
Beberapa jam kemudian Reno dan dira serta Yudi sudah sampai di bandara soekarno hatta. Mereka segera keluar dari dalam bandara. Yudi sudah dijemput oleh supir sang istri karena Reno menyuruh nya untuk langsung pulang kerumah saja. Dan Reno juga sudah dijemput oleh supir keluarga nya. Reno akan membawa dira kerumah orang tuanya dan memperkenalkan dira kepada mama papa nya. Mereka saat ini susah ada didalam mobil. Menuju kekediaman Dirgantara. Dira deg deg an. Tangan sangat dingin sekali.
"Kamu kenapa? " Tanya Reno memegang tangan dira dengan sayang. Dira tersenyum dan menggeleng.
"Kamu tenang saja.. Semuanya akan baik baik saja.? " Ucap Reno dan lagi lagi dira mengangguk dan tersenyum.
Beberapa saat kemudian mobil yang mereka naiki sudah masuk kedalam halaman rumah Dirgantara. Disana juga ada mobil vian. Kebetulan sekali dia bisa menjelaskan kepada semua orang. Mobil sudah berhenti dia mengajak dira turun.
"Ayo turun kita sudah sampai? " Ucap Reno tapi dira diam saja. Karna terpesona dengan rumah besar itu dan dia juga sedikit takut kalau keluarga suami nya menolak dirinya.
"Dira ayo..? " Ucap Reno lagi.
"Aku takut mas" Ucap dira pelan.
"Kamu tidak usah takut santai saja. Semuanya akan baik baik saja. Ayo. Kebetulan keluarga ku ngumpul semua adik dan adik ipar ku juga ada sini ayo? "! Ucap Reno tersenyum dan dira mengangguk.
Dira dan Reno bergandeng an tangan. Dan masuk kedalam benar saja semua orang sedang berkumpul. Sikembar sedang bermain dengan oppanya Dibawa. Omma duduk sambil memeluk rania. Dan vian juga ikut dibawah bersama papa dan kedua anak nya. entah kenapa Rania sangat manja dengan sang mama. dan mama Mikha juga memeluk Rania dengan erat seakan takut kehilangan Rania.
" Aku pulang....? " Ucap Reno sedikit berteriak membuat semua orang menoleh.
"Reno... "
"Kak Reno"
Paman Reno"
"paman Reno? "
Ucap semua orang. Reno tersenyum dan merentang kan tangan nya benar saja sikembar berlari akan memeluk Reno tapi terhenti karena melihat wanita asing dengan keadaan hamil seperti maminya. Semua orang bediri menatap Reno minta penjelasan. Dira hanya menunduk. Rania mendekat dan melihat kearah kakanya. dengan tatapan tajam nya. membuat Dira gemetar.
__ADS_1
"Dimana Kak mia kenapa tidak ikut pulang. Sudah 1 bulan ini no ponsel nya tidak aktif. Kak mia baik baik saja kan? " Ucap rania terlihat sangat hawatir
Reno berkaca kaca melihat adiknya yang sangat pucat. Dira juga melihat kearah rania wajah cantik nan teduh tapi sangat pucat. Reno menarik adik nya dan memeluk dengan erat. Reno menagis didalam pelukan adilnya membuat rania dan vian bingung. Tapi tidak dengan mama dan papa yang mengetahui semuanya.
Rania melepaskan pelukan kakanya dan menatap kakaknya dalam.
"Ada apa Kak... Apa semua nya baik baik saja. Siapa perempuan hamil ini. Dimana Kak mia? " Ucap Rania lagi.
"Duduk dulu ya kakak akan jelas kan pelan pelan? "! Ucap Reno dan Rania dengan menurut mengikuti kakaknya dari belakang. Matanya tidak lepas memandang tangan Reno yang bergandengan dengan perempuan hamil itu.
Semua orang sudah duduk dikursi nya. Rania duduk ditengah tengah antara dira dan Reno. Reno dan dira hanya tersenyum. Rania memeluk Reno. Dengan erat.
" Keponakan kakak disini sangat kangen. Nanti bantu suamiku merawat nya ya kak? " Ucap Rania. mengarahkan tangan reno agar mengelus perutnya. dan janin yang ada didalam perut Rania bergerak Reno meteskan airmatanya.
Deg...
"Enak saja.. Memangnya kamu kemana? " Ucap Reno mengelus kepala adiknya. Vian, mama dan papa hanya tersenyum saja. Rania benar benar manja dengan Reno.
"Haiiiissssss kau ini? " Ucap Reno.
"Sudah cepat cerita Kak? " Ucap Rania. Reno menarik nafasnya dalam dalam.
"Rania kaka dan Kak mia sudah bercerai 1 bulan yang lalu. Kaka menceraikan nya karena dia selingkuh dibelakang kaka. Selama di surabaya. Dan ini dira istri baru kaka...? " Ucap Reno membuat semua orang kaget. Termasuk Rania. Dia memegang perutnya entah kenapa dengan perut nya tiba tiba sakit. rania berdiri dan memegang perut nya.wajahnya semakin pucat.Dan Reno menceritakan semua kejadian bagaimana pertemuan pertama dengan dira. Hingga sekarang. Dan menceritakan mia dan mantan pacarnya. Setelah selesai bercerita semua orang diam. Dan dira hanya menunduk. Rania berdiri sambil menangis.
