
Di kota seberang lebih jelas nya di kota JT. Seorang laki laki yang sudah tiga bulan ini mencari keberadaan istri kecilnya tapi tidak ditemukan titik terang nya menjadi sangat dingin dan tak tersentuh. Dia adalah Vian Renaldi Sanjaya. Ya selama tiga bulan ini tidak patah semangat terus mencari keberadaan sakinah tapi tidak ada titik terang sama sekali. Hingga sungai ditelusuri sampai samudara pun tidak ditemukan. Mama Diana sudah dikeluarkan dari penjara atas jaminan vian. Dan Siska dipenjara seumur hidup. Apa lagi Siska ternyata tidak seratus persen. Alias gila. Semenjak kejadian itu vian tidak pernah pulang ke rumah nya lagi. Setiap melihat mamanya dia tidak bisa menahan emosi. Dari pada vian menyakiti hati mamanya. Mendingan vian menjauh. Mama vian juga amat sedih gara gara kelakuan dirinya sang anak benar benar menjauh apa lagi sekarang sang suami juga dingin kepadanya. Membuat mama sedih dan menyesali semuanya.
Mutia dan hasan juga sudah mengetahui semuanya. Vian sudah menceritakan semuanya. Mereka berdua cuma bisa berdoa semoga kak sakinah segera ditemukan.
Hari ini vian sedang ada dikantornya. Mengerjakan tugas tugas berkas yang mengunung karena tidak disentuh sama sekali karena sibuk mencari keberadaan sang istri. Vian menjadi lebih arogan, dingin dan datar. Tidak bisa ramah seperti biasanya. Tatapan nya selalu tajam dia tidak bisa berbelas kasihan lagi pada orang yang menurutnya salah. Dari laki-laki mau pun perempuan. Dulu vian masih bisa memaafkan hanya Diberi hukuman ringan tapi tidak sekarang. Jika ada yang membuat masalah dengan nya. Vian tidak segan segan membunuh atau memecat nya. Vian yang sekarang benar benar menakutkan. Bahkan perempuan perempuan yang pernah mendekati nya sekarang menjauh. Karena pernah suatu hari vian frustasi dan masuk kedalam club. Meminum minuman haram itu. Tiba tiba dia didatangi seorang j@l@ng. Karena hati dan fikiran nya sedang tidak baik baik saja. Vian langsung menembak mati perempuan j@l@ng itu. Sadis bukan.
Tanpa disadari dan diketahui semua orang di balik sifat vian yang kejam itu. Setiap malam vian selalu menangis dipojokan kamar tidur. Sambil memeluk foto sakinah dan hasil USG Kandungan sakinah. Hampir tiap malam. Selalu menangis dan meraung memanggil nama sakinah. Dan yang mengetahui itu hanya bayu. Karena bayu memilih menemani bosnya 24 jam. Karena takut sang majikan itu akan berbuat yang tidak tidak.
Lamunan vian buyar karna mendengar pintu diketuk dari luar.
Tok... Tok.... Tok...
"Masuk..? " Ucap vian dengan datar.
"Pe... Permisi tuan.. Saya mau minta tanda tangan kepada Anda.? " Ucap sekertaris vian bernama Nanda itu. Vian tidak menjawab dengan tatapan tajam nya dia menerima berkas itu dan membaca sebentar setelah itu mendatanggani berkas itu. Setelah itu memberikan kepada Nanda. Dan Nanda segera berpamitan dan kelaur.
"Huf.... Astaga jantung gue....pak vian sangat menakutkan" Ucap Nanda memegang dadanya.
Sore harinya vian keluar dari kantor. Dia menuju jembatan perbatasan. Setelah beberapa saat kemudian sampai dijembatan itu. Vian turun dan berdiri di pinggir jembatan. Vian berteriak dengan kencang. Manggil nama sakinah.
__ADS_1
"Sakinahhhhhhhhh..... Kembali lah sayang.... Aku merindukan mu" Ucap vian berteriak. Sekencang kencangnya.
Deg
Disisi lain. Seorang perempuan yang disuapi oleh sang mama tiba tiba memegang dadanya. Jantung nya berdebar sedikit kencang.
"Rania kamu kenapa nak? " Ucap mama mikha
"Tidak apa apa ma. Q seperti mendengar seseorang berteriak. Dan tiba tiba jantung ku sakit? " Ucap Raina
"Tidak apa apa sayang. Minum dulu ya? " Ucap mama mikha dan Raina mengangguk... Dan mama kembali menyuapi Raina kembali.
Setelah berteriak dengan kencang vian terduduk dilantai sambil menangis. Hingga bahu nya disentuh seseorang dari belakang. Membuat vian menoleh.
Deg....
"Nek atun...? " Ucap vian lirih.
"Aku kira siapa ternyata kamu nak. Kamu anak baik kamu masih mengingat aku. Bagaimana kabar mu. Dan sakinah bagaimana apa kalian semua baik baik saja, dan kenapa kamu menanagis" Ucap nek atun. ((Masih mengingat nek atun. Dia itu adalah nenek yang pernah tinggal dikolong jembatan bersma Sakinah))
__ADS_1
"Nek... Maafkan vian. Vian tidak menjalankan amanah mu dengan baik. Vian tidak bisa menjaga sakinah dengan baik. Sakinah hilang dia hanyut di sungai dibawa jembatan ini" Ucap vian menangis dan berlutut memeluk kaki nek atun. Vian menceritakan semua nya apa yang terjadi tanpa ada yang ditutup tutupi. Mulai dia pertama ketemu sakinah dan sampai dimana sakinah dibuang di sungai ini. Nenek ikut menangis dan menyelus kepala vian yang berlutut di kaki nya.
