
Vian turun lebih dulu dengan gaya cool dan arogan. memakai celana bahan dan tidak lupa jas dan kemeja berwarna senada dan tak lupa kaca mata hitam yang nangkring di hidung mancungnya,Tak lama kemudian turun perempuan yang sangat cantik dan sexy. Wajah putih mulus dengan riasan sederhana tidak ketinggalan tindik dihidung mancungnya. Memakai dress selutut berwarna navy. Di adalah Rania. Tangan Rania dipengang oleh vian dengan penuh perhatian. Rania tersenyum ke arah suami tercinta. Tak lama kemudian turun kedua jagoan dengan gaya cool dan sok keren nya memakai kaca mata hitam dengan celana Jins seper4. Dan kaos berwarna hitam. Memakai tas dipunggung mereka masing-masing. Dan didampingi dua mbak yang sangat cantik cantik kesayangan sikembar. Tak lama kemudian pak supir turun dan membawa beberapa koper milik mereka. Setelah itu sang sopir memasukkan mobil ke bagasi samping rumah.
"Cucu cucu nenek......? " Ucap mama Diana berjalan menuju si kembar diikuti papa Bambang dari belakang. Sikembar yang baru pertama melihat mama Diana hanya diam dan menatap papinya. Hingga papi menjelaskan mereka baru mau membalas pelukan nenek Diana.
"Itu mama papa nya papi. Jadi nenek kakek kalian nak? " Ucap vian.
"Nenek...? " Teriak sikembar memeluk nenek bersama sama.
"Tidak ada yang mau memeluk kakek? " Ucap papa Bambang. Sikembar menoleh kearah maminya dan sang mami mengangguk dan tersenyum.
"Kakek... " Panggil sikembar langsung lari memeluk kakeknya. Sementara sikembar dibawa masuk oleh kekek bambang. Mama diana berdiri dan menghampiri Rania. Tiba tiba mama berlutut didepan Rania membuat Rania dan vian kaget. Segera Rania membangun kan sang mama.
"Mama apa yang kamu lakukan Jagan seperti ini...? " Ucap Rania dengan suara lembut nya.
__ADS_1
"Maafkan mama.. Mama bersalah, kesalahan mama tidak pantas untuk dimaafkan. Maafkan mama nak mama mnyesal sudah melakukan hal bodoh itu. Seharusnya mama mencari tahu dulu bukannya harus percaya dengan hasutan orang. Maafkan mama sakinah maafkan mama huhuhuhuhu... Mama menyesal hukum mama sakinah hukum mama yang banyak dosa ini? " Ucap mama diana menangis. Dan mengantupkan tangan nya didada. Rania langsung menarik sang mama dan memeluk nya dengan sayang.
"Mama sudah ya jangan menangis. Sakinah sudah memaafkan mama jauh sebelum mama minta maaf. Allah SWT saja bisa memaafkan dengan mudah. Kenapa umatnya tidak. Lagian saat itu mama tidak melakukan apa apa karena sakinah tau di balik sifat mama. Pasti mama masih mempunyai rasa kasihan kan. Lagian sakinah masih selamat dan sekarang ada didepan mama bersama kedua jagoan kami. Itu semua sakinah anggap sebagai ujian agar sakinah lebih bersabar lagi. Sudah ya mama jangan sedih? " Ucap Rania mencium kening mamanya dengan sayang. Membuat tanggis mama semakin pecah. Terbuat dari apa hati sang menantu. Segampang itu memaafkan orang. Padahal nyawanya hampir saja tinggal diujung kepala. Ya Allah SWT betapa menyesal nya diriku pernah dihasut oleh orang gila seperti Siska itu fikir mama diana sambil menangis di dalam pelukan Rania. Vian tersenyum betapa bahagianya dirinya saat ini. Istri kecil yang dia ambil dari jalanan tidak perduli dengan setatus sosial. Kini menjadi sosok ibu dari dua orang anak dan menantu yang baik dan mudah memaafkan. Rania sudah tambah dewasa. Vian bersyukur diusianya yang sudah tidak lagi muda. Dia bisa mempunyai istri yang masih muda dan cantik penuh perhatian dan dua Jagoan yang tampan tampan.