"Tidak mungkin.. Q sangat mengenal kak nia. Dia tidak seperti itu. Pasti perempuan ini kan yang membuat kakak cerai dengan kak mia? jelas jelas perempuan ini yang menjebak kakak jadi dia yang bersalah iya kan.." Ucap Rania terisak. Vian berdiri dan memeluk Rania. Dira juga sudah menangis.
"Tenang sayang tenangkan dirimu? " Ucap vian ikut merasakan kesedihan
"Sayang... Kamu percaya kan sama aku, gak mungkin kak mia sejahat itu dengan kak Reno. Hiks hiks?perempuan liar ini yang merebut kak Reno dari kak Mia. ini gak benar ini semua tidak benar " Ucap Rania menangis terisak. Dira tidak menyangka sebegitu besarnya rasa sayang Rania terhadap Mia.
__ADS_1
"Cukup nia... Ini semua kebenaran aku tidak pernah membohongi mu, aku akui aku salah karena sudah menghamili perempuan lain disaat aku masih bersama nia. Tapi ini kecelakaan. Tidak sengaja. Bahkan mia sudah berbulan-bulan selingkuh dibelakang ku? " Ucap Reno sedikit meninggikan suaranya membuat Ranai terkejut begitu juga dan mama papa. Baru kali ini Reno berani membentak rania. Hancur itu lah perasaan rania. Sang kakak membentak nya.
"Reno kenapa kamu membentak adikmu hah? " Ucap papa marah dan berdiri menghampiri rania Reno shok Reno menyesal.
"Sayang yang dibilang kakak mu benar, kak Mia berselingkuh papa punya buktinya? " Ucap papa mengeluarkan ponsel nya. Dan membuka galeri. Dan ditunjukkan oleh rania. Rania melihat vidio itu sambil menangis terisak. Rania benar benar kaget kakak ipar kesayangan nya. Mama masih duduk sambil menangis.
"Dek maafkan kakak membentak mu sayang? " Ucap Reno merasa bersalah. Dan sangat menyesal.rania mudur tidak mau disentuh oleh Reno, Dira sendiri menangis dia salah dia salah hadir dikeluarga ini pikirnya.
"Kakak tidak salah... Aku yang salah terlalu membela orang yang salah. Kak dira namamu kak dira kan maafkan aku. Jagan dimasukkan kedalam hati.? " Ucap rania tersenyum dibalik wajahnya yang pucat itu. Dia meringis kesakitan. rania terus mundur dan terus menangis dan tersenyum. membuat semua orang merasa kan sakit yang begitu dalam.
"Rania kamu kenapa sayang? " Ucap vian panik. Mama Mikha yang melihat rania menahan kesakitan langsung mendekat.
"Nak anak mama kamu kenapa sayang...." Ucap mama Mikha menagis, papa dan kak Reno serta kak dira ikut mendekat. Papa dan kak Reno berkaca kaca.
"Mama sakit sekali... Aku sudah tidak kuat. Aku mohon demi aku selamat kan bayiku? " Ucap rania sambil kesakitan dan lalu pingsan. Dira melihat darah yang keluar sangat banyak.
"Mas Mas Reno.. Darah mas banyak sekali darah yang keluar " Ucap dira kaget. Semua orang panik dan kaget. Via segera membopong rania dan dibawa keluar rumah diikuti oleh semua orang. Sikembar sudah dibawa kekamar atas oleh kedua mbaknya.
Setelah sampai didalam mobil. Reno menjalankan mobilnya dengan kencang. Membuat dira sedikit takut. Tpi dia tidak bisa berbuat apa apa karena keadaan adiknya sangat kritis. Darah semkin banyak yang keluar dari bagian bawah tubuh rania. Mama menangis terisak sambil memangku kepala rania dan vian menagis sambil terus membangun kan rania. Papa sendiri hanya diam sambil menangis. Tidak kuasa melihat rania dengan wajah pucatnya.
"Bangun sayang..... Jangan tinggalkan aku.. Aku tidak ingin kehilangan dirimu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu nia? " Ucap vian menagis. Reno sendiri menangis dalam diam ini salahnya seharusnya dia tidak memberitahu mendadak seperti ini. Reno benar benar merasa bersalah. apalagi dia sudah membentak sang adik. ini pertama kalinya Reno membentak adik kesayangannya.
"Reno jalankan mobilnya dengan cepat. Darah kelaur sangat banyak. Mama tidak mau kehilangan anak mama Reno...? " Ucap mama Mikha berteriak. Sambil terisak. Rania membuka matanya dan melihat suaminya terisak.
"Ke.. Ke.. Kenapa... Me.. Menangis.? " Ucap rania terbata bata dan tersenyum
"Sayang jangan tinggalkan aku... Aku mohon rania. Bertahan lah? " Ucap vian menagis.
"Ma... Ma.. Mama.... Pa... Pa... Papa... Ti.. Ti... Ti.. Titip ken.... Kenzo da.... N... Ken.... Kenzi, .. Serta su... Suamiku. A... Aku.. Men.. Men.. Menyayangi ka.. Ka.. Kalian semua.? " Ucap rania pingsan lagi.
__ADS_1
"Tidak.... rania bangun.. Rania bangun... Jagan seperti ini. Kamu kenapa? " Ucap vian berteriak sambil memeluk istri nya. Mama menangis terisak dipelukan papa salim. Reno menangis sambil menyetir dira ikut menagis dan berusaha menenangkan sang suami. agar konsentrasi menyetir.