"Nak bangun lah, jaganlah seperti ini. Percaya lah Tuhan selalu bersama kita. 2 hari sebelum kejadian itu sakinah pernah datang ke kolong jembatan dia memberi kan kabar pada nenek bawa Mutia dan hasan sudah sekolah diasrama dan kamu membiayai sekolah nya sampai kejenjang Univeristas. Dia sangat bahagia nak. Dan dia bercerita kepada nenek. Bahwa dia sangat mencintaimu. Apa lagi saat dia ketahuan hamil dia sangat bahagia. aku melihat dari matanya dia sangat tulus mencintaimu. Apa lagi kamu diam diam memberikan obat penyubur kandungan bukan obat penyegah kehamilan. Dia sangat bahagia. Setiap minggu tanpa sepengetahuan dirimu dia selalu datang ke kolong jembatan untuk memberitahukan bahwa dia sangat bahagia karena mengenal mu,? " Ucap nek atun menangis. Vian menangis terisak mendengar cerita dari nek atun. Jadi selama ini istri kecilnya sangat sangat mencintai dirinya secara diam diam. Betapa bersalah nya vian kepada sakinah.
"Sakinah belom ditemukan sampai sekarang nek. Aku harus mencari kemana lagi hiks hiks. Aku juga sangat mencintai nya. Bahkan awal kita berjumpa saat dia bersembunyi didalam mobilku nek. aku jatuh cinta pada pandang an pertama hiks hiks? " Ucap vian menangis terisak nenek atun tersenyum sambil mengelus kepala vian. Sekali kali dia menghapus air matanya.
"Berdoa lah nak. Doakan saja diamana pun dia berada semoga dia baik baik saja. Kalian saling mencintai apa lagi ada buah cinta kalian diperut sakinah. Percaya lah suatu saat sakinah akan kembali kepadamu sayang? " Ucap nenek atun mengangkat tubuh besar nan tegab milik vian.
"Percayalah diamana pun dia berada dia akan baik baik saja. Nenek percaya itu lebih baik kamu pulang dan beristirahat lah nak nenek akan pergi bekerja lagi? " Ucap nenek atun meninggalkan vian. Yang masih menangis terisak sambil bersender di samping mobilnya.
Setelah cukup lama dan puas memandangi sungai itu. Vian masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk pulang ke apartemen tempat dia tinggal bersama istrinya. Setelah sampai di apartemen vian masuk kedalam dan menuju kamar mandi. Vian membersihkan dirinya setelah selesai dia memakai celana boxser bertelanjang dada. Dia merebahkan dirinya ditempat ditidur yang biasanya untuk tidur sakinah. Dia mengambil Hasil USG itu lagi dan memandangi nya dengan intens.
"Apa ini.. Kok ada dititik dua.. Bukan nya kalau orang hamil itu kalau di USG adanya titik satu ya didalam sini? " Ucap vian. Lalu dia mengambil ponsel nya dan membuka mbah Google. Dan betapa terkejutnya dia. Ternyata sakinah hamil kembar setelah membaca penjelasan dari nenek Google.
"Astaga... Ternyata istri ini kecil kecil cabe rawit. Dia hamil kembar. Dan aku akan mempunyai anak dua sekaligus...? " Ucap vian bahagia dengan mata berkaca kaca..
"Kembalilah sayang aku merindukanmu. Kapan kamu akan kembali. Ya Tuhan pertemukan aku dengan istri kecil ku jika dia masih hidup tunjukkan lah dimana keberadaannya, jika dia sudah tiada ya Tuhan tunjukkan dimana keberadaan jasadnya ya Allah . Aku mohon? " Ucap vian menangis dengan pilu. Suara tangisan nya sampai terdengar dari luar. Vian benar benar terpuruk.
Diluar ternyata ada sepasang suami istri yang mendengar kan semua ucapan vian dari dalam kamar. Mereka ikut sedih dan menangis. mereka adalah papa bambang dan mama diana. Dia berencana menengok vian mereka ini mengajak vian makan malam bersamaa sama. Sekaligus mama ingin minta maaf untuk sesekian kalinya. Karena semenjak kejadian itu vian tidak pernah mau bertemu dengan mamanya. Dia bersikap Dingin. Vian sebenarnya sudah memaafkan mama nya tapi vian masih kecewa. Vian lebih baik menghindar dari mama nya dari pada vian harus membuat mama nya sakit hati karena sikapnya yang dingin.
__ADS_1
"Ini semua gara gara mama papa. Anak kita menajdi seperti itu. Mama salah mama salah.. Mama tidak snggup melihat vian seperti itu... Ya Tuhan kembali kan sakinah kepada vian ya Tuhan...? " Ucap mama menangis dipelukan sang papa. Sang papa hanya diam karena dihati nya yang paling dalam dia juga kecewa dengan istri nya. Tapi mau bagaimana lagi mau apa tidak dia tetap istri nya.