Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 14


__ADS_3

"Apa....? " Ucap Reno kaget... Tidak menunggu lama Reno mengedong adik nya dan berlari menuju kevilla. Diikuti oleh dokter mia yang berlari dibelakang mereka. Setelah sampai rumah Reno berteriak memanggil mama papanya.


"Papa... Mama... Kalian DImana... Rania mau melahirkan" Teriak Reno. Membawa Rania kedalam kamar yang sudah disiapkan jika sewaktu waktu Rania melahirkan. Papa mama berlari dengan panik dan menuju kamar tempat bersalin sang putri.


"Bagaimana Reno bagaimana adik mu" Ucap papa salim. khawatir dan panik.


"Sudah diurus oleh dokter mia. Kita berdoa saja? " Ucap Reno. Berusaha biasa saja,padahal dia sangat lah khawatir. Papa mama juga tak kalah hawatirnya. mereka bertiga modar mandir dan terus merapalkan doa.


"Nona muda dengar kan intruksi dari saya ya.. Tarik nafas yang dalam dan buang dari mulut. Oke? " Ucap dokter mia dan Rania hanya mengangguk.


"Ayo tarik...... Hembuskan.... Tarik.... Habiskan...... Tarikkikkkk..... Dan mengejan nona...? " Ucap dokter mia. Dan Rania mengikuti perintah dari dokter mia. Dan bebrapa kali mengejan kedua bayi Rania berjenis kelamin laki-laki semua terlahir dengan selamat dan tidak kekurangan apa apa. Dan Rania menangis haru ketika kedua anaknya Menyusu kepada nya. Setelah selesai menyusu. Dokter mia dibantu oleh suster membersihkan dua bayi kembar yang tampan rupawan itu. Setelah selesai semua keluarga itu masuk. Papa mama menggendong kedua cucunya itu dengan penuh kebahagiaan. papa salim mengadzani kedua cucunya bergantiam ,Tiada henti menciumi mereka. Reno yang tidak mau kalah merebut bayi itu dari gendong an papanya. Membuat semua orang terkekeh. Tidak dengan papa yang cemberut seperti anak kecil yang diambil permen nya saja.


"Sayang apa kamu sudah menyiapkan nama untuk mereka.? " Ucap mama Mikha mendekat kearah sang anak. Karena bayi yang digendong sudah berpindah ke tangan sang suami. Jadi bayi kembar itu berada digendong an kakek dan paman nya.


"Sayang kalau bisa belakang nya kamu kasih marga papa nak. Karena mereka cucu cucu papa. Dan kamu adalah anak perempuan papa sayang" Ucap papa salim. Membuat mama Mikha terharu begitu juga dengan Rania dia menangis terharu.


"Rania sudah mempunyai nama untuk mereka berdua papa mama? " Ucap Rania tersenyum.


" Siapa sayang? " Ucap mama Mikha tersenyum.


"Yang digendong an kak Reno anak pertama ku bernama KENZO PUTRA RENALDI DIRGANTARA DAN anak kedua ku yang digendong an papa KENZI PUTRA RENALDI DIRGANTARA, bagaimana apakah nama itu bagus." Ucap Rania


"Bagus bagus... Sekali. Papa suka.. Hay... Cucu oppa selamat datang di dunia ini kENZI


.. Ucap papa bahagia dan mencium pipi gembul milik kenzi.


" Selamat datang didunia ini juga keponakan paman yang tampan KENZO ku sayang? " Ucap Reno menciumi pipi kenzo juga. Rania sangat bahagia tanpa terasa air matanya menetes. Mama segera memeluk anak perempuan nya itu. Mama percaya kebahagiaan akan selalu datang untuk kamu sayang. Pikir mama Mikha.


Disisi lain..

__ADS_1


Di kantor pusat seorang laki laki beberapa jam ini merasa kan sakit diperutnya. Entah apa penyebabnya. Tapi anehnya beberapa saat kemudian. Sakit perut itu hilang. Dan digantikan air mata yang tiba tiba keluar dari matanya. Ya dia adalah vian Renaldi sanjaya.


"Kenapa dengan ku ini. Astaga? " Ucap vian


Beberapa saat kemudian datang lah sang asisten pribadi ya itu bayu.


"Maaf tuan sudah saatnya kita akan mengunjungi rumah susun yang kita bangun itu? " Ucap bayu.


"Sudah sampai mana pembangunan nanya bay" Ucap vian.


