
Beberapa saat kemudian. Semua keluarga vian sudah sampai di bandara JT. Mereka segera turun dari pesawat dan berjalan beriringan menuju keluar bandara. Dari luar Bandara sudah ada 1 mobil besar yang siap menampung. Sikembar dan mami, papi. Dan satu sang supir, dan tidak lupa dua mbak si kembar yang duduk ditengah sambil menjaga anak asuh mereka masing masing., Dan bayu masuk ke mobil lainnya yang didalam ada sang istri. Vian menyuruh bayu langsung pulang saja. untuk bertemu kangen dengan keluarganya. Jadinya bayu menyuruh sang istri untuk menjemput nya.
"Tuan kalau begitu saya permisi pulang" Ucap bayu dengan sopan.
"Baiklah bayu.. aku memberikan cuti untuk mu selama satu minggu. Setelah ini kamu bekerja diperusahaan sebagai wakil Ceo. Dan kamu akan mengurus perusahaan disini. Dan semua pekerjaan akan aku serahkan kepada Tio. Dan mulai sekarang Tio akan menjadi asisten ku. Apa kamu mengerti.? " Ucap vian dengan tegas.
"Mengerti tuan kalau begitu saya permisi.. Nyonya Rania, tuan kembar muda, tuan bos vian, sekali lagi saya permisi dalam Terima kasih banyak antas semua ini? " Ucap bayu dengan sopan dan sedikit terharu. Dia membungkuk kan badan nya dan berbalik menuju mobil yang ada istri nya. Vian dan Rania mengangguk bahagia. Bayu menhampiri sang istri dan memeluk nya. Terlalu banyak pekerjaan menajadi kurang waktu untuk keluarga. Dengan kebaikan sang bos besar. Dia sudah tidak akan kemana mana. Dia akan menjadi wakil Ceo. Dan sama sama memajukan perusahaan. Bayu hanya dari keluarga sederhana. Kepintaran dan kecerdikan nya menjadi poin kepercayaan keluarga sanjaya. Dan lihat buah kesabaran dari bayu. Rela bekerja keras dan berjauhan dengan anak istri dia sekarang menjadi wakil Ceo. Dan mengurus perusahaan cabang. Tuhan tidak tidur bukan. Setelah selesai berpelukan bayu dan sang istri membungkuk dan tersenyum kearah Ranai dan vian. Vian dan Rania tersenyum juga dan mereka semua masuk kedalam mobil sama sama.
"Aku bahagia..aku bangga sama suami ku tersayang ini...muachhhh...." Ucap Rania yang sudah duduk didalam mobil sambil memeluk suaminya serta mencium pipi suaminya dengan sayang.
"Aku juga lebih bahagia sayang kamu pergi dari kehidupan ku dan kembali lagi dengan membawa bocil yang sangat tampan tampan, Terima kasih sudah merawat mereka dengan sepenuh hati demi aku. Aku mencintaimu? " Ucap vian mencium kening Rania dengan sayang.
"Mereka juga anak anak ku. Aku mengandung dan melahirkan sudah sewajarnya aku merawat mereka dengan baik. Agar kelak mreka bertemu dengan papinya. Aku juga sangat mencintaimu om vian ku sayang? " Ucap Rania mencium sekilas bibir vian. Membuat vian tersenyum senang.
Rania dalam vian bermesraan dikursi belakang tidak dengan sikembar yang selalu berulah dikursi tengah bersama mbak mbaknya. Mbak Nur dan mbak sari sampek kawalan karena didalam mobil sikembar tidak mau diam.
"Pak supir.. Cepat dong nyetirnya, lama banget kayak siput"
"Iya nih.. Lebaran monyet baru sampek nih? "
"Tuan muda kenzi jangan ganggu pak supir oke. Nanti pak supir gak konsentrasi nyetir, mengakibatkan kecelakaan, bahaya sayang? " Ucap mbak Nur.
__ADS_1
"Huh.... Diam aku cuma ngasih tau. Kalau nyetir jangan lelet. Kan lama nyampek nya? " Ucap kenzi dengan sinis.
