
1 minggu kemudian. Hari ini sakinah di apartemen sendirian. Karena vian pamit akan kejakarta untuk pembukaan perusahaan anak cabang disana. Rencana nya vian akan mengajak sakinah tapi sakinah menolak karena akhir akhir ini dia tidak enak badan. apa lagi hubungan mereka masih dirahasiakan Dan sebenarnya sakinah sudah memeriksa kan keadaan 1 minggu yang lalu dan sakinah dinyatakan hamil 3 bulan. Sakinah sangat bahagia. Sakinah akan memberikan kejutan untuk vian saat pulang nanti. Sakinah sempat heran kenapa dia bisa hamil padahal dirinya rutin meminum pil kontrasepsi. Dan terpaksa dia menanyakan pil itu kepada bindan. Dan ternyata itu adalah obat penyubur kandungan. Betapa bahagia hati sakinah jadi selama ini vian menipu dirinya. Dengan memberikan obat penyubur kandungan berarti vian ingin anak dari nya. Didalam kamar sakinah senyum senyum sendiri memandang hasil USG dan surat keterangan bahwa dia hamil. Dia mengelus perut nya yang sedikit membuncit.
"Tumbuh dengan sehat sayang mama akan selalu menyayangi mu. Kalau papa sudah pulang kita akan memberikan beliau kejutan pasti papa sangat bahagia. Ternyata papa menginginkan kalian hadir dari rahim mama, mama sangat mencintai papa. Walaupun papa tidak mencintai mama. Tapi papa menginginkan kamu hadir dirahim mama sayang? " Ucap sakinah tersenyum bahagia sambil mengelus perut nya.
Dan tidak lama kemudian ada seseorang yang memencet bell rumah dengan tidak sabaran, Siapa pikir sakinah. Biasanya vian tapi kan vian keluar kota. Dan kalau Mutia dan hasan juga tidak mungkin karena mereka belom liburan. Akhirnya mau tidak mau sakinah berdiri dan menaruh surat keterangan kehamilan dan hasil USG dikasur nya. Membenarkan penampilan nya dan beranjak keluar dari dalam kamar. Menuju pintu depan dan akan membuka pintu.
Ceklek....
Mama diana sejenak diam memandang. Melihat gadis yang masih sangat muda dan sangat cantik jika dibandingkan dengan Siska Siska tidak ada apa apa nya. Mama diana sempat terpesona. Tapi terbengong an nya segera disadarkan oleh Siska. Ya Siska tidak mau mama Diana berubah fikiran.
"Tante sadar ini j@l@ng yang Siska maksud? " Ucap Siska membuat sakinah bingung dan mama Diana lekas sadar.
" Maaf tante tante ini mencari siapa ya? " Ucap sakinah dengan ramah membuat mama Diana ragu jika perempuan kecil di depan nya ini menghasut anaknya.
"Dimana vian... Kamu tidak bisa berbohong lagi. Karena aku sudah pernah melihat vian masuk kedalam apartemen ini dan bermesraan dengan kamu" Ucap Siska marah. Mama Diana masih diam.
"Maksudnya apa saya tidak mengerti" Ucap sakinah bingung sakinah ingat ini adalah tante tante satu minggu yang lalu. dan dikira istri sah dari vian. dan siapa perempuan paruh baya ini apa mama dari vian pikir sakinah.
"Tante ayo dong" Bisik Siska mencoba memprovokasi tante Diana. Dan tante Diana mengangguk.
"Dasar tidak punya sopan santun. Kenapa kamu membiarkan orang tua berdiri didepan pintu. Minggir kamu biarkan saya masuk" Ucap mama Diana mendorong tubuh sakinah dan masuk kedalam rumah diikuti oleh Siska.
"Heh j@l@ng kecil dibayar berapa kamu sama vian hah, hingga kamu rela menjual dirimu kepada vian. Dan kamu berani menghasut vian agar membenci mama dan papa nya? " Ucap mama Diana membentak menatap penuh benci kearah sakinah.
__ADS_1
"Maaf tante saya tidak mengerti, apa maksud tante? " Ucap sakinah
"Heh dasar j@l@ng kecil. Kamu tau siapa aku ini... Aku ini adalah mama dari vian apa kau tau. Dan ini Siska calon istri dari vian Renaldi sanjaya. Apa kau tau gara gara kau menghasut anak ku. Anak ku tidak pernah mau pulang.? " Ucap mama Diana marah
"Maaf tante tapi saya ini...? " Udah sakinah dipotong oleh Siska.
"Diam kamu j@l@ng kecil,Kamu ini masih kecil kenapa kamu sudah menjadi j@l@ng dan memoroti semua uang vian. Kenapa .....apa kamu berencana untuk menguasai harta vian iya. Jawab Jagan diam saja? " Ucap Siska geram.
"Maaf ya tante tante saya tidak mengerti dengan ucapan kalian. Menghasut siapa dan memoroti harta siapa saya tidak mengerti. Dan tante Jagan asal menuduh jika tidak ada bukti? " Ucap sakinah marah.
