Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 2


__ADS_3

Di sebuah kamar yang sangat mewah seorang pria matang Tengah merebahkan tubuhnya dikasur king size nya itu. Dia menerawang jauh mengingat perempuan yang tadi sore masuk kedalam mobilnya.ya dia adalah VIAN RENALDI SANJAYA. Ya dia mengingat wajah cantikut mulus dan sexsi apa lagi perempuan itu bertato membuat dia terlihat lebih wow, apa lagi buah dada yang menyembul sedikit keluar. Serta perut putih mulusnya. Tidik dihidung serta dilidah tadi. Hingga membuat perempuan tadi terkesan sexsi.


"Siapa gadis kecil itu sebenarnya, kenapa dandannanya seperti preman. Tapi dia sangat cantik dan sexy. Apa lagi badannya astaga ... Adik ku bangun baru membayangkan saja..? " Ucap vian frustasi.


"Kenapa kamu bangun, padahal aku baru membayangkan saja. Padahal kamu tidak pernah bangun bahkan melihat wanita-wanita j@l@ng itu telanjang? " Ucap vian lagi.


Mau tidak mau Vian mandi air dingin tengah malam. Agar sang anak sanca mau tidur juga. Besok vian memutuskan akan mencari tau gadis kecil yang sudah membuat dirinya gila itu. Setelah selesai mandi vian hanya memakai celana boxser dan tanpa memakai baju langsung menuju ranjang dan segera tidur. Berharap cepat pagi agar dia lekas bertemu dengan gadis kecil yang mengisi otak nya itu kebetulan besok hari sabtu dia libur tidak bekerja. Dia besok akan jalan jalan menyusuri jalanan untuk mencari gadis ya. Eh... Gadisnya kenal aja engak bang.


Pagi harinya vian sudah selesai mandi dan hanya memakai celana seper4 dan kaos berwana putih tidak lupa kaca mata hitam dan jam tangan mahalnya. Vian segera turun kebawah. Dan ternyata dibawa sudah ada mama dan papanya. Serta perempuan yang sangat cantik dan seperti seumuran dengan vian(perawan tua dong.... Ohh tidak dia sudah menjanda 4 kali) ya perempuan itu adalah SISKA AMALIA perempuan yang mengejar gejar vian selama ini. Dia mencintai vian dari jaman kuliah, Tapi tidak dengan vian dia merasa jijik melihat teman semasa sekolah nya bayangkan saja janda 4 kali. Vian saja masih perjaka. Perjaka tua maksud nya. Piss ya bang vian....


"Pagi nak...? " Ucap mama tersenyum melihat anak tampan nya duduk disamping sang papa.


"Pagi ma, pa? " Ucap vian mengambil nasi goreng dan langsung melahap nya.


"Mau kemana rapi gitu. Apa kamu sudah tau kalau ada Siska makanya kamu tampil keren dan cool kayak gini sayang? " Ucap mama lagi.


"Mimpi... Q mau keluar ada urusan? " Ucap vian dingin.


"Huft.... Selalu saja seperti itu kamu ini sudah waktunya menikah vian? " Ucap mama mengomentari


"Mama tidak Bermaksud mau menikah kan q dengan janda 4 kali ini kan.. Ayo lah ma.. Q ini perjaka.. Q juga mau perawan juga kali " Ucap vian dengan menatap Siska dengan sinis lalu meminum jus nya. Setelah itu dia langsung berdiri dan berjalan keluar. Membuat mama mendengus kesal.


"Vian bolehkah aku ikut? " ucap siska tersenyum


"gak..? " ucap Vian datar tanpa menoleh kearah siska


"Maafkan vian ya Siska.? " Ucap mama gak enak.


"Gak papa kok tante. ((Q saat ini masih bisa bersabar. Lihat saja nanti tunggu tanggal mainnya VIAN RENALDI SANJAYA")) lanjut dalam hati.


" Papa kenapa diam saja. Kenapa tidak menegur vian tadi? " Ucap mama sebal.


"Dia sudah besar dan dewasa. Bisa memilih jalan nya sendiri. Kita tidak usah ikut campur. Kita hanya bisa mendukung nya dan memberi semangat dan berdoa yang Ter-Baik? " Ucap papa dengan datar. Info ya gaess papa bambang ini juga tidak suka sama Siska. Usut punya usut. Siska ini pernah mengoda papa bambang. Untung saja iman nya kuat. Papa bambang mengancam Siska agar tidak menggodanya lagi. Tapi namanya juga j@l@ng ya tetap j@l@ng. Dari tadi saja masih curi curi pandang sama papa bambang. Berharap papa bambang luluh. Setelah selesai sarapan. Papa berdiri dan kembali kekamar. Dia sudah tidak tahan berada di dekat Siska itu.


