Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
BONUS (4)


__ADS_3

" Baru pulang dek" Ucap seorang laki laki tampan berusia 26 tahun.


"Sudah bang, oh iya bang. Mulai besok aku akan tinggal dirumah majikan aku bang" Ucap seorang yang dipanggil dek.


" Kenapa.. Bukannya setiap jadi supir selalu pulang kerumah? " Tanya sang abang.


"Kali ini aku jadi supir pribadi dan merangkap menjadi bodyguard bang. Kali ini aku menjadi pengasuh anak berusia 17 tahun. Nakal nakal nya itu. Huft... Aku mau karena bayarannya gede? " Ucap perempuan yang dipanggil dek itu.


"Ya sudah.... Hati hati saat bekerja. Istirahat gih... Besok kan sudah mulai bekerja? " Ucap sang abang.


"Kalau abang menyuruh ayu untuk istirahat abang juga istirahat dong." Ucap perempuan yang bernama ayu itu.


"Sebentar lagi dek. Masih jam 10..bentar lagi juga tutup? " Ucap sang abang.


"Bang fahmi selalu saja seperti itu" Ucap ayu berdiri dan meninggal kan sang abang.


Ya dia adalah ayu samanta supir pribadi azkia sekaligus bodyguard yang akan menjaga azkia selama 24 jam. Bersama sang kakak bernama fahmi prayoga. Mereka berdua sudah yatim piatu karena mereka tidak tau siapa orang tua mereka. Karena mereka dibuang kepanti asuhan saat ayu berusia 1 tahun dan. Fahmi 5 tahun. Mereka berdua lupa wajah kedua orang tuanya.


****


Pagi hari jam sudah menujukan jam 6 pagi. Azkia masih tidur nyenyak dikamar nya. Mami Rania menyuruh ayu untuk membangun kan azkia. Karena mulai saat ini dan sampai waktu yang belum ditentukan azkia akan menjadi tangungjawab ayu samanta. Ya ayu samanta sudah datang jam 4 pagi tadi. Saat bibik membukakan pintu beliau sampai kaget karena melihat ayu sudah berdiri didepan pintu.


Kini ayu sudah didepan kamar azkia. Dia segera masuk kalam hal pertama yang dia lakukan adalah membuka korden jendela kamar milik azkia. Agar cahaya akan segera masuk. Setelah itu membuka selimut tebal milik azkia.


"Nona muda bangun. Sudah jam 6.waktu nya mandi dan siap siap berangkat sekolah? " Ucap ayu dengan dingin.


"5 menit lagi mami? " Gumam azkia.


"Tidak ada lima menit, saya hitung sampai 3 kalau tidak bangun. Saya akan membawa gayung. Satuuuuuuu......... Duaaaaaaaaa..... Tiiiiigggggaaaaaaaa? " Ucap ayu tapi azkia tidak bangun juga. Ayu menuju kamar mandi dan langsung mengambil air digayung. Membawa keluar kamar mandi dan disiram kan kewajah azkia.


Byuuuurrrrrrr.....


"Huaaaaaaaa banjiirirrrrrr" Ucap azkia langsung berdiri dan berteriak. Sedangkan sang pelaku. Hanya diam dengan dingin.

__ADS_1


Saat azkia merasa tidak ada banjir dia membuka matanya melihat kasur empuk nya basah. Dia beralih menatap sang pelaku penyiraman ya bodyguard baru miliknya.


"Kau..dimana sopan santun mu. Kenapa kamu membangun kan majikan mu dengan cara tidak sopan? " Ucap azkia berteriak karena marah.


"Ini baru hal sepele nona muda, jika besok anda susah bangun. Saya akan melakukan hal yang lebih parah? " Ucap ayu dengan datar.


"Apa yang akan kamu lakukan" Ucap azkia kepo


"Saya akan mengedonng anda dan saya akan melemparkan anda ke kolam renang lewat balkon kamar anda ini? " Ucap ayu dengan dingin nan datar.


"Hah.... APA.......? " Ucap azkia shok.


"Apa apa an nenek Diana dan mami mencarikan supir pribadi seperti es balok kayak gini. Gila..? " Ucap azkia dalam hati.


"Nona buruan bangun dan mandi. Jangan melamun saya akan menyiapkan baju sekolah anda,? " Ucap ayu berjalan menuju lemari milik azkia.


