Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 13


__ADS_3

13


4 bulan kemudian...


Kini kandungan Rania sudah memasuki usia 9 bulan. Tinggal menunggu hari sang jabang bayi akan lahir. Mama Mikha dan papa salim dan kak Reno sangat menyayangi nya dan memanjakan nya. Demi kenyamanan sang anak perempuannya papa salim pindah kevilla keluarga yang ada di bogor. Jika ingin kekantor. Harus berjalan selama 40 menit baru sampai tempat kerja nya. Villa yang ditinggali keluarga papa salim berada diatas bukit. Jauh dari pemukiman warga. Jika harus ke tempat penduduk mereka harus berjalan selama 20 menit. Terus nanti bagaimana kalau Rania melahirkan.??Gampang karena keluarga papa salim Dirgantara orang kaya raya. Mereka menyewa satu dokter kandungan untuk ikut menetap divilla sampai Rania melahirkan. Rania benar benar dimanjakan oleh keluarga dirgantara. Apa lagi sampai sekarang Rania atau sakinah belom sembuh dari lupa ingatan nya. Kasihan sekali Rania atau sakinah ini.


Di pagi hari yang cerah dan sejuk. Karena banyak sekali pepohonan. Dan kebetulan hari ini adalah hari minggu. Semua keluarga berkumpul dirumah. Seorang laki laki muda berusia 30 tahun masuk kedalam kamar seorang bumil yang cantik jelita. Yang masih terlihat bubuk anteng diranjang nya.berbalut Selimut tebal. dan hanya memperlihatkan wajah dan rambut hitam nya.Seorang laki laki itu tersenyum dan berjalan menuju jendela. Dia membuka tirai hingga matahari telihat masuk kedalam kamar itu. Dan menyinari wajah cantik nan teduh itu. Tapi tak ada respon sama sekali. Dari wamil itu(wanita hamil).


"Dasar kalau tidur suka kayak kebo? " Ucap laki laki itu dengan pelan. Dia mendekat dan mencium kening wamil itu.


Cup....


"Nia bagun... Sudah jam 7 katanya mau ngajak jalan jalan ke kebun teh milik papa? " Ucap pria itu berbisik ditelinga milik wamil itu.


"Ughhhh...... " Lengkuh wamil itu. Dia membuka matanya perlahan dan mendapati sang kakak yang tersenyum dengan tulus di depan nya. Wamil itu Segara bangun dan mencium pipi kakaknya.


"Selamat pagi kakak ku sayang? " Ucap wamil itu dengan ceria. Pria itu hanya menggeleng geleng kan kepalanya.


"Jadi gak jalan jalan ke kebun milik papa.? " Ucap Reno. Ya pria itu adalah Reno Putra dirgantara dan sang adik Rania Putri dirgantara.


"Jadi lah.... Dokter Mia juga ikut kan? " Goda Rania menaik turun kan alisnya.


"Buruan mandi... Kakak tunggu dimeja makan? " Ucap Reno mengalihkan pembicaraan. Ya ternyata dokter yang disewa papa salim untuk menjadi dokter pribadi putri nya adalah dokter Mia maharani kekasih dari kak Reno putra Dirgantara.


"Huft... Iya iya...? " Ucap Rania. Setelah kepergian Reno Rania mengelus perutnya yang sudah sangat besar itu. Dia bingung dihatinya seperti ada yang hilang dan hidup nya merasa hampa. Padahal mama dan papa serta kakak tersayang nya begitu memanjakan Rania. Tapi tetap saja hati Rania seperti ada yang kurang tapi dia tidak tau itu apa. Tidak mau kaka dan dokter Mia menunggu terlalu lama. Tidak mandi hanya mencuci muka dan gosok gigi Rania segera keluar dari kamar hanya memakai daster tanpa lengan dan switer tebal.

__ADS_1


"Pagi mama papa ku sayang? " Ucap Rania mencium pipi papa mamanya


"Pagi sayang? " Ucap mama dan papa.


"Ayo duduk dan sarapan dulu.. Nia sayang mau makan apa nak? " Ucap mama Mikha.


"Nasi goreng aja ma...? " Ucap Rania dan mama segera mengambil kan sarapan untuk Rania.


"Jadi jalan jalan kekebun teh sayang.? " Ucap papa sambil meminum kopi nya.


"Jadi tadi kakak sudah membangun kan aku" Ucap Rania berbicara sambil mulut nya penuh makanan.


"Makannya pelan pelan sayang? " Ucap mama Mikha dan Rania hanya mengangguk saja.


"Kaka dimana? " Tanya Rania setelah selesai makan dan sedang meminum susu hamilnya.


