Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 37


__ADS_3

Sampai dikekediaman dirgantara mobil sudah berhenti tepat di depan pintu. Rania segera turun dan masuk kedalam rumah tanpa menunggu suaminya yang memarkir kan mobilnya. Dan ketika masuk kedalam rumah muka Rania sudah berubah lagi. Tidak seperti didalam mobil yang seperti kehilangan permen ditaman bermain dan menangis kejer. Karena didalam rumah ada kedua anak nya sedang bermain dengan ommanya.


"Mama...? " Panggil Rania memeluk mamanya.


"Lho kok sudah pulang katanya acaranya sampai malam? " Ucap mama kaget karena melihat sang anak yang seperti nya habis nangis.


"Iya katanya mami mau bertemu dengan rekan kerja papi " Ucap kenzo


"Apa tidak jadi... Apa mami balik lagi mau menjemput kami? " Ucap kenzi mendekati maminya.


"Batal semua nya batal... Mama..... Hiks huwaaaa? " Rania kembali menangis. Vian yang baru sampai pintu lagsung lari kedalam karena mendengar suara istri nya yang sedang menagis.


*ada apa sayang kenapa kamu menagis? " Ucap mama Mikha mengelus punggung anaknya.


"Bilang sama kenzo siapa yang nakal sama mami. Biar aku hajar pakai pedang pusaka ini.? Ucap kenzo


" Kenzi juga. Karena kenzi punya pedang naga puspa? " Ucap kenzi juga. Membuat vian mendekat perlahan dan menelan salvia nya dengan kasar. Mami mikha menatap vian yang baru datang dan duduk disofa tunggal didepan kedua anaknya.


"Nak vian ada apa sebenarnya? " Ucap mama Mikha. Saat vian akan menjawab Rania menjawab lebih dulu.


"Tidak apa apa ma.. Q juga gak tau semenjak aku hamil adik sikembar mood ku tiba tiba suka berubah-ubah. Marah marah gak jelas nangis nangis gak jelas kayak sekarang ini. Aku kasihan sama suamiku ini. Selalu saja mengalah dan bersabar mengahadapi aku yang kayak anak kecil ini ma? " ucap Rania berdiri dan memeluk suaminya. Membuat vian tersenyum dan membalas pelukan istri nya. Mama Mikha terseyum.


" Oh iya nak vian.... Apa kamu sudah memberikan kabar kepada orang tua mu.. Soal kehamilan Rania ini? " Ucap mama aku bertanya.


"Susah ma.. Mereka sangat bahagia. Jika ada waktu luang mereka akan datang kejakarta sekali an akan liburan? " Ucap vian masih memeluk istri nya yang bersandar didada bidangnya.


"Wah... Mama sudah gak sabar. Nanti biar mama ajak jalan jalan? " Ucap mama Mikha antusias.


"Iya ma...? " Ucap vian tersenyum dia melirik kebawa ternyata sanga istri sudah terlelap. Mama Melihat kearah Rania dan mengelengkan kepala nya.


"Nak vian bersabarlah untuk sikap Rania yang berubah ubah. Mama tau Dia seperti itu karena dia ingin dimanja dan diperhatikan oleh dirimu. Kamu tau saat hamil sikembar dia sangat mandiri. Tidak seperti sekarang. Maklumi dia Jagan pernah membentaknya? " Ucap mama Mikha berkaca kaca.

__ADS_1


"Iya ma vian tau. Ini semua salah vian. Jika saja vian tidak menyembunyikan pernikahan kami semua ini tidak akan pernah terjadi? " Ucap vian sendu dan mencium kepala istri nya.


"Sudahlah nak. Masa lalu biarlah masalalu. Sekarang kalian sudah bersma bahagiakan dia semampu mu nak. Dia sekarang semakin lemah dan manja. Turuti semua kemauan nya agar dia bahagia? " Ucap mama Mikha meninggalkan vian dan Rania serta si kembar yang masih bermain dengan kedua mbaknya. Mama Mikha menuju dapur untuk menyiapkan makan siang. Karena papa dan kak Reno akan pulang saat makan siang.


Disisi lain.


Hari ini dira kembali bekerja. Dan dira juga sudah memberitahu ibu minah soal kehamilan nya ibu minah ikut bahagia dengan kabar itu dan menyuruh dira tidak boleh capek capek. Bekerja seperlunya. Ibu minah sama seperti dira hanya sebatang kara. Makanya saat diira melamar kerja dan nasipnya hampir sama, sama sama sendiri an,ibu minah langsung menerima dira sebagai karyawan nya.


"Dira.... Ndok antarkan iki ke meja no 3? " Ucap ibu minah.


*baik bu..? " Ucap dira mengambil nampan dan di bawa ke meja no 3.


"Silahkan... Dan selamat menikmati..? " Ucap dira dengan ramah.


"Lho kamu dira ya... Nadira...? * ucap pembeli itu.


*eh... Bu dokter Mia... Apa kabarr? " Ucap dira basa basi dengan sopan dan ramah.


"Siap bu saya tidak akan lupa kok? " Ucap dira.


