
1 tahun kemudian...
Keadaan Ranai tetap sama, bahkan tubuh nya semakin kurus. Begitu juga dengan vian, karena rania koma, tidak ada yang mengurusnya seperti dulu, hampir setiap hari dia mondar mandir rumah sakit, perusahaan dan rumah.
Vian sesekali pulang untuk melihat kedua anak kembar laki laki nya dan putri kecilnya yang sudah berusia 1 tahun itu. Azkia tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik dan gemoy. Wajahnya mirip sekali dengan sang mami. Dan sekarang makin aktif. Berjalan tiada henti. Sambil berceloteh tidak jelas. Azkia seumur an dengan anak Reno dan dira. Anak Reno dan dira berjenis laki-laki. Azkia adalah ratu nya dikeluarga Dirgantara. Bahkan mama diana dan papa bambang ikut menetap di jakarta untuk membantu mengurus cucu nya karena mama Mikha membantu Reno dan dira membantu mengurus ilham. Ya anak Reno bernama ilham putra dirgantara.
Saat ini vian sudah berada di rumah sakit. Ditemani oleh tio karena mereka baru pulang dari perusahaan. Dia melihat kearah rania. Dan tak lama sang dokter jihan masuk ke dalam.
"Kak jihan... Sampai kapan rania akan bangun" Ucap vian dengan sendu.
"Kami tidak bisa memastikan kapan rania akan bangun. Kamu berdoa saja vian semoga dia lekas sadar.? " Ucap dokter jihan dengan pelan. Sambil memeriksa keadaan Rania.
"Apa yang akan terjadi jika alat alat ini dilepas kak," Tanya vian melihat dokter jihan yang sudah selesai memeriksa rania. Dokter jihan menarik nafas nya dan menatap vian.
"Dia akan meninggal vian. Karena alat ini rania bertahan sampai sekarang? " Ucap dokter jihan.
Vian menghirup nafas dalam dalam. Dia menatap sendu kearah istri nya. Airmata mengalir dengan sendirinya nya.
"Kak aku ingin istri ku dirawat dirumah, dan aku akan membeli alat seperti itu berapapun harga nya tetap aku beli? " Ucap vian dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
" Tapi vian.... Harga alat alat ini sangat mahal, dan rumah sakit ini saja mendapatkan nya dari luar negeri? " Ucap dokter jihan lagi.
"Aku tidak perduli Kak... Berapa pun harganya akan aku beli, aku tidak tega melihat keluarga ku hampie tiap hari riwa tiwi kasihan papa mama mertua dan papa mama?dan siapa tau setelah dekat dengan ketiga anak kami. Rania ku akan segera Bangun " Ucap vian, dia tidak perduli berapa pun harganya. Kehilangan hartanya pun dia tidak masalah yang penting anak anaknya akan selalu bersama sama maminya.
"Baiklah vian... Aku akan mempersiapkan nya dalam waktu kurang lebih 2 bulan. Karena rumah sakit akan memesan nya dulu dari London" Ucap dokter jihan tersenyum
"Terimakasih kak? " Ucap vian. Dan dokter jihan mengangguk dan keluar dari ruangan rania.
***
Dua bulan kemudian..
Vian senang akhirnya kini mereka berlima bisa berkumpul dirumah mereka. Dengan begini dia bisa melihat sang istri sekaligus ketiga anaknya. Dalam waktu yang bersamaan. Akhi akhir ini vian bekerja dari rumah. Dan Tio yang bekerja di perusahaan. Setiap hari vian selalu menyeka tubuh rania dengan tangan nya sendiri. Iya merawat dan membersihkan tubuh Rania dengan sabar dan telaten. Setiap melakukan itu mata vian berkaca kaca dan menangis terisak. Dulu rania paling tidak suka di segala sesuatu dibantu oleh orang lain apa lagi kalau bisa melakukan sendiri karena dia merasa bukan orang yang manja.
Dan sekarang membersihkan tubuhnya harus dibantu dirinya.
