
Tak lama kemudian vian mengedonng azkia dan diajak mendekat kearah Rania, Begitu pula dengan sikembar juga ikut dibelakang papi mereka. Mereka berfoto bersama rania yang terbaring. Diatas tempat tidur. Vian, Kenzo, kenzi dak azkia. Tersenyum bahagia. Sedangkan rania menangis didalam hatinya. Ia ingin sekali memeluk ketiga anaknya. Dan mencium ketiganya. Tapi tidak bisa.
"Oke siap ya...? " Ucap Reno... Yang memegang kamera.
"Satu..... Dua.... Tiga.....? " Ucap Reno. Memberikan aba aba... Dan
Cekerek.... Cekerek..............
Reno mengambil foto Sebanyak-banyak nya. Setelah selesai azkia dan sikembar memeluk maminya dan mencium maminya berganti an.
"Ami... Cepet angun ya. Ia kangen... Cup? " Ucap azkia.
"Mami bangun.... Apa mami tau... Kia sangat mirip dengan mami. Dia juga Nakal seperti kenzi? " Ucap Kenzo...
"Kenapa aku yang dibawa bawa? " Ucap kenzi tidak Terima.
Cetop... Iya tidak milip kakak kakak kembal. Ia milip ami kok, iya kan api? " Ucap azkia
"Iya sayang...? " Ucap vian membuat semua orang tertawa. Begitu juga kenzi dak Kenzo juga ikut tertawa.
Setelah acara pesta selesai. Semua orang kembali pulang ke rumah masing masing. Kenzo dan kenzi tidur disisi kanan dan kiri maminya. Sedangkan azkia tidur sambil memeluk papinya. Vian masih duduk dan bersender disamping sang istri. Dia menatap sang istri dengan sendu.
"Selama malam sayang? " Ucap vian mengecup kening rania dan membelai wajah rania yang tirus itu.
"Azkia sudah berusia 2 tahun. Itu artinya kamu sudah koma selama dua tahun. Kapan kamu akan bangun. Apa kamu tidak melihat kedua jagoan kamu sangat merindukan kamu. Bisanya mereka harus kamu urus. Tapi sekarang meraka begitu mandiri.? " Ucap vian dengan lirih. Mendongak ke arah dinding dan melihat foto pernikahan mereka yang dipajang didinding kamar yang amat besar itu. (100 R)
"Sayang rasanya baru kemarin kita menikah. Aku bahagia sangat bahagia menikah dengan mu. Pertama kali aku bertemu dengan mu aku langsung jatuh cinta. Saat melihat mu pertama kali waktu kamu dikejar satpol-pp dan masuk kedalam mobil. Sayang aku bahagia kamu merubah hidup Ku ,awaluya gelap menjadi terang. Aku tidak bisa hidup dengan mu. Aku sendirian sayang sendiri an, aku tidak sanggup hidup dengan mu? " Ucap vian menangis sambil memeluk azkia yang terlelap dipangkuan nya. Tubuhnya bergetar dan menangis tersedu-sedu. Dia sudah tidak kuat menahan kesedihan nya selama satu tahun ini.
"Andai aku bisa mengantikan mu, andai aku bisa memohon kepada Tuhan supaya aku bisa mengantikan mu, aku akan sangat bersedia dengan senang hati sayang, lebih baik aku yang koma dari pada harus melihat mu seperti ini. Aku tidak sanggup rania, aku benar benar tidak sanggup sayang... Bangunlah... Aku mohon bangun sayang... Bukan kah aku pernah berjanji padamu, kita akan ke Bali bersama sama ketika azkia sudah lahir. Bangun lah sayang aku mohon bangun lah? " Ucap vian terisak. Dan menangis begitu memilukan. Vian tidak sanggup seperti Ini, bahkan dokter pernah berkata. Jika rania tidak bangun bangun vian bisa meminta dokter untuk menyuntik rania suntik mati. Karena harapan rania sangat tipis. Baru kali ini orang koma selama 2 tahun. Jika dipikir logika sudah tidak mungkin rania akan bangun lagi. Tapi dengan keras vian menolak. Karena hatinya yang paling dalam berkata sebentar lagi rania akan bangun dan vian percaya itu.