"Kapan sih pa. Mereka menikah, jangan lama lama. Kak Reno udah tua juga" Ucap Rania


"Siapa yang kamu sebut tua bocah nakal" Ucap Reno dari belakang yang berjalan masuk bersama Mia.


"" Itu pak Samin supir papa? " Ucap Rania gelagapan. Papa dan mama hanya tersenyum saja. Reno memiting leher nia dengan pelan hingga nia berontak.


"Kakak lepaskan.. Sakit. Awas kalau anak anak ku sudah lahir aku aku adu in biar paman nya dihajar nanti? " Ucap Ranai cemberut.


"Lepas Reno kasihan adik mu. Dia baru selesai makan? " Ucap mama Mikha

__ADS_1


"Hehehe... Lebay dia ma. Wong q cuma miting pelan" Ucap Reno


"Dokter Mia kok mau sama duda tua ini. Udah gitu resek lagi? " Ucap Rania menatap Reno dengan sinis. Dokter mia hanya tersenyum malu malu.


"Sudah sudah... Buruan jalan jalan.. Nanti keburu siang. Dokter mia titip jaga Rania jantung hati kami ya.. Reno jaga adik kamu nak? " Ucap papa.


"Baik tuan...? " Ucap dokter mia


"Siap pa..? " Ucap Reno.. Rania menatap papanya dengan berbinar. Berdiri dengan pelan dengan dibantu oleh Reno. Rania mendekat dan memeluk papa salim.


"Rania sayang papa. Rania cinta sama papa" Ucap Rania terisak dipelukan papa. Papa tersenyum dan mengelus kepala Rania dengan sayang. Lalu mencium kepala Rania dengan penuh kasih sayang.


Usut punya usut ya guess. Sebenarnya Rania sudah sembuh dari hilang ingatan nya. Sebenarnya saat itu usia kandungan Rania sudah 7 bulan. Rania sempat terpuruk. Tapi dia tidak memberitahu siapa siapa. Bahkan dokter yang memeriksa pun diminta oleh Rania untuk menyembunyikan kesembuhan nya ini. Bukan untuk apa apa atau niat buruk lain nya. Rania atau sakinah akan berusaha melupakan masa lalu nya. Dia ingin melupakan semua nya. Maafkan jika Rania atau sakinah egois. Sebenarnya dia masih trauma akan penganiyayaan yang dia dapat. Dia akan mengubur dalam dalam masa lalunya melupakan vian dan semuanya. Walaupun dia masih sangat mencintai vian. Rania hanya ingin bahagia dengan keluarga baru nya. Mama papa dan kakak barunya yang mencintai dia dengan tulus. Dan penuh kasih sayang. Jadi dia pura pura masih lupa ingatan karena tidak ingin kehilangan kasih sayang dari papa mama dan kakak ya. Dia takut kalau mama dan papa atau kakak tau kalau Rania sudah sembuh dari hilang ingatan nya. Dia akan memulangkan Rania kepada vian. Rania tidak mau. Ranai akan melupakan semua nya dan ingin selalu bahagia bersama papa mama dan kakak Reno serta kedua anaknya nanti. Maafkan Rania yang egois ini ya pemirsa..


Setelah selesai papa mama memilih duduk diteras belakang sambil melihat pemandangan yang sangat indah. Dan Raina sudah dituntun dokter mia dan kak Reno untuk menyusuri kebun teh. Selama berbulan bulan tinggal divilla. Baru kali ini nia jalan jalan kekebun teh. Pemandangan yang sangat indah. Udara yang segar dan begitu sejuk. Rania begitu Damai berada di kebun teh itu. Banyak warga warga yang memetik teh itu menyapa nia dan Reno serta mia. Membuat Rania sangat bahagia karena warga warga desa itu sangat lah baik hati dan ramah.


"Nona jalan hati-hati.. Licin ini? " Ucap mia.


"Iya dokter? " Ucap Rania ceria.


Reno berjalan sambil mengenggam tangan sang kekasih. Dan Rania berjalan didepan mereka. Tiba tiba perut Rania sakit. Dia terduduk ditanah sambil memegangi perutnya. Membuat Reno dan dokter mia panik.


"Astaga Rania kamu kenapa? " Tanya Reno berlari dan berjongkok didepan adiknya diikuti oleh dokter mia.


"Sakit kak... Perut ku sakit.? " Ucap Rania kesakitan dan menangis. Membuat Reno panik.

__ADS_1


"Tuan muda tenang saja. Ayo nona muda anda gendong dan dibawa pulang. Nona muda akan melahirkan" Ucap dokter mia dengan pelan..


"Apa....? " Ucap Reno kaget...


__ADS_2