
Pagi harinya mia bangun dari tidurnya. Dia menoleh kesebelah ternyata sudah kosong. Melihat jam dinding diatas pintu teryata masih jam 5 pagi. Kemana hasan pikir mia. Mia segera memaki linggrai tipisnya dan turun dari ranjang, menuju kamar mandi mencari keberadaan hasan tapi kamar mandi juga kosong. Setelah itu dia keluar dari kamar dan menuju, dapur, ruang tamu, dan ruang keluarga juga kosong. mia segera kembali ke dalam kamar sambil mendumel.
"Kenapa hasan tiba tiba pergi gak pamit sih, kalau pun pergi duluan dia bisanya menyiapkan kopi hangat dan sepucuk surat. Kok tiba tiba pergi begitu aja sih. Apa iya dia marah dengan kejadian tadi malam. Tapi kan kita sempat bercinta beberapa kali? " Ucap Mia duduk diranjang nya dan mencari nomor ponsel milik hasan. Segera memencet untuk melakukan panggilan, tapi beberapa kali menelfon nomor ponsel hasan tidak aktif.
"Hasan kami kemana sih. Kamu gak ada niatan ninggalin aku kan? " Ucap Mia sedikit gelisah. Tiba tiba ponsel Mia berbunyi dan dia langsung mengangkatnya tanpa tau siapa yang menelfon.
,📞"((hallo hasan kamu dimana?))
📞"((hallo dokter Mia ini saya suster rita ada pasien gawat darurat yang baru datang dan akan segera dioperasi,dokter hendi menyuruh saya untuk menghubungi anda,karena sangat suami hanya mau istri nya disentuh oleh dokter wanita))
📞"((oh rita...baik lah ...aku akan segera kesana))
Mia langsung mematikan telfon nya. Dia berdiri dan masuk kedalam kamar mandi. Melepas semua bajunya hingga bugil. Dia menyalakan shower dan mandi keramas. Mia sempat berdiam dibawa guyuran air itu. Dan menerawang jauh.
"aku sudah resmi bercerai, aku juga sudah dipecat dari rumah sakit di jakarta. Hanya rumah sakit kecil cendrawasih harapan ku satu nya. Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan keluarga Dirgantara . Hanya hasan prayoga yang ku punya sekarang. Rania maafkan kakak. Mama papa maafkan Mia?aku harus secepatnya mengajak hasan menikah setelah masa idah aku habis. aku tidak mau hasil perceraian aku sia sia.aku tidak mau kehilangan hasan juga. " Ucap Mia dalam hati. Mia segera menyudahi mandinya dia bergegas keluar dari kamar. Segera memakai baju dan jas berwarna putih kebesaran rumahsakit. Setelah dirasa rapi dia segera berjalan keluar dari apartemen tanpa sarapan dan berangkat ke rumah sakit karena ada pasien mendadak.
Disisi lain.
"Jadi benar pa.. Reno sudah bercerai dengan mia" Ucap mama Mikha berkaca kaca
"Papa baru tau tadi malam, Yudi menceritakan semuanya dengan papa,dan mengirimkan vidio bejat Mia dan selingkuhannya, Mia lebih memilih pacar pertama nya. Dan malah menyetujui perceraian ini? " Ucap papa salim dengan datar. Beliau sangat kecewa dengan Mia. Dia sangat membenci mia. Ya papa salim dan mama Mikha sudah tau semuanya dari awal
__ADS_1
Mulai Mia tidak mau mempunyai anak dan dia sampai berselingkuh dengan mantan pacar pertama nya. Hingga dia melihat mantan pacar nya daripada mempertahankan pernikahan itu. Papa salim benar benar marah. Tapi mau apa lagi. Reno sudah dewasa dia bisa menetukan kehidupan nya sediri mana yang baik dan mana yang buruk. Mama Mikha sediri hanya bisa menangis dan menangis. Bukan nya menangis memikirkan Mia dan Reno bercerai. Mama Mikha takut jika rania mengetahui semua ini. Rania pasti akan terluka. Rania sangat menyayangi Mia. Entah apa yang terjadi nanti.