Rania pun menangis didalam hatinya ia pun sama rania juga sangat merindukan vian dan ketiga anaknya. Merindukan sang suami yang selalu jail dan manja kepada diri nya. Setetes air mata mengalir di pinggir mata rania tanpa sepengetahuan sang suami. Vian tidur dengan keadaan duduk sambil memeluk azkia. Rania ingin sekali menyetuh suaminya. Dia berusaha mengerakkan jari nya tapi sangat susah. Hanya satu gerakan saja setelah itu dia diam lagi.
*****
5 bulan kemudian.....
Siang hari saat azkia bermain di ruang keluarga. Ditemani papa salim dan mama Mikha serta papa bambang dan mama Diana. Tiba tiba azkia menagis karena jarinya digigit oleh ilham. Mama mikha segara mengangkat ilham agar tidak nakal lagi dengan azkia. Azkia sudah berhenti menagis karena ditenangkan oleh sang nenek Diana. Setelah itu azkia berhenti menangis dan bermain kembali. Tanpa sepengetahuan orang orang karena asyik ngobrol. Azkia berdiri dan berjalan menuju kamar maminya. Ia naik kursi yang ada disamping tempat tidur dia memegang tangan maminya. Dan mencium kening dan kedua mata maminya setelah itu mencium hidung maminya. Suster tidak tahu karena ada di kamar mandi.
" Ami...? " Panggil azkia lirih.
Seketika rania membuka matanya dengan melotot. Jari jarinya mulai bergerak ketika mendengar suara azkia menagis. Rania mencoba bangun dan melihat anaknya yang telah menangis. Tidak lama kemudian azkia datang dan mencium dan membangun kan nya.
"Ami...? " Panggil azkia lagi seraya menaruh kepala nya didada rania.
__ADS_1
Air mata rania jatuh mengalir deras. Rania mengangkat tangannya dan mengelus kepala anaknya dengan sayang.
Perawatan yang menjaga rania keluar dari dalam kamar mandi. Mendengar suara azkia memanggil rania. Iya segera keluar dari kamar mandi. Iya segera menghampiri azkia dan akan menurunkan azkia dari kursi itu. Tapi setelah mendekat matanya melotot dikala melihat mata rania terbuka dengan lebar dan tersenyum kearahnya. Sang suster segera mengendong azkia. Dan menelfon dokter yang kebetulan sedang makan siang di rumah belakang.
📞((haloo....))
📞((dokter nyonya rania sudah sadar))
📞 ((serius kamu))
📞((benar dok.saya berani bersumpah))
📞((baik lah saya akan segera kesana))
📞((baik dok)) suster langsung mematikan telfonnya.
Setelah itu ke 4 paruh baya masuk kedalam kamar rania. Dan melihat cucu mereka ada didalam gendong an suster.
"Ada apa dengan azkia? " Tanya mama Diana
"Nona kecil masuk kedalam kamar nyonya rania dan sekarang nyonya rania sudah sadar? " Ucap suster itu
"Apa?.. Rania sadar? " Ucap mama mikha kaget. Papa salim, dan papa bambang mendekat ke arah rania.
"Anak ku...? " Ucap papa salim menagis terharu... Ia menitikan airmatanya. Papa salim benar benar menyayangi rania. Sudah seperti anak kandung nya sendiri,bahkan dengan Dira masih sedikit dingin.tapi papa salim tidak membenci nya kok,. Dia akan sedih dan sakit jika melihat anak perempuan nya menderita. Azkia yang ada digendong an nenek Diana ikut menagis dikala semua orang menagis terharu.