"Masih 65 % tuan.. Dengan 10 lantai dan 200 pintu.? " Ucap bayu. Dan vian hanya mengangguk saja. Setelah itu bayu izin keluar


Vian sengaja membangun rumah susun itu untuk ditinggali teman teman sakinah yang berada di kolong jembatan. Yang hampir setiap hari kejar kejar an dengan satpol PP. Vian ingin memberikan kejutan untuk sakinah saat dia pulang nanti. Agar sang istri kecil nya itu bahagia. Karena vian sudah memberikan kehidupan yang layak untuk mereka Semua. Vian memberikan dengan cuma-cuma alias gratis. Penghuni nya nanti hanya perlu membayar iuran listrik dan air tidak perlu membayar sewa rumah susun itu.


"Semoga setelah kamu pulang nanti kamu akan bahagia sayang. Aku merindukan mu. Apa kamu tidak merindu kan ku kembalilah sakinahku? " Ucap vian dengan sendu.


Tok tok tok tok...


"Permisi pak sebentar lagi kita akan miting dengan perwakilan rajawali group? " Ucap nanda


"Hem.. Siapakan semuanya? " Ucap vian dengan dingin


"Baik Pak..? " Ucap Nanda keluar dari ruangan itu.


Setelah itu sebelum mitting dimulai vian mempelajari berkas berkasnya terlebih dahulu.


Disisi lain.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan menantu ku" Ucap pak bambang

__ADS_1


"Belom tuan... Nyonya sakinah seperti hilang ditelan bumi. Padahal saat dia hanyut kalau memang sudah meninggal bisa jadi mayat nya bisa ditemukan. Tapi ini hilang tanpa jejak. Seperti nya ada seseorang yang menolongnya dan membawa pergi keluar dari kota ini" Ucap sang suruhan papa bambang.


"Huft... Baik lah trus lah cari keberadaan menantu ku. Kasih kabar. Aku selalu? " Ucap pak bambang


"Baik tuan. Kalau seperti itu saya permisi" Ucap sang suruhan pamit undur diri.


"Bagaimana ini pa. Kenapa sakinah belom juga ditemukan." Ucap mama Diana.


"Kamu yakin sakinah dibuang Siska di sungai dekat jembatan perbatasan? " Ucap papa bambang


"Yakin pa.. Mama juga ikut kesanaa waktu itu" Ucap mama sendu.


"Tapi dia hilang bagai ditelan bumi. Ma Jasadnya pun sudah tidak ada. Kalau pun jasadnya sudah dimakan buaya di sungai itu kan harusnya masih ada baju nya atau apa lah. Lah ini hilang bagai ditelan bumi" Ucap papa frustasi.


*ini semua salah mama. Kalau mama tau sakinah itu istri vian. Mama tidak akan melakukan ini semua. Ini salah mama. Terlalu percaya dengan perempuan gila itu? " Ucap mama menagis. Papa seger memeluk mamanya.


"Tenang lah semoga dia lekas ditemukan.? " Ucap papa bambang.


Di jakarta. Divilla dikota bogor.berhari hari Disibukkan mengurus bayi kembar. Berjenis laki laki itu papa selalu membantu mama mengurus kedua cucunya dikala papa libur bekerja. Rania hanya kebagian menyentuh anaknya disaat anak nya ingin minum asi dan tidur. Rania tidak mengeluh atau keberatan sama sekali. Malah dia sangat bahagia karena sang mama dan papa sangat menyayangi. Anak anakNya. Reno sudah kembali ke kota pusat saat sang kekasih sudah kerja dirumah sakit kembali ,Reno akan datang setiap hari sabtu dan menginap divilla dan akan kembali ke kota saat senin pagi. Rania setiap malam selalu memikirkan vian. Bagaimana keadaan papa dari kedua anaknya ini. Masih mengingat nya apa melupakan dirinya.


"Apa kamu masih mengingat ku, apa kamu mengganggap aku sudah mati apa masih hidup. Aku merindukan kamu. Apa kamu tau kedua anak anak ku sangat mirip dengan wajah mu. Aku mencintaimu. Aku gagal untuk melupakan kamu. Setiap aku berusaha melupakan kamu. Semakin terlihat wajah mu didepan ku. Seakan kamu tidak ingin aku melupakan diri mu.... VIAN RENALDI SANJAYA. AKU MENCINTAIMU? " Ucap Rania dalam hati.


Deg..


Vian bagun dari tidur nya. Dia seperti mendengar suara Sakinah memanggil namanya dan mengucap kan cinta kepada dirinya. Vian mengusap wajahnya frustasi.


"Kembalilah sakinah ku. Cinta ku. Permata hatiku


aku juga sangat mencintaimu sayang....aku mohon kembali lah..." Ucap vian dengan lirih lalu dia melanjutkannya tidur nya lagi....

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2