Takdir Sakinah

Takdir Sakinah
episode 31


__ADS_3

31


2 bulan kemudian....


Disisi lain..


"Wah wah janda muda dari mana jam segini baru pulang? " Ucap seorang perempuan yang berdandan menor.


"Wah wah... Perawan tua tapi sudah tidak perawan... Ya kerja lah kan butuh makan. Masak mau morotin suami orang tapi gak dinikahi? " Ucap wanita muda itu sewot


"Kerja apa. Jam segini baru pulang....?? " Ucap perempuan itu kepo


"Izzz kepo banget... Ngel*nte puas kamu? " Ucap wanita muda itu masuk kedalam kontrak an nya. Dan menutup pintu dengan kencang membuat seseorang e itu kaget.


"Dira dasar kamu ya. Bikin kaget aja... Huh.. Masih kecil udah jadi janda dasar...? " Ucap perempuan itu marah karena kaget. Lalu bersunggut sunggut masuk kedalam rumah. Wanita muda itu cekikikan mendengar tetangga nya yang gila itu marah marah.


Ya dia adalah nadira. Gadis cantik dan sedikit pecicilan. Ya dia adalah perempuan yang pecah perawan bersama Reno dirgantara. Sekarang dia tinggal di surabaya. Dan ngontrak disana. Uang dira hasil taruhan masih disimpan rapat di ATM. Dia masih bingung uang itu untuk apa. Dan dira sekarang bekerja di sebuah rumah makan sederhana tapi rasanya sangat lezat. Sudah dua bulan dira bekerja di rumah makan itu. Memang dia selalu pulang malam. Karena rumah makan itu tutup jam 10 dan buka jam 8 pagi.


Sampai didalam rumah dira segera membuka bungkusan nasi dan lauk sisa dari ibu minah pemilik tempat makan itu. Bu minah hanya memperkerjakan dira seorang sebagai tukang mengantarkan makanan untuk pelanggan. Jika sepi membantu ibu minah mencuci piring digaji 1 juta satu bulan tapi dapat makan 3 kali. Nama nya juga di surabaya. Babu aja 3 juta 5 ratus serabutan((soalnya author juga kerja menjadi babu sekarang makanya tau)). Apa lagi diwarung sederhana. 1 juta itu sudah bagus. Dari pada tidak kerja. Itu saja buat dira sangat pas pas an. Membayar kos kos an saja 350 ribu 1 bulan. Belum membayar air 50 ribu 1 bulan dan listrik beli sesukanya karena beli nya pulsa listrik. 50 ribu kadang bisa sampai dua bulan. Karena tidak mempunyai kulkas dan mesin cuci. Hanya untuk lampu dan masak nasi kadang kadang. Ngenes baget kan hidup dira. Tapi dia nyaman dan bahagaia karena sudah pecah perawan biar gak kudet dan katrok. Apa lagi kalau hamil ya alhamdulillah... Karena semua tetangga taunya dira menjadi janda saat baru menjadi pengantin baru. Kalau hamil ya wajar.


Setelah selesai makan dira segera mandi kekamar mandi. Dan akan segera istirahat dan tidur biar cepat pagi. Dia ingin mengecek sesuatu yang dia beli tadi saat pulang kerja. Karena semenjak pulang dari jakarta dia belom menstruasi sama sekali. Apa lagi saat melakukan pecah perawan dia pas masa subur.


Keesokan hari nya dira bangun jam 5 pagi. Karena dia tidak sabar ingin mengecek sesuatu. Dia mengambil gelas kecil dan menaruh air kencing nya di situ. Setelah itu memasukkan alat itu ke gelas kecil itu. Dia menunggu sambil memejam kan matanya. Anatara dag dig dug dan berharap garis dua. Siapaa juga yang gak mau dapat anak dari laki-laki tampan kayak Reno dirgantara itu hahahaha. Beberapa saat kemudian dira mengangkat alat itu dan garis dua. Dia bingung garis dua tanda positif apa negatif. Jadi dia memutuskan untuk menuju kontrak an tetangga gila nya yang tadi malam ngajak dira cekcok. Sebenarnya dia orang baik dan gak suka cari musuh. Tapi entah kenapa kalau sama dira dia selalu saja ingin berkelahi tapi aslinya juga gak kok.


Dira berjalan kelaur rumah dan menuju kontrak sebelahnya. Dan mengetok pintu.


Tok... Tok.. Tok...


Ceklek......


"Ada apa..... Pagi pagi buta kesini ganggu orang aja? " Ucap perempuan itu ngegas


"Bisa gak kalau ngomong biasa aja.. Ngegas baget sampek ke luar tu ludah kamu mbak? " Ucap dira sewot.


"Iya iya ada apa sih dira sijanda muda? " Ucap perempuan itu sedikit meledek.


"Sial.. Seharusnya gue pertama kali kesini gak bilang kalau gue janda? " Ucap dira dalam hati.

__ADS_1


"Mbak izinkan aku masuk dulu dong nanti ada orang lihat kan dira malu" Ucap dira nyelonong masuk.


"Dasar kamu ya dira aku belom ngizinin masuk udah masuk aja? " Omel perempuan itu.


"Aduh mbak Marni gak usah ngomel deh. Duduk sini aku mau nunjukin sesuatu sama kamu? " Ucap dira


"Ada apa...? " Tanya perempuan bernama mbak marni itu.


"Nih... Ini hasilnya apa positif apa negatif? " Ucap dira pelan. Membuat mbak marni melonggo seperti kambing cengok.


"Cantik cantik o'on...? " Ucap mbak marni dalam hati.


"Kamu ini cantik cntik bodoh. Ini namanya positif dan kamu hamil dira........? " Ucap marni biasa saja. Dan setelah sadar....


