Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 6


__ADS_3

Jam audah menujukan jam 4 pagi. Vian meraba raba disisi nya tapi kosong. Dia bangun dan melihat sekeliling tapi sakinah tidak ada. Tapi melihat celana dan tengtop sakinah masih ada di lantai. Dia melihat kearah kekamar mandi tapi juga kosong. Dan pada akhirnya dia keluar dari kamar. Dia mendapati seseorang sedang duduk dimeja makan hanya memakai handuk yang dililit kepada tubuhnya dan tingginya sepaha. Membuat sang pedang pusaka on lagi.


"Sial.. Kenapa kau bangun lagi. Mentang mentang lawan main mu adalah daun muda? " Gumam vian.


Sakinah sudah selesai makan. Dan mencuci piring setelah selesai semua dia berbalik dan betapa kagetnya mendapati vian tanpa memakai sehelai benang pun. Dan melihat pedang pusaka yang tegak berdiri.


"Astaga..... Kalau dilihat anak anak bagaimana. Dasar...? " Ucap sakinah menarik tangan vian dan dibawa masuk kedalam lamar lagi.


"Maaf sayang.. Aku lupa. aku bangun melihat mu kemana mana tidak ada aku khawatir? " Ucap vian.


"Lebay banget sih huft... aku kelaparan jadi aku tadi makan. Dari kemaren kan aku belom makan? " Ucap sakinah cemberut.


"Hehehe iya iya maafkan aku...? "Sekarang kita main lagi ya pedang ku sudah on lagi.? " Ucap vian


"Iya... Iya..? " Ucap sakinah. Sebenarnya dia lelah. Tapi dia tidak kuasa untuk menolak karena dia sadar karena dia juga butuh uang untuk dirinya dan kedua adiknya. Dan sakinah juga senang senang saja. Karena bercinta itu sangat enak dan nikmat..


5 bulan kemudian.


Sudah 5 bulan sakinah tinggal di apartemen itu dan dia juga sudah menikah dengan vian walau pun siri. Tapi itu hanya sepengetahuan sakinah. Vian diam diam sudah mendaftarkan pernikahan nya ke KAU negara. Dan sekarang mereka sudah sah agama dan negara. Tapi hanya sepengetahuan vian dan bayu asisten nya. Sakinah juga sudah biasa melayani hasrat sang om tuanya. Karena hampir tiap malam vian menjamah tubuh sakinah. Dan selama satu bulan ini dia tidak pernah keluar apartemen sama sekali. Sedangkan hasan dan Mutia ditaruh di asrama. Itu permintaan vian agar Mutia dan hasan tidak menganggu kesenangan vian dan sakinah. Dan sakinah menurut saja apa lagi vian sudah membiayai biaya sekolah Mutia dan hasan sampai kejenjang Universitas. Dan Mutia dan hasan baru bisa keluar dari asrama jika sudah wisuda nanti. Baik bukan vian itu. Dan sebenarnya diam diam sakinah sudah mempunyai rasa kepada vian. Tapi sakinah diam saja. Dia mencintai vian dalam diam. Karena yang diketahui oleh sakinah vian hanya membutuhkan tubuh nya sebagai alat pelampiasan hasrat saja. Jadi sakinah tidak boleh mencintai vian. Dia sadar diri. Tidak tau saja vian malah sudah jatuh cinta saat pandangan pertama...Apa lagi vian menyuruh sakinah meminum pil kontrasepsi agar tidak hamil. Padahal itu hanya akal akalan vian. Sebenarnya itu hanya obat penyubur kandungan. Ya vian ingin anak dari sakinah. Sebenarnya sakinah sangat sedih karena dia berfikir cinta nya bertepuk sebelah tangan,apa lagi vian melarang dia hamil. Padahal uang dia sangat banyak seharusnya dia bahagia kan.karena setiap minggu vian memberikan dia uang yang sangat banyak. Apa lagi vian membuatkan dia rekening dan ATM atas nama sakinah sediri. Keluar saja tidak pernah mana bisa memakai uang itu. Hingga uang tabungan di rekening milik sakinah menumpuk.


Hari ini sakinah sedang memasak didapur. Karena vian nanti akan kesini. Vian sudah 1 minggu tidak kesini dan dia tadi menelfon nanti malam akan kesini. Makanya sakinah memasak sangat banyak. Apa lagi dia berdandan sangat cantik dan sexy untuk menyambut suami sirinya itu. Merasa puas dan bahagia. Benar saja. Saat sakinah bermain ponsel di ruang keluarga tiba tiba bell apartemen nya berbunyi. Dia tersenyum dan segera membenarkan dandannya dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Ceklek...