"Bagaimana dengan rania nanti. Kalau dia tau Reno sudah bercerai, pasti dia akan sakit hati.?Rania sangat menyayangi Mia lebih dari apa pun. karena Mia sangat berarti dihidup Rania papa" Ucap mama Mikha. sangat sangat sedih.
"Mau bagaimana lagi ini semua sudah terjadi.. Mau tidak mau ya harus mau " Ucap papa salim. Mama Mikha menangis terisak.
Disisi lain. Didalam kamar mandi. Rania menahan sakit diperutnya. Dia terduduk dilantai kamar mandi. Sambil meringis menahan sakit. Wajah memucat dan keluar keringat yang sangat banyak. tadi Rania muntah muntah dan mengeluarkan darah,.Rania berusaha mengelus perutnya agar sakti nya berkurang.
"Bertahan sayang. Kita lawan sakitnya bersama sama. Mami percaya kamu anak yang kuat. Kakak kakak mu dan papi sangat menantikan kelahiran kamu nak. Jangan membuat mereka sedih atau kecewa. Mama menyayangi mu azkia putri Renaldi Dirgantara sanjaya.? " Ucap rania pelan sambil mulut bergetar. Dia sangat sangat kesakitan. Dari kehamilan berusia 4 bulan dia sudah merasakan sakit seperti ini. Tapi selalu dia rasakan sediri. Dan tidak mau merasa kan sakit. Ya rania sudah tau anak yang dikandung nya adalah berjenis perempuan. Makanya dia sudah menyiapkan nama AZKIA PUTRI RENALDI DIRGANTARA SANJAYA. Karena kedua anak laki laki nya sudah memakai dirgantara tapi dibelakang nya tetap diberi sanjaya. Menjadi KENZO PUTRA RENALDI DIRGANTARA SANJAYA. Dan KENZI PUTRA RENALDI DIRGANTARA SANJAYA.
Untung rumah sepi karena anak kembar dan sang suami sudah berangkat masing masing. Rania didalam rumah sendirian. Sedangkan bibik ada dibawah. Rania berusaha berdiri dan berjalan pelan. Keluar dari kamar mandi dia berjalan dengan berpegangan tembok setelah sampai di ranjang dia segera mencari obat dari dokter kandungannya. Setelah itu lekas diminum lah obat itu. Rania merebahkan dirinya dikasur hingga terlelap agar rasa sakit diperutnya sedikit berkurang.
"Tuan.... Tuan... Tuan vian? " Ucap tio sedikit menguncang tubuh vian.
"Rania...." Teriak vian kaget.
"Tuan kenapa, apa tuan baik baik saja" Ucap tio. Dan vian hanya diam dan Mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ada apa tio? " Ucap vian
"10 menit lagi kita akan mengadakan pertemuan dengan klien dari di Filipina? " Ucap tio
__ADS_1
"Baik lah persiapkan semua nya aku akan bersiap lebih dahulu" Ucap vian berdiri dan menuju kamar mandi.
"Baik tuan saya permisi" Ucap tio
"Heem..." Ucap vian.
"Ada apa dengan si bos. Kenapa seperti nya sedang banyak beban seperti itu. Kasihan sekali dia? " Ucap tio dalam hati.
Didalam kamar mandi. Vian mencuci mukanya. Dia melihat kearah kaca. Tiba tiba bayangan wajah rania yang bercahaya melintas didepan nya. Vian segera mencari ponsel nya dan menelfon sang istri. Tapi beberapa kali menelfon tidak diangkat membuat vian panik. Mau tidak mau vian menelfon telfon rumah.
📞((hallo kediaman sanjaya))
📞((rania diamana bik. Kenapa tidak diangkat saya telfon))
📞((waktu saya masuk kedalam kamar untuk mengantarkan baju baju bersih. Nyonya sedang tidur pak. Seperti nya nyonya sangat lelah.)) kata bibik membuat vian bernafas lega.
📞((ingatkan dia untuk meminum vitamin nya. Dan makan siang bik. Kalau begitu saya tutup dulu telfonan))
📞"((baik tuan)) telfon pun dimatikan.
Vian bernafas lega karena rania baik baik saja. Dia segera keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang miting. Karena miting akan segera di mulai. Wajah vian sudah tidak segelisah tadi. Dan tio bisa bernafas lega.
__ADS_1