Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Menjaga jarak


__ADS_3

Queen terlihat menarik nafas panjang sebelum tangannya terayun meraih ganggang pintu kamarnya. Ia berupaya menormalkan ekspresi wajahnya untuk bertemu dengan Kevin yang sudah dapat ia pastikan sudah ada di dalam kamar saat ini.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar membuat pandangan Kevin teralihkan dari ponsel ke arah pintu. "Kau baru pulang?" Kevin beranjang dari atas sofa yang didudukinya lalu berjalan ke arah Queen.


Queen mencoba tersenyum. "Ya. Aku baru saja sampai." Balasnya.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Kevin dengan nada terdengar tidak ramah.


"Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini hingga membuatku pulang sedikit lama." Jawab Queen.


Hembusan nafas Kevin terdengar kasar. "Bukankah sudah aku katakan untuk tidak terlalu memaksakan tubuhmu untuk bekerja?" Tanya Kevin.


"Seperti yang sudah aku jelaskan, aku melakukannya karena sesuatu yang mendesak." Balas Queen dengan tenang.


"Bersihkanlah tubuhmu. Aku sudah memesan makanan untuk makan malam kita dan sebentar lagi akan sampai." Ucap Kevin.


Queen mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu aku mandi dulu." Ucap Queen dan Kevin mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Kenapa aku merasa ada yang aneh pada dirinya?" Gumam Kevin setelah Queen beranjak dari depan tubuhnya.


*


Setelah menghabiskan makanan masing-masing dan membersihkan piring bekas makanan mereka, Queen mengajak Kevin untuk duduk di ruang tamu sejenak sebelum Kevin mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya.


Kedatangan Queen dari dapur dengan membawa satu toples kripik pisang di tangannya membuat Kevin menahan senyumannya. Sudah satu minggu belakangan ini Queen memang tidak bisa lepas dari cemilan yang sedang dibawanya itu.


"Apa kau mau?" Tawar Queen seraya menyodorkan toples kripik pisangnya pada Kevin.


Kevin menggeleng. "Aku sudah kenyang." Tolaknya.


"Ada apa?" Tanya Kevin yang sudah dapat menangkap arti ajakan Queen yang mengajaknya untuk duduk di ruang tamu saat ini.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu." Ucap Queen.


"Hal penting apa yang kau maksud?" Tanya Kevin. Pandangannya pun kini terisi penuh dengan wajah Queen yang terlihat menatapnya dengan intens.


"Aku rasa mulai saat ini kita tidak perlu terlalu dekat seperti biasanya. Akan lebih baik kau dan aku menjaga jarak di antara kita." Ucap Queen lalu mencoba tersenyum di akhir ucapannya.

__ADS_1


"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Kevin dengan cepat. Wajahnya yang datar berubah menjadi dingin.


"Aku tidak ingin salah satu di antara kita menyalahartikan kedekatan di antara kita. Lagi pula pernikahan kita akan berakhir dalam waktu beberapa bulan lagi dan kau akan menjadi suami dari Melody. Aku tidak ingin nantinya aku berat melepaskanmu karena sudah terbiasa dengan kedetakan di antara kita dan perhatian darimu." Jelas Queen.


"Apa kau melarangku untuk memberikan kasih sayang pada anakku sejak ia masih berada dalam kandunganmu?" Pungkas Kevin.


"Tidak." Queen menggelengkan kepalanya. "Hanya saja menurutku akan lebih baik kita saling menjaga jarak agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Setelah pernikahan ini berakhir kau akan bahagia dengan pernikahanmu yang baru dan aku juga akan bahagia menjalani hidupku yang baru." Ucap Queen.


"Bagaimana jika salah satu di antara kita tidak bahagia?" Tanya Kevin.


"Kebahagiaan itu akan hadir dengan seiring berjalannya waktu. Dan aku tidak ingin lagi menghambat kebahagiaan di antara dirimu dan Nona Melody."


***


Lanjut?


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2