Setelah melepas kan pelukan nya dari Rania mama menatap anak semata wayangnya itu. Vian seakan mengerti keinginan mamanya merentang kan tangan nya. Mama diana menangis terisak berhambur dalam pelukan sang anak tersayang. Yang selama 5 tahun lebih ini selalu cuek dan dingin kepada dirinya. Mama diana merasa nyaman didalam pelukan anaknya. Karena setelah 5 tahun tidak pernah memeluk dirinya dan hari ini selain mendatangkan menantu dan kedua cucu nya mama diana juga mendapat pelukan yang 5 tahun ini tidak dirasakan nya. Mama diana terus menangis dan menangis. Rania tersenyum dan mengelus punggung mama mertua nya, vian memegang tangan sang istri dan mencium nya dengan Sayang. Mama diana merasa sangat bahagia.
"Terima kasih ya tuhan kau sudah mengembalikan anak ku yang selama ini menjauh dari ku karena kesalahan ku yang fatal. Aku akan berjanji akan menyayangi anak dan menantu ku serta kedua cucuku? " Ucap mama diana dalam hati.
Setelah selesai peluk peluk an. Mama diana Rania dan vian masuk ke dalam. Pemandangan yang dilihat petama kali adalah sikembar yang sibuk menonton sepongbob dengan kakeknya dan begitu anteng dan mereka duduk di pangkuan kiri dan kanan. Sambil memakan cemilan. Vian dan mama diana tersenyum. Begitu juga dengan Rania. Akhirnya mereka bertiga menghampiri sikembar dan papa Bambang. Rania mencium punggung tangan papa bambang begitu juga dengan Vian. Papa menangis terharu selama 5 tahun menjauh kini vian sudah kembali kepribadian nya yang dulu. Papa Bambang memeluk Vian dan Rania bergantian sambil menangis bahagia. Anak dan menantunya kembali membawa dua jagoan sekali gus.
"Sekarang namanya adalah Rania dirgantara, pa, ma bukan sakinah lagi. Sakinah sudah berganti nama sekarang. Menjadi Rania dirgantara.? " Ucap vian
"Pasti orang yang menyelamatkan kamu adalah orang yang baik sehingga mau menganti nama mu dan memakai marganya nak " Ucap papa Bambang
__ADS_1
" Benar pa. Mereka sangat menyayangi ku aku saja jika bilang kalau aku anak angkat mereka akan marah? " Ucap Ranai terkekeh. Dia masih ingat saat bilang berterima kasih sudah mau merawat anak angkat seperti dirinya ini. Mama mikha dan papa salim marah. Dan tidak mau mendengar ucapan siapapun yang bilang kalau Rania anak angkat mengingat itu Rania tersenyum senyum sendiri.
"Oh iya pa... Aku mau pindah ke Jakarta. Perusahaan pusat akan aku pindah kesana. Dan asisten ku berganti Tio. Aku dan Rania akan menetap disana. Dan sikembar juga. Dan perusahaan disini akan dikelola oleh bayu. dan papa juga bisa membantu sedikit sedikit. Papa tidak keberatan kan " Ucap vian
"Tidak nak. Semua ini adalah jalan terbaik papa setuju setuju saja? "
"Tapi kalian semua harus sering kesini. Ya jagan lupakan mama dan papa.? " Ucap mama diana sendu.
"Mama papa tenang saja. Kami tidak akan melupakan kalian.? " Ucap Rania.
" Atau kalau perlu mama dan papa ikut kejakarta ? " Ucap Rania tersenyum
"Tidak nak.. Papa dan mama sudah tua. Kami ingin menghabiskan sisa umur kami untuk bermesraan dirumah peninggalan kakek buyut kalian ini? " Ucap papa Bambang yang diangguki oleh mama.
__ADS_1
"Mama dan papa tenang saja. walau pun aku dan anak istri ku menetap di jakarta. Setiap bulan aku akan selalu kesinii. Jakarta ke JT kan dekat. Mama papa tidak usah hawatir? " Ucap vian dan papa mama mengangguk.
Setelah ngobrol sebentar mereka menuju meja makan untuk sekedar makan siang atau makan sore. Karena saat itu sudah jam 3 sore. Sikembar merengek karena lapar. Jadi mereka semua makan sore. Setelah selesai makan. Sikembar diajak tidur kekamar nenek dan kakeknya karena nenek kakek kangen dan ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Dan sikembar pun dengan senang hati mau menemani kakek nenek nya. Dan mbak mbak asuh juga disuruh istirahat dikamar yang disiapkan untuk mereka selama ada diJT. Dan Rania sendiri dibawa kemar milik vian sendiri. Vian dan Rania bersih bersih dan ganti baju setelah itu mereka tidur bersama sambil berpelukan tanpa melakukan apa apa karena sangat lelah. Dan langsung saja mereka langsung terlelap.