
"Siska kita akan membuang mayat wanita ini kemana. Tante takut kalau tadi ada yang tau bagaimana. Tante gak mau masuk penjara? " Ucap mama Diana
"Tante tenang saja. Kita jatuhkan saja wanita b@jing@n itu dari atas jembatan perbatasan itu biar dia hanyut ke sungai. Kalau masalah kita tadi. Siska yakin tidak ada yang tahu? " Ucap Siska tenan dan santai. seperti tidak terjadi apa apa.membuat mama diana bingung.kenapa siapa seperti tidak merasa bersalah atau ketakutan.seperti dia sudah biasa saja melakukan seperti ini pikir mama diana, tidak tau saja tadi ada seseorang yang merekam kejadian itu. Dan mereka berdua juga lupa tidak menghapus darah yang bercecer dilantai. ((mau jadi pembunuh handal kok ceroboh sih Siska))
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dijembatan perbatasan. Mereka segera turun dan menyeret mayat sakinah. Menoleh kanan dan kekiri. Dirasa tidak ada orang Siska langsung saja menjatuhkan tubuh sakinah dan sakinah langsung hanyut dibawa air sungai itu. Siska tersenyum bahagia dan senang.
"Selamat tinggal gadis kecil sialan.? " Ucap Siska dalam hati. Sedangkan mama Diana tiba tiba merasa sedih melihat tubuh sakinah hanyut itu. Siska memicingkan matanya.
"Tante kenapa sedih gitu. Apa tante menyesal? " Ucap Siska menatap mama Diana dengan sinis.
"Siska tante takut. Baru kali ini tante ngebunuh orang bagaimana kalau suami dan vian tau. Tante takut" Ucap mama Diana
"Sudahlah tante lupakan saja. Angap saja kita tidak pernah melakukan ini. Ayo buruan pergi keburu dilihat orang nanti? " Ucap Siska berjalan dan masuk kedalam mobil diikuti oleh tante Diana. Siska menjalankan mobilnya biasa saja tapi tidak dengan mama Diana. Dia masih ketakutan kalau ketahuan.
1 minggu kemudian.
Siska dan mama Diana sudah bisa saja. Seperti tidak pernah melakukan apa apa. Mama juga sudah melupakan kejadian itu ayem adem dan tentrem. Tidak tau saja mereka berdua akan terancam masuk penjara. Dan vian selama seminggu ini seperti orang gila tak karuan. Karena sakinah tidak ada kabar sama sekali. Mencoba menelfon dan SMS juga tidak ada jawaab an atau balasan. padahal susah ratusan vian menelfon dan SMS sakinah.Vian meminta pulang kepada bayu dan bayu hanya bisa menuruti karena selama seminggu ini vian sangat tidak konsentrasi bekerja. Bayu juga mendapatkan perintah untuk mengecek apartement tapi. Apartement kosong membuat vian tambah frustasi. Bertahan di jakarta selama seminggu. Dan hari ini vian akan pulang kembali ke JT. Perasaan nya semakin tidak karuan saat hampir sampai di apartement. Setelah sampai di apartemen vian segera turun dan naik ke lift diikuti oleh bayu dan dua anak buahnya. Didalam lift vian semakin gelisah. Didalam lift bagaikan 10 tahun. Beberapa saat kemudian vian sudah samapai dilantai tujuan nya dia segera berlari dan membuka apartemen milik istri nya.
Ceklek....
"Kinah... Sakinah... Q pulang sayang? " Ucap vian berteriak dan tidak ada jawab an sama sekali. Vian masuk kedapur dan sepi. Setelah itu keruang keluarga juga sepi tapi tempat itu agak berantakan. Setelah itu dia kembali ke depan tempat bayu dan kedua anak buah nya.
__ADS_1
"Bay.. Kenapa sepi dimana sakinah ku? " Ucap vian hampir menangis.
"Tuan coba anda lihat dikamar mungkin ada dikamar? " Ucap bayu. Dan vian langsung menuruti bayu dan berlari ke dalam kamar. Bayu memicing kan matanya dikala dilantai seperti ada darah kering. Dia mendekat dan berjongkok ya ini adalah darah kering darah siapa ini fikir bayu.
Didalam kamar vian nampak frustasi kamar kosong dan kamar masih berantakan. Melihat kamar mandi juga kosong. Vian terduduk di ranjang sambil menjambak rambut nya frustasi.
"Kamu diamana sakinah? " Ucap vian lirih dan matanya tak sengaja melihat kertas diatas ranjang dan kertas itu adalah hasil keterangan bahwa sakinah hamil tiga bulan. Dan hasil USG. Apa lagi tas sakinah juga ada disamping nya ATM, dompet dan ponsel ada didalam tas itu.