Vian saat ini sudah berada di pinggir jalan. Dia sengaja memarkirkan mobilnya dipinggir jalan itu sambil menunggu sang pujaan hati. Cie elah gak ingat umur napa bang. Tiba tiba dari kejauhan vian melihat perempuan memakai celana pendek dan tengtop. Dia diseret oleh dua preman. Dan ada dua anak kecil menangis mengejarnya.

__ADS_1


"Jangan... Janga bawa kak sakinah... Kakak huaaa kakak...? " Ucap mutia menagis sedang kan hasan hanya diam. Dia gengsi mau menangis.


"Lepasin gue bang lepasin brengsek? " Ucap sakinah berontak. Walaupun sakinah bisa bela diri dia tetap kalah oleh dua preman ini.


Plak....


"Bisa diam gak lo. Hah.. Lo harus kita jual.. Karena kita butuh duit? " Bentak preman satu.


"Kalau Lo gak nurut, gue bakalan bunuh kedua adik lo, faham gak? " Bentak preman dua. Sakinah tetap berontak tapi dia memekik kesakitan lagi lagi dia ditampar oleh preman itu hingga hidungnya bedarah.


"Sialan kedua preman ini...? " Ucap sakinah dalam hati.


"Kakak Mutia ikut kakak hua...? " Ucap mutia menagis histeris.


"Hasan bawa mutia pulang. Kakaka akan segera pulang. Kalau kalian tetap ikut kakak bahaya sayang? " Ucap sakinah. Hasan hanya menunduk dan mengajak sang adik pulang tapi tetap saja mutia keras kepala tetap mengajar sakinah sambil menagis. Tiba tiba dari arah belakang mereka. Ada seseorang yang berteriak dengan lantang. Membuat semua orang menoleh. Apa lagi sakinah dia melotot kan matanya.


"Bangkotan tua mesum? " Ucap sakinah dalam hati.


"Woy... Lepaskan pacar gue bangsat? " Ucap vian ya seseorang itu adalah Vian Renaldi Sanjaya. Ucapan nya membuat sakinah melototkan matanya membuat vian terkekeh. Menurutnya sakinah sangat lucu.


"Gue pacar wanita yang lo bawa itu lepasin kalau gak gue bakalan laporin kalian kepolisi? " Ucap vian mengangkat ponsel nya.


"Lo pikir gue takut hah. Rasakan ini..." Ucap preman satu mengajak vian berkelahi.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh.... Vian membogem wajah preman itu lalu perut setelah itu vian menendang hingga membuat preman itu terpental. Preman yang satunya tidak Terima dia melepas sakinah dan menyerang vian. lagi lagi preman itu tumbang dan pada akhirnya kedua preman itu pingsan. Sakinah segera menghampiri kedua adik nya dan memeluk kedua nya.


"Tenang ya kita sekarang sudah aman? " Ucap sakinah dan kedua adik nya mengangguk. Vian menghampiri mereka. Wajah tidak lepas memandang sakinah.

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa apa? " Tanya vian


"Gue gak papa kok om.. Makasih ya udah nolongin gue ternyata lo baik juga.? " Ucap sakinah tersenyum memperlihatkan gigi gisulnya.


"Kaka tapi pipi om itu berdarah? " Ucap hasan.


"Astaga iya om bibir lo berdarah? " Ucap sakinah mendekat dan memegang wajah vian membuat jantung vian berdetak.


Deg


Deg


Deg....


"Ah tidak apa apa... Ini sudah biasa bagi cowok seperti saya" Ucap vian tersenyum membuat sakinah juga tersenyum dan tiba tiba.


Plak....


"Au... Aduh apa yang kamu lakukan? " Ucap vian kesakitan


"Hehehe katanya biasa luka kecil itu om. Kok lo kesakitan sih " Ucap sakinah terkekeh.


"Kamu kan sengaja...? " Ucap vian kesal


"Hahaha maaf maaf.. Ayo kerumah kami nanti kami obati? " Ucap sakinah menuntun kedua adiknya. Vian mau tidak mau mengikuti dari belakang. Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah kardus dikolong jembatan. Semua orang yang ada dikolong jembatan itu menatap kearah sakinah dan vian. Sampai seorang nenek nenek menghampiri sakinah.


"Inah... Kamu sudah kembali. Kamu tidak apa apa kan? " Ucap nenek nenek itu terdengar hawatir.


"Tenang nek atun. Kinah baik baik saja ada om ini yang nolongin kinah. Udah dulu ya nek atun kinah mau mengobati luka om ini? " Ucap sakinah dengan ramah.


"Oh iya.. Nenek juga mau mulung lagi.. Nenek pergi dulu ya? "


"Iya nenek hati hati ya nek? " Ucap sakinah. Dan nenek itu mengangguk dan tersenyum......


.

__ADS_1


__ADS_2