Setelah rania diperiksa oleh suster, mama diana mengajak azkia mendekat ke arah rania. Rania ingin melihat anaknya yang sudah tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik. Rania menangis karena merasa sangat bahagia karena Tuhan telah memberikan hidup satu kali lagi.
Rania ingin mengulur kan tangan nya ingin membeli wajah azkia tapi azkia menghindar dan bersembunyi di belakang mama diana. Rania tersenyum. Dia faham mungkin azkia sedikit takut karena rania kurus kering. Seperti mummy.
Tak lama kemudian vuan keluar dari ruang kerjanya. Bertepatan dikembar pulang dari sekolah. Mereka berpapasan ditangga menuju lantai dua.
"Papi mau melihat mami? " Ucap kenzi.
"Iya sayang? " Ucap vian
"Kami ikut" Ucap keduanya dan vian hanya bisa mengangguk. Mereka bertiga berjalan kearah kamar mami rania
Saat berada diambang pintu. Vian terkejut dan tertegun melihat sang istri kecill nya sudah membuaka mata. Sama seperti vian ke dua anaknya pun sama sama terkejut. Karena mami mereka sudah bangun. Mereka betiga menetes kan airmatanya.
"Mami.....? " Teriak sikembar menangis dan berlari memeluk maminya.
"Sayang....? " Gumam vian ikut meluk rania. Vian menangis terisak sambil memeluk rania. Dan alangkah bahagia nya dia ketikarania membalas pelukan mereka.
__ADS_1
Papa dan mama mertua dan papa mama vian itu menagis terharu melihat pemandangan keluarga yang berpelukan itu. Azkia mendekat dan menarik celana vian..
"Api...? " Panggil azkia vian melepaskan pelukan nya dan meraih tubuh kecil azkia dan kembali memeluk rania. Ya keluarga sudah lengkap. Vian sangat bahagia dan tiada hentinya menangis.
"Mami sudah bagun sayang Azkia dan kaka kembar tidak akan kesepian lagi. Mami sudah kembali kepada kita nak? " Ucap vian menaagis. Sambil mencium pipi azkia..
Tidak berapa lama kemudian dokter jihan sudah datang dan segera memeriksa rania. Setelah dipastikan semuanya baik baik saja. Dokter melepaskan semua alat alat yang menempel di seluruh tubuh rania. Rania menatap mata vian yang kini tengah menatap nya mata mereka saling mengunci. Dan saling tersenyum.
"Om vian...? " Panggil rania dengan lirih.
Itu lah ucapan pertama kali yang keluar dari mulut rania setelah selama 2 tahun koma. Keajaiban bukan. Vian tersenyum dan bibirnya bergetar ia menagis haru melihat istri nya kini telah sadar. Dari komanya.
Rania pun juga ikut menagis. Melihat vian yang kurus. Brewok dan tidak terurus. Setelah itu. Ia melihat kearah azkia, kenzo dan kenzi. Yang menatap rania malu malu. Yang bersembunyi di di belakang tubuh vian. Dikembar mendekat dan memeluk maminya lagi. Vian mengangkat azkia lalu dinaikkan diatas tempat tidur agar duduk disamping rania dan kedua kakak nya.
"Ini mama yang selalu azkia rindukan sayang? " Ucap vian pelan.
"Mami...? " Ucap azkia merasa bahagia.
Reno dan dira yang baru datang langsung memeluk adik kesayangan nya yang baru bangun.
"Akhirnya kamu bangun. Kakak sangat merindukan kamu,maafkan kakak sayang kakak telah menyakiti mu.." Ucap reno. mencium kening adiknya dengan syang. sedangkan Dira hanya bisa menangis sambil memeluk anaknya yang bernama ilham itu.
"Ini semua berkat doa kalian kak?" Ucap rania dengan lirih karena sangat lemas dan tersenyum bahagia. Semua orang nampak sangat bahagia.