"Hah.... APA......, dira kamu hamil, anak siapa woy... Lo kan janda Markonah" Ucap mbak marni berteriak kaget.


"Astaga.. Mbak biasa aja ngomong nya bestie. Ya sama almarhum suamiku lah mbak. Suamiku meninggal saat kami menjadi pengantin baru.aku semenjak dari jakarta dan datang kesini. Selama dua bulan ini aku belom menstruasi mbak? " Ucap dira pura pura sedih.


"Malang sekali kamu dira. Yang sabar ya. Kamu tenang saja nanti aku bantu merawat anak kamu" Ucap mbak marni.


"Huh dasar... Oh iya mau aku antarin periksa ke rumah sakit gak. Pumpung aku cuti kerja.? " Ucap mbak marni


Baiklah mbak. Boleh juga.. Aku juga hari ini gak kerja kok..? " Ucap dira berdiri.


"Kamu kerja apa sih sebenernya,? " ucap mbak marni


" Ihh masih kepo. Kan dah bilang kerja aku Ngel*nte hahahaha? " Ucap dira kelaur dari rumah marni dan masuk ke rumah nya sendiri. Dia akan bersiap siap akan ke rumah sakit dengan diantar oleh mbak marni tetangga gesrek nya yang suka ngajak adu mulut tapi baik. Aneh kan..


"Dira dah siap apa belom? " Ucap mbak marni berteriak dari luar.


"Iya udah ini...? " Ucap dira kelaur dari rumah. Dia menutup pintu dan menguncinya. Dan berbalik..


*astagfirullahalazim.....? " Ucap dira kaget dan memegang dadanya.


"Kenapa sih kayak lihat hantu aja.. Gak pernah lihat orang cantik ya? " Ucap mbak marni dengan pede nya.


"Amit amit jabang bayik? " Ucap dira pelan. gimana gak kaget. Marni memakai celana warna hijau sepatu hak tinggi berwarna merah baju bling bling. memakai riasan sangat menor. bisa sawan kalau anak bayi. melihat penampilan mbak Marni ini.

__ADS_1


"Heh bilang apa kamu? " Ucap mbak marni gak trima..


"Udah deh jadi ngater gak sih" Ucap dira


"Iya iya ayok... Siapa tau ketemu dokter ganteng" ucap mbak mbak marni memeluk tangan dira.


Terus dokter ganteng nya kabur karena melihat ondel-ondel hahahaha? " Ucap dira tertawa


"Dira kamu itu menyebalkan sekali sih? " Ucap mbak marni sewot.


"Tumben nih air ama minyak jlantah akur? " Ucap Ibu ibu yang berjalan didepan rumah dira.


"Tumben nih... Si balon berjalan nyapa? " Ucap mbak marni. Dan dira hanya geleng geleng kepala. Ibu itu melengos.


"Kami permisi ya buk...? " Ucap dira segera menarik tangan marni.


"Kenapa narik segala sih. Sakit tau...? " Ucap mbak marni menggerutu.


"Kalau gak ditarik nanti mbak bertengkar dulu sama ibu balon. Kan lama.. Keburu siang dan panas? " Ucap dira berjalan keluar gang diikuti mbak marni.


" Huft.... Iya iya.... Naik apa kita ini taksi apa bajai,? " Ucap mbak marni.


"Naik onta..? " Ucap dira cuek dan terus berjalan. Dan dari kejauhan dia melihat sebuah metromini. Yang berhenti dan menurunkan penumpang. Mbak marni dam dira segera masuk kalam metromini itu. Dan metromini itu berjalan menyusuri jalan raya yang penuh de kendaraan mulai dari mobil, truk sepeda motor. Dan masih banyak lagi.


Karena metromini penuh mbak marni terus menggerutu karena berdesakan dengan penumpang lain.(( Alah gaya kamu mbak marni biasanya juga naik angkot.)) apa lagi disamping mbak marni ada kakek kakek genit yang sedari tadi mengedipkan mata sebelah nya kepada marni. Membuat marni bergidik ngeri.


"((Iuhhhhhh.... Aku memang suka sama laki orang. Tapi ama yang model gini ya ogah.. Gigi aja belom tumbuh... "? Ucap mbak mbak marni dalam hati. Dira yang melihat kejadian itu hanya terkekeh. Membuat mbak marni semakin sebal.


" Kakek peot, kenapa kedip kedip kayak gitu matamu kemasukan anak konda apa.... Pakek gigi belum tumbuh lagi? " Ucap marni bergidik


"Hihihi... Ayang beb ini bukannya belom tumbuh tapi sudah habis dimakan rayap hehehehe? * ucap kakek kakek itu. Membuat marni kudu muntah udah dipanggil ayang beb. Pakek cara ngomong nya guyal gayil. Dira saja sampek menahan tawa. Hingga membuat marni mencubit lengan dira.


" Aduuuuh... Sakit mbak...? " Ucap dira mengusap lengan habis jiwitan itu.


"Ketawa aja terus. Biar protol tu gigi... Terus aku berikan kepada kakek mesum itu? * ucap marni melirik kearah kakek ternyata kakek itu masih saja melihat kearah marni dengan penuh nafsu.


" Astaga... Kakek sugiono ada disini" Gumam mbak marni. Dira yang sudah tidak kuat menahan tawa langsung terbahak hingga membuat pusat perhatian orang menatap dirinya aneh. Dan marni berkali-kali mencubit lengan dira dengan pelan. Membuat dira berhenti tertawa karena dilihat banyak pasang mata. Dira tersenyum kikuk. Dan menyembunyikan wajahnya dilengan mbak marni. Hingga mbak marni gantian terkikikik.

__ADS_1


__ADS_2