"Alah.. Ini.. Ini semua bukti nya kamu dibelikan apartemen mewah oleh anak saya dan iya pasti setiap hari kamu selalu foya foya menghabiskan uang anak saya kan? " Ucap mama Diana. Sakinah diam saja. Karena perkataan mama vian sedikit benar. Dia selalu menerima uang setiap minggu dari vian. Dan itu wajar karena itu nafkah dari vian. Kan sakinah istri nya walau pun istri siri. Apa lagi sakinah belom pernah mengambil uang sepeser pun dari rekening nya. Dia memakai uang tunai pemberian vian.
"Mending kamu pergi dari sini. Jauhi vian. Vian itu calon suami saya. Pergi kamu dari sini, iya kan tante? " Ucap Siska
"Benar sayang.... Ayo cepetan kamu tinggal kan apartemen ini sekarang? " Ucap mama Diana membentak.
PLAKKKKKK.....
Membuat mama Diana terkejut.
"Kamu pergi dari sini sekarang atau aku akan menghabisi nyawa mu? " Bentak Siska.
"Siska Jagan kasar,tante gak mau ada penganiayaan,kita bisa mengusir dia tanpa Menyetuhnya" Ucap mama Diana yang masih mempunyai sedikit hati.
__ADS_1
"Kalau tidak begini j@l@ng kecil ini akan tetap disini tante? tante nurut aja sama Siska biar Siska yang bergerak" Ucap Siska mendekati sakinah. Sakinah mundur perlahan dia akan masuk kedalam kamar dan mengambil ponsel. Tapi tiba tiba Siska menarik tangan nya dan menampar sakinah berkali kali. Hingga mulut dan hidung sakinah mengeluarkan darah. Mama Diana shok. Apa lagi Siska memukul tubuh sakinah beberapa kali dengan tongkat bisbol yang dia ambil dari pojok ruangan tadi.siska benar benar marah dan ingin menghabisi nyawa sakinah. Hingga sakinah tidak sadarkan diri alias pingsan dengan luka yang cukup parah.sebelum tidak sadar kan diri sakinah sempat bergumam memanggil nama vian.
"Omm vian. Aku mencintaimu? " Ucap sakinah pelan dan langsung tidak sadar kan diri.membuat mama diana melotot kan matanya.
Mama Diana melotot kan matanya dan menutup mulutnya karena shok. Dia memang ingin menjauhkan anak nya dari perempuan tidak benar itu. Tapi tidak dengan cara seperti ini.
"Siska sudah berhenti dia bisa mati? " Ucap mama Diana tidak tega melihat keadaan sakinah.
"aku reflek tante. aku sangat membenci j@l@ng kecil ini.?dia berusaha merebut vian dari aku. aku memang ingin membnuhnya" Ucap Siska pura pura merasa sedih.dan setelah itu tersenyum sangat aneh tanpa sepengetahuan tante diana.
"Terus bagaimana ini. Siska kalau vian tau bagaimana..? " Ucap mama Diana ketakutan.dan gemeteran
"Tante kita buang saja perempuan j@l@ng ini. Kita harus menghilangkan jejak dengan cara membuang perempuan ini? " Ucap Siska pura pura ketakutan. Tapi didalam hati nya sebenarnya sangat senang karena berhasil menghabisi sakinah.
"Coba periksa dia sis dia masih hidup apa sudah mati. Aku tidak mau dipenjara Siska? " Ucap mama Diana ingin menangis. Dia sangat amat ketakutan.
"Tenang saja semua akan baik baik saja. Tante bantu aku bawa tubuh perempuan j@l@ng ini. Kita harus segera membuangnya? " Udah Siska yang Diangguki oleh mama diana. Siska dan mama diana membawa tubuh sakinah keluar dari apartement itu. Perkiraan mereka sakinah sudah mati dan mereka akan membuang mayat sakinah. Setelah sampai didalam mobil. Siska segera menjalankan mobilnya menjauhi apartement itu. Tanpa sepengetahuan mama Diana dan Siska. Ada seseorang yang merekam kejadian itu dari awal sampai akhir karena pintu tidak tertutup. Dia adalah tetangga sakinah disebelah apartemen nya. Dia akan segera melaporkan kejadian ini kepolisi. Karena ini adalah kasus pembunuhan berencana.
Disatu sisi. Vian sangat gelisah dan tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Dia selalu mengingat sakinah dirumah. Apa lagi sakinah ditelfon beberapa kali tidak diangkat. Di chat juga tidak dibalas apa lagi dibuka. Perasaan vian menjadi tidak karu karuan. Hingga bayu menegur bosnya itu.
"Bos baik baik saja? " Ucap bayu
"Apa kita masih lama disini bay "tanya vian dengan gelisah.
__ADS_1
" Besok masih baru dimulai acara peresmian nya bos. Mungkin lusa kita baru bisa pulang? " Ucap bayu. Membuat vian frustasi. Lagi lagi vian mencoba menghubungi sakinah tapi tetap saja hasilnya nihil sakinah tidak mengangkat nya. Tiba tiba saja air mata jatuh dari mata vian.
"Ada apa dengan ku. Kenapa tiba tiba hati ku sakit dan aku ingin menangis seperti ini? Sayang apa kamu baik baik saja. Aku merasa kamu terus memanggil nama ku." Ucap vian dalam hati