
Malam harinya sikembar baru pulang dari mall. Bersama paman dan bibilnya. Mereka ber4 tadi sudah mandi dan berganti baju dirumah Reno. Kembali kekediaman papa salim mereka sudah rapi dan wanggi. Tapi anehnya rumah terlihat sepi dan gelap gulita.
"Paman.katanya mami mau merayakan ulang tahun ku kenapa sepi dan lampu mati apa oppa omma dan mami pergi jalan jalan gak ngajak aku dan kenzo? " Ucap kenzi yang diangguki oleh kenzo.
"Paman juga tidak tau sayang? " Ucap paman Reno pura pura bingung.
"Wah padahal kan aku sudah siap siap udah dandan cantik lagi masak gak jadi sih? " Ucap bibik Mia pura pura cemberut.
"Ya sudah lah ayo masuk.. Paman jadi tidak semangat? " Ucap Reno dan kedua bocah kembar itu tertunduk lesu. Reno dan sang istri saling lirik dan tersenyum kecil tanpa sepengetahuan sikembar. Mereka ber4 berjalan masuk kedalam rumah. Tiba tiba saat pintu dibuka lampu menyala dan dor... Dor... Dor...suara banyak balon yang dipecahkan.
"Surprisssssssssssseeeeeeeeeeeee..........? " Ucap semua orang yang ada diruang an itu. Sikembar nampak berbinar. Ruang tamu dihias dengan tokoh Filem kesukaan mereka. Balon balon juga bergambar kedua tokoh itu semua teman sekolah sikembar datang, dan ada 50 anak yatim piatu. Bersama orang tua teman teman sikembar. Acara ulang tahun ini benar benar meriah. Mami Rania mendekati kedua anaknya. Mami Rania berjongkok dan memeluk kedua anaknya.
"Selamat ulang tahun kedua anak mami yang paling mami sayangi. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Dan semoga selalu sayang sama mami, oppa dan omma serta paman dan bibik...? " Ucap Rania memeluk kedua anaknya.
"Terima kasih mami. Kenzo dan kenzi sayang sama mami? " Ucap sikembar mencium kedua pipi Rania dan memeluk Rania dengan erat. Rania tiada henti hentinya menciumi kepala kedua anaknya dengan penuh kebahagiaan. Setelah itu Rania mengiring kedua anaknya mendekat kearah kue ulang tahun masing masing.
__ADS_1
"Sayang sebelum tiup lilinnya kalain berdoa dulu ya? " Ucap Rania dan sikembar mengangguk kompak. Sikembar berpengangan tangan dan saling pandang. Setelah itu mengangguk. Bersamaan. Dan memejamkan mata mereka.
"Bismillahh hirohhmannirrohimmmm.... Ya Allah SWT Kenzo /kenzi tidak mau apa apa. Kenzo/kenzi hanya mau punya papi. Ya Allah SWT semoga mami dan papi segera bertemu dan bersatu agar kami mempunyai keluarga yang lengkap? " Ucap sikembar dalam hati dengan kompak. Setelah itu meniup lilin bebarengan. Dan tiba tiba..
Deg
Deg.
Rania. Dan seseorang yang sedang duduk anteng didalam pesat kompak sama sama memegang dadanya sebelah kiri. Tiba-tiba..
Ya semua keluarga dirgantara sudah tau kalau Rania sudah sembuh dari lupa ingatan nya. Rania memberitahu mama papa dan kakak sebenarnya apa yang terjadi hingga dia hanyut kesungai dan nama aslinya. Awalnya mama dan papa terkejut dan merasa sakit hati dan akan menuntut orang orang itu.tapi sakinah melarang.toh semua sudah berlalu Rania sudah bahagia dengan keluarga baru nya. Dan papa mama hanya bisa pasrah dan. tetap menerima dengan tangan terbuka. Apa lagi sakinah meminta izin kepada papa untuk namanya tetap Rania. Dan papa mama senang sekali. Papa mama berfikir setelah hilang ingatan sembuh Rania atau sakinah akan meninggalkan mereka ternyata Rania atau sakinah tetap ingin bersama papa mama dan ingin melupakan suaminya dan tidak akan mengingat masa lalu. Papa dan mama menerima semua keputusan Rania. Dan saat Rania dan papa mama berbicara serius sikembar tidak sengaja menguping dan ketahuan oleh omma mau tidak mau Rania menjelaskan semuanya dengan detail. Hingga anak anak juga menerima semua nya dengan ikhlas tapi di dalam hati mereka yang paling dalam selalu berdoa semoga papi dan mami mereka segera dipersatukan.
Kembali ke pesta.
Setelah selesai meniup lilin dan berdoa mereka semua dan tamu tamu menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Mereka semua sangat bahagia apa lagi anak anak yatim piatu mereka sangat bersyukur bisa makan enak hari ini. Setelah bicara selesai. Mami Rania meberikan amplop berisikan uang dan bingkisan serta makanan untuk anak anak yatim. Setelah acara selesai semua anak anak dan orang tua pamit pulang dan undur diri karena acara sudah selesai. Karena jam sudah menujukan jam 11 malam. Sikembar yang sudah kelelahan tidur dipangkuan oppa dan paman nya. Setelah itu mereka diantarkan kekamar tidur mereka. Rania, mama, dan kakak ipar Mia juga masuk kedalam kamar masing-masing. Karena malam ini mereka semua sudah sangat kelelahan. Jadi kak Reno dan kakak ipar memutuskan untuk menginap.
__ADS_1
Disisi lain.
Vian dan bayu baru sampai dibandara soekarno hatta. Mereka segera turun dan sudah ada mobil jemputan yang menjemput vian dan bayu. Mereka berdua segera masuk kedalam mobil dan mobil berjalan membelah jalanan yang tidak pernah sepi walaupun malam hari ini. Menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh bawahan bayu.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai didepan apartemen dan segera masuk kedalam apartemen menuju lift untuk naik kelantai 10 apartemen no 3 dan yang lebih mengejutkan apartemen vian bersebelahan dengan apartemen milik Reno kakak dari raina atau sakinah
Takdir macam apa ini. Hahahahahha.
Setelah masuk kedalam apartemen tidak menunggu lama vian segera masuk kedalam kamar dan mandi. Karena badannya sudah sangat lelah. Setelah selesai mandi hanya memakai boxser vian langsung merebahkan dirinya diatas ranjang. Untuk menuju mimpinya. Setelah dirasa vian sudah tertidur lelap tiba tiba vian bermimpi. Melihat sakinah tersenyum kearah nya sambil menuntun kiri kanan kedua anak laki laki.
"Kinah... Apakah ini kamu sayang. Apa ini anak anak kita... Aku sangat merindukan kamu sakinah...? " Ucap vian sambil menangis. Tapi sakinah hanya diam dan tersenyum.
"Aku merindukan mu..? " Ucap sakinah dan langsung menghilang.
"Kinah sakinah... Kinah.....? " Teriak vian dan langsung bangun.
__ADS_1
"Astaga q hanya mimpi.. Sekian lama q tidak pernah memimpikan nya. Kenapa tiba tiba q mimpi sakinah. Dan kedua anak itu... Apa sakinah ada dikota ini? " Ucap vian mengusap wajahnya dengan kasar.