"Kamu bekerja ya disini. Jagan capek capek ya. Kasihan janin kamu. Duduk sini temani saya makan dira? " Ucap Ibu dokter Mia tersenyum.


"Baik bu dokter Terima kasih perhatian nya, kalau begitu saya permisi dulu?saya tidak enak jika harus menemani dokter. kan saya bekerja!" Ucap dira berbalik dan kembali kebelakang. Dokter Mia melihat kepergian nadira. Setelah nadira tidak terlihat dokter Mia memulai makan siangnya. Saat sedang menikmati makan siang nya telfon nya berdering tanda telfon masuk bu dokter Mia segera mengangkat telfon itu.


📞((" Hallo sayang"))


📞((" Ya sayang... Bagaimana kabar kamu apa baik baik saja, maaf jarang menghubungi mu, aku memburu waktu agar kerjaan ku cepat selesai dan bisa pindah tugas sekalian menyusulmu "))


📞((" Tidak apa apa mas santai saja,aku mengerti kesibukan mu,disini pun sama aku juga sangat sibuk.banyak sekali orang-orang sedang hamil atau melahirkan,aku hanya bisa istirahat saat makan siang saja.aku juga jarang pulang ke apartement)) terdengar helaan nafas yang dalam dari sebrang sana.


📞((" Aku merindukan kamu Mia,sangat "))

__ADS_1


📞((" Aku juga merindukan kamu sayang,sudah dulu ya aku lagi makan ini love you "))Mia langsung saja mematikan ponselnya dan melanjutkan makannya.


" Bahkan sekedar tanya, kamu sudah makan mas, saja tidak pernah Mia, kalau begini cara nya aku rasa cinta ku bisa berkurang dan aku bisa mencintai perempuan lain? " Ucap rano dalam hati sambil menatap ponsel nya yang mati dengan nanar. Disebrang sana.


Nadira kembali ke luar sambil mengelap meja dan mengambil gelas dan piring bekas pelanggan. Dia mendengar pembicaraan ibu dokter Mia dengan suaminya. LDR pikir dira. Setelah itu dira kebelakang lagi. Mulai mencuci piring dan gelas yang sudah menumpuk. Beberapa saat kemudian dira baru selesai dan ibu minah membawa makanan dipiringnya.


"Istirahat dulu ingat kandungan mu ndok, ini makan dulu, pembeli sudah berkurang. Kamu bisa beristirahat sebentar? " Ucap Ibu minah.


"Terima kasih bu? " Ucap dira memulai memakan makananya dengan lahap karna dia sudah sangat lapar. Apalagi setelah hamil jatah makan nya makin bertambah. Kadang tengah malam pun dira bangun karena kelaparan. Kadang dia meneteskan air matanya. Seandainya dia mempunyai suami pasti saat nyidam ada yang menuruti.


Malam harinya nadira pulang lebih awal jam 8 malam sudah pulang. Karena makanan yang dijual ibu minah habis lebih awal. Karena hari ini sangat banyak sekali pembeli. Dira pulang dengan berjalan kaki. Tiba tiba dipinggir jalan dia melihat pedagang sate. Dira berkali kali membasahi bibir nya. Dan Mengelus perut nya. Dia meneguk saliva nya dengan kasar. Matanya berkaca kaca.


"Kita pulang saja ya nak. Kita pending dulu makan satenya. Bukan nya bunda gak punya uang. Sebenarnya punya, tapi uang itu untuk persiapan kelahiran kamu nak. Bunda harus ngirit? " Ucap dira pelan dan melanjutkan berjalannya sambil mengusap air matanya. Sebenarnya dira bukan orang yang suka yang namanya sate. Tapi entah kenapa melihat sate setengah matang dia menjadi ngiler. Apa ini yang dinamakan nyidam. Fikir dira. Ternyata dibelakang dira didalam mobil ada seorang yang sedari tadi melihat kearah dira yang terus menatap tukang sate. Seorang itu yang kasihan dan tidak tega keluar dari mobil dan menghampiri dira.


"Hay dira kita ketemu lagi? " Ucap seorang itu


"Eh bu dokter Mia..? " Ucap dira kaget


"Aku ngagetin kamu ya, maaf ya,? " Ucap Mia


"Tidak apa apa bu dokter? " Ucap dira tersenyum


"Kamu lagi apa disini dira" Ucap bu dokter Mia


"Mau pulang bu.. Itu gang kontrak an saya sudah terlihat " Ucap dira tersenyum


"Dira sebenarnya saya mau nyari makan malam. Tapi ketemu nya sate itu. Tapi aku gak berani makan sendiri an disitu, kamu mau gak menemani aku makan, aku traktir deh? " Ucap Mia mencari alasan. Sebenarnya dia tadi hanya jalan jalan saja.


"Mau bu.. Ayo saya temani, benar ya ditraktir? " Ucap dira tersenyum antusias.


"Oke ayuk? " Ucap bu dokter Mia tersenyum

__ADS_1


Akhirnya mereka berjalan menuju tenda tukang sate. Setelah memesan mereka menunggu di lesehan yang disediakan sambil sedikit sedikit mengobral.


__ADS_2