"Ah... Iya iya.. Oke oke? " Ucap azkia lari masuk kedalam kamar mandi.


Diluar pintu mami Rania dan papi vian melihat semua kejadian itu. Awalnya papi vian mau marah tapi dilarang oleh mami Rania.


"Papi percaya deh sama mami. Semua akan baik baik saja. Ini semua demi kebaikan anak kita yang bandel itu,sudah ayo tunggu dimeja makan "Ucap mami Rania membawa papi vian turun kebawah.


"Huft... Baiklah..." Ucap papi vian.


Saat ini azkia sudah selesai mandi dan memakai seragam nya. Ayu dengan pelan dan terus diam. Menyisir rambut nona mudanya setelah itu dikepang kecil kecil dan ditekuk kebelakang. Azkia sangat cantik. Setelah selesai semuanya. Azkia langsung turun. Ayu mengikuti dari belakang sambil membawa tas milik nona muda nya.


"Pagi papi mami, nenek kakek? " Ucap azkia mencium orang tersayang satu persatu.


"Wah.. Tumben anak mami Dadan cantik banget...? " Ucap mami Rania tersenyum.


"Ini yang dandani es balok mami* ucap azkia lirih takut ayu mendengar. Padahl ayu tidak mendengar karena ayu langsung kedepan menunggu didepan mobil.


" Hah... Es balok.. Siapa itu sayang? " Ucap nenek Diana.

__ADS_1


"Itu kak ayu, habis dia datar dan dingin persis es balok? " Ucap azkia duduk disebelah maminya. Dan langsung mengambil sarapan.


"Sayang, kalau kamu tidak nyaman sama dia, atau dia kasar sama kamu bilang sama papi nak. Papi akan mencari penganti nya? " Ucap papi vian. Papi vian benar benar tidak rela sang anak diperlakukan kasar oleh orang lain.


"Tidak papi. Kan azkia belom tau gimana cara kerja nya kak ayu kalau benar benar gak nyaman aku akan bilang sama papi? " Ucap azkia sambil melahap sarapannya.


"Beneran ya sayang? " Ucap papi vian masih khawatir.


"Udah dehhh bapak tua Jagan lebay gitu.. Anak nya baik baik aja juga? " Ucap mami Rania. Membuat semua orang tertawa.


Setelah selesai sarapan. Papi vian Mami Rania dan kakek nenek mengantar azkia sampai keluar pintu utama.


"Nak.. Mami dan papi setelah ini langsung kembali kejakarta. Papi akan mengurus perusahaan lebih dulu setelah itu papi akan ke luar negri menyusul kakak kembar? " Ucap papi vian memeluk anak gadisnya tidak henti menciumi kening azkia dengan sayang.


"Mami pesan satu aja buat azkia... Jangan bikin ulah yang akan membuat kakek dan nenek khawatir ya sayang. Ksian nenek dan kakek? " Ucap mami Rania bergantian memeluk azkia.


"Papi mami.. Hati hati ya dijalan. Jaga diri baik baik, jaga kesehatan. Dan titip salam buat si kakak kembar kesayangan azkia, oh iya nanti bawakan oleh oleh ya kalau sudah kembali ke Indonesia? " Ucap azkia mencium pipi papi dan mami nya.


"Iya sayang sudah cepat berangkat nanti telat lagi? " Ucap mami Rania dan azkia mengangguk.


"Nenek kakek azkia berangkat dulu ya "? Ucap azkia mencium tangan punggung kakek dan nenek dan juga tangan punggung papi dan mami.


" Iya sayang hati hati? " Ucap nenek dan kakek.


Azkia masuk kedalam mobil dan ditutup oleh ayu.


"Terima kasih es balok? " Ucap azkia santai. Para orang tua hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Jaga anak saya baik baik. Jagan kasar berlebihan,? " Ucap papi vian dengan tatapan tajam nya.


"Baik tuan besar? " Ucap ayu datar. Tidak ada rasa takut sama sekali.


"Benar benar es balok, aku tatap aja tidak takut? " Ucap papi vian dalam hati. Setelah itu ayu masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk menuju kesekolah milik azkia yang baru.

__ADS_1


Setelah mobil azkia tidak terlihat. Papi dan mami juga pamit kembali kejakarta. Setelah mobil papi vian dan mami Rania tidak terlihat. Nenek Diana Dan kakek bambang masuk kembali kedalam rumah.


__ADS_2