"Sayang... Kapan kamu bangun.... Putri kecil kita sudah besar sayang. Sudah berusia 1 tahun bahkan kakak kakaknya selalu membantu kita merawat gadis kecil kita sayang? " Ucap vian pada rania dengan lirih dan akhirnya vian tidak kuasa menangis terisak sampai bergetar.
"apa kamu tau nia.. kedua jagoan kita sudah dewasa sekarang mereka selalu mendoakan kamu agar cepat bangun? " ucap vian lagi.
__ADS_1
Vian keluar dari kamar. Dan menutup nya kembali. Tanpa disadari vian tangan rania bergerak. Dan matanya mengeluarkan air mata.
***
1 tahun kemudian......
Hari ini adalah hari ulang tahun si kecil azkia. Azkia sudah lancar berjalan dan suka berlari kesana kemari. Vian membelikan kue tart untuk azkia kecil. Kue sagat indah dan berhias bintang kecil dan pantung princess kecil yang sangat manis. Dan kue tart itu bertuliskan. Selamat ulang tahun AZKIA PUTRI RENALDI DIRGANTARA SANJAYA yang kedua tahun. Itu ada lah nama yang sang istri mau saat pertama kali mengetahui bahwa anak mereka adalah berjenis perempuan. Setiap malam vian diam diam menagis sendirian dikamar dikala mengingat hari hari dengan sang Istri. Dan selama dua tahun juga sang istri tidak bangun bangun. Kadang sikecil azkia selalu bertanya.
"Api... Tenapa.. Ami gak angun angun. Ia angen ami " Ucap azkia kecil. Setiap sang anak Bertanya seperti itu vian tidak bisa menahan air matanya.
Kini azkia sudah cantik dengan gaun pesta princess nya berwarna biru muda. Dan pita kecil dipinggang nya. Sedangkan kedua kakaknya kenzo dan kenzi memakai tuksedo berwarna senada dengan sang adik. Karena tema hari ini adalah biru laut. Warna kesukaan azkia kecil. Azkia sangat cantik duplikat dari rania. Azkia sudah sangat cantik. Pesta kali ini hanya ada., mama Mikha dan papa salim, serta mama Diana dan papa bambang, ada dira dan Reno juga sikecil ilham.tak lupa kakak kembar nya kenzo dak kenzi yang menyayangi azkia. Pesta ulang tahun azkia diadakan didalam kamar karena agar rania mendengar dan bisa segera bangun. Tidak luput juga mbak sari dan mbak Nur. Bayu dan anak istri nya dan juga Tio dan 3 dokter serta 3 suster.
Semua orang yang hadir disana berucap SELAMAT ULANG TAHUN untuk azkia. Waktu nya tiup lilin vian berjongkok berjejer dengan tinggi sang putri.
"Sayang anak papi yang cantik sebelum meniup lilin azkia berdoa dulu ya nak? " Ucap vian azkia tersenyum dan mengangguk. Azkia menarik tangan kedua kakanya. Kenzo berada dikiri dan kenzi disebelah kanan. Mereka bertiga bergandengan tangan. Semua orang berkaca kaca. Dira sudah menangis dipelukan sang suami.
"Ya aewohh.. Ia mohon angunkan ami. Ia angen. Kak enjo dan kak enji Celta api juga angen. Ia gak mau apa apa. Ia cuma mau ami. Karena ia ami gak bangun bangun. Ia lindu ami. Aminnn? " Ucap azkia dan meniup lilin nya dibantu oleh kedua kakaknya. Kenzo dan kenzi memeluk adiknya. Tidak ada yang tidak menagis dikamar itu. Bahkan dokter dan para suster saja ikut menangis.
Rania meneteskan air matanya ia bisa mendengar doa anaknya. Namun. Tidak bisa menghadiri pesta itu. Dia merasa sedih karena tidak bisa berada disisi kedua anaknya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun.. Princess nya mami, maafkan mami yang tidak bisa menemani azkia cantik. Maafkan mami yang tidak bisa menjaga dan merawat azkia. Semoga azkia dan kakak kembar diberi panjang umur dan sehat selalu? " Ucap rania dalam hati.