"Sakinah kamu hamil sayang kamu mengandung anak ku. Tapi kamu kemana. Semua barang berharga mu ada dikamar,? " Ucap vian menangis.
"Sakinah....? " Teriak vian menangis terisak. Bayu yang khawatir berlari menuju kamar sangat tuan. Diikuti kedua anak buah nya.
"Tuan anda kenapa anda Baik baik saja? " Ucap bayu kaget melihat keadaan bosnya.
"Maaf tuan... Saya juga melihat darah kering dilantai ruang tamu tuan? " Ucap bayu pelan. Dan vian mendongak menatap bayu dengan mata Merah nya.
"Darah apa.. Darah apa bayu" Ucap vian membentak.
"Saya juga tidak tau tuan. Seperti nya darah itu sudah kemaren lusa karena sudah menghitam dan kering? " Ucap bayu merasa iba menatap bosnya.
"Maaf tuan saya menyela apa anda tidak memasang CCTV di apartemen anda? " Tanya anak buah satu yang bernama teddy.
__ADS_1
"Astaga... Bodoh nya aku. Aku tidak pernah memikirkan itu. Aku tidak pernah berfikiran untuk memasang CCTV.. Karena q fikir semua nya akan baik baik saja. Bayu dimana sakinah ku? " Ucap vian menjambak rambutnya.
"Astaga... Ada ya orang kaya bodoh kayak si bos. Orang kaya kok tledor. Baru kali ini orang kaya lupa tidak memasang CCTV? " Ucap anak buah yang satu nya didalam hati.
Tiba tiba ada yang Memencet bell apartement, Padahal pintu tidak tertutup tapi sebagai orang yang mempunyai sopan santun. maka harus tetap Memencet bell apartement.
Salah satu dari anak buah itu keluar diikuti teman nya serta vian dan bayu.
"Mau bertemu dengan siapa nyonya" Ucap anak buah 1 dengan datar.
"Saya mau bertemu dengan pemilik apartemen ini tuan.? " Ucap perempuan itu.
"Saya... Saya pemilik apartemen ini. Apa kamu tau dimana istri saya" Ucap vian mendekat dan bertanya dengan antusias.
"Oh.. Jadi gadis kecil nan baik itu istri anda. maaf saya fikir itu adalah anak anda. Maaf kan saya tuan. Satu minggu yang lalu ada dua orang perempuan bertamu di apartemen ini. Karena saya mendengar ribut ribut saya keluar. Dan saya melihat kedua perempuan itu menganiaya mbak sakinah. Ini tuan saya merekam semuanya. Maafkan saya..saya lancang merekamnya. Saat itu saya mau lapor polisi tapi mbak sakinah keburu diseret dibawa dari apartemen ini dengan keadaan mengenaskan.. Saya menunggu kedatangan anda selama seminggu ini tapi anda tidak kunjung datang saya hanya melihat kedua orang ini yang datang tapi saya tidak berani memberitahu kan kepada mereka saya takutnya mereka adalah orang suruhan kedua wanita itu? " Ucap perempuan itu panjang lebar. Sambil mendengar kan ucapan perempuan itu. Vian juga memutar rekaman video diponsel milik perempuan itu. Vian meteskan air mata nya perempuan yang dia cintai dan istri kecil nya yang selalu perhatian dengan dirinya. Sungguh mengenaskan dianiaya sampai seperti itu. Hidung dan mulut tiada henti mengeluarkan darah. Dan seluruh tubuhnya dipukuli begitu saja.
"Mama dan Siska kalian sungguh kejam.? " Ucap vian menahan amarah. Dia begitu emosi dia berjalan keluar sambil membawa ponsel milik ibu itu. Dan membawa kertas tanda bukti sakinah hamil dan hasil USGnya.
"Nyonya.. Sementara ponsel anda biarkan dibawa oleh bos saya. Nanti anak buah saya akan menemui nyonya dan akan memberikan ponsel baru untuk anda. Saya permisi mengejar bos saya? " Ucap bayu dan langsung berlari mengejar vian.
Vian menyetir mobilnya sangat kencang dia tidak perduli dengan nyawa nya. Vian sudah kalap dia dipenuhi dengan emosi. Vian menyetir seperti orang kesetanan. Bayu dan anak buahnya berusaha mengikuti vian. Bayu takut terjadi apa apa dengan bos nya itu.
__ADS_1
20 menit kemudian vian sudah sampai didepan kediaman orang tuanya. Kebetulan hari ini adalah hari sabtu papa dan mamanya berkumpul dirumah dan kebetulan juga ada Siska dirumah itu. Vian tersenyum devil dan langsung turun dari mobil. Tak lama bayu dan kedua anak buahnya juga sudah sampai disamping mobil yang dikendarai vian. Tak lama mereka turun dan menyusul vian. Berjalan dibelakang vian.