"Saya tau, tapi biar pak supir saja yang yetir jangan ikut ikutan ya? " Ucap mbak Nur memegang badan kenzi. Yang sedang ikut memegang setir dari belakang. Tapi lain lagi dengan kenzo. Sebentar sebentar mengeluarkan kepala nya dari jendela mobil kandang tangannya kadang kakinya. Habis makan jajan kulit nya dibuang keluar membuat pengedara lain mengumpat dengan ucapan kasar. Membuat mbak sari dan mbak Nur frustasi.
"Tuan muda kenzo. Jangan buang sampah sembarangan. Lihat orang itu marah marah, gak baik anak ganteng? "
"Tuan kenzo jangan dikeluarkan kepala nya bahaya. "
"Tangan nya juga jangan tuan muda kenzo.? "
"Lho lho kok jadi kakinya. Bahaya tuan muda? "
"Tuan kenzi jangan. Mobilnya goyang kekanan dan kekiri. "
Sang supir hanya bisa mendumel. Dia tetap tersenyum memperlihatkan gigi tengah yang ompong. Bicara pun percuma dia hanya bisa diam seperti patung tapi tetap tersenyum.
"Pak supir diam aja. Cuma senyum senyum kayak orang gila? " Ucap kenzi. Tapi sang supir tetap tersenyum bahagia tapi aslinya ngenes. Beberapa kali diumpat oleh pengendara lain karena mobilnya bergoyang dombret terus.
Mbak Nur dan mbak sari benar benar frustasi. Menenangkan bocah kembar ini harus mengeluarkan tenaga extra. Kalau tidak ya seperti ini bisa gantung diri dipohon toge. Rania dan vian mendengar kan omelan kedua mbak hanya terkekeh. Hingga Rania tidak tega. Dia bersuara tanpa keluar dari peluk an suaminya. Mendengar suara maminya sikembar langsung nurut dan diam.
"Kenzo..... Kenzi.....? " Panggil mami Rania
__ADS_1
"Iya mami....? " Ucap keduanya kompak dan nemplok ke embak nya masing masing. Membuat kedua mbak bernafas lega. Beberapa saat kemudian. Belum ada 10 menit dalam mobil sangat sepi.
"Kok sepi sekali? " Tanya vian.
"Maaf tuan besar, mereka sudah tidur? " Ucap mbak Nur. Benar saja setelah ditegur oleh maminya. Merka nemplok ke mbak nya masing masing. Setelah itu mereka tidur nyenyak dan anteng.
"Cepat sekali? " Ucap vian heran
"Mungkin dia capek sayang? " Ucap Rania sambil memejamkan matanya. Membuat vian terkekeh.
"Tidur lah sayang mungkin kamu sangat lelah? " Ucap vian mengelus kepala istri nya.
"aku tidak ngantuk aku memejamkan mata karena sangat nyaman berada dipelukanmu om,? " Ucap Rania.membuat vian tersenyum dan mengeratkan pelukan nya.
"Oh iya apa kita masih lama om sampai nya? " Tanya Rania bangun dari dalam pelukan suaminya.
"Sebentar lagi kita sampai. Kita langsung menuju kerumah papa mama ya. Kamu sudah siap kan? " Ucap vian menatap Rania penuh kasih sayang.
"Siap dong aku tu tidak pernah dendam sama orang. Itu udah masa lalu aku juga sudah memaafkan mereka. aku bukan perempuan lemah kayak mereka mereka. Harus selalu bersedih karena mengingat masa lalu. Yang lalu biar lah berlalu. Lagian aku juga sudah lupa? " Ucap Rania santai dan terkesan biasa biasa saja. Dan itu membuat vian sangat bahagia.
Vian besar benar bersyukur bisa menemukan sang istri bonus dua jagoan. Apalagi sang istri begitu tangguh dan tidak pernah dendam kepada orang yang sudah menjahatinya. Rania anggap itu ujian dalam hidupnya dia harus lebih bersabar lagi.
__ADS_1
Tak terasa 30 menit diperjalanan mereka sudah sampai didepan rumah besar berlantai dua itu. Rumah mewah. Tapi terkesan sederhana. Seperti rumah jaman Belanda dulu. Dan didepan pintu sudah ada dua orang tua paruh baya. Melihat mobil yang baru masuk kedalam pekarangan dengan mata berkaca kaca ya mereka adalah mama Diana dan papa Bambang... Mereka tidak sabar ingin melihat menantu dan kedua cucunya. Yang selama beberapa hari ini dilihat dari foto saja. itu pun Dikirim oleh bayu secara diam diam.