapi beda lantai. Pas teman Siska bermain ke tempat sepupunya tak sengaja melihat vian. dan memberitahu pada Siska bahwa vian mempunyai apartement mewah didekat kantor nya.
" Tante vian pasti bohong. Jelas jelas kemarin Siska melihat vian pulang keapartemen. Dan aku sengaja mengikuti vian diam diam., dia masuk kedalam apartemen dan disambut oleh gadis kecil dan penampilan nya seperti j@l@ng mereka bermesra mesraan. aku tidak apa apa tidak jadi menikah dengan vian. Tapi aku ingin melindungi vian mendaptkan pendamping hidup yang benar. Tidak dengan perempuan itu. Perempuan itu banyak tato tante dan juga banyak tindik. Aku yakin dia perempuan tidak benar dan menghasut vian agar melupakan tante dan om. Dan perlahan lahan perempuan itu akan mengambil semua harta milik vian? " Ucap Siska pura pura sedih dan mengarang cerita.
"Astaga... Kamu beneran.. Kurang ajar sekali perempuan itu. Dasar j@l@ng sialan. Antar aku keapartemen nya Siska. Aku tidak teriama anak ku dihasut seperti itu.? " Ucap mama diana emosi.
"Kita cari waktu yang tepat tante. Kalau vian masih bersama perempuan itu,Kita tidak bisa melakukan apa apa" Ucap Siska.
"Baiklah... Q dengar 1 minggu lagi vian akan pergi ke Jakarta untuk mengurus perusahaan cabang disana. Dan kita akan menyingkirkan perempuan j@l@ng itu? " Ucap mama diana marah.
__ADS_1
"Kena kan.. Hahaha Jagan macam macam sama aku gadis kecil. Kamu berani berbohong pada ku. Lihat saja nanti habis kamu... Dan wanita tua bodoh ini mudah sekali aku tipu. Hahaha sebentar lagi aku akan bersatu dengan vian. Dan semua harta ini akan menjadi milik ku hahahaha.? " Ucap Siska dalam hati. Sambil tersenyum penuh kelicikan.