" Jagan pernah tinggalkan kami lagi sayang? " Ucap mama mikha mendekat dan memeluk rania. Rania hanya tersenyum dan membalas pelukan sang mama. Rania menatap dira dan tersenyum dira membalas senyum rania.
"Walau pun tubuh mu kurus. Kamu tetap cantik rania? sangat cantik malah.?"Ucap dira dalam hati. tersenyum bahagia. karena Permata rumah ini sudah kembali lagi.
3 bulan kemudian....
Vian dan rania sedang siap siap akan merayakan pesta ulang tahun sikembar yang ada di belakang rumah halaman yang sangat luas. Di dekorasi dengan sangat mewah. Rania menuju kamar sang anak dan melihat kedua cowok tampan nya sudah siap. Ketika rania akan berjalan menuju kebawa bersama kedua putra nya. Dari arah depan sang anak perempuan nya memanggilnya sambil berada di gendong an sang papi.
" Mami...." panggil azkia dengan riang didalam gendong an sang papi.
"Wah... Anak mami cantik banget sih..? " Ucap mami rania.
"Iya dong kan anak ami"Ucap Azkia, Membuat rania tersenyum.
Mereka berjalan bersama menuju halaman belakang rumah. Mereka berjalan membuat semua orang terpana. Banyak tamu undangan yang hadir. Karena rekan kerja dari vian. Papa bambang, papa salim, dan rano. Mereka menjadi pusat perhatian. Sikembar berjalan lebih dulu sambil bergandengan tangan. Rania dibelakang bergandengan dengan vian. Serta azkia kecil berada digendong an sang papi. Keluarga yang sangat luar biasa pikir mereka. Setelah sudah sampai ditempat nya sikembar sudah berdiri didepan kue tart nya masing masing. Dan rania berada disisi kiri dan vian disisi kanan. Sambil mengedong azkia. Sikembar meniup lilin setelah berdoa. menyuapi kue ke arah mami dan papi serta adik kecil kesayangan nya.setelah itu oppa omma nya dan kakek nenek nya.bibik dan pamannya semua keluarga itu saling berpelukan. merasa sangat bahagia.Setelah itu acara dilanjut makan makan. Rania tidak berhenti tersenyum.
((Terima kasih Tuhan sudah memberikan ku hidup sekali lagi. Dan terima kasih sudah memberikan aku keluarga yang sangat mencintaiku. Papa mama dan kakak yang selalu ada untuk ku. Mertua dan suami serta anak anak yang sangat menyayangi ku. Aku beruntung. Beri lah panjang umur untuk semua orang yang aku sayangi. Terima kasih ya Allah.....))
Disisi lain... Seorang perempuan.. Yang duduk dikursi roda sedang menerawang jauh entah apa yang difikirkan. Selama dua tahun ini dia tinggal dipantai sosial. Karena tidak mempunyai keluarga sama sekali. Sekarang dia hidup mengenaskan. Tangan dan kaki tinggal satu. Mata buta sebelah. Dan keseharian nya hanya tinggal dikursi roda. Bahkan rahim nya harus diangkat karena hancur saat kecelakaan dua tahun yang lalu padahal saat kecelakaan dia tengah hamil dua bulan,. Ya dia dalah mia maharani. Lebih mementingkan pekerjaan dari pada perasaan suaminya. Rela berselingkuh dan bercerai dengan suami nya demi laki laki lain yang mengerti keadaan nya. Malah penghancur masa depan bahkan tidak satu orang pun yang mengetahui keadaan nya.dia tersenyum kecut..
__ADS_1
" Maafkan aku mas Reno? " Gumam Mia maharani pelan. dan memejamkan matanya dengan keadaan tersenyum. dan ya Mia maharani telah meninggal dunia sikursi rodanya. pengasuh panti sosial belom ada yang menyadari jika Mia maharani telah meninggal dunia. (Inalilahi wainalilahi roji'un, semoga tenang diatas sana Mia.)
TAMATTTTT..........