__ADS_1


"Selamat malam Sa....? " Ucap sakinah terhenti karena bukan vian yang datang melainkan seorang perempuan seumuran dengan vian.


"Maaf anda mencari siapa ya? " Tanya sakinah heran


"Apa benar ini apartemen vian Renaldi sanjaya " Tanya perempuan itu dengan sinis


"Bu.. Bukan... Ini apartemen milik saya? Siapa itu vian? " Ucap sakinah berbohong karena vian pernah berpesan jika ada orang siapa pun itu datang kesini bertanya tentang aku bilang saja kamu tidak kenal. Oke?" Itu lah pesan dari vian.


"Kamu gak bohong kan.? " Ucap perempuan itu menatap mata sakinah dengan tajam.


"Tidak ngapain saya bohong kalau tidak percaya masuk saja cek sana biar anda puas tante? " Ucap sakinah dengan datar.


"Oke kalau begitu saya pamit. Maaf menganggu? " Ucap perempuan itu pergi. Dan sakinah langsung menutup pintu nya. Dan bernafas dengan lega.


Ting tong...


"Siapa lagi sih." Ucap sakinah berjalan menuju pintu lagi.


Ceklek....


"Om vian...? " Ucap sakinah berbinar. Langsung memeluk vian.


"Hay sayang... Kangen ya... Maaf ya udah satu minggu gak ngasih kabar kamu? " Ucap vian mencium kening sakinah.

__ADS_1


"Hiks hiks aku kangen om aku kangen..? " Ucap sakinah tiba tiba menagis.


((Kenapa gue jadi mewek gini sih. Nih kan bukan gue banget? "Ucap sakinah dalam hati.


" Hay sayang kenapa menangis. Q selama seminggu ini sibuk sayang q selalu pulang malam. Maafkan aku ya. Plis jangan nangis oke? " Ucap vian menghapus air matanya. Dan sakinah mengangguk. Dan mereka berdua masuk kedalam rumah dan menutup pintu serta menguncinya. Tanpa sepengetahuan mereka berdua ternyata perempuan tadi belom pergi dia masih tidak percaya dengan gadis kecil yang ditanya tadi. Hingga dia juga melihat vian datang dan memeluk dan mencium gadis kecil itu. Perempuan itu mengepalkan tangan nya menahan emosi.


"Kurang ajar. Sialan bocah ingusan itu. Berani sekali dia membohongi ku, siapa dia. Kenapa vian sangat perhatian dan mereka sangat mesra. Aku akan menyingkirkan gadis kecil itu. Vian hanya milik ku. Aku akan berbicara dengan tante Diana,? " Ucap perempuan itu pergi dari apartemen itu. Dan besok dia akan datang kekediaman vian dan bertemu dengan tante Diana. Ya dia alah Siska. Perempuan yang terobsesi dengan vian Renaldi sanjaya.


"Sayang... Bagaimana kabar mu. Kamu seperti nya makin gemuk saja? " Ucap vian yang sedang melepas kan baju dan celana nya dan menyisakan ce*ana da*am (sem*ak?)


"Masak sih gue gemuk an. Gue kira sama aja sih? " Ucap sakinah.


"Mau mandi apa langsung makan? " Tanya sakinah lagi.


"Mandi dulu habis itu makan kamu,? " Ucap vian mengoda.


"Makan nasi dulu sampai kenyang setelah itu makan aku sampai puas. Aku tu kangen keganas kamu om vian mesum ku sayang? " Ucap sakinah mengoda.


"Huft.... Oke oke... Lihat ini pedang pusaka ku sudah on? " Ucap vian


"Sabar ya sayang nanti masuk kedalam sangkar kamu sampai puas. Sekarang bersih bersih dulu Oke? " Ucap sakinah mengelus pedang pusaka itu membuat vian merem melek.


"Sudah mandi sana malah merem melek? " Ucap sakinah keluar dari dalam kamar membuat vian fustasi istri kecilnya itu semakin mengoda saja. Buah dada makin besar dan bokong juga makin besar. Dan akhirnya vian masuk kedalam kamar mandi. Dan ternyata sudah ada air hangat di bathup. Pasti sakinah yang menyiapkan. Vian tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Aku semakin mencintai dan menyayangii mu istri kecil ku? " Ucap vian tersenyum dan langsung masuk kedalam bathup.


__ADS_2